Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Jadi kita harus pasrah dengan pernikahan absurd itu!?
🧸🦋 Happy Reading 🦋 🧸
Di saat Fatimah dan Farrel masih syok dengan isi surat misterius itu, tiba-tiba suhu dingin yang tadi membuat tubuh mereka seakan membeku, kembali normal.
"Apa maksudnya coba itu!? Terus itu dari siapa?! Horor bet coy! Tiba-tiba tuh surat nongol, kok bisa!? padahal dia gak ada kakinya!" oceh Fatimah misuh-misuh sebel sambil tetap mengemudi. Entah kemana otak pintarnya, sekarang tidak berfungsi dengan benar, yang jelas saat ini ia lelah, drama gak ada habisnya. Perasaan dari tadi kagak sampai-sampai ke tujuan. Ada aja kendala plus drama, lama-lama ia muak, pasti pembaca juga cuma gak mau ngaku.
Farrel menghela napas lelah, "Ini pasti surat dari nenek yang bikin kita ketukar lah, lu fokus aja nyetir jangan sampe kita metong gara-gara lu ngomel mulu!" celutuk Farrel dan kembali fokus ke surat di tangannya, ia baca berulang-ulang apa maksud dari ini semua. Siapa tau itu petunjuk yang bisa membuat mereka kembali ke tubuh masing-masing.
Mata Fatimah berbinar cerah, otaknya baru koneks, "Jadi kita harus ngapain biar balik normal?" tanya Fatimah semangat empat lima.
"Di sini katanya jangan melakukan hal memberontak di saat ada sesuatu yang membuat kalian dekat. NAH! Itu maksudnya mungkin kita jangan nolak takdir yang bikin kita deket," jelas Farrel serius setelah menangkap apa maksud dari surat ini. Ia udah paham.
"Hah?! Maksudnya kita harus deket terus gitu!? Ihh ogah! Gak mau gue!" seru Fatimah cepat, ia menggeleng ribut.
Farrel memutar bola matanya malas, "Hais! Gue juga ogah kali! Emang lu gak mau kita balik ke tubuh masing-masing? Nurut aja apa kata nih surat, walaupun terpaksa, biar kita gak deket lagi kalo kita udah kembali ke tubuh masing-masing," decak Farrel kesel.
Fatimah menghela napas malas, "Iya deh iya! Gue nurut! Ehh! Terus rencana ortu kita buat nikahin kita gimana!? Kita gak boleh nolak dong? Kan nikah bikin kita deket bet jirr! OMG GILA!" seru Fatimah tertahan.
"Eh iya jir! Jadi kita harus pasrah dengan pernikahan absurd itu ... kalo mau balik ke tubuh masing-masing!" suhut Farrel frustasi mengacak-acak rambutnya, hingga membuat rambut yang panjang dan hitam itu jadi berantakan, Fatimah yang melihat itu terpekik.
"Woi! Rambut gue jangan lu gituin coy! Ntar gue jadi kerebo!" decak Fatimah sinis.
"Bawel lu! Gue lagi stres ini jirr!" timpal Farrel mengepalkan tangannya kuat.
"Gue juga! Lu kira lu doang yang mau gila! Gue juga!" seru Fatimah ngegas.
"Okeh, stop dulu lu bawelnya! Jadi mau gak mau, suka gak suka, rencana papa yang mau nikahin kita karena alasan absurd di kamar mandi itu, harus kita terima!" kata Farrel tegas, walaupun tampak sekali wajahnya tertekan. Masa nikah sama musuh sendiri, apa kata dunia. Nyamuk pun yang sering menemani mereka berantem pun heran, ngakak, dan bengek.
"Astagfirullah, apa gak ada cara lain? Hiks, masa nikah sama pantat panci sih! Terus kita kan masih sekolah, gue mana bisa urusin lu, ogah juga kalo pun bisa mah!" tanya Fatimah tertekan.
Farrel menatap Fatimah datar, "Gue bisa urus diri gue sendiri, ngapain lu yang urus, gue kan bukan bayi!" decak Farrel mendengus.
"Tapi kan ntar lu jadi suami gue, otomatis gue terpaksa harus urus lu, misalnya kayak masak gitu! Gue mana pandai masak, cuma bisa masak air, telor, sambel, terus kuah bening doang!" oceh Fatimah ngeluh dengan nada lemah.
"Ciee, jadi lu nanti pas kita nikah, lu mau jadi istri yang baik gitu sampe mau masakin gue?" tanya Farrel manaikkan alisnya, menggoda Fatimah yang saat ini wajahnya memerah karena baru sadar akan ucapannya.
"Dihh apaan! Gak ya! Itu kan udah tugas istri kan gue gak mau cuma wajib! Udah, diem deh lu gue lagi nyetir ntar nabrak!" seru Fatimah ngeles memasang wajah galak.
"Pffftt, BUHAHAHA! Lu kalo malu kayak orang nahan berak Fati! Kagak ada comel-comelnya!" ngakak Farrel brutal dengan memukul pahanya sendiri.
"Asemm! Eh! Btw ini kan tubuh lu, jadi yang lu ejek tubuh lu sendiri, haha! Dan sejak kapan seorang Farrel comel!?" Sekarang giliran Fatimah yang ngakak karena melihat musuhnya saat ini tersenyum dengan terpaksa, ia rasanya mau guling-guling tapi ia sedang nyetir.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗