Di sebuah kota kecil ada seorang anak gadis cantik yang masih berusia 18 tahun di paksa untuk menerima perjodohan dini ini.
nama nya adalah Meli, gadis cantik yang baru saja lulus, tekat nya yang ingin melanjutkan perguruan tinggi nya terhalang karena permintaan ibu tirinya yang memaksa nya untuk menikah muda dengan seorang pria dewasa.
bagaimana kelanjutan nya yuk mampir di karya author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebahagiaan bercampur kepedihan.
"Ayah, bangun ayah, meli mohon jangan tinggalkan meli,hiks hiks.
"Sayang, tenang lah"ucap Kevin.
tak berselang lama tuan Gunawan dan nyonya Winda pun datang, mereka juga berusaha menenangkan meli yang terus saja menangis histeris.
"Arrrrrghh ayah,"
"Ayah sudah berjanji untuk tidak meninggalkan meli, tapi kenapa ayah malah mengingkari janji ayah, hiks hiks hiks.
"Bangun ayah,"ucap meli lagi terus mengguncang tubuh tuan Ramli.
"Meli sudah nak, sudah lah, kamu harus iklhas,"ucap nyonya Winda
"Tapi ibu, meli sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain ayah,"lirih meli.
"kamu tidak sendiri sayang, ibu ,ayah dan Kevin masih ada untuk mu,"ucap nyonya Winda.
Tuan Gunawan yang tak kuasa melihat kesedihan meli segera memeluk tubuh wanita itu dan terus menenangkan nya, walaupun kini diri nya juga benar benar sedih karena harus kehilangan sahabat baik nya.
"Aku pasti akan menjaga meli dengan baik Ramli, percaya lah padaku,"batin Gunawan.
"Aku akan menepati janji ku, aku akan melindungi putri mu hingga aku mati,"batin nya lagi.
Jasad tuan Gunawan pun di bawa pulang di kediaman tuan Gunawan.
"Sayang, kamu ke kamar saja yah, kamu terlihat sangat pucat,"ucap Kevin.
"tidak, aku tidak mau meninggalkan ayahku,"lirih meli.
"Ibu,"lirih Kevin.
"Nak, kamu duduk di sofa yah, kamu juga harus ingat dengan kesehatan mu, kamu baru saja sembuh,"ucap nyonya Winda.
"Ibu, aku tidak mau meninggalkan ayahku,"lirih meli.
"Ibu mengerti nak, tapi kamu juga jangan seperti ini,"lirih nyonya Winda.
"Kamu harus iklhas, biar kan ayah mu pergi dengan tenang,"ucap nyonya Winda.
Pandangan meli tiba tiba buram, detik berikutnya pun kesadaran nya hilang.
Kevin dan nyonya Winda benar benar panik, sedang tuan Gunawan yang sedang mengurus pemakaman sahabat nya juga terkejut saat mengetahui bahwa menantu nya pingsan.
Kevin dengan sigap membawa tubuh istri nya ke dalam kamar, dan menunggu dokter datang.
tak berselang lama dokter pun datang, dan langsung mengecek kondisi meli.
"Dokter, apa yang terjadi, apa istri ku baik baik saja,"ucap Kevin.
dokter hanya tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum, aku meminta mu datang ke sini untuk mengecek kondisi istri ku,"ucap Kevin.
"Kevin tenang lah,"ucap nyonya Winda.
"Tuan Anda tidak perlu khawatir, istri anda baik baik saja, saya tersenyum karena ini adalah Kabar yang baik buat kalian semua,"ucap sang dokter.
"Kabar baik?,"lirih Kevin.
"Iya tuan, kabar yang sangat baik, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah,"ucap sang dokter.
Semua orang yang ada di dalam kamar itu terdiam membisu,
Begitu pun dengan Kevin yang terkejut dengan ucapan sang dokter.
"Selamat, istri anda sedang mengandung,"ucap sang dokter.
kebahagiaan kembali menyelimuti semua nya, tapi di sisi lain dia juga sedang berduka.
"Biarkan nona meli beristirahat, kehamilan nya ini masih sangat rentang karena masih awal,"
"Saya akan memberikan resep vitamin untuk ibu hamil,"ucap dokter itu lagi.
Kevin tak henti-hentinya mengucap syukur pada sang pencipta.
"ternyata benih nya tumbuh begitu cepat dalam rahim sang istri, ini adalah berita yang baik untuk nya, karena sudah di pastikan pernikahan nya akan bertahan lebih lama karena kehadiran buah hati nya,"
"Pemakaman Ramli akan segera di lakukan, Kevin ayo kita antar dia ke tempat peristirahatan nya,"ucap tuan Gunawan.
Kevin mengangguk"Ibu, aku titip meli yah, jaga dia,"ucap Kevin.
Antiretroviral (ARV) berfungsi menurunkan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga virus "tidur" dan tidak berkembang biak.