Jackson Leonard Michaelson, pewaris tunggal dari seorang billioner Rusia yang memiliki wajah tampan, rahang yang tegas namun ia memiliki sifat yang sangat diingin. Jackson berada di Indonesia untuk melakukan beberapa pekerjaan, namun Ia tak sengaja bertemu dengan seorang wanita cantik yang berhasil menarik perhatiannya. Selama ini tak ada wanita yang berhasil menarik perhatian Jackson, namun berbeda halnya dengan wanita berwajah cantik yang satu ini.
Siapa kah wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. My Lovely Wife
Suasana gedung begitu ramai. Setiap sudut sudah dipenuhi oleh para tamu dan karayawan.
"Wah, acaranya sangat besar? Apa ini benar-benar acara kantor?" tanya Elsha meneliti seluruh isi gedung. Jackson hanya tersenyum dan menarik pinggang Elsha hingga tak ada jarak di antara mereka. Semua orang yang menyadari kedatangan sang presdir pun mulai mengalihkan perhatian pada pria tampan yang tengah merangkul seorang wanita cantik.
"Eason, kenapa mereka menatap kita?" tanya Elsha mulai panik. Elsha sedikit ngeri saat melihat tatapan para wanita disana.
"Mereka hanya iri dengan kita, jangan pedulikan itu." jawab Jackson seraya mengeratkan pelukannya. Elsah menyapa semua orang dengan senyuman manisnya.
"Setiap tahun mereka akan merayakan ulang tahunku. Ini semua mereka yang menyiapkan." ujar Jackson mencoba menjelaskan semuanya pada Elsha. Elsha mengangguk tanda mengerti.
Tak berapa lama, seorang pelayan hadir sambil mendorong sebuah kue yang cukup besar. Elsha membuka mulutnya tak percaya. Jackson menutup mulut Elsha sambil tersenyum.
"Maaf." ucap Elsha merasa malu. Jackson tersenyum dan mengecup bibir Elsha karena gemas. Elsha sangat terkejut akibat ulah Jackson. Ia sangat malu karena semua orang semakin menatapnya tajam.
'Ya ampun, apa mereka ingin membunuhku?' batin Elsha.
"Mr. Michaelson, silahkan naik ketas panggung." ujar seorang MC.
"Ayok, jangan lepaskan tanganmu." ajak Jackson. Elsha hanya menurut, karena ini adalah pertama kali ia hadir di acara yang super mewah dengan orang-orang asing.
Rangkaian acara berjalan dengan lancar, mulai dari pemotongan kue dan penyerahan hadiah. Namun di acara kali ini ada sesuatu yang spesial. Jackson akan memperkenalkan wanita yang saat ini berdiri di sebelahnya. Semua orang sudah sangat penasaran dengan Elsha.
"Terimakasih untuk semuanya. Kerja keras kalian sangat saya hargai. Saya akan memberikan bonus untuk kalian semua." ujar Jackson yang berhasil mendapatkan tepuk tangan antusias dari semua orang, terutama para karyawan yang memasang wajah sumringah.
"Malam ini adalah malah yang paling spesial, karena pada perayaan kali ini. Ada seseorang yang ingin aku perkenalkan, dia adalah istriku. Elsha Samantha Michaelson." imbuh Jackson yang berhasil membuat Elsha merasa senang. Ia tak pernah menyangka jika Jackson akan memperkenalkan dirinya pada semua orang. Bukan hanya Elsha yang tekejut, melainkan seuluruh tamu dan karayawan yang hadir pun ikut tekejut.
Banyak para tamu yang bedecak kagum melihat kecantikan Elsha dan ada juga yang merasa iri dengan posisi Elsha saat ini. Banyak karyawan wanita yang patah hati karena pujaan hatinya sudah milik orang lain.
"Eason, aku tidak nyaman disini. Kita turun ya?" pinta Elsha kerena tidak suka dengan tatapan beberapa orang padanya.
"Baiklah sayang, lagian mereka sudah tahu jika kamu adalah milikku." ujar Jackson mengecup pipi Elsha. Seketika pipi Elsha merona. Apalagi ia hanya memoles wajahnya seadanya.
"El, aku ingin menemui klienku dulu. Kamu bisa bergabung dengan yang lain dulu, tidak apa kan?" tanya Jackson menatap Elsha. Elsha sedikit takut, namun ia juga tak ingin membuat suaminya kecewa. Elsha mengangguk menyetujui. Jackson tersenyum senang. Ia langsung menghampiri kliennya.
'wake up Elsha, mana dirimu yang super berani itu? Kenapa nyalimu menciut seperti ini. Huh, aku hampir melupakan jati diriku.' batin Elsha.
Elsha tersenyum dan mulai bergabung dengan para wanita yang berhadir.
"Mrs. Michaelson, senang bisa menyapa anda." ucap salah seorang wanita cantik sambil mengulurkan tangan. Elsha dengan senang hati menyambut uluran tangan Wanita itu.
"Panggil saja aku Arley, manager di perusahaan suamimu." imbuh wanita itu.
"Baik lah Arley, senang berkenalan denganmu. Aku harap kita bisa berteman." Ujar Elsha. Arley tersenyum senang karena ia tak pernah menyangka jika istri bosnya itu begitu ramah.
Elsha pun mulai berbaur dengan para tamu. Dengan begitu cepat ia beradaptasi. Elsha terlihat senang karena semua orang menyambutnya begitu antusias.
"Mrs. Michaelson, senang bertemu dengan anda kembali." sapa seseorang yang berhasil membuat Elsha tekejut.
'Perempuan ini? Apa Eason mengundangnya?'
"Ah, Mrs.... "
"Elena, panggil saja aku El. Seperti suamimu memanggilku dengan sebutan itu." ujar wanita itu tersenyum manis, namun begitu penuh arti. Elsha ikut tersenyum.
"Ah, tidak menyangka kita bisa bertemu lagi El." ucap Elsha sedikit menekan nama wanita itu.
'Sangat menjijikan, aku merasa hidup di dalam novel saja. Selalu ada penganggu! tapi ini dunia nyata, aku tidak akan terpancing dengan wanita ini.'
"Nama kita hampir sama, aku bingung harus memanggilmu apa?" tanya Elena memsang wajah bingung.
"Panggil saja Elsha. Tidak sulit bukan? Ah iya? Apa suamiku mengundangmu?" tanya Elsha begitu santai. Terlihat dengan jelas Elena begitu kesal dengan pertanyaan Elsha.
"Ya, setiap tahun Eason akan mengundangku. Tepatnya keluargaku, karena kami menjalin hubungan yang baik." jawab Elena dengan begitu percaya diri.
"Ah senang sekali mendengarnya. Aku harap anda menyukainya pestanya." ujar Elsha.
"Tentu saja, ini hari spesial untuknya. Aku pasti akan hadir."
"Hmmm. Kau benar, kalau begitu aku kesana dulu. Silahkan menikmati pestanya." ujar Elsha berjalan meninggalkan Elena. Elsha terlihat menggerutu. Ia mengambil minuman dan beberapa kue. Ia sangat lapar dan haus, ia pun memakan beberapa kue.
"Hmmm... Ini sangat enak." ucap Elsha sambil menikmati kue. Hingga tanpa ia sadari seseorang sudah duduk di sebelahnya. Orang itu tersenyum saat melihat pipi Elsha menggembung karena terisi kue.
"Kau menyukainya?" Elsha hampir tersedak karena tekejut. Ia memberikan tatapan membunuh pada orang di sebelahnya.
"Apa kau ingin membunuhku?" tanya Elsha meneguk air hingga tandas.
"Maaf, aku hanya takjub dengan cara makanmu." ucap orang itu yang tak lain adalah Jackson. Elsha mengerucutkan bibirnya.
"Kau merusak selera makanku. Tapi kue ini sangat enak, aku sangat suka." ujar Elsha kembali menikmati kue favoritnya. Jackson menatap istrinya dengan seksama.
"Jika kau menyukainya, aku akan memesan itu setiap hari." Elsha langsung menatap Jackson.
"Apa anda ingin membuat istrimu gemuk huh?" tanya Elsha memicingkan matanya.
"Setelah aku gemuk, anda akan mencari wanita yang lebih cantik dan mengatakan jika istrimu ini terlalu banyak makan bukan?" oceh Elsha tak jelas. Jackson tersenyum mendengar perkataan istrinya.
"Ty takoy milyy, ya khochu tebya s'yest".
Elsha mengernyit bingung dengan ucapan suaminya.
"Jangan bicara bahasa planet, aku tidak mengerti." seru Elsha mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Kau sangat cantik saat sedang marah. Aku mencintaimu." ujar Jackson tersenyum. Elsha tersenyum malu saat mendengar pujian suaminya.
"Gombal," ucap Elsha. Lalu ia menatap suaminya karena kembali mengingat tentang Elena.
"Sayang, kamu undang Elena?" tanyanya menatap Jackson serius. Jackson mengernyit bingung.
"Tidak, mungkin mereka yang undang. Karena dia klien perusahaan ini, apa kau cemburu?" ujar Jackson mencubit hidung Elsha. Elsha menggeleng.
"Ekhmmm... Apa aku mengganggu?" tanya seseorang duduk di sebelah Jackson.
"Kau sudah tahu masih bertanya." jawab Jackson datar.
"Hey Mr. Adrian. Lama tidak bertemu." Elsha menyapa pria yang saat ini duduk di sebelah Jackson. Siapa lagi kalau bukan Adrian.
"Panggil saja aku Ad. Lebih romantis." goda Adrian. Elsha tertawa mendengar ucapan Adrian. Bukan deh, tapi ia tertawa melihat wajah kasut suaminya.
"Ad, kau ke sini sendiri?" tanya Elsha merapatkan tubuhnya dengan Jackson. Jackson merangkul pinggang Elsha dan mengecup pucuk kepala Elsha begitu lembut.
"Ya, dia itu jomblo sejati. Jadi hidupnya selalu sendiri." jawab Jackson yang berhasil membuat Adrian kesal.
"Huh, nasib. Sudah lah, aku mau cari teman untuk malam ini." ujar Adrian pergi meninggalkan Jackson dan Elsha. Jika terus berada di sana, ia akan menjadi bahan bullian Jackson. Elsha menatap punggung Adrian sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Jackson. Elsha mengerucutkan bibirnya.
"Terus kenapa sekarang bibirnya di majukan seperti itu? Mau aku cium?"
Elsha mebulatkan matanya.
"Musum!" ucap Elsha hendak bangun. Namun dengan cepat ditarik oleh Jackson hingga ia terjatuh di pangkuan suaminya.
"Ck, lepasin. Disini ramai orang Eason." Elsha melihat pada semua tamu yang sedang menatap kedekatan mereka. Elsha tersenyum malu. Jackson tersenyum jahil, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Elsha.
"Kiss me." pinta Jackson dengan begitu santai. Berbeda halnya dengan Elsha. Ia terlihat panik.
"Eason, jangan macam macam. Ini tempat umum, lepaskan aku. Mereka melihat kearah kita." ucap Elsha berusaha lepas dari dekapan Jackson.
"Ini bukan negara kamu sayang, disini kamu bebas melakukan apapun." ucap Jackson di telinga Elsha. Elsha menghela napas berat.
"Tuan, ini memang bukan negaraku. Tapi aku berasal dari negara yang penuh dengan aturan." ucap Elsha menekan hidung Jackson dengan gemas. Jackson tersenyum. Ia mengecup bibir Elsha secara tiba tiba. Elsha tekejut bukan main. Ia memberikan tatapan tajam pada Jackson.
"Sebaiknya kita pulang, sebelum aku melakukannya disini." bisik Jackson yang berhasil membuat Elsha merona. Elsha mengangguk pelan. Jackson tersenyum dan langsung membawa Elsha pulang. Elsha kembali tekejut saat tiba-tiba Jackson menggendong dirinya. Elsha melingkarkan kedua tangannya dan menatap wajah Jackson dengan seksama.
"I love you Mr. Hero." ucap Elsha mengecup bibir Jackson dengan lembut.
"I love you to my lovely wife." Balas Jackson mengecup kening Elsha. Elsha membenamkan wajahnya di leher Jackson. Ia menghirup aroma tubuh suaminya dengan puas.
'My Lovely Wife, tidak buruk.'
Berbeda hal dengan seseorang yang menatap kemesraan mereka dengan begitu kesal.
"Kenapa? Menyesal pernah menolak pesona Jackson? Atau menyesal karena pernah menolak lamaran seorang gembel? Cinta sejati itu tak pernah melihat dari status. Sekarang sesali diri sendiri, penyesalan yang sangat menyakitkan." ujar seseorang tersenyum licik menatap wanita yang masih diam mematung dengan wajah kesalnya.
"Ah iya, jangan harap kau bisa mengganggu hidup mereka. Karena aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi." ancam pria itu yang langsung beranjak pergi. Sedangakan sang wanita sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.
'Sial! Aku akan menghancurkan kalian semua. Tak ada yang berani menolak pesonaku. Kita lihat, siapa yang akan menang?'
kli kamu masih terpaku pada masa lalu,kenapa kamu mau menikahi elsha?
elsha bukan wanita yg hanya kamu jafikan pelarian...kamu sendiri yg mendesak ingin menikahi elsha secptnya dan memaksa elsha dan kluarganya untuk menerima pinanganmu..klo memang blm bisa move on...lepaskan elsha..jngn egois eason...
sukses
semangat
mksh
ya emang pnikmat wanita aja kali