Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 - terkejut
Gita dan Weyi selesai dari makan dan membeli keperluan semuanya. Ketika mereka sampai si kembar sudah sadar akan tetapi papa dan mama mereka belum sadar.
"Cekrek" bunyi pintu kamar rumah sakit terbuka dari Gita dan Weyi melihat si kembar sudah bangun dengan ditemani mama nya.
"Eza dan Ezi lihat Kak Gita dan Kak Weyi membawa makanan kesukaan kalian serta buah kesukaan kalian," ucap Gita menghibur keduanya.
"Tapi mama dan papa belum bangun, kata mama Kak Gita orang tua kami sebentar lagi bangun benarkah demikian," ucap Eza bertanya pada Gita.
Gita memandang mama nya, dan memahami kondisi Eza yang bertanya tentang kedua orangtuanya.
"Iya, pasti papa dan mama kalian akan sadar kok, akan tetapi kalian makan buah ini dulu ya, kak Gita dan Kak Weyi akan membersihkan nya okey," ucap Gita menghibur.
"Terima kasih Kak Gita," jawab Ezi yang bersandar.
Weyi dan Gita membersihkan buah dan menyiapkan untuk si kembar dan mama nya Gita. Setelah di rasa selesai mereka memberikan pada si kembar dan menyuapinya.
Weyi yang melihat kelembutan Gita pada si kembar berdecak kagum padanya. Weyi sudah sangat lama mencintai Gita, akan tetapi selalu saja gagal mengungkapkan perasaan. Sampai saat ini pun Weyi masih menjaga perasaannya pada Gita.
Meskipun Gita sudah tahu perasaan Weyi, sengaja di simpan oleh Gita agar Weyi sendiri yang menyampaikan perasaan nya tersebut. Saat Weyi melihat ke arah Gita tanpa pandangan tersebut dilihat oleh Eza.
"Ehem jangan lama-lama mandang nya, mending tembak saja, kan langsung jadian," ucap Eza menyindir.
"Ih kamu bicara apa sih dek?" ucap si Ezi menyenggol adiknya.
"Haha, nggak ada kaka aku tadi melihat cicak dinding kak, diam-diam merayap eeh ada nyamuk lalu di makan," ucap Eza langsung tertawa.
Diikuti oleh Ezi, Gita dan mama Gita yang mendengar guyonan Eza. Weyi yang merasa tersindir ikut tertawa juga dan langsung mengalihkan pandangannya.
"Weyi dan Gita, mama mau mau menemui dokter orang tua si kembar ya, kalian berjaga di sini, tadi suster menyuruh mama ke sana," ucap mama Gita pergi setelah pamit.
Gita dan Weyi melihat mama Gita pergi merasakan sesuatu yang aneh terjadi, hal terjadi apa yang akan terjadi.
"Eza, kenapa kamu malah menangis begitu? orang tua kita baik pastinya," ucap Ezi menghibur adiknya.
"Aku merasa papa dan mama saat ini belum sadar kak, terus bagaimana perusahaan kita akan berjalan? kita saja masih kecil," ucap Eza memikirkan perusahaan papa nya.
"Kalau masalah itu kamu jangan pikirin sayang, Kak Ezi sudah pernah membicarakan hal ini sama papa, kak Ezi memiliki surat mandat siapa yang akan membantu kita menjalankan tugas jika papa dan mama dalam kondisi tidak stabil suatu hari nanti," ucap Ezi mengingat kejadian saat dia berbicara dengan papa nya.
"Kakak serius, memangnya isi mandat nya milih siapa?" ucap Eza penasaran.
"Untuk saat ini belum bisa kakak beri tahu, karena belum memastikan kabar kesehatan papa dan mama kita, ya aku berharap nya sih papa dan mama segera sadar saja," ucap Ezi.
"Aamiin, semoga saja begitu ya kak," ucap Eza.
"Ya sudah karena kita sudah minum obat, kita juga harus istirahat dek, biar dua sejoli depan kita bisa istirahat juga," ucap Ezi sambil tersenyum.
"Maksudnya dua sejoli gimana Ezi?" ucap Gita pada Ezi karena penasaran.
"Kalian berdua itu sudah cocok jadi pasangan, dari tadi Eza bercandaan itu buat Kak Weyi yang mandangin Kak Gita, sudah jadian lah sana, kita sudah bantu ungkapkan perasaan Kak Weyi, sana kalian ngobrol," ucap Ezi langsung menarik selimutnya.
Lagi-lagi keduanya terdiam, perkataan Ezi keluar begitu saja membuat Weyi bingung harus berkata apa kepada Gita. Demikian hal nya dengan Gita bingung memulai pembicaraan darimana.
"Ehm itu, ehm itu," ucap Weyi terbata-bata.
"Kalau kamu tidak mau bicara ya sudah," ucap Gita dengan wajah cemberut nya.
"Gita aku menyukaimu, mau kah kamu menjadi kekasihku,," ucap Weyi sambil menutup mata.
Gita terdiam untuk sesaat akan tetapi dia heran dengan sikap Weyi yang malah menutup mata setelah mengungkapkan cinta pada nya.
"Weyi, kenapa kamu diam setelah menyatakan cinta? harusnya ungkapkan perasaan mu pada ku, kenapa kamu harus diam?" ucap Gita kembali bertanya.
"Aku takut ditolak Gita, karena kamu wanita yang cerdas dan juga baik, pasti banyak yang mengejar mu kan," ucap Weyi langsung bicara tanpa jeda.
"Hihi," ucap Gita tertawa kecil.
"Kok kamu malah ketawa sih, bener nggak banyak lelaki yang menginginkan kamu," ucap Weyi bertanya.
"Emang benar sih, banyak yang menyukai ku akan tetapi aku lebih memilih untuk fokus berkarier, mana juga nyonya Smith menitipkan si kembar kepada ku, jadi fokus Ki hanya pada mereka," ucap Gita menjelaskan.
"Terus kamu terima nggak, terus mereka kerja apa saja?" ucap Weyi makin penasaran.
"Ehm ada yang profesi pengusaha, pengacara, dosen, bahkan kepolisian, akan tetapi tidak aku terima karena aku memang berfokus pada si kembar, walau si kembar membolehkan akan tetapi aku mau profesional mendidik keduanya," ucap Gita kembali menjelaskan.
"Argh, syukurlah ternyata si kembar masih membantu hingga saat ini, memang mereka menepati janji nya, benar-benar anak-anak cerdas," ucap Weyi menyanjung keduanya.
"Maksud kamu apa sih Weyi aku nggak paham?" ucap Gita mulai kepo.
"Haha, nggak ada kok, aku hanya berpikir bahwa semua ini akan terjadi nantinya, jadi bagaimana Gita apa jawaban mu atas pernyataan ku tadi?" ucap Weyi bertanya.
Weyi penasaran menunggu jawaban dari Gita,. Tiba-tiba bunyi pintu terbuka lebar dari mama Gita.
"Kalian berdua mama ingin bicara dengan kalian," ucap mama Gita menyuruh keduanya keluar.
Keduanya pun keluar dari ruangan tersebut. Mama Gita pun mulai bercerita.
"Weyi dan Gita, mama berharap kalian bisa berjaga untuk si kembar ya, sepertinya kedua orang tua si kembar mengalami koma, jadi semuanya pada sibuk nantinya untuk mengurus perusahaan dan juga untuk mereka," ucap mama Gita
"Jadi berapa lama ma kata dokter?" ucap Gita mulai bertanya.
"Kalau mama nya si kembar, mungkin beberapa hari nanti akan sadar sedangkan tuan Smith masih begitu lama," ucap mama Gita menjawab.
Weyi dan Gita hanya terdiam mendengar ucapan mama Gita. Ezi sudah bangun saat mama Gita membuka pintu kamar terbuka. Akan tetapi sengaja Ezi tidak bangun untuk mendengar percakapan mereka. Dan dugaan Ezi benar, maka Ezi pun membuka pintu kamar tersebut dan semuanya terkejut melihat Ezi di hadapan mereka.
🍁🍁🍁
Bagaimana kelanjutan si kembar?
like dan comment ya