NovelToon NovelToon
Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Malam Pertama Kana (Malaikat Tanpa Sayap)

Status: tamat
Genre:Romantis / Janda / Tamat
Popularitas:284.1k
Nilai: 5
Nama Author: ofie

Kehidupan Kana sangat sempurna dia punya segalanya. Suami tampan, mapan dan setia. Dia punya Si Kecil Kenzo yang lucu dan menggemaskan. Tapi semua berubah saat kecelakaan itu merenggut suaminya. Kana hancur bahkan tidak sekali duakali dia mencoba mengakhiri hidupnya. Tapi uluran tangan dari dua malaikat tanpa sayap masa depan dan masalalunya itu menarik Kana dari kubangan kesedihan. Bisakah Kana bangkit dan menjalani kehidupan bersama dua malaikat tanpa sayapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ofie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan anakku

Joddy berjalan terburu-buru menuju apartemennya, jarum jam menunjuk di angka 11. Joddy sebenarnya merasa letih, perjalanan Jakarta-Bandung cukup membuat tenaganya terkuras habis. Dia ingin sekali merebahkan tubuhnya di tempat tidur barang satu jam saja di rumah Kana, untuk memulihkan tenaganya. Tapi rasanya tidak akan bisa. Ferddy meneleponnya untuk segera pulang karena ayah dan ibunya sekarang berada di apartemen Joddy.

"Ada apa ini?" tanya Joddy begitu dia masuk ke dalam apartemen dan menemukan kedua orangtua, adik serta Laras berada satu ruangan.

Wajah mereka terlihat tegang berbeda dengan Laras yang menangis sesegukkan. Kejadian ini membuat Joddy merasa de ja vu kejadian beberapa minggu lalu. Jihan menatap ke arah Joddy lalu beranjak dari duduknya berjalan ke arah anak sulungnya itu.

Plakk ....

Tiba-tiba Jihan menampar Joddy dengan keras. "Anak kurang ajar kamu!"

"Bu, ada apa ini?" Joddy refleks memegang pipinya lalu menatap ibunya kaget. Seumur hidup baru sekali ini Jihan menamparnya.

" Kamu masih tanya kenapa? Ibu mengajari kamu tentang cara bertanggungjawab tapi apa yang kamu lakukan? Kamu pergi meninggalkan Laras sendirian untuk meeting dan tidak kembali. Ke mana kamu?" tanya Jihan dengan tatapan meneliti.

"Aku bertemu teman lama, Bu. Dia minta tolong untuk mengantarnya ke Bandung."

"Tapi bisa kan kamu ngasih tahu Laras?Telepon atau Wa bukan malah pergi begitu saja dan tidak kembali. Kamu tahu yang terjadi?" Jihan memberi jeda ucapannya lalu menatap Joddy tajam.

"Oke, Joddy minta maaf itu memang salah. Tapi ada apa, Bu?"tanya Joddy yang dalam benaknya bertanya-tanya kenapa ibunya bisa sampai semarah ini hanya karena Joddy meninggalkan Laras? Toh, Laras itu wanita mandiri dia sudah terbiasa melakukan semua sendiri.

"Laras tadi pingsan. Kamu tahu karena apa?"

Joddy hanya menatap Laras tak peduli.

"Laras belum makan seharian, Mas. Dia terlalu lama menunggumu," imbuh Jihan. Joddy tertawa sinis, astaga terlalu didramatisir. Kenapa perkara makan saja dia harus menunggu Joddy?

"Laras sedang hamil, Mas!" seru Jihan membuat Joddy terkesiap, rahangnya nyaris jatuh ke bawah saat mendengar apa yang Jihan katakan.

"Apa?!" Joddy masih tak percaya dengan pendengarannya.

"Laras hamil anak kamu, Joddy." Heru yang sejak tadi diam akhirnya bersuara, memperjelas semuanya.

"Apa?Hamil? Gak mungkin!"seru Joddy lalu mendekati Laras, menatapnya dengan mata merah menahan amarah.

"Apa rencana kamu sebenarnya, Wanita Licik!" Joddy menarik tangan Laras memaksanya berdiri. Laras menjerit lirih.

"Jangan kasar pada wanita Joddy, Ibu tidak pernah mengajarimu untuk berbuat kasar!" Jihan melepas tangan Joddy yang menarik tangan Laras dengan kuat lalu menarik Laras ke belakang punggungnya mengamankan jika sewaktu-waktu Joddy akan berbuat kasar padanya lagi.

"Bu, jangan percaya begitu saja pada wanita ini!" Benar-benar Joddy ingin sekali menarik Laras dan memaksanya untuk berkata jujur.

"Maksud kamu Laras berbohong? Ini buktinya!" Jihan melempar 3 buah tespack ke meja. Joddy sama sekali tak tertarik melihat secara detil. Tapi dari jauh pun benda pipih itu menunjuk dua garis merah.

"Ibu lihat sendiri itu punya dia? Bisa saja itu punya orang lain yang sengaja dia gunakan untuk pura-pura hamil," tuduh Joddy tangannya terang-terangan menunjuk Laras, mendengar tuduhan Joddy itu membuat Laras menangis di pelukan Jihan.

"Ya Tuhan, Joddy! Tega sekali kamu bicara begitu! Jelas-jelas ini adalah anak kamu. Kamu yang melakukannya. Kamu yang berbuat!" Jihan benar-benar tak habis pikir dengan anak lelakinya ini. Pasti karena Kana dia jadi berubah.

Joddy menggeleng pelan. "Dia pasti hanya pura-pura hamil, Bu."

"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, jelas-jelas itu hasilnya positif," sahut Heru menatap anaknya tajam.

"Ya, sudah kita test lagi saja di sini," usul Joddy, membuat Laras terhenyak. Joddy tersenyum sinis. Kena kau! pasti hasilnya akan negatif.

"Fer, ke apotik sana! Beli 5 tespack sekaligus!" perintah Joddy pada Ferddy.

Mahasiswa tingkat akhir yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan orang dewasa itu tersentak kaget, bahkan snack yang sejak tadi ada di pangkuannya nyaris jatuh dan berhamburan.

"Kok, aku sih, Bang?" protes Ferddy tak terima, tapi melihat delikan mata Joddy dia memilih mengalah. "Iya, berangkat." Ferddy lalu beranjak dari duduknya. Tapi seperti diingatkan oleh sesuatu dia menatap Joddy.

"Uangnya mana?"

Joddy hanya mendelik lagi dan Ferddy tahu maksudnya. "Iya, pakai uangku," serunya lesu, lalu bergegas pergi ke apotik sambil berpikir, bagaimana kalau dia bertemu orang yang dikenalnya saat membeli tespack nanti? Ah, Bang Joddy, bikin anak gak mikir-mikir!

Setengah jam kemudian semua orang sedang menunggu hasil dari tespack Laras yang sekarang sedang berada di kamar mandi. Jika Joddy berharap Kana hamil anaknya, tidak begitu ketika Laras yang mengaku hamil. Joddy berdoa semoga hasil tespack Laras negatif jadi, dia masih punya kesempatan untuk mengagalkan pernikahannya sendiri.

"Bang, gak deg-degan?" Ferddy menyikut lengan kakaknya yang sejak tadi diam saja dengan tatapan yang menerawang. Joddy hanya mendengus sekilas membuat Ferddy memcibir kesal.

Ceklek...

Semua mata terarah pada pintu yang terbuka, Laras keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu membuat Joddy bersorak dalam hati. Pasti negatif! Joddy yakin hasilnya pasti negatif.

"Gimana, Ras?" Jihan segera menghampiri Laras yang menunduk dengan lima tespack di tangannya.

"Sudah jelas negatif lah, Bu."Joddy tersenyum sinis. Karena memang Joddy tidak pernah melakukan apapun ke Laras.

Jihan mengambil ke lima tespack yang ada di tangan Laras. "Positif." Jihan menunjukan kelima benda pipih itu pada semua orang yang ada di ruang tamu apartemen Joddy.

Joddy menoleh ke arah Jihan lalu dengan cepat menyambar tespack yang ada di tangan Ibunya untuk membuktikan apakah benar hasilnya positif. Joddy tak percaya dengan apa yang dia lihat benda pipih itu memang menunjukan dua garis merah dan itu kelima-limanya.

"Gak! Gak mungkin!" Joddy mengelengkan kepala kuat-kuat, lalu menatap Laras penuh amarah.

"Kamu bohong, kan?! Apa yang kamu sembunyikan!" Joddy mencengkram pergelangan tangan Laras sampai dia merintih kesakitkan.

"Auhh! Sakit!" rintih Laras saat cengkraman di tangannya semakin menguat.

"Apa yang kamu rencanakan!" bentak Joddy.

"Joddy, lepaskan tangan Laras kamu menyakitinya!" Heru memperingatkan Joddy. Dia tidak pernah melihat Joddy semarah ini.

"Mas, lepaskan tangan Laras, kamu menyakitinya!" Jihan yang akhirnya turun tangan melepas tangan Joddy dan mendorongnya menjauh dari Laras.

"Bu, dia bohong!"

"Astaga, Joddy. Kurang jelas apalagi? Ini buktinya!" Jihan menunjuk benda-benda pipih yang sudah Joddy banting ke lantai.

"Itu hanya benda buatan manusia bu belum tentu akurat! " Joddy masih menyanggah setiap kata-kata Jihan. Dia masih yakin jika Laras tidak hamil.

"Kita buktikan secara medis," cetus Joddy tiba-tiba. Membuat Laras menatapnya tak percaya.

"Gak bisa Tante!" seru Laras, semua mata menatap ke arahnya.

"Kenapa? Kamu takut kalau kebohongan kamu terbongkar?" Joddy tersenyum miring ke arah Laras.

"Bukan seperti itu. Jika kita periksa ke dokter itu dibutuhkan data suami dan kita belum menikah, sebenarnya tidak masalahh buat aku pribadi tapi bagaimana dengan orang kantor?Lalu Mama sama Papa aku. Bagaimanapun ini sudah mencoreng nama baik mereka?" balas Laras membuat Joddy terdiam karena bagaimanapun apa yang dikatakan Laras ada benarnya. Terlebih orangtua Laras adalah seorang pejabat daerah di kota mereka tinggal.

"Kalau begitu kalian menikah saja dulu, lebih cepat lebih baik," usul Heru. Jihan mengangguk setuju dengan usul suaminya.

"Benar, apa yang dikatakan Ayah kamu, Mas. Kalian lebih baik menikah. Itu sudah solusi terbaik." Jihan menepuk pundak suaminya.

"Tapi aku yakin Bu. Kalaupun Laras hamil itu bukan anakku."

"Joddy! Kenapa kamu jahat sama aku sih! Ini anak kamu Joddy, aku hanya ngelakuin itu sama kamu!" seru Laras histeris lalu memeluk Jihan.

Joddy menatap Laras tajam lalu menghempaskan tubuhnya di sofa. "Itu bukan anakku," kata Joddy lirih lalu mengacak rambutnya frustasi. Bagaiamanapun Joddy tidak pernah merasa melakukan itu pada Laras, semabuk apapun Joddy dia tidak akan sepenuhnya kehilangan kesadaran.

"Kalian harus secepatnya menikah. Ayah dan Ibu akan segera menghubungi orangtua Laras di Surabaya untuk mempercepat pernikahan kalian seminggu lagi," putus Heru membuat Joddy tersentak kaget.

"Gak bisa seperti itu, Yah!" tolak Joddy keberatan.

"Gak bisa bagaimana? Ingat Jod, perut Laras akan semakin membesar," balas Jihan.

"Tapi bagaimana dengan Kana?" Joddy benar-benar tidak tega jika Kana harus menanggung kehamilannya sendirian.

"Apa hubungannya sama wanita itu?" sahut Jihan.

"Kana hamil Bu," jawab Joddy.

"Terus dia bilang itu anak kamu? Astaga, Joddy! Dia itu janda. Dia bisa tidur dengan pria manapun yang dia mau! Itu belum tentu anak kamu!"

"Bu, berhenti berpikiran negatif tentang Kana dan statusnya. Dia wanita baik-baik dan bisa jaga kehormatannya." Entah kenapa rasanya sakit sewaktu Jihan berkata buruk tentang Kana.

"Kalau dia wanita baik dia tidak akan hamil!"seru Jihan kesal.

Joddy tersenyum sinis lalu menatap ke arah Laras. "Apa bedanya sama wanita di samping Ibu? Bukannya dia juga hamil sebelum nikah?" balas Joddy telak, membuat Jihan terdiam tapi terlihat jelas amarah di matanya.

"Sudah, cukup! Jangan ribut." Heru menengahi. "Pernikahan kamu tetap akan berjalan dan itu seminggu lagi. Keputusannya sudah bulat. Jangan membuat malu keluarga dengan berusaha membatalkan pernikahan ini," putus Heru final. Membuat Joddy terhenyak tak percaya.

"Tapi-"

"Ayah akan hubungi orangtua Laras secepatnya. Ingat pesan Ayah tadi, jangan membuat malu keluarga dengan berusaha mengagalkan pernikahan ini," potong Heru cepat.

Joddy mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia tidak akan menyerah secepat ini.

*****

1
Mila Karmila
senengnya jadi orang yang diperjuangkan
vimelanie26
baru selesai baca 😁 hbs baca yg pertama lanjut yg ini, dan saya syuka sekaliiii sama karakter kana,joddy dan kanda 🤗 ....

tapi ternyata banyak yg "blm selesai" yahhh list novelnya, pdhal penasaran lohhh sama kisah² yg lainnya 😑

Okay dehhh, salam kenal yah author 😚
Kanaya: hehehe terimakasih sudah bersedia baca
total 1 replies
mom Cinta & Marvel
tq....
Kanaya: sama2 terimakasih sudah baca
total 1 replies
Npy
lagi dunk..
masih banyak yang dikepoin..
kelanjutan Kanda Lian 🤭
lalu gimana kelanjutan Harta Tahta Laras bagi Heru 🤣
Kana lahiran 😍
Kanaya: aduhhhh
total 1 replies
Ulfa Restu
suka banget karyanya thor,karater joddy yg kuat bikin hati rasanya meleleh
Kanaya: heheeheh makasih bgt udah baca i Luv u❤️❤️❤️
total 1 replies
Sumarny
lanjuut thoor,
Kanaya: heheheh makasih udah baca❤️❤️❤️
total 1 replies
Abidzar Out Siders
the end.....tapi aq masih pingin di lanjutkan thor😍😍😍😍😍
Kanaya: aduuuh heheh
total 1 replies
Sumarny
sedih thoor,sifat Ayah Kana teringat Almarhum ayahq😭😭
Ika Widyaningrum
yah kok udahan aja thor..padahal masih nunggu in kisah kanda juga 😭😭
Kanaya: hehehehe nanti dibuatin heheheh
total 1 replies
Lala naufal azka
the end 😔😔😔😔thor doain aku garis 2 ya,,semoga kaya kana aku cepet hamil lagia,,aamiin🤲
Kanaya: Amin,, semoga secepatnya ya garis dua. Bahagia, positif thinking, jaga pola makan, pola tidur, rilexs. Insya Allah disegerakan . terimakasih selalu dukung Kana . love you
total 1 replies
Yuni Ati
Tamat ...terima kasih Authorr 🙏🙏
Kanaya: terimakasih sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir saranghaeeeee❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😍😍😍
total 1 replies
Abidzar Out Siders
bolak balik ta lihat kok ga up2 thor....aq slalu setia mnunggu up 😍😍😍😍
Kanaya: hehe done ya
total 1 replies
Abidzar Out Siders
terima kasih thor....semoga sehat terus & semangat ya💪💪
Kanaya: terimakasih sayang sudah selalu baca
total 1 replies
Devi Yanti
pas banget author.. tetap semangat ya
Devi Yanti: awal Minggu maksud saya
total 3 replies
Suharni Arni
lanjut thor
Kanaya: asiappppp terimakasih syg sudah baca
total 1 replies
Ꮪིᥰ⃝֟.𝄠༅𝕾𝖆𝖓𝖎𝖞𝖆𝐿 𝗦⃝⃟🦁
nyesekkk
Kanaya: hehehehe terimakasih udha baca
total 1 replies
Abidzar Out Siders
akhirnya yg kutunggu up jg....trims ya thor 😍😍😍
Kanaya: heheheh maaf kurang feelnya
total 1 replies
Yun Eni
kukira kemana thor,g muncul2
Kanaya: ada. baru keluar dari goa
total 1 replies
Devi Yanti
maafkan daku.. kupikir dirimu tidak up Minggu ini 🙃
Kanaya: hehehehe saranghae❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Lala naufal azka
lama banget thor up ny,,
tp kali ini kurang gereget thor,,
semangat lanjut yaa💪💪
Kanaya: hoho iya gak dapet feel-nya emang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!