NovelToon NovelToon
Lelahnya Seorang Istri

Lelahnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:200.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: roliyah

Kinanti Larasati, seorang ibu rumah tangga yang sudah memiliki 2 orang anak. Kesehariannya hanya mengurusi urusan rumah dan buah hatinya.


Sebagai seorang istri, Kinanti ingin diperlakukan manis oleh sang suami, tapi nyatanya, suaminya itu tidak peduli. Yang ada, suaminya itu selalu mengomel dan menuntut setiap apa yang dikerjakan oleh Kinanti.

Hingga suatu hari, Kinanti lelah dengan sikap suaminya yang tidak memperdulikannya dan juga kedua anaknya.

Follow Ig dan FB othor.
- Ig : Roliyah579
- FB : Roliyah Roliyah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Pagi ini moodnya Yoga benar-benar buruk, setelah tadi ia melihat Kinanti sarapan bersama Kevin, dan dari mana Kevin tahu kalau Kinanti menginap di resort ini. Apa jangan-jangan Kevin menguntit nya kemarin.

Yoga mendengus ke arah Kinanti. Perempuan yang menjadi istrinya terlihat tidak terganggu dengan kehadiran Kevin. Bahkan Kinanti begitu akrab sekali dengan Kevin. Lelaki yang kini ia anggap rival.

"Papa ayo kita berangkat," ujar Amar yang sudah berdiri di luar rumah.

"Ya, sebentar," sahut Yoga.

Setelah di rasa sudah lengkap barang yang akan di bawa, Yoga segera keluar dari rumah. Mereka berempat berjalan beriringan menuju mobilnya.

Pagi ini jalanan tidak terlalu padat, sehingga perjalan ke tempat renang cepat sampai. Amar dan Sasa segera keluar setelah Yoga memarkirkan mobilnya dengan Aman.

Senyum merekah dari kedua kakak beradik itu. Liburan sekolah kali ini benar-benar menyenangkan. Sang papa mewujudkan keinginan dua bocah itu. Rasanya Amar dan Sasa sudah ingin segera nyemplung ke kolam renang.

Dengan tak sabarannya, Amar dan Sasa mendahului Yoga dan Kinanti. Kedua bocah itu saling bergandengan memasuki pintu masuk kolam renang.

Setelah membeli tiket, keluarga kecil itu pun masuk. Suasana di sana sudah sangat ramai, mengingat hari ini hari libur sekolah. Yoga mencari tempat untuk menyimpan barang bawaannya.

"Kita duduk disini," ucap Yoga. Lalu barang bawaannya diletakkan di sana. Amar dan Sasa langsung membuka pakaian luar, dan kedua bocah itu sudah memakai baju renang dari penginapan. Setelah itu Amar dan Sasa segera loncat ke dalam air.

"Kamu gak ikut renang?" tanya Yoga kepada Kinanti.

"Gak, aku lagi malas. Kamu aja mas yang nemenin anak-anak," jawab Kinanti.

Yoga mengangguk dan Yoga membuka baju dan celana Levis nya. Yoga segera menyusul Sasa yang sudah nyemplung ke kolam renang.

***

Kinanti tampak serius dengan ponselnya, membuat hati seorang Yoga penasaran dengan apa yang dilihat Kinanti dan detik berikutnya, Yoga melihat seutas senyum terbit di bibir Kinanti. Dan hal itu sukses membuat Yoga semakin penasaran.

Baru saja akan naik, Sasa memanggilnya.

"Pa, temenin Adek naik perosotan." Pinta Sasa.

Mau tidak mau Yoga menuruti permintaan Sasa. Terpaksa Yoga harus menahan rasa ingin tahunya.

Setelah menemani Sasa main perosotan, Yoga segera naik dari kolam renang.

"Papa udahan renangnya," ujar Yoga kepada Sasa dan Sasa mengangguk. Lalu Yoga segera menghampiri Kinanti yang ternyata masih fokus dengan ponselnya.

Rasa ingin tahunya, Yoga mempertajam pandangannya ke arah layar ponsel Kinanti. Akan tetapi, tingkahnya ketahuan oleh Kinanti dan Kinanti langsung mematikan ponselnya.

"E'hem." Yoga pura-pura berdehem, karena ketangkap basah sedang mengintip ponselnya Kinanti.

"Aku mau ke kamar mandi," ujar Yoga.

"Ya," jawabnya.

Yoga mengambil pakaian ganti sambil melirik Kinanti. Yoga mendengus karena tidak dapat mengetahui penyebab Kinanti senyum-senyum sendiri.

Matahari kini berada di puncaknya, memancarkan sinar mentari yang sangat terik. Amar dan Sasa berhenti berenang dengan tubuh menggigil.

"Sudah renangnya?" tanya Kinanti.

Kedua bocah itu mengangguk bersama, lalu Kinanti mengajak Amar dan Sasa mandi. Cukup lama Kinanti mengantri dengan pengunjung yang lain. Selesai mandi Amar dan Sasa kembali ke tempat semula dan menyisir rambutnya.

"Mama Abang lapar," ungkap Amar.

"Ayo kita cari makan." Yoga yang menjawab, lalu Yoga mengajak kedua anaknya mencari makan. Sedangkan Kinanti tetap menunggu di sana. Bukannya tidak mau ikut, sudah dari tadi Kinanti makan terus.

Makanan yang di pesan Amar dan Sasa tidak jauh-jauh dari yang namanya mie, sosis bakar, dan lainnya.

***

Keluarga kecil Yoga pulang ke resort menjelang sore. Walau hanya berenang, tapi membuat mereka kecapean dan setibanya di penginapan mereka langsung beristirahat. Tapi tidak untuk Kinanti, ia memilih duduk sambil menonton Drakor dari ponselnya.

Saat tengah asik menonton Drakor, tiba-tiba ponselnya berdering.

"Raka ...," gumam Kinanti. Segera Kinanti menggeser tombol hijau.

"Halo ... Kenapa, Ka?" jawab Kinanti.

"Kakak lagi dimana?" tanya Raka.

"Lagi di puncak. Kenapa memangnya?"

"Oh ... Kirain kakak pergi kemana. Soalnya aku lagi di rumah kakak. Rencananya mau nginep, tapi kalau kakak lagi di puncak, terpaksa aku pulang ke apartemen saja," ucap Raka. "Tapi kakak baik-baik saja kan?"

"Tenang saja ... Kakak baik-baik saja kok. Harusnya tadi nelpon dulu sebelum ke rumah kakak."

"Aku pikir kakak gak lagi liburan. Makanya, aku sengaja gak beritahu kakak, tapi ya sudah aku pulang saja. Maaf ganggu liburan kakak."

Setelah itu telpon pun terputus dan Kinanti melanjutkan nonton Drakor.

Siang yang cerah, kini berganti dengan malam yang bertabur bintang. Malam ini Yoga mengajak keluarga kecilnya makan malam di restoran yang ada di resort.

"Mas, aku gak ikut makan malam," ucap Kinanti seraya memegangi perutnya.

"Kenapa? Apa kamu sakit?" jawab Yoga. Terlihat jelas wajah Kinanti sedikit pucat.

"Iya ... Perutku sakit. Biasalah kalau lagi datang bulan," ujar Kinanti.

Yoga mengangguk ngerti. Memang setiap Kinanti datang bulan pasti perutnya sering sakit.

"Kalau gitu kita pesen makanan saja," ujar Yoga.

"Jangan. Kasihan anak-anak. Aku gak apa-apa gak ikut makan malam."

"Tapi ...." Yoga tampak ragu untuk meninggalkan Kinanti sendirian. Namun, melihat kedua wajah polos anaknya dan tidak ingin mengecewakannya, akhirnya mau tidak mau Yoga tetap makan malam di luar, walau masih satu resort.

"Baiklah ... Tapi kalau kamu butuh sesuatu, tolong segera telpon aku," ucap Yoga.

"Iya ...."

"Cepatan pa, adek sudah lapar," seru Sasa yang sudah tidak sabaran.

"Iya-iya, ayo kita berangkat."

Kinanti segera menutup pintunya dan ingin beristirahat sebentar di sofa panjang. Baru saja akan merebahkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

Terpaksa, Kinanti beranjak dari sana. Mungkin ada barang Yoga yang ketinggalan. Segera Kinanti membuka pintu.

Kedua bola matanya membeliak saat tahu siapa orang yang berdirinya di depan pintu.

"Kevin ...." Cicit Kinanti. "Kok kamu ada di sini?" tanya Kinanti

"Sengaja aku datang menemui mu. Aku mau ngajak kamu makan malam." Seraya mengangkat plastik kehadapan Kinanti, dan tanpa permisi Kevin melangkah masuk ke dalam rumah.

"Tunggu. Bisa tidak kita duduknya di luar saja. Aku gak mau sampai ada yang salah paham," seloroh Kinanti.

"Enakan duduk di sini. Lagian di luar dingin," jawabnya tanpa memikirkan perasaan Kinanti.

Kinanti harus putar otak, agar lelaki yang kini sudah duduk di atas sofa pergi dari sini. Jujur, Kinanti ingin mengistirahatkan tubuhnya, mengingat perutnya tengah sakit

"Oke, tapi sebentar saja," ucap Kinanti pada akhirnya.

Kevin pun mengangguk setuju, lalu keduanya segera makan malam bersama.

Kinanti memakan makanannya dengan cepat, ia tidak ingin sampai Yoga tahu kalau dirinya menerima tamu laki-laki. Bagaimana pun juga, ia masih status istrinya Yoga.

Dalam sekejap makanan yang di bawa Kevin sudah ludes dan Kinanti langsung menyuruh Kevin pergi.

"Makasih, sudah bersedia makan bersamaku. Aku pergi dulu," ucap Kevin. Lalu baik Kevin dan Kinanti bangun dari duduknya. Baru saja melangkah keluar rumah , Yoga dan kedua anaknya sudah berdiri di depan rumah penginapan.

Kinanti yang melihat Yoga, langsung membeku ditempatnya.

1
Sri Muryati
Luar biasa
Andriyati
nah kerja di perusahaan besar pasti gaji besar, biaya makan dan perawatan istri aja kikir,, aneh kamu,, mw istri cantik tapi dana sulit,, cihhh
Andriyati
sok banget kamu,, ngasih uang seuprit nuntut nya sak gunung kamu
kkha1010
Luar biasa
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
jujur paling ngak suka sma org hamil minta yg ngak², syukurin ada uang buat beli tiket pesawat..
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Mulutnya Kevin ember bangat..,mereka pisah atau ngak seharusnya Kevin ngak bisa ngomong kayak gitu ama anak²..
harwanti unyil
semoga cepet sehat dn bisa berkumpul sama" lagi
Wongkito Galo
Kecewa
Wongkito Galo
Lumayan
Fitri Oktaviyani
hmmmmmmm ceritanya beda dri yg lain biasanya pengkhianatan berakhir perceraian tp ini beda ending nya bikin bahagia banget 😄😘
Soraya
mksh y thor karyanya🙏👍
Soraya
jejak vote satu
Dewi Dama
bagus bangat end nya..jln ceritanya juga..bagus..tdk ber tele2..terimksih thoorrr...
Soraya
buat nraktir mkn perempuan ada uang buat anak istri gak ada
Soraya
lima ratus buat sebulan, dh gitu masaknya diblg ga kreatif, dia milih mkn diluar, pdhl klo dia mkn diluar bsa hbis lima puluh ribu, sedangkan istri nya diksh lima puluh ribu buat dua minggu, pdhl kerja suami nya dipertambangan, 🤔
Dewi Dama
cerita nya bagus...padat dan singkat...
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Ra2_Zel
yang punya aplikasi F I z z O mampir yuk ke novel ku. Judulnya Bitter Wedding ( Dendam & Cinta )
kurnia rahayu
👍👍👍❤❤❤
Dinda
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!