Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Penjelasan Dokter
Happy reading readers 📖📖
Tolong bantu aku naiki rate, like dan vote ya readers.👉👈😅😘
........
Dokter yang memeriksa keadaan Cia menghela nafas panjang.
"Dokter, apa yang terjadi pada anak/adik saya?!" Tanya Ibu, Lio dan Vivian serentak.
"Saya sudah memeriksa keadaan pasien, semua nya baik-baik saja bahkan pasien sangat sehat tapi saya sudah periksa keadaan pasien berulang kali tapi tetap saja hasil nya sama.
Secara medis pasien tidak mengalami apa pun tapi yang sangat aneh pasien tidak sadarkan diri namun mengeluarkan air mata terus menerus sampai sekarang.
Padahal seharusnya pasien bisa sadarkan diri secepatnya setelah istirahat beberapa jam.
Namun tak di sangka semua nya di luar dugaan, jujur saja ini sangat aneh dan baru pertama kali terjadi selama saya bekerja sebagai dokter.
Agar pihak keluarga pasien tenang! Saya sarankan kepada pihak keluarga pasien agar pasien tetap di rawat di rumah sakit hingga pasien sadarkan diri.
Saya selaku dokter di rumah sakit ini akan berusaha sebisa dan semampu tenaga agar pasien bisa sadarkan diri." Jelas Dokter pada Ibu, Lio dan Vivian.
"Kenapa bisa begitu dok? Apa yang salah dengan adik saya?" Tanya Lio mengerutkan kening tak puas dengan penjelasan dokter.
"Maaf tuan, saya sudah berusaha sebisa saya selaku dokter di rumah sakit ini, hanya saja sakit pasien ini sangat aneh Tuan.
Saya juga baru pertama kali bertemu dengan pasien yang memiliki sakit yang aneh ini.
Di periksa secara medis pasien sangat sehat dan tidak punya sakit apa pun. Tetapi kalo di lihat dari luar pasien seperti tertekan hingga menangis tak henti-henti.
Seakan pasien bisa mengeluarkan emosi yang seperti menngis namun ia dalam keadaan yang tak sadarkan diri." Jelas Dokter menghela nafas panjang.
"Tapi ..." Lio kecewa dengan jawaban Dokter.
"Yo, tenang nak! Kita harus yakin Cia pasti akan segera bangun." Ibu menupuk bahu Lio.
"...." Lio diam menuruti Ibu.
"Iya kak, yang Ibu katakan benar!" Sambung Vivian mengusap punggung Lio.
"Nyonya, Nona dan Tuan, saya pamit undur diri dulu karena saya masih memiliki pekerjaan yang harus di kerjakan." Dokter mengundurkan diri ingin pergi.
"...." Lio diam.
"Iya Dokter." Jawab Vivian dan Ibu serentak.
Dokter meninggalkan Lio, Vivian dan Ibu yang berada di depan pintu ruang rawat Cia.
Ibu, Vivian dan Lio segera masuk untuk melihat keadaan Cia yang bahkan Dokter pun tidak mengerti apa yang terjadi oleh Cia.
"Huhuhu.. Nak cepatlah bangun!" Ibu memeluk Cia yang masih tidak sadarkan diri berbaring di kasur pasien.
"....." Vivian dan Lio ikut bersedih oleh Ibu yang menangis sembari memeluk Cia yang tak sadarkan diri berbaring di kasur pasien.
Kring... Kring...
Nada dering ponsel Lio berbunyi.
"Ibu! Vivian! Aku terima telpon dulu sebentar." Lio pergi keluar untuk menerima panggilan telpon.
"Iya Kak." Jawab Vivian sedangkan Ibu masih menangis.
Setelah beberapa menit..
"Ibu! Vivian! Aku harus kembali ke kantor karena aku masih memiliki pekerjaan penting yang tak bisa aku tinggalkan." Tutur Lio setelah kembali dari menerima panggilan telpon dari kantor.
"Ya, pergilah ke kantor nak, jangan pikirkan yang lain dulu karena mau bagaimana pun pekerjaan itu merupakan tanggung jawab mu! Ibu dan Vivian akan menunggu Cia di sini." Tutur Ibu menghapus air mata nya.
"Baik Bu, Yo akan segera kembali." Tutur Lio.
"O iya, Vivian Kakak akan segera mengurus mobil mu nanti setelah siap kerja." Sambung Lio lagi.
"Tidak usah Kak! Aku akan mengurus sendiri masalah mobil ini! Kakak selesaikan saja pekerjaan Kakak di kantor." Jelas Vivian menggenggam tangan Lio.
"Apa kamu yakin?" Tanya Lio.
"Iya Kak." Vivian menjawab cepat.
"Ya sudah kalian pergilah, Ibu akan menjaga Cia di sini." Tutur Ibu.
"Apa tidak apa Ibu?" Tanya Vivian dan Lio serentak.
"Tak apa nak, pergilah." Ibu serius.
"Baiklah Ibu." Jawab Vivian dan Lio serentak.
"Bagus! Aku bisa ke gedung restoran yang sudah usang itu untuk mencari petunjuk sekalian!" Batin Vivian.
Lio dan Vivian pamit pada Ibu. Lio berangkat ke kantor sedangkan Vivian pergi ke restoran usang.
......
**Bersambung..
Salam dari...
❤️Yang ku cinta ternyata anak kandung ayah ku💔
❤️Kisah rumah angker👻
❤️Beautiful ceo love story💖
❤️Bereinkarnasi menjadi istri boss dingin💖
❤️Pacarku Sahabat Mantanku💖**
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔