kisah Kiara yang sekarang memasuki kelas 10 di umur nya yang ke 15 tahun, dia harus menjadi gadis yang kuat fisik maupun mental demi mendapatkan kasih sayang dari Keluarga nya.
dan membuktikan sebuah kesalahpahaman yang dituduh kan kepada nya
dapatkah dia mendapatkan kasih sayang dari Keluarga,dan membuktikan bahwa dia tidak bersalah.
Warning ⚠️
dilarang plagiat!cerita murni dari pemikiran saya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.tiga puluh dua
Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.
Oke lanjut part 32......
Kia berjalan menuju pintu utama rumah, perasaan nya mulai resah, perasaan nya semakin tidak enak mendengar suara yg ada di dalam.
"Masuk gk ya,masuk gk ya." Kia ragu untuk masuk kedalam.
"Masuk aja deh."
Cklek
Saat memasuki rumah semua yang ada di ruangan itu mendadak hening melihat kedatangan Kia,Kia yang melihat situasi mendadak hening karena kedatangan nya, merasa canggung bingung harus berbuat apa.
Semua menatap Kia dengan tatapan datar,Kia yang melihat itu hanya tersenyum canggung.
Tanda menyapa mereka, setelah itu langsung pergi dari situasi yang menegangkan itu.
Sebelum benar-benar menjauh Kia sempat mendengar ucapan dari pamannya yang mengatakan.
"Tidak sopan, datang-datang mengganggu suasana, pergi tanpa menyapa, berbeda dengan Tiara anaknya ramah, selalu membawa suasana yang ceria, tidak seperti dia yang selalu membawa suasana buruk." Ucap paman Justin(kakak laki-laki pertama ayah Kia).
Semua yang mendengar ucapan paman Justin hanya terdiam, bingung ingin merespon ucapan nya.
Hening beberapa saat hingga ayah Daniel membuka suara.
"Jadi Kak, apakah kau akan pergi ke perbatasan lagi?" Tanya ayah Daniel.
"Ya seperti yang kau tau,aku ini seorang TNI,aku punya tanggung jawab dalam pertahanan negara,dan aku tidak bisa menentukan kapan aku pergi,dan kapan aku pulang." Ucap paman Justin.
"Kami hanya bisa berdoa, menunggu kepulangan mu,dan berharap semuanya baik-baik saja."kata ayah Daniel.
"Ibu bagaimana keadaan ibu, apakah ibu masih sering merasakan sakit?." Tanya paman Justin.
"Ibu baik-baik saja,selagi semua anak-anak ibu sehat, bahagia,dan rukun." Ucap Nenek Kia.
Sekarang kita beralih ke Kia yang sekarang sedang mengerjakan tugas sekolah nya di kamar nya.
Saat sedang asik mengerjakan tugas nya Kia tidak menyadari bahwa dirinya di perhatikan seseorang sedari tadi.
Seseorang tersebut memandang Kia Dengan tatapan sendu nya, hingga ingatan nya kembali ke beberapa tahun silam.
Flashback on
Saat dia dan bersama tuan besar nya mengunjungi rumah tersebut, karena tuan besar nya ingin mengunjungi cucu nya.
Saat memasuki rumah pemandangan yang pertama yang di lihat nya adalah tuan muda nya sedang bermain dengan gadis kecil dan seorang anak laki-laki,namun gadis kecil itu bukan putrinya melainkan anak dari Adik ipar nya.
Satu pertanyaan yang ada di benak nya adalah
"Dimana gadis kecil yang seharusnya bermain dengan dirinya (putrinya), kenapa tidak ikut bersamanya."
Hingga suara tuan muda nya terdengar.
"Ayah,sejak kapan ayah datang?" Tanya Daniel.
"Aku belum lama disini,dimana cucu ku?"
"Ini disini kan cucu ayah, apakah ayah tidak melihat nya." Jawab Daniel.
"Kenzo,sini sayang kakek rindu pada mu."
Kenzo berhambur ke pelukan kakeknya,saat berada di dekapannya kakek mengelus kepala cucu laki-laki nya itu,dan bertanya.
"Kenzo sayang, dimana adik mu nak?"
"Di dalam kamar kakek."jawab Kenzo polos.
"Kenapa tidak ikut bermain bersama?"
"Tadi Kia kesini ingin bermain juga,tapi Tiara tidak memperbolehkan nya,jadi ayah menyuruh nya untuk masuk ke kamar kek."jawab Kenzo polos.
Kakek yang mendengar jawaban dari cucunya tersebut menatap putranya tajam.
"Ayah bukan maksud ku seperti itu,aku menyuruh nya masuk karena,jika mereka di satu kan mereka akan bertengkar." Ucap Daniel.
"Tidak seharusnya kau melakukan itu, mengasingkan putri mu sendiri."
Lalu setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan Daniel yang menunduk, seseorang yang sedari tadi menyimak pembicaraan tersebut juga ikut meninggal kan nya, mengikuti tuan besar nya.
Sesampainya di depan pintu kamar cucu nya
Pria paruh baya itu terenyuh melihat pemandangan yang ada di dalam kamar tersebut.
Dia melihat cucunya bermain seorang diri dengan boneka pemberian nya,dia kembali terenyuh mendengar ucapan cucunya tersebut.
"Tedy jangan nakal ya, nanti Tedy ndak Kia sayang lagi, emang Tedy mau kaya Kia ndak di sayang karena kata ayah bunda Kia anak nakal,sama anak kulang ajal."
Pria paruh baya itu mengepalkan tangannya,merutuki putranya yang sudah keterlaluan.
"Kiara kakek datang sayang." Ucap pria paruh baya itu membuka tangannya supaya cucunya masuk ke dekapannya.
"Kakeeeek." Kia berlari masuk ke pelukannya
"Kakek Kia kangen kakek,Kia tunggu-tunggu kakek dali kemalin-kemalin Ndak datang-datang."
Oceh gadis kecil itu.
Pria paruh baya itu terkekeh geli mendengar ocehan peri kecil nya itu.
"Maaf ya sayang,kakek sibuk sekali makanya kakek tidak sempat mengunjungi peri kecil kakek yang cantik ini."
"Hihihi ndak apa-apa,yang penting kakek sudah Datang,Kia senang sekali."
"Ayo ikut kakek, sekarang Waktunya kita ke rumah sakit." Ajak pria paruh baya tersebut.
"Mau ngapain lagi kek?Kia nya mau di suntik-suntik lagi?rasanya sakit sekali kek " Tanya Kia polos.
Pria paruh baya tersebut Terenyuh mendengar keluhan gadis kecil nya,ia juga terpaksa melakukan itu,jauh di lubuk hatinya ia merasa menjadi orang yang paling buruk di muka bumi ini, Karena telah menyakiti peri kecilnya.
"Tidak apa-apa sayang,kan ada kakek, Kia sayang kan sama kakek?"
"Iya Kia sayang sekali." Ucapnya mengangguk polos.
"Yasudah ayo, nanti kakek beli kan ice cream kesukaan Kia, setelah dari rumah sakit."
"Bram beritahu dokter kita akan kesana." Lanjut nya.
"Siap tuan besar." Balas seseorang yang menyimak sedari tadi.
Dalam benak nya merasa kasihan melihat gadis sekecil itu,sudah memiliki banyak sekali kepahitan hidup,dan menanggung beban yang seharusnya bukan dia yang menanggung nya,namun apa boleh buat tidak ada pilihan selain melakukan apa yang harus dilakukan.
Meskipun yang berkorban adalah gadis kecil polos, yang tidak tau apa yang terjadi padanya,apa yang menyebabkan dia harus melakukan itu,gadis kecil itu hanya gadis kecil polos, yang selalu di iming-imingi ice cream,dan kasih sayang, setelah menuruti apa yang di suruh semua orang terhadap nya.
Dunia terlalu kejam untuk gadis sekecil itu,dunia seperti tidak adil terhadap nya, tapi inilah takdir dan ini sudah menjadi garis tangan gadis kecil itu.
"Paman selalu berdoa agar kebahagiaan itu segera datang kepada mu." ~Abraham.
Flashback of ✓
Kia yang merasa dirinya sedang diawasi oleh seseorang, mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Betapa terkejutnya ia melihat paman yang selama ini menemaninya,dan paman yang selama ini dirindukan nya.
"Paman Bram,sejak kapan paman disini."
Tanya Kia, sambil beranjak dari kursinya menghampiri Paman Bram.
"Baru saja,apa kabar mu nak?"
"Kia baik, bagaimana mana dengan paman?sudah lama sekali tidak kesini Kia rindu heheh."
"Maaf paman tidak sempat mengunjungi mu, beberapa tahun belakangan ini paman sedang sibuk urusan bisnis paman."ujar Paman Bram.
"Iya tidak apa-apa paman,Kia senang paman akhirnya mengunjungi Kia, Kia pikir paman tidak ikut."
"Iya Paman ikut, karena ada urusan penting bersama ayah dan paman-paman mu."ucap Paman Bram.
"Kau sudah besar sekali ternyata, terakhir paman melihat mu,kau masih kecil sekali sekarang sudah berubah menjadi gadis cantik,bukan gadis kecil atau peri kecil tuan besar lagi "lanjut nya.
Kia yang mendengar ucapan paman Bram, menjadi sedih ketika mendengar kakek nya di sebut,dunia nya terasa hancur kakeknya pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya,lantas kepada siapa lagi ia mengadu,dan berlindung.
Dan benar saja setelah kepergian nya semua hidup Kia hancur,semua berubah yang awalnya keadaan tidak terlalu buruk, menjadi semakin buruk dan tidak ada lagi penengah, karena sosok penengah tersebut telah pulang ke sang pencipta.
"Maaf kan paman,paman tidak bermaksud mengingatkan mu ke pada tuan besar." Ucap paman Bram merasa bersalah.
"Tidak apa-apa paman." Balas Kia menggeleng kan kepalanya.
"Apakah kau sedang sibuk belajar nak? apakah paman mengganggu mu?" Tanya paman Bram.
"Iya Kia lagi ngerjain tugas,tapi tidak terlalu sibuk paman." Jawab Kia.
"Mari ikut paman ke taman belakang, supaya kita bisa bercerita dengan Santai."ajak paman Bram.
"Iya baiklah paman."
Skip
Sesampainya di taman belakang mereka duduk di bangku yang ada di taman belakang rumah tersebut.
Suasana hening sesaat sebelum paman Bram bersuara.
"Apakah perlakuan mereka masih sama terhadap mu nak?" Tanya Bram tiba-tiba.
Degh
Jantung Kia terasa tertancap ribuan benda tajam, saat mendengar pertanyaan dari paman Bram.
Dia harus menjawab apa?ia bingung jika ia jujur sama saja ia sedang membuka aib keluarga nya, jika ia berbohong rasanya sakit sekali, bahwa kenyataan nya tidak sesuai dengan perkataan nya.
"Tidak paman,Ayah dan bundanya Kia sudah berubah kok."jawab Kia berbohong,Kia hanya bisa meremat tangannya Karena gugup.
"Syukur lah, setidaknya tuan besar pergi dengan tenang, meninggal kan peri kecilnya." Sahut paman Bram.
Kia yang mendengar ucapan paman Bram mendadak tatapan nya kosong.
"Seharusnya kakek juga membawa ku supaya aku juga bisa tenang."ucap Kia dalam hati dengan tatapan kosongnya.
"Paman berharap kebahagiaan selalu menghampiri mu nak." Sahut paman Bram.
"Iya Paman, makasih Paman sudah mau datang dan bertemu Kia."ucap Kia tulus.
Paman Bram hanya mengangguk.
Skipp
Rumah sudah sepi kembali, semuanya sudah kembali ke rumah nya masing-masing,kini kia kembali ke aktivitas nya tadi, yaitu mengerjakan semua tugas sekolah nya.
Setelah nya ia lanjut untuk belajar karena ujian kenaikan kelas akan segera tiba.
Hari yang paling Kia takuti kali ini, karena ini yang menentukan nasibnya bagaimana kedepannya, mengingat ancaman ayahnya yang mungkin saja terjadi.
Ia tidak mau jika harus berpisah dengan seluruh keluarga nya, walaupun keluarga nya tidak menganggap nya ada.
Author POV:
"Apaan sih Kia t*lol banget jadi orang, udah tau keluarga nya begitu masih aja mau bertahan."
"Kalau author sih mending kabur,eh engga deng soalnya gk punya uang heheh😅,masih butuh uang mama sama ayah hahaha, paling bener tetaplah hidup walaupun beban keluarga wkwk."
"Kia lanjutkan aja ya jadi beban keluarga nya,dari pada jadi gembel wkwkwk."
Apaan sih author makin gk jelas skip skiiiiiip
POV end.
Kia semakin gelisah ia takut ketika nanti nilainya tidak sesuai dengan ekspektasi nya,dan kembali kalah dengan Tiara.
Kali ini ia bertekad keras untuk bisa menyaingi Tiara walaupun rasanya sulit bagi kia.
Nah waktu yang di tunggu-tunggu tiba...........
Lanjut part 33....
Assalamualaikum author balik lagi setelah sekian lama,makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya, karena itu yang membuat author semangat update ( ◜‿◝ )♡
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)
Please jangan tanya author kapan end nya🥲
Soalnya author pun bingung end nya mau kapan, soalnya masih banyak konflik yang belum terselesaikan 😭
And jangan berharap author buat kisah tentang Kia sama Zayn bakal romantis atau apalah yang buat para readers salting brutal.
Soalnya author gk tau gimana caranya biar romantis gitu dan buat para readers salting sama alurnya, author cuma modal nonton drakor bukan pengalaman nyata wkwkw.
Apaan sih masih bocil juga, so² an pengen punya pengalaman cinta-cintaan,Pikirin tuh nilai rapot gimana 🙄
Endingnya author kembali ovt sama nilai huhuಥ‿ಥ
Lanjut di part 33yah☺️。◕‿◕。