"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 32
Rara hanya terdiam di samping Alvi yang sedang mengemudi, hatinya benar benar merasakan tangis sungguh sesuatu yang membuatnya muak dengan pernikahan, dadanya benar benar merasakan sesak, mengapa mencintai sesakit ini, jika Adam memang benar benar tak mencintainya mengapa dia harus memberikan harapan yang menjanjikan. Rara benar benar stres denga semua ini , sesuatu yang sungguh melelahkan, hatinya saat ini benar benar hancur, orang yang di cintanya kini sedang bermesraan dengan orang lain, mengapa cinta harus menuntut kesempurnaan, dirinya memang tak sempurna tapi bukan berarti dirinya harus merasakan ini.
ini memang kesalahannya dari awal, setidaknya jika Adam memberitahu jika dirinya tak mencintai lagi, dirinya akan mengerti dirinya akan mundur dan melupakan semua, tapi kenapa Adam memberikan harapan, memaafkan kesalahannya dan membuatnya seakan semua akan baik baik saja, membuat semua harapan menjanjikan seakan semua akan indah, tapi semua ini telah terbongkar, harapan akan menjadi keluarga yang bahagia kini telah layu, harapan harapan masa depan kini telah pupus.
Tak lama Mobil Alvi berhenti, Rara terdiam menatap sekeliling, ini adalan Apartemen yang Adam berikan padanya, mengapa dirinya sebodoh ini.
"Adam sama Alena ada di kamar 148 " ucap Alvi sambil menatap lurus, dirinya tak mau menatap Rara, hatinya juga hancur melihat seseorang baik harus merasakan hal sekejam ini
" Makasih vi " Rara berusaha tersenyum
Alvi hanya terdiam, Rara pun langsung turun dari mobil Alvi berjalan dengan berat menuju kamar itu, dirinya sungguh tidak kuat menahan ini semua, semua ini sungguh menyakitkan. Setelah berjalan cukup lama, menaiki lift akhirnya Rara sampai di depan kamar 148, Rara hanya terdiam menatap pintu kamar itu, dirinya tak sanggup untuk mengatahui ini semua
dengan sekuat tenaga Rara pun mengetuk pintu itu, di setiap ketukan membuat Rara benar benar hancur. Ta lama pintu terbuka terlihat Adam yang yang hanya memakai handuk, Adam hanya terdiam menatap Rara yang berkaca
" kenapa kamu bisa tau kalo aku di sini " ucap Adam
Rara hanya terdiam dirinya sungguh tak kuat untuk berbicara, kakinya benar benar lemas .
Tak lama Alena keluar " siapa pak " ucap nya lalu kaget melihat Rara di depan pintunya
" kenapa Mas setega ini " Rara menahan tangis
"Ra, plis aku bisa jelasin " Adam memenggang tangan Rara
" gak ada yang perlu di jelasin semuanya udah jelas Mas, kenapa Mas setega ini kenapa ? aku emang gak sempurna, tidak setidaknya Mas mikir ? tapi apa semua ini layak ? kalo Mas emang udah gak mencintai aku Mas bilang, aku akan mengerti, tapi gak kaya gini Mas caranya, sama aja Mas nyakitin aku dan anak kita " Rara dengan air mata yang mengalir
" Ra, maafin Mas Ra " ucap Adam sambil berusaha memeluk Rara, Rara pun mendorong Adam " aku udah muak dengan semua ucapannya Mas, aku udah muak dengan semua kebohongan Mas, Mas udah keterlaluan, Mas gak pantes jadi ayah dari anak yang aku kadung "
" Ra plis " Adam berusaha menenangkan Rara
" Mas semuanya udah berakhir, ga akan lagi kita dalam satu rumah, aku udah bener bener kecewa sama Mas, aku emang seharusnya nyadar dari awal, Mas butuh seseorang perempuan yang masih suci gak seperti aku yang kotor, aku ngerti Mas aku paham, tapi setidaknya Mas harus mikir, di dalam perut aku ada anak Mas, darah daging Mas "
" Ra, Maafin Mas, Mas emang bodoh "
" Mas, Rara tau apa yang Mas sukai dari wanita ini, Rara tau kalo wanita ini adalah jelmaan aku pas kita masih pacaran , wajahnya, badanya semua mirip aku Mas, aku tahu, kalo Mas emang bener bener mau sama dia, seharusnya Mas bilang ceraikan aku dengan baik baik, kita menjalin hubungan secara baik baik seharusnya Mas mengakhirinya juga dengan cara yang baik baik, gak seperti ini caranya Mas "
" Mba plis jangan salahkan Mas Adam, semua ini salah Aku " ucap Alena sambil menatap Rara
" aku gak butuh ucapan kamu, kenapa kamu mau di jadikan kedua, di jadikan bayang bayang aku oleh Mas Adam, kamu itu terlalu sempurna untuk di jadikan bayang bayang antara aku dan Mas Adam, kenapa kamu mau ? kamu itu berpendidikan, setidak kamu tau mana yang baik mana yang buruk " ucap Rara pada Alena
Alena hanya terdiam tak berani menjawab perkataan Rara, dirinya tahu bahwa dirinya hanyalah bayangan Rara di mata Adam, di saat Adam tertidur Adam hanya memanggil nama Rara bukan nama dirinya, mengapa dirinya harus mencintai seseorang yang jelas jelas hanya menganggap dirinya sebagai bayang bayang bukan asli
" Ra aku minta Maaf, aku bener bener khilaf, aku emang bodoh Ra, Mas emang bodoh " Adam sambil memeluk Rara sambil menangis, Rara pun mendorong tubuh Adam
" jangan setuh aku Mas, aku udah terlalu jijik sama Mas "
" Ra plis, maafin Mas, kita mulai semua nya dari awal "
" semua udah sirna Mas, gak ada yang perlu di perbaiki, semuanya udah hancur "
" Ra, Mas bener bener sayang sama kamu dan Anak kita, kita mulai dari awal demi anak kita "
" stop " ucap Rara dengan sangat keras " jangan pernah ngomong tentang anak Mas, ini bukan anak Mas, ini anak aku, aku gak mau anak kita punya bapak yang sehina ini, aku gak mau mengganggap kamu adalah ayah dari anak ini, aku gak mau darah bajingan kamu menurun sama anak aku " Rara dengan tangisan yang deras
" Ra, plis jangan kaya gini, Mas bener bener sayang sama kamu "
" Mas udah berapa kata Sayang yang Mas ucalaka sama aku ? tapi apa semuanya cuma semu belakang, semua ucapan Mas cuma kebohongan, aku sudah terlalu muak sama semua ucapan sayang Mas, aku dan anak ku akan baik baik saja tanpa Mas "
" Ra, Mas tau Mas salah "
" ada yang aku mau tau, aku butuh kejujuran Mas"
Adam hanya terdiam tak menjawab ucapan Rara
" apa Mas selingkuh dengan dia karena dia sempurna dari pada aku, apa sesuatu yang yang gak ada di diri aku ada apa dia ? apa dia masih virgin ? " ucap Rara
Adam hanya terdiam sambil menuduk
" jawab Mas " ucap Rara sambil mengoyahkan pundak Adam
Adam pun mengangguk, Rara pun terdiam menatap luar, lalu mendampar pipi Adam dengan sangat kuat, lalu berlari dari Hadapan Adam, Adam pun berniat mengejar Rara tapi Alena menghadang Adam
" pak aku bisa jadi seseorang seperti dia, aku bisa, plis jangan ninggalin aku, aku bener bener sayang sama bapak " ucap Alena menghadang Adam
" kamu gak akan bisa Al, ga akan bisa mengantikan Rara dalam hati aku, maafin aku, aku emang udah salah sama kamu, gak seharusnya kita bertemu dan menjalin hubungan ini " ucap Adam sambil menatap Alena " maafin aku, aku lebih milih Rara dari pada kamu "
Alena pun terdiam lalu menangis, Adam pun langsung berlari mengejar Rara.
Rara terus berlari di deras hujan, entah mengapa tiba tiba hujan turun membasahi dirinya, seakan semesta tau bahwa apa yang dia rasakan saat ini, entah kemana Rara berlari dirinya tak punya tujuan, untuk saat ini dirinya tak mau bertemu dengan siapa pun termasuk orang tuanya
Rara pun duduk di sebuah bangku kosong di samping jalan, entah apa yang dia tunggu dirinya hanya bisa menangis menahan semua kehancuran ini
" Astafirulloh Rara kamu ngapain hujan hujanan " ucap seorang wanita berkerudung pink sambil menatap Rara dengan ibah dan langsung memberikan setengah payungnya untuk Rara
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔