Seorang MABA (Mahasiswa Baru) Tengah menata barang di kamar barunya.
Gadis itu adalah Aprilia Eka Sari yang biasa di panggil April. Gadis Cantik ini baru akan memasuki masa orientasi di fakultas ilmu komunikasi Universitas Erl*****A.
.
April yang sedari SMA merupakan penggemar Membaca terutama membaca Novel, mengisi waktu luangnya untuk membaca Novel online maupun Novel beli di Gramedia.
.
Suatu ketika April membaca salah satu novel yang tak bosan-bosannya ia baca, Novel Online berjudul " Pengganti " yang menceritakan tentang adik yang menggantikan/berkorban kakak maupun keluarganya, April memang suka cerita yang diluar nalar manusia seperti hidup kedua kalinya, transmigrasi, sejarah, cinta yang tak akan terjadi di dunia nyata dll.
.
setelah membaca sampai tengah malam tak terasa April ketiduran, dan tak lama setelah bangun April merasa heran, heran karena ia terbangun di tempat yang berbeda.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.N.A.22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
akhirnya mobil Rega sampai di basement apartemennya, Rega langsung menggandeng tangan Nita menuju ke unit apartment nya yang ada dilantai 12.
"password nya 112233, jadi nanti kalau mas nyuruh kesini atau kamu mau main kesini langsung masuk aja.. gak usah sungkan." ujar Rega.
Nita sangat menikmati perannya saat ini sebagai pacar rega, Nita sudah tak perduli dengan jalannya novel ini.. Nita ingin menulis cerita novel ini sesuai imajinasi dan keinginannya sendiri.
Bodoh amat kalau yang lain tak suka.
.
.
" mas.. Kenapa hitam semua..?"
"namanya juga cowok sayang..."
Nita duduk diruang tamu, dan Rega mengambil air minum kemasan untuk Nita.
"mas.. Terus si Hanna gimana sekarang." pancing Nita yang hati ya sedikit terusik dengan kata mantan pacar walaupun menurut Rega mereka berdua hanya sebatas simbiosis mutualisme saja dan rasa kasihan kepada Hanna yang saat itu Rega ketahui sebagai penolongnya.
"mas udah los kontak sayang.. Semua aksesnya mas blok."
Saat ini Rega berada tepat di sebelah Nita dengan tangannya yang mulai memeluk Nita.
.
.
Kalau Nita saat ini bersama Rega, berbeda dengan Hanna yang daritadi mencoba mencari Rega tapi Rega tidak ada tanda-tanda ke kampus.
"eh itu si Anna ngapain coba.. main keluar masuk lorong dosen seenaknya gitu." bisik Lina di telinga Romi.
"malunya udah hilang, fikiran anak kampus' gak ada ayang tahu kali ya.. Berita dia." bisik Romi ditelinga Lina.
"kalian kalau mau bisik-bisik kurang kenceng dikit.. " suara seorang perempuan mengagetkan Romi dan Lina.
.
"intan.. kamu sendirian?." ujar Lina mencoba mengalihkan pembicaraan.
"antek-antek mu mana?" kali ini Romi melihat intan sendirian merasa heran karena tidak biasanya.
"mereka kan cuma aku bayar.. aku udah pernah cerita kan?" ungkap intan.
"iya sih.. Habis bimbingan."
"iya.. Revisi lagi, ganti judul lagi.. kayaknya emang harus magang deh.. Kalau gak gitu gak bisa cari judul." ungkap intan.
.
Lina dan Romi merasa intan mulai mendekati mereka berdua, sebenarnya mereka tak masalah tapi intan tetapkan intan Queen bullying dimana intan tipe yang membayar untuk orang untuk menjadi temannya.
Jadi antek-anteknya itu sebenarnya bayaran bukan teman realnya.
.
.
memang Romi, Lina, Alle dan Nita tidak pernah berurusan langsung dengan intan, tetapi semenjak kejadian Anna dan Nita, terus kabar tentang anna yang sudah bukan siapa-siapanya pak Rega, intan mulai mencoba masuk ke dalam lingkarannya Romi, Lina , Alle dan Nita.
.
.
"oh gitu ya."Lina dan Romi sebenarnya sudah mulai tak nyaman, tapi mereka segan untuk meninggalkan intan.
. Perbincangan mereka terus berlanjut sampai di parkiran kampus, dan mata intan tiba-tiba tak sengaja melihat Hanna memasuki sebuah mobil yang sudah intan duga, kalau mobil itu milik pak Rusli.. Supir pribadi papahnya.
.
"ada apa intan?" bingung Romi , dan Romi juga seakan tak percaya melihat seorang Hanna, murid beasiswa karena kurang mampu tapi masuk mobil yang termasuk mewah, duduk di belakang dengan pintu mobil yang dibukakan oleh seorang bapak-bapak dengan pakaian khas supir pribadi.
.
"keren ya.. murid beasiswa tak mampu sekarang." ujar intan dengan suara yang berat nan dingin, tak hanya itu sorot Matak tak suka dan dendam jelas terlihat dari raut wajah intan.
"Tan.. Kamu aman kan?" lina merasa ada yang tak beres dengan intan.
"ayo pulang.. Makasih ya.. udah mau dengerin celotehanku.. Walaupun aku tahu kalian tak nyaman.. Tapi gak papa.. Aku sadar diri.. Bye ya."
.
.
Melihat tingkat intan, Romi dan Lina hanya saling pandang saja.. Bingung mau bersikap seperti apa.
.
.
.