kehilangan seorang istri membuat Erlangga kembali lagi menjadi gunung es . Kekejamannya kembali semula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
" stop mas ! geli. " Keluh Nerin kesal sekali dengan tingkah laku suaminya yang langsung saja menerjang dirinya . Apakah tidak merasa lelah , seharian bekerja . Bahkan tidak istirahat sama sekali .
" Tolong mas jangan seperti ini , aku sedang tidak mood ." ucap Nerin lagi
Erlangga mendengkus lalu berkata" kamu tidak merindukan ku sayang ?" tanya sambil memalingkan wajahnya .
" Bukan begitu mas , kamu baru saja pulang . Bersih bersih terlebih dahulu lalu isi perutmu . Aku gak mau ya kalo kamu sakit . " Ujar Nerin sedikit merayu sambil tersenyum lembut , membelali wajah suaminya dengan sayang .
" Itu bisa nanti sayang ." Tetap saja Erlangga menolak , wajah pria itu memerah sebab sedang menahan hasrat .
" baik lah , Janji hanya sebentar . Setelah " belum sempat Nerin melanjutkan ucapanya bibirnya di bungkam oleh bibir suaminya , ciuman itu semakin dalam .
Erlangga tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini terlebih lagi sudah mendapat lampu hijau dari sang istri , Pria itu terlihat kesetanan mencium bibir Istrinya sangat rakus .
Nerin dia hanya pasrah menikmati sentuhan suaminya , yang membuatnya hanyut mengikuti permainan yang di pimpin oleh suaminya itu .
Kini Keduanya sudah saling menyatu ******* demi ******* mengema di ruang kamar itu . Untung saja kamar itu kedap suara jadi tidak akan ada orang yang mendengarnya .
Hingga ke titik pelepasan , " trima kasih sayang . Cup ," Erlangga mengecup dahi sambil menatap wajah istrinya yang terlihat kelelahan lal
Nerin tak menjawab sebab wanita itu sudah lemas , hanya mengembangkan senyum manis saja .
Kali ini tubuhnya be remuk , sedikit ada luka memar .
...****************...
Di Mansion keluarga Gavin
Aldi kembali lagi ke mansion milik Gavin bersama beberapa bodyguard setelah Tuanya pulang .
" Kenapa kalian datang lagi ha !" bentak Nyonya Winda menatap tajam Aldi , namun pria itu hanya menyunggingkan bibirnya tipis .
" kami hanya melaksanakan perintah dari Tuan muda kami . Tuan muda kami hanya memberikan sedikit waktu untuk memastikan Nona kami baik baik saja . Tapi nyatanya Nona kami mendapatkan luka . ya walau pun hanga luka ringan . Itu lah sebabnya Tuan Muda kami sangat marah . Mengutus kami untuk mengusir Nyonya ke luar dari rumah ini sekarang juga . " ujar Aldi menjelaskan menatap nyalang Nyonya Winda yang menatapnya tidak bersahabat .
" Bukan kah Erlang sudah menghancurkan perusahaan kami ! Apa tidak puas juga !" Bentak Nyonya Winda mengebu gebu .
Jika keluar dari ruah ini kemana dirinya akan tinggal pikirnya .
" Saya sudah menjelaskan tadi Nyonya . Jika Nyonya tidak mau keluar dengan cara baik baik . Kami akan mengusir anda dengan cara kasar ." Aldi kembali menegaskan agar Wanita setengah baya itu mengerti .
Nyonya Winda tidak tau lagi harus buat apa kali ini ia tidak berkutik , ia pun berkata " Baik lah ." Pasrah saja , Tidak ada lagi yang bisa membantu dirinya , yang terpenting ia bersama dengan putranya .
Langkah kaki Nyonya winda berhenti , ketika mendengar Aldi mengatakan
" Oh ya Nyonya , Biar Tuan Gavin di rawat di rumah sakit . Biar semua biayanya akan di tanggung Tuan kami . Itu pesan Tuan muda kami ! " ujar Aldi menjelaskan
Nyonya Winda mengangguk menjawab Aldi , sebelum akhirnya ia pun mulai menaiki anak tangga satu persatu .
Aldi membalas Pesan dari Tuan mudanya .
Setelah mengantar Tuan mudanya Satu jam yang lalu , Aldi bertemu klian di Restoran tepat pukul 19.30
Kini pukul 21.00 malam Aldi bergegas ke rumah Nyonya Winda untuk melaksanakan tugas di berikan Tuanya .
Bersambung