NovelToon NovelToon
Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pengganti / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.

Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.

Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.

Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

"Astaga, Arista. Kamu kenapa? Mas kata juga apa, langsung ke rumah sakit aja tadi. Ya Tuhan ...! JODIIIIIII ...'' Teriak Louis panik dan segera menggendong Arista dan memanggil Asistennya.

Jodi yang hendak naik ke atap pun seketika panik dan segera berlari menghampiri Tuannya yang keluar dari dalam kamar dengan menggendong Arista.

"Ya Tuhan. Calon Nyonya besar kenapa, Tuan?"

"Cepetan siapin mobil, kita ke Rumah Sakit sekarang juga."

"Terus barbeque'nya gimana, Tuan?"

"Malah ngurusin barbeque lagi. Cepetan ...! Kalau Calon Nyonya besar sampai kenapa-napa kamu saya pecat," bentak Louis berlari keluar dari dalam rumah dengan wajah pucat pasi dan perasaan khawatir.

"Lho, ko saya yang disalahin? Salah saya apa, Tuan?" Tanya Jodi mengekor dari belakang.

"Jangan banyak tanya, gak liat apa Calon Nyonya besar kamu ini pingsan, cepat siapain mobil."

"Iye-iye, Tuan."

Jodi pun berlari mendahului Tuannya dengan tergesa-gesa segera menyiapkan mobil dan membuka pintu mobil agar Tuannya bisa segera masuk ke dalam sana.

Blug ....

Pintu mobil pun di tutup keras sesaat setelah Louis masuk bersama calon Nyonya Besarnya, dan Jodi segara masuk ke dalam mobil siap untuk berkendara.

"CEPAAAAT Jodi CEPAAAAT ..." Teriak Louis menatap wajah Arista dengan tatapan penuh rasa khawatir.

"Iya, Tuan." Jawab Jodi seketika langsung tancap gas.

"Ngebut ya, kalau ada lampu merah terobos aja. Urusan sama polisi biar belakangan saya yang urus," pinta Louis tegas dan penuh penekanan.

"Ba-baik, Tuan. Mudah-mudahan calon Nyonya besar baik-baik aja," jawab Jodi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Dia pingsan, Jodi. Mana mungkin dia baik-baik aja."

"Iya, Tuan. Maaf saya salah ngomong tadi."

"Makannya jangan banyak omong, fokus-fokus ...! Awas aja kalau kita sampai terlambat ke Rumah Sakit," ketus Louis lagi dengan perasaan kesal membuat Jodi hanya bisa mempercepat laju mobilnya seraya menarik napasnya panjang, sangaaaaaat panjang.

'Salah saya apa, Tuan? Dari tadi saya Mulu yang salah,'' (batin Jodi)

♥️♥️

Sesampainya di Rumah Sakit, Louis segera membawa Arista ke ruangan Unit Gawat Darurat dan langsung di sambut dengan ramah oleh beberapa orang perawat dan juga Dokter.

"Maaf, Tuan. Silahkan menunggu di luar," pinta salah satu perawat saat Louis hendak menerobos masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

"Tapi, Sus--"

"Percayakan sama kami, kami akan segera memeriksa keadaan pasien," ucap perawat itu lagi menutup pintu ruangan.

"Ya Tuhan selamatkan calon istriku, jangan sampai engkau ambil dia duluan sebelum hamba mu ini membahagiakan dia," gumam Louis berdoa dengan sepenuh hati dengan kaki yang berjalan mondar-mandir merasa khawatir.

Tidak lama kemudian, Jodi masuk ke dalam ruangan Unit Gawat Darurat dia pun hendak mengatakan sesuatu namun, seketika Jodi kembali merapatkan bibirnya saat Tuannya itu menoleh dan menatap dirinya dengan tatapan tajam.

Takut kena marah dan takut juga salah bicara seperti yang terjadi sebelumnya, Jodi pun lebih memilih diam seribu bahasa layaknya patung yang tidak akan mengatakan sepatah katapun ataupun bergerak sedikitpun karena dia tahu bahwa, Tuannya itu sedang tidak baik-baik saja.

'Yang penting mental aman,' (batin Jodi)

"Jodi ..."

"I-iya ... Iya-iya, Tuan. Ada yang perlu saya bantu?'' Jawab Jodi terbata-bata.

"Sebaiknya kamu pulang ke rumah saya. Temani David, dia pasti bingung karena kami tiba-tiba pergi tanpa pamit." Pinta Louis dengan nada suara lemah.

"Baik, Tuan. Tapi, apa Tuan tidak apa-apa saya tinggal di sini sendirian? Kalau Tuan butuh sesuatu, langsung telpon saya aja ya." Jawab Jodi terbata-bata penuh rasa khawatir.

"Saya udah besar, Jodi. David lebih membutuhkan kamu." Jawab Louis dengan nada suara lembut tidak seperti sebelumnya, sungguh diluar dugaan.

"Baik kalau begitu. Saya pulang dulu, Tuan. Semoga calon Nyonya besar cepat siuman," pamit Jodi lalu memutar badan dan hendak melangkah.

"Tunggu, Jodi."

Jodi pun seketika menghentikan langkah kakinya dengan perasaan was-was.

"Terima kasih, Jod. Saya gak tau gimana jadinya kalau saya gak punya Assisten kayak kamu," ucap Louis secara tiba-tiba membuat Jodi merasa tersentuh.

"Sama-sama, Tu-tuan. Saya permisi."

Louis pun menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.

♥️♥️

Sementara itu, dugaan Louis benar. David mencari keberadaan ayah serta Tante Arista yang sudah berjanji akan mengadakan acara barbeque bersama dirinya. Dia pun naik ke atap untuk mencari mereka, akan tetapi dirinya pun merasa kecewa saat sampai di atap ternyata kedua orang itu sama sekali tidak berada di sana.

"Dadddd ...!" David berteriak memanggil ayahnya.

"Tanteeee ..."

Beberapa kali dia memanggil tapi, dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun. Hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersautan dan peralatan barbeque lengkap dengan stik yang sudah matang tapi, tidak ada siapapun di sana.

"Kemana mereka berdua?" Gumam David duduk dengan mengangkat kaki ke atas kursi lalu memeluk kedua lututnya.

"Dad, Mom ... Kalian dimana?" Gumam David merasa begitu kesepian.

Tidak lama kemudian, Jodi pun naik dan menghampiri David dengan tersenyum penuh rasa iba sebenarnya.

"Den David? Lagi ngapain kamu di sini?" Tanya Jodi duduk tepat di sampai David.

David pun mengangkat kepala lalu menatap wajah Jodi dengan tatapan sayu dan bola mata yang memerah. Guratan kesedihan terlihat begitu jelas dari wajah tampan seorang David.

"Om Jodi? Daddy sama Tante dimana, Om?" Tanya David pelan dan lembut.

"Tadi ada sedikit musibah, Tante ada di Rumah Sakit sekarang."

"Musibah? Tante kenapa? Dia baik-baik aja 'kan? Aku mau ke Rumah sakit, Om. Kasian, Daddy pasti sendirian nungguin Tante Arista di sana,'' pinta David sedikit memohon.

"Kamu di rumah aja ya. Daddy kamu minta Om buat jagain kamu."

"Nggak Om. Aku gak mau di rumah, anterin aku ke sana sekarang juga?"

"Tapi, Den--"

"Pokoknya anterin aku sekarang juga, kalau nggak, aku bakalan bilangin sama Daddy kalau Om gak becus jagain aku, please ..."

'Astaga, ayah sama anak sama aja, bisanya ngancam terus,' (batin Jodi)

"Ya udah Om anterin tapi, nanti kalau Daddy kamu nanyain, bilangnya kamu yang minta ya.''

David menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lalu berdiri dan bersiap untuk pergi.

♥️♥️

Sesampainya di Rumah sakit Jodi segera mengantarkan putra Tuannya tersebut ke tempat dimana Louis berada. Jodi pun menuntun David dan berjalan beriringan dengan dirinya.

Tinggal beberapa langkah lagi, mereka pun hendak sampai di depan ruangan Unit Gawat Darurat namun, tiba-tiba saja David menghentikan langkah kakinya membuat Jodi seketika merasa heran.

"Den David ...? Ada apa? kenapa berhenti?" Tanya Jodi menghentikan langkah kakinya.

"Mommy ...? Om Jodi, aku liat Mommy tadi." Ucap David membuat Jodi semakin merasa bingung.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

1
Bunda Puput
Luar biasa
Mega Wati
malas bca novel klo wktnya krg berkualitas...
ceyemut
tapi panggilan nak untuk adik kayak GK pas saat di baca
Ayachi
Tamak... Tamakk... udah selingkuhi suami sebaik Louis, nelantarin dua adiknya yg Masi kecil lgi, ckckckxk
Ayachi
penyesalan dua kakak? harusnya Arista ga menyesal loh, Arista yg udah ngerawat dan berkorban untuk adeknya sampe meninggal, penyesalan dan kesalahan terbesar itu pada Clara
Muri
parah bangat clara ni lh sdh 2 ade dia tinggal sekarang anaknya sendiri apa ngga ada rasa empatinya atau tobatnya mungkin blm dpt karma atau apa ya yg bikin dia kapokkkk
Alfiyah Hasna
mengapa hrs mirip si Thor Jd krg seru baca nya
hìķàwäþî
gw jg gt kl buat mi..
hìķàwäþî
et dah.. parah amat ibunya
hìķàwäþî
bukannya suami ke 2 clara 8tu bls dendsm krn kakanya clara sdh bikin adiknya mati? mrk ber4 dong?
hìķàwäþî
operasi ap? pengurangn sbagian paru2nya?
hìķàwäþî
msh sepupuan sm cinta laura kiel
hìķàwäþî
bule paham bhs slanknya kita?
MFay
Wkwkk, dah Thor percepat aja jodohnya kasihan dah 3thn menduda eh 😅
Aidah Djafar
David teges buat kebaikan adik2 ny ...👌 like Abang David 👍😂
Aidah Djafar
hahah gitu memang Louis klo punya babby apa lagi kembar 🙄😁
Yuyun Zampiet
thor, kok gak dijelaskan putri sakit apa, trus operasi apa, kan jadi penasaran
Alejandra
Di part sebelumnya 10th kok disini 7th...
Rusmiarsih
kisahnya mulai seru nih
Tungga Langi
aduh gimana yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!