NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:27.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?

Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?

Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.

"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.

"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.

Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?

Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihat Pesan

Selesai makan siang bersama, Fira kembali ke kamar Ayah nya untuk menyuapi Alex. Sementara itu Bara, ia pergi ke kamar Fira untuk beristirahat.

Mata Bara melihat ke semua sudut kamar Fira, dilihatnya rak buku kecil, yang terdapat beberapa baris buku di dalam nya. Bara pun mulai mendekati lemari itu, dan membuka kaca penutupnya.

Dilihatnya banyak buku-buku novel, satu persatu ia mengambil dan membuka sebagian lembar dari buku itu, kemudian ia menyimpannya lagi ke tempat asal nya, dan saat Bara mengambil sebuah buku yang lain, ada selembar kertas yang jatuh. Bara meraih kertas itu, di atas kertas itu Bara membaca sebuah tulisan, yaitu “ Aditya Wijaya ” Bara menautkan kedua alis nya.

“ Aditya ? sepertinya nama ini tidak asing bagiku ” pikir Bara. Ia pun membalikan kertas itu, dan ternyata itu adalah kertas foto, foto itu tak lain ialah foto Fira bersama Adit.

Dilihatnya Foto Fira dan Adit yang berseragamkan pakaian sekolah SMA mereka, dengan pose berdiri berdampingan dengan senyuman manis mereka dan Fira yang terlihat sedang memegang sebuah gulungan kertas putih dan sebelah tangannya lagi sedang memegang sebuah coklat panjang.

“ Ohh ternyata mereka dulunya dekat ” gumam Bara. Ia pun kembali menyimpan Foto dan buku itu ke tempat asalnya.

Kini Bara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ditatapnya langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

“ Dia juga mempunyai masa lalu, apa mungkin dulu Fira dan Adit berpacaran ya ? ” gumam nya dalam hati.

“ Hah... aku jadi teringat dengan Dia ”. Tiba-tiba memory pikirannya kini dipenuhi dengan kenangan dan momen-momen indah ketika Bara bersama Dia sewaktu kuliah dulu.

Bara meraih ponsel yang ada di saku celananya, ia pun bangun dari tidurnya, dan menyandarkan punggung kekarnya di bahu ranjang.

Kemudian Ia mulai menscroll nomor kontak yang ada di ponsel nya. Bara pun mulai mengetik, hendak mengirim pesan kepada seseorang.

“ Hai... Apa kabar ? aku merindukanmu ? ” ~~ Bara

10 menit berlalu, ponsel Bara kembali berdering menandakan mendapat notif pesan. Ia pun segera membuka pesan di ponselnya. Dilihatnya isi pesan itu hingga mampu membuat bibir kaku nya itu tersenyum simpul.

“ **Kabar ku baik, bagaimana dengan mu ? Aku pun merindukanmu Bara :* sebentar lagi kita akan bertemu ” ~~ Wanita Ku

" Kabar ku baik juga, cepatlah pulang nanti aku akan menjemputmu :* " ~~ Bara**

Bara masih tersenyum menatap layar ponselnya, ia pun segera menyimpan ponsel itu di bawah bantalnya. Dan ia mulai merebahkan kembali tubuhnya, hendak pergi ke alam mimpinya.

***

Kini jam sudah menunjukan pukul 20.30 malam, Bara dan Fira sedang bersiap-siap untuk pulang kembali ke apartemennya.

“ Ayah... Fira dan Mas Bara pulang dulu ya. Ayah jangan lupa minum obat, jangan banyak aktifitas dulu biar Ayah cepat sembuh ” ucap Fira yang duduk samping Alex. Alex pun menggangguk tersenyum.

Bara dan Fira pun berpamitan kepada Alex, kemudian mereka ke luar dari kamar Alex, berjalan menuju Tante Molly yang berada di ruang depan.

“ Tante... Fira sama Mas Bara pulang dulu ya ” Ucap Fira sambil memeluk tante kesayangannya itu.

“ Kalian kan belum makan, ayo makan malam disini dulu ” ucap Molly seraya melepaskan pelukan Fira.

“ Nanti kita makan di luar saja Tante ” timpal Bara.

“ Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya ”

“ Iya Tante, tolong jaga Ayah ya Tante, maaf merepotkan ”

“ Iya.. Engga apa-apa sayang... ” ucap Molly seraya mengusap kepala Fira dengan lbut.

Mereka pun keluar, Fira dan Bara segera masuk ke dalam mobil. Sementara Molly, ia pun segera masuk ke dalam rumah saat mobil Bara sudah menjauh dari pekarangan rumah.

***

Hening...

Di dalam mobil tak ada yang memulai pembicaraan. Fira yang fokus dengan ponselnya, dan Bara yang fokus menyetir.

Sesekali mata Bara melirik ke arah Fira, dilihatnya Fira yang sedang senyum-senyum sendiri menatap ponsel miliknya.

“ Sedang apa dia ? kenapa terlihat sesenang itu ? ” tanya Bara dalam hati.

Semakin lama, Fira semakin tersenyum lebar, bahkan ia menutup bibir nya karena terlihat seakan menahan tawa.

“ Kau kenapa ? dari tadi senyum-senyum sendiri ? ” tanya Bara dengan nada kesal.

“ Em... tidak.. aku tidak kenapa-napa ” ucap Fira sambil mengatupkan kedua bibirnya.

“ Chat dengan siapa kamu ? ” tanya Bara seakan tak suka.

“ Dengan teman-temanku ”

Seketika Bara menyisikan mobilnya di bahu jalan dan berhenti.

“ Loh... kenapa berhenti ? ” tanya Fira

“ Kemarikan hp mu ! ” ucap Bara dengan sebelah tangan nya yang terbuka lebar meminta ponsel Bara.

“ Untuk apa ? ”

“ Kemarikan ! ” seru Bara

“ Gak bisa dong, ini kan privacy aku ”

“ Oh... jadi kamu mau main rahasia-rahasian dengan suamimu ? ”

“ Apa sih... Bukan nya kamu sendiri yang bilanh di peraturan waktu itu, jangan mencampuri urusan pribadi satu sama lain ”

“ Ingat ! aku yang membuat peraturan, aku pula yang bisa mengubahnya ! ”

“ Ta – ta ”

“ Kemarikan ! ”

Fira pun dengan berat hati memberikan ponselnya pada Bara, dan Bara segera menyalakan ponsel milik Fira.

“ Berapa Pin nya ? ”

“ 1 sampai 6 ”

“ Ada apa sih dengannya, aneh ! bisanya hanya menindas ” gerutu Fira dalam hati.

Kini Bara mulai mengintip kolom pesan Fira. Dilihatnya room pesan grup, yang dimana grup itu hanya berisikan Fira, Selly dan Merry.

Bara membaca satu persatu pesan grup itu, bahkan ia membaca pesan guyonan dari Merry, yang membicarakan dosen baru yang ganteng. Dia pun membaca balasan pesan Fira kepada mereka.

Selesai membaca pesan di ponsel Fira, bara mengembalikan ponsel itu kepada Fira dan mulai melajukan kembali mobil nya.

“ Dasar pria penindas ” Fira memalingkan wajahnya dari Bara, kini ia hanya melihat ke samping jendela.

Tak lama kemudian, Bara memarkirkan kembali mobilnya di halaman parkir restoran. Ketika Bara hendak keluar dari mobil, Ia masih melihat Fira yang diam menatap ke arah jendela mobil.

“ Ayo turun, kita makan dulu ” ajak Bara.

“ Aku di mobil saja ” ucap Fira dengan nada malas.

“ Cepat turun ! ”

“ Kamu saja ! aku tunggu disini ! ” seru Fira.

“ Turun ! Atau aku akan menggendongmu ke dalam ! ”

“ Bisa nya hanya memaksa saja ” gerutu Fira. Ia pun keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam restoran mengikuti Bara.

Suasa restorannya cukup sepi, karena hanya orang – orang elite yang biasa makan disini. Bara dan Fira memilih tempat makan di lantai dua, disana terlihat hanya ada sepasang kekasih yang sedang menikmati makam malam, Bara dan Fira duduk di sebuah bangku dekat jendela, sehingga ia dapat melihat pemandangan di balik jendela besar itu dengan begitu jelas, gemerlap cahaya malam dari lampu-lampu kendaraan dan gedung disekitar, membuat matanya seakan berbinar menikmati keindahan. Rasa kesal nya terhadap Bara, seakan pudar terlupakan karena terlalu fokus menikmati suasana malam yang begitu indah ini.

Seorang waiters menghampiri mereka, Bara dan Fira pun segera memesan makanan. Selepas mencatat semua pesanan waiters itu pun pergi meninggalkan mereka.

“ Siapa Reza ? ” tanya Bara tiba-tiba.

“ Reza ? ” Fira mengeriyitkan dahinya.

“ Di Grup Chat ” ucap Bara dengan malas, sambil melipat kedua tangan di dadanya.

Fira baru menyadari Reza yang di maksud oleh Bara.

“ Oh... itu, dia dosen pembimbing aku di kampus ”

“ Dosen baru ? ”

“ Iya memangnya kenapa ? Apa kau mengenalnya ? ” tanya Fira dengan polos.

“ Tidak ” jawab Bara, dan Fira hanya menganggukan kepalanya.

“ Kapan dimulainya ? ” tanya Bara

“ Em... mulai Lusa ”

Kemudian datanglah dua orang waiters, dengan membawa makanan dan minuman di atas nampan yang mereka bawa. Dan mulai menyajikan makanan itu di atas meja. Bara dan Fira pun segera menyantap makanan itu dengan perlahan.

Dan dari jauh, tampak sepasang kekasih yang sedang memeehatikan Bara dan Fira, tetapi hanya lelakinya saja yang menatap ke atah Fira, karena sang wanita yang bersamanya duduknya membelakangi meja Bara dan Fira.

Fira yang duduk menyampingi pasangan itu, mulai merasa tak enak hati, karena dipandangi terus oleh lelaki itu.

“ Siapa sih dia... bikin risih aja ” gerutu Fira dalam hati, sambil memutar-mutar sendok di atas makanannya.

Bara yang memperhatikan gerak-gerik Fira, ia merasa aneh.

“ Kamu kenapa ? ” tanya Bara. Fira mendongak dan spontan menggelengkan kepalanya, menandakan dirinya tidak apa-apa. Dan Bara pun melanjutkan kembali melahap makanannya.

Dirasa sudah cukup kenyang, Bara izin untuk ke toilet terlebih dahulu. Kini di ruangan yang luas dan besar itu hanya ada Fira dan Lelaki yang dari tadi memandanginya, karena pasangan perempuannya pergi entah kemana.

Lelaki itu pun berjalan mendekati Fira. Fira yang sedari awal mengetahui lelaki itu menghampirinya, ia hanya menundukan kepalanya, karena ketakutan.

“ Puk ” Sebuah tangan, menepuk pundak Fira. Fira pun kaget dan spontan ia memutar kepalanya melihat ke arah orang yang menepuk pundaknya.

Dilihatnya lelaki itu, ialah

.

.

.

Bersambung~~~~

BANTU LIKE, KOMEN & VOTE nya dong kakak kakak sayang😘

maaf ya update nya dikit. ehe

1
Brayen
aku ko berasa kasihan sm si fira😥
Dikdik Suarna
Luar biasa
Siti Aprila batubara: alurnya lambat! cerita kurang greget
total 1 replies
SisAzalea
Dion &fira
Laila Yusra
kok ceritanya, serta kebetulan
Laila Yusra
ok
Neulis Saja
sudahlah Raina akhiri saja jgn memaksa cintanya laki2 yg sdh tdk mencintaimu karena kalau dipaksakan juga kamu akan tersakiti dgn cinta
Neulis Saja
kamu itu waktu bara belum cinta sama kamu, kamu bertekad utk menyelamatkan pernikahanmu tapi setelah bara bertekad utk melepas hubungannya dgn pacarnya kamu tdk tega dan merasa berdosa lebay amat kamu itu
Neulis Saja
next
Neulis Saja
si bara apa maksudnya dgn menyuruh Dion utk membawa surat perjanjian antara bara dgn Fira? yg dihawatirkan akan dijadikan senjata oleh Raina dan apa betul Fira seorang wanita yg tangguh, hebat dan pemberani kukira salah alamat kalau utk diucapkan ke Fira, dia perempuan biasa aja gak ada yg istimewa?
Neulis Saja
Fira, you have to believe that your husband already loves you. trust me please 🙏
Neulis Saja
in my opinion Raina, you don't need to remember him anymore, you just need to remember yourself about what steps to take in the future 🙏
Neulis Saja
raina silahkan cari info tentang kegalauanmu agar hati, perasaan dan perbuatanmu menjadi seiring dgn kebenaran, agar tdk merugikan hidupmu tdk selalu yg kita inginkan terwujud jadi jalani saja takdirmu dan selalu berdua dan berdoa, how do you agree with my statement?
Neulis Saja
a good person is not someone who never makes mistakes, but when he makes a mistake he wants to change for the better
Neulis Saja
Allah has a beautiful plan for your soul mate Dion, i'm sure Dion Will find his true love. Hopefully 🙏
Neulis Saja
ini masalahnya tak seberat yg dibayangkan oleh mereka berdua, karena diantara mereka berdua punya hubungan disebelum terjadi pernikahan dan dlm hubungannya tdk melampaui batas2 atau norma2 adat ketimuran apalagi agamanya yg paling berat itu jika diantara keduanya ketika menjalin hubungan dgn menghasilkan anak diluar nikah misalnya atau yg perempuan ketika menjalani n hubungan sampai hilanngnya keperawanan misalnya akibat hubungan bebas jadi kalau hrs terbuka ya wajarlah kalau mereka berdua punya pacar masing2 sebelum pernikahan utk bicara terus terang masalahnya dimana ? kan bara juga tdk akan melanjutkan hubungannya dgn pacarnya, don't make life difficult !
Neulis Saja
bara, you show that you have ended your relationship with Raina
Neulis Saja
maybe from here there be Will an explaination to fira about bara and Raina in the past. hopefully 🙏
Neulis Saja
bara, you lie and then there Will be more lies, until when?
Neulis Saja
ya bagi muslim cipika cipiki yg bukan muhrim berdosa kamu kan bara muslim wajar katamu tapi tdk dlm ajaran Islam seorang muslim hrs menjaga sikap no kiss, no hug let alone free sex !
Neulis Saja
sudahlah cinta tdk bisa dipaksakan kalaupun bisa dipersatukan ada hati yg tersakiti, berdolah melalui jalur langit pasti Allah mengabulkan keinginan hambanya 🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!