Sheryl anandia, seorang gadis berusia 23 tahun yang berparas cantik dan cukup pintar.
di tengan banyak kelebihan yang ia miliki, ia memendam kesedihan tersendiri dalam hidupnya. sampai di satu titik ia begitu lelah dan ingin menyusul ibunya yang lebih dulu di panggil yang kuasa
tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain, Tuhan membawanya bertemu dengan seorang pria bernama Mario Kennedy, pria yang belum pernah ia temui ataupun ia tahu, dan tiba-tiba ia di hadap akan sebagai istri orang itu, istri orang asing untuknya
perhatian dan kasih sayang yang di berikan orang itu membuat sheryl begitu nyaman dan bahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bantu aku
Sial memang bagi kinan. saat dirinya ingin lepas dari peran pernikahan yang mengikat lehernya kini malah berganti dia terikat kaki dan tangannya
"ayah berangkat kerja dulu ya" ayah Bimo mengecup kening kinan dalam
dalam benak pekerja di rumah ayah Bimo pasti mereka memiliki tanda tanya besar saat melihat ayah Bimo mengecup kening kinan dengan mesranya
tapi diantara mereka tentu tidak ada yang berani berucap karena ini yang melakukan adalah tuan besarnya, mana berani mereka menyingung sang empu pemegang kekuasaan tertinggi di tempat mereka bekerja. Bisa-bisa mereka di pecat atau mungkin nyawa mereka akan jadi taruhannya
"kembalikan ponselku yah" pinta kinan menengadahkan tangannya
"tidak, ayah gak pengen kamu keluar dari rumah ini" balas ayah Bimo tegas
"mau sampai kapan ayah menahanku begini, kak jemina pasti akan segera pulang dan brian juga. ini sudah lebih dari satu bulan kepergian mereka" balas kinan mencoba menyadarkan ayah Bimo agar melepaskannya
"saya bisa memindahkanmu ke tempat lain" balas ayah Bimo dengan entengnya
"tapi sheryl pasti mencariku yah" rengek kinan
ayah Bimo nampak berpikir "baiklah kau boleh berangkat kerja dan orang yang sudah saya tugaskan menjagamu akan mengikutimu kemanapun" balas ayah Bimo
ayah mengusap kepala kinan dan pergi berangkat kerja
"akkkkkkhhhhh! " teriak kinan saat ayah Bimo sudah pergi menjauh
***
kinan berjalan dengan di ikuti 2 pengawal wanita yang siap mengawasi kinan kemanapun
kinan menghentikan langkahnya saat berada di depan ruangan sheryl "kalian mau ikut masuk? " tanya kinan kesal
"kami di minta gak boleh lebih dari dua meter dengan anda nona" ucap pengawal wanita bernama riana
"ini di ruangan adikku, kalau adikku sampai kesal dan membawaku pulang bagaimana" kinan menatap tajam para pengawalnya "kalian mau di amuk bos kalian" seru kinan dengan nad penuh ancaman
para pengawal itu nampak berpikir
"baiklah nona, kami akan menunggu di depan" balas riana dan di angguki oleh Siska pengawal kinan lainnya
kinan bergegas masuk ruangan sheryl tanpa mengetuk pintu
"sheryl" panggil kinan
sheryl langsung mendongak kala mendengar suara kinan "hei, kau kemana saja? kenapa telponku tak kunjung kau angkat dan pesanku tak kunjung kau balas" tanya sheryl penasaran karena dua minggu ini tak melihat kinan sama sekali
"sheryl bantu aku" tangis kinan akhirnya pecah
"hei kau kenapa" sheryl jadi bingung kenapa kinan tiba-tiba menangis
kinan makin menangis dan menggenggam tangan sheryl "bantu aku sher, bantu aku pergi dari sini" pinta kinan
"ada apa sebenarnya" sheryl membawa kinan untuk duduk di sofa
kinan akhirnya terpaksa menceritakan hal yang menimpanya dan bagaimana ayah Bimo mengurungnya selama ini dan tak mengizinkan dirinya berbicara dengan orang luar ataupun pergi meninggalkannya
"pantas saja kemarin om jordan minta aku datang ke rumah mertua kamu" ucap sheryl mengingat permintaan om jordan yang tak bisa menghubungi kinan sama sekali
"bantu aku kinan, aku gak mau terjebak lagi di sana. aku benar-benar lelah" pinta kinan dengan wajah memelas
"aku kan sudah bilang dari kemarin untuk meminta bantuan ku tapi kau tetap kekeh tidak mau" sahut sheryl dengan kesal
"terus gimana" tanya kinan mulai prustasi
"om Bimo nyiapin pengawal ya" tanya sheryl yang di angguki oleh kinan
"kalau sudah sejauh ini aku harus minta bantuan suamiku, aku pasti kesulitan nyembunyikan kamu kalau gini" balas sheryl
"lakukan apapun yang menurutmu baik" balas kinan
"huuuu giliran yang susah selalu kamu kasih ke aku" gerutu sheryl
sheryl langsung menghubungi suaminya "mas di mana" tanya sheryl
"di kantor, kenapa sayang" balas mario
"mau sheryl kasih kesempatan buat balas dendam gak" tanya sheryl membuat kening kinan mengerut heran
sheryl mulai menjelaskan apa yang menimpa kinan, dan keinginan kinan untuk kabur dari ayah bimo
"gimana mas bisa bantu enggak" tanya sheryl
"dasar tu* b******* k******" mario mengumpat kasar atas kelakuan ayah Bimo
sheryl hanya bisa menjauhkan ponselnya dari telinganya karena umpatan mario
"gak usah marah-marah mas, intinya mau bantu enggak" tanya sheryl mulai kesal
"maaf sayang kelepasan" kekeh mario
"nanti aku akan suruh anak buah mas buat nyulik kinan biar dia bisa menjauh dari tu tua bangka" ucao mario
"ya sudah, nanti sheryl kasih tahu kinan rencana mas" balas sheryl
kini sheryl menghadap kinan "kamu waktu kaya gitu sama om Bimo pakai pengaman gak? " tanya sheryl
kinan nampak berpikir dan menggelengkan kepalanya "enggak " balas kinan
"kalau denger cerita kamu tentang intensitas om Bimo nyentuh kamu gak nutup kemungkinan kamu bisa hamil" ucap sheryl
"gak mungkin, selama ini aku sma brian saja gak hamil" balas kinan "ya walau gak sesering sama ayah sih" tambah kinan
sheryl menghela nafas "tapi gak menutup kemungkinan benihnya bisa tumbuh kinan" ucap sheryl
kinan jadi panik " jadi aku harus gimana? " tanya kinan
"mau minum sekarang juga udah telat karena udah dua minggu lebih" sheryl nampak berpikir
"sekarang gini, kalau misalnya benar kamu hamil gimana? " tanya sheryl
kinan nampak berpikir keras "aku akan membesarkannya sendiri" balas kinan dengan yakin
"kamu gak pengen gugurin aja" tanya sheryl
"gak lah, dosa apa-apa aja gak dia masa main di bunuh" balas kinan
sheryl memeluk kinan "aku akan mengikuti apapun keputusan kamu. dan jangan khawatir aku akan memastikan kamu aman dan kehidupanmu terpenuhi" ucap sheryl
"Terima kasih ya sher, padahal aku jahat banget sama kamu selama ini" balas kinan merasa tak enak hati pada kinan
"ini semua aku lakukan demi ayah, ayah sayang kamu melebihi apapun. kalau ayah sadar pasti dia juga akan melakukan ini untukmu. melindungimu dari apapun" balas sheryl
***
kinan pamit pulang setelah di jam berbincang bersama sheryl
"ayok pulang" ajak kinan pada riana dan Siska yang jadi pengawalnya
saat mobil kinan sudah jalan, orang suruhan mario mengikuti kinan dan segera menghadang kinan di jalan
"ckiiiiit" mobil hitam sebanyak tiga mobil menghadang mobil kinan
"siapa itu? " tanya kinan dengan wajah khawatir
"saya cek dulu ya nona" ucap riana
riana turun dan menatap tajam para pria berbadan besar yang turun untuk menghampiri mobil kinan
"minggir atau mati" ancam pria berbadan besar
terjadilah baku hantam antara riana, Siska dan para anak buah mario yang jelas saja di menangkan mario
kini kinan di bawa oleh anak buah mario meninggalkan riana dan Siska yang jatuh pingsan
"telpon rumah sakit, kasian mereka" ucap kinan
"nanti akan saya hubungi saat sudah agak jauh" balas salah satu pria yang ada dalam satu mobil dengan kinan
"ucapkan Terima kasihku pada bos kalian" ucap kinan
"ini sudah jadi tugas kami nona, sekarang kami akan membawa anda ke tempat yang sudah di siapkan nyonya untuk anda" ucap bawahan mario