BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahlah Denganku
"Minggu depan kita nikah, yuk!"
"APA??!!!!"
Tiba-tiba saja ucapan Lian mengejutkan Yumna.
"Kok kaget?!" kata Lian dengan santai sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Mereka berdua saat ini sedang berada di kantin menikmati makan siang.
"Gimana gak kaget! Kamu tiba-tiba berkata seperti itu!"
Yumna mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajah Lian. "Kamu sehat kan??!" tanya Yumna heran.
Lian menangkap tangan Yumna dan menahannya, dia menatap tajam mata Yumna.
"Kamu kira aku sakit jiwa?! Kenapa bertanya seperti itu!"
"Aku dong seharusnya yang nanya, kenapa kamu berkata seperti tadi!! Kamu ngajak aku nikah minggu depan? kamu kira semudah itu!" Yumna menarik tangannya kembali.
"Jadi, kamu gak mau terima lamaran aku?!"
"Bukan begitu, Lian!! Eemm.. maksud saya, Pak!!" Yumna memandang sekeliling, takut kalau ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.
"Kamu ngajak aku nikah minggu depan. Emang kamu kira nikah itu mainan! Ada banyak hal yang harus disiapi sebelum pernikahan terlaksana. Gak semudah yang kamu pikirkan," bisik Yumna.
"Apa sulitnya menikah! Kita tinggal memanggil penghulu. Masalah resepsi,, itukan bisa kita urus bulan mendatang! Yang penting nikah aja dulu!" balas Lian santai.
"Pak Liaaaann..." Yumna merapatkan giginya sambil menahan suaranya sepelan mungkin.
"Gini ya, Pak! Aku mau saja kalo Bapak ajak nikah. Tapi tidak sekarang, Pak! Aku baru lulus kuliah, pengalaman kerjaku masih sangat minim. Percuma dong, aku kuliah empat tahun kalo pengalaman kerjaku hanya empat minggu," lanjut Yumna.
"Kamu masih bisa bekerja setelah menikah! Kamu akan tetap menjadi sekretaris pribadiku! Jadi kamu bisa melayani pekerjaanku baik di kantor maupun di rumah!" senyum nakal mengembang di bibir Lian.
"Gak! Aku gak mau!" bantah Yumna.
"Maksudnya!!! Kamu gak mau nikah dengan aku??!!" nada suara Lian sedikit meninggi. Membuat Yumna seketika menutup mulut Lian dengan tangannya.
Aapppp...
Lian terdiam kaku. Matanya menatap penuh tanda tanya.
"Jangan keras keras! Kalau didengar orang gimana?!" perlahan Yumna melepaskan tangannya yang menutup mulut Lian.
"Pak Lian yang terhormat! Coba pikirkan sekali lagi deh! Kalau saja kita menikah dengan tiba-tiba seperti itu, apa yang dikatakan orang orang nanti?? bisa bisa orang mengira kalau aku sudah hamil duluan."
"Aku tidak perduli dengan mereka semua! Yang aku inginkan hanyalah kamu! Aku ingin kamu jadi milikku seutuhnya!"
"Aku ngerti, tapi tolong biarkan aku untuk menikmati masa masa ini. Aku ingin fokus dengan karirku dulu. Aku juga masih ingin menikmati masa masa pacaran kita. Aku ingin hubungan kita berjalan dengan sempurna. Biarlah waktu yang akan menjawab. Aku yakin hari itu pasti akan tiba!" Yumna mencoba menghalangi niat Lian.
"Mau nunggu berapa lama lagi sih, Sayang?? kita sudah menunggu lama untuk bisa bertemu. Dan sekarang harus menunggu lagi untuk bisa menikah! Apa nasib kita memang ditakdirkan untuk menunggu dan menunggu?!!" ucap Lian tak sabar.
"Pokoknya dalam waktu dekat aku akan melamar KAMU!!! Dan kamu harus mau jadi istri aku!!" Lian bangkit dari duduknya, dan pergi meninggalkan Yumna yang terlihat kikuk dengan semua ucapannya.
"Dasar laki-laki arrogan!! Dari dulu sikapnya gak pernah berubah, tetap aja pendapat dan permintaannya harus segera dilaksanakan. Untung saja niatnya itu baik. Kalau niatnya macam macam, aku tidak tahu harus berkata apa!!" gumam Yumna sambil menghela nafas panjang.
****
"Lian ngajak nikah minggu DEPAN??! Serius kamu Yumna??!!" Raras melototkan matanya tak terkecuali Firly dan Karin. Mereka kaget dengan kejujuran Yumna.
Yumna mengangguk pasrah. Malam ini ketiga sahabatnya berkumpul di balkon kamarnya.
"Emang gila tu cowok! Salut aku liat sikapnya!" ucap Raras tak habis pikir.
"Dia kan emang sudah gila. Dia gila karena Yumna! Heeheee...." ledek Firly sembari menikmati camilan berupa snack snack ringan yang mereka bawa.
"Apaan sih!!" elak Yumna.
"Trus, kamu bilang apa ke dia Yumna?? kamu terima lamarannya dan bakal menikah dalam waktu dekat ini??" Raras bertanya lagi.
"Ya, enggaklah. Aku belum mau menikah dalam waktu dekat. Aku masih mau mengembangkan karirku dulu. Setelah itu baru aku akan melanjuti hubungan kami ke arah yang lebih serius."
"Tapi bagaimana dengan Lian??! Apa dia mau menerima alasanmu??" Karin mulai serius menanggapi.
Yumna menggeleng pelan. Ketiga temannya saling berpandangan dengan raut wajah keheranan.
"Maksud kamu Lian gak terima dengan penolakan kamu? trus gimana dong??" tanya Firly.
"Gak tau deh!! Aku ikuti aja jalan pikirannya, aku juga mau menikah dengannya, tapi tidak untuk sekarang! Aku ingin sukses dulu dalam berkarir. Dan aku masih ingin ngumpul terus dengan kalian, ntar kalau sudah menikah, pasti akan susah membagi waktuku untuk kalian. Karna aku harus mengurus rumahtanggaku." Yumna menatap kosong ke depan.
"Huuuuummm... Kita akan selalu ada untuk kamu kok..!!" ucap Firly manja kemudian memeluk mesra Yumna. Yumna tersenyum getir.
"Iya, tenang aja Yumna. Kita gak bakalan menjauhi kamu walaupun kamu sudah menikah! Kami akan selalu ada di belakang kamu, dan selalu support kamu!!" Raras mengepal tangannya seperti orang yang mau berjuang melawan penjahat. Dia memberi Yumna semangat.
"Makasih ya teman teman terbaikku!!" Senyum manis menggembang di bibir Yumna. Ntah dengan kata apa dia harus mengungkapkan betapa sayangnya dia kepada teman temannya itu.
"Eh, tapi kalau dipikir pikir.. Ngapai juga kamu repot repot berkarir dan terus terusan bekerja. Kan kamu bakal jadi Nyonya Lian Aditya. Pengusaha muda yang tajir melintir. Dia juga putra satu satunya di keluarganya. Otomatis dia adalah pewaris di keluarganya, aku yakin banget seratus persen hidupmu pasti akan bahagia bila bersamanya." celoteh Firly dengan gaya centilnya.
"Firly... Dasar kamu ya!!" geram Yumna.
"Heeheee.. kan benar yang aku katakan." Firly tersenyum lucu.
"Harta tidak menjamin kebahagian seseorang. Yang paling terpenting adalah kebersamaan kita dengan orang orang terkasih." Yumna mengeluarkan kata kata mutiaranya.
"Heehee, aku bercanda loh, Yumna! Kamu kek gak tau aku aja!!" Firly ngeles.
Mereka tertawa dengan penuh canda ria. Mereka berkumpul kembali setelah beberapa hari tidak bertemu. Tanpa mereka sadari, bu Afni mendengarkan setiap obrolan mereka. Tadi dia bermaksud untuk menawarkan makanan ringan yang dia buat bersama bu Dewi di Cafe untuk mereka. Tapi ketika mereka membahas tentang hubungan Yumna dan Lian, apalagi sampai menyebut pernikahan, dia mengurungkan niatnya dan memilih terpaku di balik jendela kamar Yumna untuk menguping pembicaraan keempat gadis tersebut.
Raut wajah bu Afni berubah, yang tadinya penuh dengan senyuman, sekarang menjadi wajah tegang seperti tidak menyukai suatu hal. Dia akhirnya membalikkan badannya, mengurungkan niatnya menemui Yumna dan teman-temannya. Dia keluar dari kamar Yumna dengan langkah berat.
***
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa