Naura Gracesia wanita berusia 32 tahun nekat terjun ke dunia Mafia demi mencari pembunuh kedua orang tuanya. Dia bahkan membentuk perkumpulan Mafia sendiri demi menemukan orang yang dia cari.
Kehidupan yang dijalani oleh wanita dewasa itu diluar kata normal yang biasa di jalani kebanyakan wanita di luaran sana. Arogan, kejam, dan semena-mena menjadi ciri khas wanita berparas cantik itu.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan pemuda yang usianya jauh lebih muda dari dirinya, pemuda alim dan juga tampan yang mampu menggetarkan hati dan menuntunnya ke jalan yang lurus.
Akan tetapi fakta mengejutkan pun terkuak, pemuda itu ternyata adalah putra dari orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, sekaligus orang yang pernah merawat dirinya sampai dirinya berumur tujuh tahun.
Bagiamana perasaan Naura saat mengetahui bahwa orang yang menghabisi nyawa kedua orang tuanya adalah ayah angkatnya sendiri? dan bagaimana nasib Naura berada di antara Gairah dan Balas Dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Last Episode
"Apa maksud Bapak? Ti-tiada?" tanya Ibra dengan nada suara yang terbata-bata.
"Ayah kalian meninggal dunia pagi ini."
Prank!
Naura yang sedang memegang segelas air pun seketika lemas, gelas yang dia genggam lolos begitu saja dari telapak tangannya. Dadanya tiba-tiba terasa sesak. Bola matanya pun memerah. Pandangan matanya seketika terasa gelap.
"Pa-pah--"
Sedetik kemudian.
Bruk ...
Dia pun ambruk tidak sadarkan diri. Tubuhnya benar-benar jatuh tersungkur di atas lantai. Jiwa seorang Naura tidak kuasa menerima kabar yang sangat mengejutkan tersebut.
"Naura, sayang!" Ibra sontak berteriak histeris.
Ibra benar-benar seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Kabar meninggalnya sang ayah membuat hatinya merasa begitu terluka, ditambah wanita yang baru saja dinikahinya pingsan tepat di hadapannya kini.
* * *
Kepergian sang ayah yang secara tiba-tiba membuat rumah yang semula ramai oleh para undangan kini kembali ramai oleh para pelayat. Satu jam kemudian, jenazah pun datang dan segera di mandikan dan langsung dikebumikan hari itu juga. Sesuai dengan keinginan mendiang, jenazah Gabriel di makamkan tepat di samping Jasmine Salsabila sang istri tercinta.
Kisah cinta sang mafia dan gadis berkerudung putih pun benar-benar berakhir setelah 25 tahun mengarungi bahtera pernikahan. Meskipun sempat di pisahkan oleh jarak dan waktu, tapi mereka akhirnya dipermukaan di surganya di alam sana. Gabriel menghembuskan napas terakhirnya setelah dia menebus kejahatannya walaupun hukuman yang sedang di jalani belum mencapai 15 tahun seperti yang divonis 'kan kepadanya.
Selamat jalan Gabriel, tobatmu benar-benar di terima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tobatnya sang mafia yang telah banyak melakukan dosa besar di masa lalu kini meninggal dalam keadaan tenang dengan di jemput oleh Jasmine Salsabila, wanita yang telah membimbingnya ke jalan yang benar.
* * *
Waktu berlaku dan hari berganti. 2 bulan sudah semenjak Naura dan suaminya kehilangan sang ayah angkat dan ibundanya di rentan waktu yang hampir bersamaan. Luka yang mendalam membuat mereka memutuskan untuk menunda malam pertama.
Bukan tanpa alasan mereka melakukan hal itu. Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin menikmati malam pertama dengan hati dan perasaan bahagia, tanpa beban, tanpa luka dan tanpa kesedihan. Keduanya sepakat dan akan menahan hawa n*fsu yang telah terkalahkan oleh kesedihan yang mendalam.
Malam ini, Naura bertekad akan menyudahi masa berkabungnya. 2 bulan baginya sudah cukup untuk meratapi nasibnya. Sudah waktunya dirinya menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dan melayani suaminya di atas ranjang.
Wanita berusia 32 tahun itu pun nampak sudah mempersiapkan diri dengan memakai pakaian yang di sebut suaminya dengan pakaian kurang bahan. Tubuhnya yang molek bahkan di terlihat menerawang dan begitu menggai*ahkan bagi siapapun yang melihatnya.
Tok ... Tok ... Tok ....
"Sayang? Kamu sudah tidur?" pintu di ketuk dan Ibra sang suami masuk ke dalam kamar kemudian.
Ibra terlihat kecewa karena sang istri benar-benar seperti tertidur lelap padahal dirinya ingin sekali ditemani minum segelas kopi di luar. Dia pun hendak berbalik dan kembali keluar dari dalam kamar.
"Kamu mau kemana, Mas sayang?''
Tiba-tiba saja terdengar suara manja Naura. Tentu saja, Ibra sontak menghentikan langkah kakinya lalu memutar tubuhnya kemudian.
"Temani Mas mu ini minum kopi di lu--" ucap Ibra, tapi ucapannya tertahan di tenggorokan.
"Yakin mau minum kopi?" goda Naura berbaring dengan tubuh se*nya, tanpa selimut tebal lengkap dengan senyuman menggoda juga kedipan mata.
Glegek!
Ibra seketika menelan ludahnya kasar. Dia menatap tubuh sang istri dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan jantung yang berdetak kencang. Sudah lama sekali dia menahan rasa ini, inikah saatnya untuk dia memuntahkan gejolak di dalam jiwanya yang seketika meronta-ronta meminta untuk di salurkan?
"Sa-yang, ka-mu ..." gumam Ibra dengan nada suara terbata-bata.
"Yakin mau ditemani ngopi? Istrimu yang cantik jelita ingin temani tidur, Mas," lirih Naura, dengan nada suara manja menggoda bahkan terdengar se*si di telinga Ibra Pratama.
"Amazing honey. Kamu benar-benar pintar membuat hati Mas mu ini goyah," jawab Ibra seketika berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang.
Naura pun bangkit lalu memeluk tubuh suaminya dari arah belakang. Dia menyadarkan kepalanya di punggung lebar Ibra seraya memejamkan kedua matanya. Tangannya pun melingkar di perut kotak-kotak suaminya itu, lalu mulai turun dan memainkan sesuatu yang tersembunyi di bawah sana.
"Sudah cukup kita menahan malam pertama kita. Sudah cukup aku menahan rasa di dalam jiwaku ini, Mas. Marilah kita bangkit dari keterpurukan dan menunaikan kewajiban kita sebagai sepasang suami istri. Layani aku, Mas,'' bisik Naura, napasnya terasa menyapu permukaan telinga Ibra tentu saja membangunkan gai*ah yang sempat tertahan di dalam sana.
"Hahahaha! Kamu ini aneh, sayang!" Ibra tertawa lepas.
"Aneh? Apanya yang aneh? Apa kamu masih ingin menunda malam pertama kita ini? Sudah 2 bulan lho, 60 hari! Waktu selama itu sudah cukup untuk kita me--" Naura tidak meneruskan ucapannya, saat jari telunjuk suaminya itu seketika di letakan di antara bibir merah merekahnya itu.
"Mas bukan menertawakan kamu, sayang. Bukan kamu yang seharusnya meminta dilayani, tapi sebaliknya. Layani suamimu ini, Naura istriku," ucap Ibra, seketika berbalik dan mengangkat tubuh istrinya lalu mendudukkannya di atas pangkuannya kini.
"Baiklah, Mas Ibra Pratama. Istrimu yang cantik jelita, baik hati dan tidak sombong dan se*si ini akan melayani kamu dengan sepenuh hati. Kamu tahu, memuaskan suami adalah keahlian istrimu ini,'' jawab Naura segera melakukan tugasnya saat itu juga.
Malam yang dingin pun seketika berubah panas. Sepasang suami-istri yang telah menahan has*at mereka selama masa berkabung itu benar-benar meluapkan gai*ah di dalam jiwa masing-masing. Peluh dan keringat pun membanjiri raga keduanya, suara rint*han dan desa*an terdengar saling bersautan memecah keheningan malam.
Sungguh, keduanya begitu menikmati malam ini. Malam yang memang sudah mereka nanti, malam yang akan menyempurnakan kehidupan rumah tangga mereka.
Naura Garcesia akhirnya benar-benar akan menjalani hidupnya dengan bahagia mulai sekarang. Menjadi istri dari pria biasa saja, tapi memiliki sifat, sikap dan kepribadian yang luar biasa. Rumah mewahnya di kota dia tinggalkan begitu saja, kekayaan yang menjadi akar pembunuhan itu dia sumbangkan ke panti asuhan dan panti sosial lainnya. Tak lupa, dia pun menyisihkan sebagian besar untuk anak buahnya dan memastikan mereka bisa memulai hidup baru dengan uang yang dia berikan itu.
Naura benar-benar mengikuti jejak sang ayah angkat. Dia bertaubat dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan dunia mafia. Satu hal yang terselip di relung hatinya kini, semoga Tuhan Yang Masa Esa menerima tobatnya sang mafia yang telah menghabiskan hampir separuh umurnya dengan berbuat dosa.
'Hidup itu tidak akan selamanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Rencana Tuhan kadang lebih indah dari rencana kita yang telah kita persiapkan dengan matang sekalipun. Jangan sekali-kali kamu terkurung dalam dendam yang akan membuat hati dan jiwamu tersiksa. Hidup ini hanya sesaat, akhirat 'lah yang kekal abadi selamanya.'
NAURA GRACESIA
...--------TAMAT--------...