NovelToon NovelToon
Brother In Love

Brother In Love

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Teen School/College / Tamat
Popularitas:462.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Bertahun-tahun Ivy membenci kakaknya, Adam. Adam sempurna dalam segala hal, kedua orang tuanya mencurahkan perhatian lebih besar padanya, segala yang yang diungkapkan Adam dianggap serius oleh orang-orang sekitarnya, Adam begitu populer, dan semua suka padanya.
Kecuali Ivy.
Entah sejak kapan ia merasa kalau Adam adalah saingannya dalam segala kehidupan.
Sampai Ivy tahu kalau semua hal yang dilakukan Adam sebenarnya adalah untuk kebaikan Ivy.
Juga sebuah rahasia yang selama ini disimpan Adam rapat-rapat, membuat pandangan Ivy ke Kakak angkatnya itu berubah seratus delapan puluh derajat.

Ivy yang tadinya sangat benci kepada Adam, menjadi bersemangat...

Bersemangat untuk menggoda cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Ivy

"Loh? Mama kok pulang sama Papa? Ada apa nih?!" Ivy dengan ceria turun dan duduk di depan mereka.

Mama melirik leher Ivy. Penuh bekas merah.

Papa melirik Adam, lalu memicingkan mata. Adam hanya menatap balik papanya lalu tersenyum.

"Ivy…" panggil mamanya dengan lembut. "Mama mau tanya sesuatu yang penting, jawabannya menentukan masa depan kamu,"

"Masa depan seperti apa Mah?" Ivy memiringkan kepalanya sambil mengernyit.

"Masa depan seperti… Hem," Mama memikirkan kata-kata yang pas untuk Ivy yang usianya belum cukup. Tapi entahlah apa saja yang sudah Adam lakukan padanya. "Calon suami, kamu mengerti kan, dengan siapa kamu berumah tangga, partner seumur hidup sampai maut memisahkan kecuali salah satu dari kalian berkhianat," Mama sekalian menyindir Papa.

Papa berdecak.

Pipi Ivy terlihat bersemu merah. "Mah, maksudnya apa sih?" tanya Ivy meminta konfirmasi.

"Begini Ivy, sebagai seorang wanita, Mama tahu ada hal yang berbeda dalam diri kamu akhir-akhir ini. Sisi feminin kamu mulai muncul. Mulai dari ingin berpacaran, sampai tadi pagi kamu cemburu sama Mama,"

"Oh," gumam Ivy. "Itu hanya emosi sesaat,"

"Emosi sesaat adalah perasaan yang jujur," ralat Mama. "Apa yang terjadi di antara kalian berdua, Ivy? Tolong bilang pada kami. Kami ingin hal terbaik untuk kalian berdua. Jadi kami tak ingin menduga-duga takut salah nanti tindakannya,"

Ivy menarik nafas panjang. Lalu melirik kakaknya. Ia ingin meminta bantuan untuk menjelaskan yang terjadi, tapi tanpa terduga…

Adam malah bertopang dagu dan menatapnya sambil tersenyum. Seolah pria itu ingin Ivy sendiri yang bilang, ke Mama dan Papa mereka.

"Ehem!" Ivy membasahi tenggorokannya, "A-a-akuuu… Duh gimana ya?"

Ia salah tingkah. Sementara yang lain hanya bisa diam menunggu pernyataannya.

"Y-yaaa, aku tak ingin Papa Mama terlalu menghakimi kami, sebelumnya mohon maaf, tapi…" Ivy menggigit bibirnya seakan sulit sekali ia minta izin untuk Adam ke Papa dan Mamanya.

"Kamu masih perawan?" tembak Papa langsung.

"Erik Woy!" tegur Mama.

"Ya kamu liat mukanya udah pucat begitu! Sedikit lagi kita interogasi dia bisa pingsan, kali!" ujar Papa.

Adam berdehem. "Dia masih perawan kok," gumamnya pelan.

"Benarkah?!" seru Papa dan Mama berbarengan.

"Kamu yakin?"

"Kamu suka sejak dia 7 tahun, masa kau biarkan dia masih perawan?!"

Mama memukul bahu Papa, "Ya sudahlah, bagus kalau begitu! Jangan meniru Papa dan Mama-mu ini," kata Mama. "Kami bukan… Orang tua yang baik," ia menunduk karena merasa malu.

"Apa sih patokan orang tua yang baik? Kami nyaman kok menjadi anak kalian," kata Adam.

"Masa?!" seru Papa.

Kembali Mama memukul bahu Papa, "Makasih ya Adam," sahutnya. "Tapi Mama masih sebal sama kamu!"

"Iya, iya," desis Adam tetap tenang.

"Ivy," Papa mengetuk-ngetuk meja dengan jemarinya, "Kamu maunya gimana sekarang? Semua tergantung kamu,"

"Aku Pah?" mata Ivy membulat.

"Iya, kamu,"

"Hm," Ivy menunduk. "Aku suka Kak Adam,"

"Kalo udah suka terus maunya gimana?"

"Eeeh… Aku ini…" Ivy melirik Adam. Dan dia pun menghela nafas, "aku nggak bisa kalau terlalu cepat begini. Maaf Kak, aku suka Kak Adam, tapi kalo sekarang nikah aku kayaknya belum siap,"

Wajah Adam langsung muram.

Mama menghela nafas sebal.

Papa malah terkekeh.

"Kalo gitu Adam mau dijodohin sama Cassandra," kata Papa.

"Hah?! Kok gitu sih Pah! Jangan dong!!" seru Ivy berdiri sambil gebrak meja.

"Ya gimana?! Kalo dia kelamaan jomblo bisa-bisa dia trauma terus 'belok' gimana? Biar saja dia menumpahkan hasrat ke Cassandra, Papa tinggal bayarin. Apalagi Cassandra dari awal udah suka banget sama Adam. Tiap hari yang diomongin Adam melulu!" sembur Papa.

"Nggak boleh! Kak Adam punyaku!!"

"Kok kayaknya kamu nggak serius, cuma mau jadiin Adam pengalaman pertama aja,"

"Aku suka Kak Adam, kan bisa tunangan dulu sampai aku siap nikah!"

"Memang kenapa kalau nikah duluan?"

"Ya kalau diliat dari sifat Kak Adam, nanti aku dikurung di rumah terus nggak bisa hangout ke mall lagi, gimana?"

"Hah?"

"Hehehe," kekeh Adam.

"Nggak mungkin Adam bakalan karantina kamu,"

"Pengertian aku soal nikah tuh gitu. Waktu Mama nikah sama Papa, Mama kan dirumah melulu, keluar cuma kalo pas ada klien, itu pun ditanya-tanya 'kapan pulang' melulu sama Papa. Jadi kayaknya aku nggak bebas kalo nanti nikah,"

Mama dan Papa terdiam.

Adam kembali terkekeh.

"Mama diam di rumah karena memang mau ngapain keluar rumah, coba?! Kan Mama bisa kerja dari rumah sambil ngawasin kalian," kata Mama

"Tapi pas bercerai, Mama keluar rumah terus," tuduh Ivy

"Ya itu kan karena sibuk nyari pelampiasan buat ngelupain Papa kamu," sahut Mama. Disertai dengan -Lagi-lagi- decakan dari Papa.

"Memang kamu mau keluar rumah mau ngapain?"

"Yaaa aku kan masih pingin seneng-seneng, bebas jalan-jalan, kulineran, ke konser, ke tempat hangout yang belom pernah,"

"Nikah itu pengertiannya Ivy berarti masuk ruang isolasi toh," bisik Papa ke Mama.

"Sekarang aja dia udah dikarantina sama Adam, pas nikah borgolnya jadi dobel. Nggak heran sih dia mikir gitu," bisik Mama.

Adam hanya mencebik. "Ya kamu masih bisa menjelajah, tapi sama aku," desis Adam.

"Kalau ke spa, Kak Adam juga ikut,"

"Nggak, tapi kamu harus ditemani dengan orang yang kukenal baik,"

"Siapa?"

"Lagi-lagi Cassandra. Emang racun tuh cewek…" Gerutu Adam. "Aku nggak pernah memenjarakan kamu, Ivy. Tapi aku hanya membatasi pergaulan kamu. Sekalinya nggak kubatasi, kamu udah jalan sama Maudy Cs. Hasilnya gimana? Aku berbuat begini karena kamu itu menarik perhatian orang jahat terus, tapi sebenarnya bukan itu maksudku…"

"Ya itu nggak baik juga Dam, Ivy nya jadi nggak bisa berkembang. Dia harus belajar cara bersosialisasi. Kamu kan nggak selalu bisa di dekatnya," kata Mama.

"Justru aku pikir Adam sudah berbuat yang terbaik, ya dia menggantikan pekerjaanku sebagai seorang Ayah," desis Papa. "Begitulah seharusnya seorang ayah menjaga anak perempuannya,"

Dan saat itu Adam baru sadar kalau dari tadi sebenarnya Papa berusaha memancing Ivy supaya mengutarakan keinginannya untuk menjadi istri Adam.

Mama sampai menatap Papa dengan mengerutkan keningnya, "Kenapa sih kamu selalu tidak satu suara denganku?" keluh Mama ke Papa.

"Biar seru," Papa terkekeh, "Kamu maunya sekarang gimana?" tanya Papa ke Mama.

"Udah sejak lama Adam minta Ivy jadi istrinya, sejak dia kita cap pedofil," Mama hampir saja tertawa geli. "Adam udah minta kamu jadi istrinya waktu kamu masih 11 tahun," kata Mama.

"Serius Ma?!" seru Ivy.

"Iya. Itu pertama kalinya aku menampar anak laki-lakiku sendiri," desis Papa.

"Jangan buka aib dong. Kondisiku sudah legal untuk menikah. Aku lupa kalau aku dan Ivy beda 7 tahun," gumam Adam.

"Setelah itu dia kembali melamar kamu saat kamu lulus SD, dipikirnya ini di desa kali ya, 13 tahun udah bisa menikah! Bisa-bisa aku didatangi Komisi Anak!" gerutu Papa.

"Aku waktu dilempar hape, sampai nih… Sobek," Adam menunjuk bekas luka di atas alisnya.

"Kata kakak itu jatuh dari motor," sungut Ivy.

"Hehe," desis Adam.

"Halah…" sahut Papa.

"Padahal waktu itu si Adam udah dikejar-kejar sama… Siapa itu Rik namanya? Yang anak anggota DPR itu loh!"

"Loh, aku tahunya yang ngejar-ngejar Adam yang punya usaha property itu lioh! Aku sampai deg-degan itu! Kupikir bakalan jadi besanan konglomerat!" sahut Mama.

Ivy makin panas.

"Ada lagi waktu itu yang yutuber, yang dia nyogok sekuriti komplek buat diizinin masuk ke rumah,"

"Ada juga finalis Puteri Indonesia itu yang sekarang jadi modelnya Desainer Italy,"

"Belom yang-"

"Udah cukup ah!" seru Ivy sewot. "Yang akan jadi istri Kak Adam itu aku! Nggak usah bawa-bawa cewek lain!"

Semua langsung diam.

Ivy terpekik kaget karena tindakannya sendiri.

Lalu dianpun duduk lagi pelan-pelan.

"Hem… Maaf Pah, Mah…" gumamnya.

Papa, Mama dan Tentunya Adam, menunjukan seringai puas.

**

Malam itu.

"Astaga anak-anak kita mau menikah…" Abigail membuka cardigannya dan meletakkannya di pegangan sofa di kamar. Ia menghela nafas panjang dan berdiri di depan ymeja rias untuk membuka ikatan rambutnya.

Erik berdiri di belakangnya sambil membelai pinggul wanita itu.

Wanita kebanggaannya.

"Hey seksi," bisik Erik, "Mau menghabiskan waktu bersamaku malam ini?"

"Nikahi aku dulu," desis Abigail.

"Gimana kalau nikahnya barengan aja sama Adam?"

"Usul yang bagus…"

Erik menunduk untuk mengecup leher mantan istrinya itu.

"Aku kangen…" desis Erik sambil memeluk Abigail. "Aku selalu membayangkanmu setiap bersama yang lain. Karena itu aku berusaha mencari wanita yang sangat berbeda denganmu,"

"Kalau kau tetap cari cewek cantik dan seksi, mereka tidak beda denganku. Carilah yang gendut, tua, dan wajah standar dan bersahaja,"

"Maksudmu kau tak bersahaja?"

"Aku jenis womanizer,"

"Betul juga, aku terlalu munafik,"

"Kau merendahkan dirimu sendiri dihadapanku dalam upaya untuk memikatku ya, itu trik-mu? Membuatku di atas awan sebelum menjatuhkanku dengan keras, lagi dan lagi?"

"Betul," Erik meremas kedua p4ayu-d4ra Abigail dengan posesif.

"Hm, aku suka itu," gumam Abigail saat memiringkan kepalanya untuk menyambut bibir Erik yang seketika memagutnya dengan erat.

1
sukensri hardiati
he..he...he...tulll...
Mia Mustofa
kereen as always lah, udh no word word karya Tante mah
Sha_riesha
bagus
ayu irfan
🥰🥰🥰
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
astaga si adam ye, dia lagi hamil loh hyper banget dah
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
lah udah diperingati malah ngeyel, ambruk kan lu Rick
ahjuma80
tapi g jg gitu sih klo soal usaha, mending pedes drpd ngalor ngidul ga puguh
another Aquarian
dia emang bukan manusia 😅
another Aquarian
pak dokter apal banget dehhh, tukang reparasi korban adam bertahun-tahun ya dok 🤣🤣🤣
another Aquarian
the real psycho, habis dirusak dibetulin 🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
merangkap koki, tukang pel, tukang bersih2, kang angkat galon, kang sopir, kang satpam, pak RT RW Lurah Camat sekalian, borong semua noohhhhh Daaammmmm
another Aquarian
fakboi ketemu fakman 🤣🤣🤣
another Aquarian
kebanyakan cerita anak kok miris latar belakangnya ya..
another Aquarian
ivy masih polos, vs konspirasi 3 orang dewasa di rumahnya 🤣🤣🤣
another Aquarian
yokk gasss yookkkk... 🤣🤣🤣
another Aquarian
astagah papa sesomplak ini ternyata 🤣🤣🤣
another Aquarian
hafal si mama 🤣🤣🤣
another Aquarian
papa cosplay kompor nieh 🤣🤣🤣
another Aquarian
yang 2 cedera karena KDRT 🤣🤣🤣
another Aquarian
adam makin gendeng 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!