NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjerembab bersama

Happy reading...

Hari begitu cerah, meski terik sinar mentari nampak malu-malu mengintip dibalik awan di pagi hari. Seberkas sinar menerpa kulit penutup netra Ainun yang terpejam entah sudah berapa lama.

Seluruh tulang belulang seakan remuk dan patah, rasa pusing akibat benturan di kepala masih sangat terasa sakit. Matanya seakan berat untuk membuka, tenaganya seperti sudah terkuras habis.

Perlahan namun pasti, Ainun membuka mata pelan dengan sedikit memiringkan kepala menghindari sorot matahari langsung ke matanya.

Ainun membulatkan matanya, mendapati sekelilingnya kini ada banyak pohon menjulang tinggi dan hamparan semak belukar. Ia teringat semalam ia terperosok di tanah miring, sehingga ia terjerembab jauh kebawah.

Ainun terduduk melihat pada dirinya sendiri, pakaian nya yang sudah sangat kotor penuh dengan tanah, tangan dan kakinya yang sudah terdapat lebam lebam akibat banyaknya benturan. Ainun meraba kepalanya yang sakit seperti sedikit benjol, terasa saat ia pijit. Kemudian meraba rambut ikalnya yang di penuhi ranting kecil dan dedaunan kering.

Pandangannya mengedar kesegala arah, mencari cari jalanan yang bisa ia lalui untuk meminta pertolongan. Tapi mata Ainun menangkap sesuatu, seperti tangan manusia dibalik semak yang tinggi, tidak jauh dari tempatnya kini.

Mengumpulkan seluruh keberanian, Ainun dengan takut takut mendekat pada sosok di balik semak. Pria itu menelungkup, hanya terlihat punggungnya saja yang juga terlihat sangat kotor.

Dika!!

Ainun terperanjat saat mengenali jas yang dikenakan sosok pria yang mengejarnya seperti Dika. Apakah dia masih hidup? ataukah dia hanya pingsan atau tertidur?

Ainun membalikkan badan pria itu untuk memastikan, dan benar! Dia Dika. Terdapat banyak luka dan memar yang sama di lengannya. Dan keningnya terluka, nampak darah yang sudah mengering masih menempel.

Ainun mengingat ingat kejadian semalam, ia terperosok jatuh bersama pria didepannya ini, kemudian menggelinding bersama. Tidak terpisah, Ainun sekarang ingat. Ia menggelinding dalam pelukan dika, dan benturan keras yang terjadi semalam pasti bukan kepalanya, melainkan kepala Dika. Kepalanya hanya mendapat pantulan benturan dari kepala Dika.

Ainun sudah tidak bisa lagi menahan air mata yang mendesak keluar, ia bingung hendak melakukan apa. Ia ingin segera kabur, tapi hati nuraninya berkata jangan. Melihat kondisi Dika yang tidak berdaya.

Usapnya pada genangan yang membanjiri pipinya, kemudian Ainun menepuk nepuk pipi Dika yang mulai memucat.

"Dika! Dika! Bangunlah!" Ainun menepuk hingga sedikit mengguncang tubuh Dika.

Ia bingung harus melakukan apa supaya Dika tersadar. Ainun celingukan mencari jalan keluar dari tempat nya kini berada. Tapi semua tertutup alang alang yang tinggi.

Ainun menaruh kepala Dika dipangkuannya, masih menepuk pipinya, dan tangan satunya mengusap tangan Dika. Entah apa yang dilakukannya, ia sangat minim pengetahuan untuk hal seperti ini.

Tangisnya pecah, tubuhnya gemetar dan kini kebingungan sudah melanda.

"Ayolah Dika! Bangun!"

"Dikaaaa! Hiks hiks"

"Banguuuuun! Huaaaaa"

Ainun mulai menangis histeris, tubuhnya semakin gemetar, rasa takut mulai menghantui, tapi Dika belum juga tersadar.

"Tolong banguuun! Jangan membuatku takut, Dikaa!!"

Ainun semakin menangis menjadi, mengisi keheningan hutan tempat mereka terjerembab.

Apakah dia sudah meninggal??

Dengan bergetar dan rasa takut yang terus bertambah, ia menempelkan jari telunjuknya ke hidung Dika. Masih ada hembusan hangat disana.

Dia masih hidup!, pekik Ainun.

"Dika, ayo bangun! Kau pasti kuat, ada aku.. ada aku disini!" Ucap Ainun sembari terus menggoncang tubuh Dika.

Ainun melirik ke arah bibir Dika, haruskah ia memberi nafas bantuan? lalu bagaimana caranya? Ia teringat pernah menonton film bergenre romantis dan ada adegan kissing nya. Seperti itukah? Ainun menepis ide itu seketika. Ia menggelengkan kepalanya.

Tidak, tidak, tidak! Aku tidak bisa melakukannya! Aku tidak bisa! Aku tidak pernah melakukannya dan aku tidak mau! pasti ada cara lain!

Matanya melirik kesana kemari, mencari cari sesuatu, entahlah apa saja yang menimbulkan bau menyengat pasti akan merespon kesadaran Dika.

Ainun berdiri dan berjalan kesana kemari, mengambil beberapa daun meremasnya kemudian mencium baunya.

"Yang ini baunya biasa saja, coba yang itu." Ia meninggalkan Dika seorang diri.

Ainun mencium beberapa daun yang menurutnya memiliki aroma menyengat.

"Hoooeeeeeekk... Baunya bikin mual, semoga ini efektif!" Gumamnya.

Ainun berjalan kearah dimana Dika berbaring. Ia meremas daun yang dibawanya tadi dan menempelkannya pada hidung Dika. Tidak berpengaruh sama sekali. Dika masih tak bergeming ditempatnya.

Ainun terduduk lemas, ia tidak tahu lagi harus apa. Manik matanya menangkap sesuatu, entah ini benar atau salah. Menjijikkan atau tidak, ia tidak tahu. Niatnya hanya menyadarkan Dika.

Tangannya kini membuka sepatu Dika, lalu kemudian membuka kain pembungkus kaki Dika. Ainun menariknya hanya dengan menautkan jempol dan telunjuknya saja, sedangkan ketiga jari yang tersisa hanya menegang mengarah ke atas.

Ditariknya sampai benar benar terlepas menampakkan kaki pria dengan bentuk tegas dan kokoh.

Ainun menjauhkan kepalanya, dan segera mendekatkan tangannya ke wajah Dika.

Jika dengan ini saja dia tidak juga bangun, aku benar benar akan meninggalkannya sendirian dihutan ini!

Digoyang goyangkan nya tangan nya supaya menimbulkan aroma yang lebih menyeruak. Ainun masih berfikir jika Dika tidak juga bangun, akankah ia meninggalkannya sendiri? Aaahh, jika pun iya, apakah ia berani menelusuri hutan ini sendirian? Bagaimana jika ada Harimau atau ular yang mengganggunya?

Ainun semakin pusing dibuatnya, ia pun melihat kearah Dika, sepertinya ada pergerakan pada wajah Dika ia melihat raut wajah pucat Dika mengernyit dan hindungnya kembang kempis.

Matanya perlahan membuka, dan...

Hooooeeeeeekkk.. Hoooeeeeekkk..

Dika memiringkan badannya mengeluarkan isi perutnya yang bergejolak disebabkan aroma yang begitu menyengat.

Ainun lantas membuang segera kain pembungkus kaki Dika, ia kemudian memijit tengkuk Dika dengan jemarinya.

Ia mengusap usap dada belakang Dika.

Jika untuk hal ini, Ainun faham harus melakukan apa, ia terbiasa melakukannya jika salah satu keluarganya ada yang mual dan dia lah yang akan memijit.

"Bau apa itu! Aku jadi mual!!" Tanya Dika meringis menahan mualnya.

"Eehm,.... Kau sudah sadar?" Ainun mengalihkan pertanyaan Segera membantu Dika bangun.

Dika mengedarkan pandangan setelah kesadarannya kembali pulih. Ia ingat semalam tengah mengejar Ainun yang mencoba melarikan diri dan akhirnya terperosok di pinggiran hutan.

"Nona, apa kau tidak apa apa?" sesaat setelah ingatannya kembali dan melihat penampilan Ainun yang sudah seperti orang orangan sawah.

"Aku tidak apa apa, hanya lecet sedikit," Jawab Ainun datar, ia takut Dika akan menyeretnya kembali ke Villa itu.

"Kau sendiri, kepalamu berdarah." Ujar Ainun seraya tangannya ia julurkan ke kening Dika.

"Ssshhhh, awww!!"

"Maaf, maaf!" Ainun melepaskan tangannya.

"Tadi aku seperti mencium bau sesuatu, membuatku mual." gumam Dika seperti mencari cari sesuatu.

Ainun yang mendengarnya pun melipat kedua bibirnya, ingin tertawa tapi takut dosa, diam saja merasa geli. Akhirnya ia hanya pura pura tidak mendengar.

"Hei... kenapa sepatuku hilang sebelah? Kaus kakinya juga terlepas!" Ucap Dika keheranan.

Otak cerdas Dika segera mencerna dan menghubungkan setiap satu dengan yang lainnya. Matanya memicing ke arah Ainun yang tengah mengulum senyum, menahan tawa tanpa rasa berdosa.

Ainun melirik Dika yang tengah menatap tajam ke arahnya, "Apa anda melakukannya nona?" selidik Dika.

"Melakukan apa?" Ainun balik bertanya.

"Apa anda yang melepaskan sepatu saya?"

"Eh, ehm, i-iya." Jawab Ainun gugup tapi dengan rasa menggelitik.

"Maaf," Ucap Ainun dengan segera menampakkan wajah puppy eyes nya.

Dika menghela nafasnya, ia sudah menduganya. Rasanya ingin sekali marah dan menjambak rambut ikalnya. Tapi apalah daya, gadis cantik didepannya adalah putri tunggal seorang nyonya Rekha Sanders. Sedikit saja ia melukai, bukan hanya hukuman saja yang akan diterima nya. Mungkin nyawanya pun bisa melayang.

"Nona, sebaiknya kita kembali!" Ucapnya kemudian.

"Tidak! Aku tidak mau!" Sergah nya kemudian menagkupkan kedua tangannya didada dan memasang wajah sok galaknya.

"Tapi nona, nyonya besar pasti sangat mencemaskan nona."

"Aku tidak peduli!" ketus Ainun.

"Peduli atau tidak peduli kita akan tetap kembali, nona!" tegasnya pada Ainun.

"Pergilah jika kau ingin kembali, aku tidak mau! Aku mau pulang ke rumahku!" ucap Ainun sinis.

"Aku tidak bisa kembali, tanpa nona." seru Dika.

"Ya sudah, berarti antarkan aku pulang ke rumahku, bereskan?"

Dika menggelengkan kan kepalanya, benar benar gadis yang keras kepala.

To be continue....

Dika bakal bawa Ainun ke Villa atau pulang kampung yaa...?

Nantikan kelanjutannya di up an selanjutnya...

Tetap stay tune...

Thanks banyak banyak banyak... untuk readers yang sudah bersedia mampir, dan memberikan like v*o***te dan rate 5 nya. Semoga keberkahan bersama kalian...

Salam Rindu dari Reza untuk Ainun....

Luuuuvvvvvv...

Btw, sambil nunggu up an kisah Ainun, mampir juga yuuk di karya sahabatku

Ceu' Dhesitha kosasih

Ceu' Antie

Kuyyy kepoin

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!