"Mobil untuk besok dan 1 bulan ini sudah aku kirimkan ke rumah mu."
"Ok." Jujur saja Yura tidak tertarik membicarakan hal lain kepada pria sombong itu.
"Maksud Abang akan menjadikan Yura sebagai supir?" Gerald menatap tak percaya kepada sang Abang.
"Bukan hanya menjadi supir tetapi juga menjadi Sekretaris dan juga asisten pribadi tuan Gheo Cristiano, hebat kan aku?" Yura berkata sinis dengan nada menyindir.
"Wah..wah... Abang keterlaluan, pantes tadi Doni Papa suruh terbang ke Jogja buat menangani perusahaan di sana."
"Itu pantas dia dapatkan karena sudah membuat hidung ku hampir patah." Gheo tidak sadar jika dirinya baru saja keceplosan. Yang menyebabkan Gerald menganga karena masih belum paham seperti apa ceritanya.
"Itu juga pantas didapatkan oleh orang yang merendahkan harga diri saya!" Yura berkata tanpa menoleh ke arah kedua kakak beradik itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clareisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Elsa tersenyum senang karena ekspresi memelasnya berhasil mempengaruhi Kaisar.
Setelah berbasa-basi cukup lama, tiba lah waktunya Elsa menanyakan hal yang membuatnya penasaran. Sekalian mau melihat sejauh mana Kai akan memperjuangkan sahabatnya. Elsa terpaksa berpura-pura baik di hadapan Kaisar agar tidak dinilai cewek bar-bar tidak punya tata krama. Padahal Elsa sangat enek melihat playboy cap bunglon buntung bersama mereka saat ini.
"Kai boleh aku bertanya sesuatu?" Kali ini raut wajah Elsa berubah menjadi serius.
Kai langsung memiliki feeling yang kurang baik, Pasalnya dulu saat bertemu dengan Elsa jelas sekali wanita itu menunjukkan sikap yang tidak suka padanya. Tapi sekarang wanita itu malah bersikap ramah dan baik padanya, Ini Lebih menyeramkan daripada berpetualang ke rumah hantu.
"Silahkan saja, Aku akan menjawab sebisa ku." Sebisa mungkin Kai mencoba untuk berfikir positif.
"Bagaimana hubungan mu dengan Ernet?" Kali ini Elsa merubah ekspresinya menjadi serius dan tatapan penuh selidik. Sedangkan Yura hanya memperhatikan keduanya, karena jujur saja Yura tidak pernah lagi bertanya Setelah kembali dari Bekasi.
Kaisar tidak tahu harus menjawab apa, Pasalnya sekarang Kai belum juga berhasil mengakhiri pertunangannya dengan Ernet.
"Aku sedang berusaha menyelesaikan urusan ku dengannya." Kai berkata dengan lirih.
Dengan senyum miring Elsa menatap Kaisar dengan sinis, Tebakannya benar kalau Kai masih terikat dengan wanita yang namanya Ernet. Sedangkan Yura masih tetap diam, Yura merasa Elsa cukup mewakili dirinya.
"Bersikaplah tegas sebagai seorang pria! Bukannya aku kurang kerjaan karena mengurusi hubungan kalian. Tetapi Aku sudah menganggap Yura seperti saudara ku sendiri, Jadi jangan mencoba untuk menyakitinya. Jika itu terjadi maka aku orang pertama yang akan memberikan kamu pelajaran." Elsa mengancungkan telunjuknya tepat di wajah Kai, Yura hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya yang over protective melebihi ibunya.
"Elsa sudahlah, Jangan mengintimidasi Kai seperti itu." Yura mencoba menetralkan keadaan karena Kai terlihat tidak suka dengan perlakuan Elsa padanya.
"Aku hanya mengingatkan! Aku hanya tidak ingin Kaisar menanggap Lo sama seperti wanita yang selama ini di kencaninya." Ucap Elsa dengan penuh ketegasan!
"Aku berjanji tidak akan menyakiti perasaan sahabat mu, Aku sedang berusaha menyelesaikan urusan ku dengan Ernet!" Kai berkata dengan sungguh-sungguh.
"Buktikan! Jangan hanya manis di mulut saja!"
Yura menatap Elsa dan Kaisar bergantian karena mereka sama-sama memancarkan aura permusuhan yang sangat kental.
Setelah acara makan malam yang lumayan menegangkan Yura memutuskan pulang yang diikuti oleh Elsa, Mereka meninggalkan Kai sendirian karena pria itu mengatakan masih ada urusan di sana.
*
*
*
Rumah Gheo.
Gheo mengepalkan tangannya dengan erat, Penolakan Yura kemarin terus saja menari-nari di matanya. Apa kurangnya dirinya? Seburuk itukah perlakuannya selama ini! Gheo semakin kesal saja pada dirinya yang tidak mudah jatuh cinta pada sembarang wanita.
Setelah membersihkan diri, Gheo dengan iseng membuka aplikasi Instagram! Sebenarnya jarang sekali Gheo berselancar di sana tapi entah mengapa malam ini ingin sekali dia melihat sosial media. Sebenarnya akun Gheo memiliki banyak followers meskipun belum centang biru. Tentu saja banyak yang mengikutinya siapa yang tidak mengenal pria seperti dirinya. Gheo masuk ke dalam majalah bisnis dalam Kategori salah satu pengusaha muda yang sukses.
Tapi tiba-tiba mata Gheo membulat sempurna karena melihat postingan Yura, Yang dimana Yura memposting foto seorang pria dengan caption 'AYANG GANTENG BANGET SIH, MAKIN CINTA DEH' tidak ketinggalan Yura juga menambahkan banyak sekali emoticon love.
Dengan penuh emosi Gheo mengomentari postinganYura, Rasannya tangan Gheo sangat gatal kalau tidak berkomentar 'AKU JAUH LEBIH TAMPAN' begitulah isi komentar Gheo di postingan wanita yang menolak menikah dengannya.
Langsung saja komentar Gheo menjadi geger di dunia maya, Banyak sekali Para netizen ikut berkomentar.
'GILA CUY, SEORANG GHEO CRISTIANO TIBA-TIBA MUNCUL'
'WAH, MIMPI APA NIH CEWEK POSTINGANNYA DI KOMEN COWOK TAMPAN PLUS TAJIR MELINTIR'
'OK FIX! INI NAMANYA KETIBAN REZEKI NOMPLOK! JANGANKAN DI FOLLBACK DIDILIRIK SAJA KITA KAGAK'
'KALAU JADI NIH CEWEK GUE BAKAL LANGSUNG DM GHEO BUAT DIJADIIN ISTRI WKWKWK'
Itulah sebagian kecil komentar dari para netizen, Mendadak nama Gheo tranding di Instagram. Sedangkan Yura sama sekali tidak tahu karena wanita itu telah sampai ke alam mimpi alias sudah molor.
Gheo mengeram kesal karena komentarnya tak juga di balas oleh Yura, Malahan banyak sekali akun yang tidak dikenalnya mengirimkan pesan yang alay menurutnya.
Karena tak juga mendapat tanda-tanda kalau Yura akan membalas, Maka Gheo memutuskan untuk tidur! karena besok dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk berangkat ke Bali untuk memulai membuka cabang perusahaan di sana.
*
*
*
"Ini tidak bisa terjadi Kaisar!! Tidak semudah itu mengakhiri pertunangan yang sudah berjalan selama 2 tahun ini!" Dengan penuh emosi seorang pria yang duduk di atas kursi roda menatap nyalang ke arah seorang pria yang tak lain adalah anaknya.
Pria itu menundukkan wajahnya karena ia juga sama-sama tengah menahan emosinya.
"Tapi Pa?! Apalagi yang harus aku pertahankan!! Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini dengan Ernet." Kali ini Kai tidak lagi mengalah dan menipu semua orang. Ya, Kaisar sudah sangat lelah jika harus bersikap baik-baik saja di hadapan semua orang termasuk keluarganya.
"Apa kamu menyukai seorang wanita? Bukankah selama ini kamu juga terang-terangan menjalin hubungan dengan sepengetahuan Ernet?" Pria paruh baya itu meskipun duduk di kursi roda tetap saja auranya sangat menakutkan. Siapapun yang berhadapan dengannya pasti akan merasa seperti diintimidasi.
"Aku kali ini bersungguh-sungguh Pa! Dia wanita yang aku cintai! Aku akan memperjuangkan cinta ku padanya." Kai berdiri dari duduknya lalu bersimpuh di hadapan Papanya "Aku mohon! Jangan paksa aku untuk terus bertahan, Aku sudah tidak sanggup jika terus menerus berpura-pura kalau hubungan ku dan Ernet baik-baik saja." Kaisar berkata dengan sangat pelan seperti sedang menahan tangisnya.
Papanya menghembuskan nafasnya dengan kasar, Biar bagaimanapun Ernet juga pernah menolong dirinya. Tapi Dia juga tidak mau mengikat anaknya dalam sebuah pertunangan yang sampai saat ini tidak ada ujungnya. Apalagi dengan jelas Kai sudah tidak ingin melanjutkannya lagi.
"Apa wanita itu juga mencintai mu?" Kali ini Pria itu mulai menurunkan nada bicaranya, Lalu dengan perlahan dia menyuruh Kai berdiri dan kembali duduk di sofa seperti semula.
"Tidak! Maksud ku belum mencintai ku, Aku yakin akan segera mendapatkan hatinya setelah melihat perjuangan ku." Kai memberanikan diri untuk menatap Papanya yang sudah mulai berbicara dengan tenang Padanya.
"Mengapa kamu begitu yakin kalau wanita itu akan membalas cinta mu?"
"Aku yakin sekali Pa, Jika tidak memiliki perasaan padaku tidak mungkin dia memberikan kesempatan untukku." Kaisar begitu senang karena sepertinya kali ini Papanya tidak akan menentang keputusannya untuk mengakhiri pertunangannya dengan Ernet.
Bersambung 💞💞💞💞💞