Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32. Dinner
Saat Reza memasuki ruanganngannya,,ia sudah mendapati istrinya tertidur di sofa,,mungkin gadis itu lelah menunggu sampai akhirnya tertidur.
Maafkan aku, mungkin kau sangat lelah seharian bekerja, bahkan aku menyuruhmu kemari.
Saat jari pria itu mengelus pipi istrinya, Fania mengerjapkan matanya lalu membukanya.
Tatapan mereka bertemu, seulas senyum Reza lontarkan ke gadis itu.
"Maafkan aku tertidur", ucapnya sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Apa kita pulang saja, tampaknya kau sangat lelah",
"Yaa,, gg jadi donk makannya",
"Kamu gak capek",Ucap Reza yang di jawab gelengan kepala oleh Fania.
"Nih,, kamu mandi dulu sana", Reza memberikan paperbag kpada Fania yang berisi baju.
"Apa ini", gadis itu memperhatikan isi paperbag
"Cepatlah mandi", Sambil menunjuk arah kamar mandi.
Kenapa dia jadi so sweet gini ya, dia makin lama kok makin perhatian gitu. ~Fania.
Fania mengelus pipinya sendiri sambil tersenyum, ia sekarang berada di dalam kamar mandi yang ada di ruangan kerja kerja suaminya.
.
.
Kini keduanya sedang menikmati makan malam di sebuah Cafe bertema outdoor, dengan alunan musik romantis.
Tidak henti-hentinya Reza memperhatikan istrinya, yang menurutnya sangat cantik malam ini walau tanpa make uo, pria itu memang lebih suka melihat Fania tidak memakai make up.
"Kakak kenapa,,? " ,Fania mendongak saat tahu Reza memperhatikannya.
"Kamu Cantik", tanpa sadar Reza mengatakannya.
"Heuh",.Fania menatap Reza tanpak serius,ia ingin mendengarnya lagi apa yang di katakan suaminya.
Dia bilang aku cantik,, seriusaann~Fania
Keceplosan gue ~ Reza
"Enggak,, maksudku,Apa kamu mau nambah makanannya? ".
"Aku sudah kenyang kak", jawab Fania tampak kecewa di raut wajahnya.
Reza hanya tersenyum samar melihat wajah Fania yang tampak kecewa.
"Fan", panggil Reza
"Hemm",Fania mendongak menatap pria itu lagi.
"Apa bener kamu dulu menyukaiku? "
Seketika bibir Fania menjadi kelu, bagaimana bisa pria itu menanyakan perasaannya.
"Apa rasa itu masih ada", tanya Reza lagi.
Aku harus jawab apa??,,masak aku harus jawab ia,,sedangkan sekarang aku masih bingung dengan perasaanku.
"Fan", tanya Reza lagi Pria itu masih menunggu jawaban dari istrinya.
"Kak,,Apa boleh aku menjawabnya nanti",
Reza tersenyum dengan menganggukkan kepala,, lalu melanjutkan makannya yang sempat tertunda.
Aku tidak akan menjawabnya sebelum aku mengetahui perasaan kakak ma aku,, aku tidak mau kecewa untuk yang ke dua kalinya. ~Fania
Tiba-tiba Reza mengusap bibir gadis itu, yang sontak membuat Fania terkejut.
"Ada butir di bibirmu",
Fania tersipu dengan apa yang di lakukan Suaminya,Gadis itu tersenyum dan langsung menundukkan kepalanya.
"Kalau boleh tau tipe cewek kak Reza seperti apa? ".tanya Fania penasaran setidaknya gadis itu mengetahuinya.
"Pintar, Cantik dan dia bodoh," kata Reza
"Pintar dan bodoh,, emang ada gadis seperti itu", Fania memanyunkan bibirnya, karna jawaban yang ia terima sangat nyeleneh.
"Ada,,sekarang lagi ada di depanku",
"Hahh,, Jadi kak Reza bilang aku bodoh",Fania mengernyitkan dahi sedikit kesal.
Heii..tunggu di bilang aku tipenya. seriusaann..??
"boleh aku meminta sesuatu darimu?"
"Apaa",
"Aku mau kau berhenti dari kerjaan kamu?"
"Tapi kak",
"Apaa??,, kamu perlu gaji kan??,, apa kurang uang yang aku kasih buatmu tiap bulan".
"Bukan begitu kak,, tapii,,, ".belum Fania meneruskan kalimatnya Reza sudah memotongnya.
"Okelah, aku akan memberimu gaji tiap bulan sebagai gantinya", ucap Reza.
Pria itu tampak serius dengan ucapannya, bahkan uang yang di terima Fania dari Suaminya lebih besar dari gaji Fania sendiri. ,dan sekarang pria itu akan memberinya gaji sebagai gantinya.
Gila ni orang,, mentang-mentang kaya,sombong..!!
"Jangan-jangan,, iya aku akan berhenti, tapi gak usah di gaji juga kali ", Fania memanyunkan bibirnya.
Tiba-Tiba hujan turun, membuat semua pengunjung kalang kabut berlarian ke dalam Cafe agar tidak terkena guyuran air hujan yang tiba-tiba deras.
Reza langsung langsung pergi ke kasir dan menyelesaikan pembayaran.
Lalu keduanya memasuki mobil,dengan baju yang lumayan basah.
Tangan Fania sesekali mengusap lengannya karna dingin,pandangan gadis itu menatap ke depan, guyuran hujan yang lumayan deras.
Reza mengambil jaket yang ada di belakang,dan ia sodorkan ke arah Fania.
"Pakailah,, gantilah bajumu" ,ucap Reza membuat Fania mengernyitkan dahi.
"Ganti di sini".ucap gadis itu dengan menatap Reza
Reza memberhentikan mobilnya di bahu jalan.
"Rumah masih lumayan jauh,,dari pada nanti kamu masuk angin, mending pakai jaket itu dulu".
Reza membuka baju basahnya dan mengganti dengan kaos, membuat gadis itu menutup wajahnya tiba-tiba.
Kenapa membuka baju di depanku sih
Terlihat di sudut bibir pria itu sedang mengulum senyum,lalu tangannya membuka tangan Fania yang menutup wajahnya.
"Sudah Fan,, gitu aja sampai di tutup segala" ucap Reza begitu santainya tapi Fania tidak memperdulikannya hanya mengerucutkan bibir.
"Sekarang gantian kak Reza yang nutup wajah" pinta gadis itu.
"Kenapa??,", pria itu mengernyitkan dahi.
"Aku mau ganti baju,"
Akhirnya Pria itu menutup wajahnya dengan satu tangan,
"Jangan di buka,, jangan buka",Fania tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat itu.
"Lagian kalau aku melihat, gak akan berdosa", lagi-lagi Reza mengucapkan dengan entengnya.
"iihh,,, kak Reza..!!", ucap gadis itu.
"Iya-iya", Reza terkekeh
Kini Fania sudah berganti mamakai jaket kemudian mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang sampai tiba di kediaman rumah Reza.
Saat memasuki Rumah, Fania di kagetkan dengan hadirnya sang ponakan.
"Tatiiiii... ", Cinta merentangkan tangannya supaya Fania mengendongnya.
"Cinta,,, mami mana sama papi?", tanya Fania sambil menciumi sang ponakan dengan gemasnya.
Cinta menoleh sambil menunjuk ke arah orang tuanya yang sedang menuju ke arahnya.
"Dari mana kalian,,mana ponselnya ga ada yang bisa di hubungi..!!". ucap Ricko saat sudah berada dia antara Reza dan Fania.
"Kita sedang makan d luar", Ucap Reza.
"Kakak sudah lama? " ,tanya Fania.
"lumayan lama lah dari 1 jam yang lalu", Siska menjawab pertanyaan Fania.
Lalu Mereka mengobrol hingga larut malam,,dan sampai akhirnya Ricko dan Istrinya mau pamit pulang.
"Cinta mau di sini,, cinta mau tidur sama tati", Rengek Gadis kecil itu.
"Sayang,, besok kita ke sini lagi", Siska hendak mengambil alih sang anak dari pangkuan Fania.
Dengan Eratnya Cinta tidak mau lepas dari Fania, gadis kecil itu memeluk tantenya dengan sangat erat.
"Kakak ipar,, biar Cinta bermalam di sini,,lagian aku sudah lama tidak tidur sama cinta,", Fania menoleh ke arah Reza sang suami agar pria itu juga menyetujuinya.
"Iya ko,, biarkan saja anak kalian tinggal di sini malam ini, lagian besok Fania libur kerja", ucap Reza.
Akhirnya dengan penuh bujukan, Ricko dan Siska membiarkan Anaknya bermalam di rumah Reza.
Setelah kepergian sang kakak ,Fania membawa cinta ke kamarnya.
Reza yang baru keluar dari kamar mandi tertegun pada istrinya, kini gadis itu sedang bernyanyi menina bobokan sang ponakan agar tertidur.
Suaranya yang sangat merdu membuat Reza juga menikmati nyanyian yang di nyanyikan Fania.
Dia begitu menyukai anak kecil, dan aku gak nyangka suara nya yang begitu merdu,
Karna sang ponakan sudah tertidur,Fania memperbaiki posisi tidurnya gadis itu hendak akan tidur,tapi ia urungkan niatnya Karna penglihatan gadis itu tertuju pada suaminya.
"Kak Reza gak tidur",tanyanya Pria itu hanya menggeleng.
"belum ngantuk", Reza Menghampiri fania di tempat tidur.
"Kamu suka anak kecil?? ", tanya Reza.
"Sukalah kak.", jawab Fania dengan memperhatikan Wajah Cinta dan mengelus rambut lembut itu.
"Mau", tanya Reza spontan.
"Apaa...?? ", Fania langsung menoleh ke arah suaminya.
Keceplosan~Reza.
"eemm,,lupakan,, ", Reza langsung merebahkan tubuhnya lalu menarik pinggang Fania agar tertidur di sampingnya, karna posisinya Cinta tidur di bagian pinggir dan Fania di tengah.
Kok gini,tadi bilang belum ngantuk dan hampir tiap malam dia selalu saja tidur dengan posisi seperti ini.
Kini Reza tertidur terlebih dahulu dengan tangan memeluk pinggang istrinya.
...----------------...
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣