NovelToon NovelToon
Jogja Pada Suatu Masa

Jogja Pada Suatu Masa

Status: tamat
Genre:Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Jogja jadi pilihan Seti setelah kelulusan SMAnya bersama Joe, dan Asri. Hening memilih Jakarta. Lalu Bening dan Joko menikah. Sementara Seto masih dengan pelayarannya. Terlintas persinggungan cerita-cerita hidup yang melintas dan membekas di benak Seti. Seperti roda pedati. Waktu terus berputar, dan Seti masih dengan kedekatan Joe, Asri, dan Hening. Bersama mereka cerita itu terus mengalir...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Dari Beringharjo Ke Pulau Drini

Awal tahun 1995, ....

Seperti biasa, Pasar Beringharjo di pagi hari sudah menggeliat dengan segala aktivitas bongkar muat, dan tawar menawar barang dagangan.

Sisa tetesan air hujan yang mengguyur Jogja semalam tampak menetes dari sela-sela atap terpal yang menaungi salah satu los penjual jajanan di sebelah depan pintu masuk.

Di tengah kesibukan masing-masing los pasar tradisional itu dua pasang kaki terlihat lincah menghindari beberapa genangan air yang menggenang.

Langkah keduanya disambut beberapa ibu-ibu penjual jajanan dengan sapaan berbau rayuan untuk membeli dagangan yang digelar mereka.

Seti dan Asri, pasangan yang dirayu itu membalasnya dengan senyum ramah .... Keduanya terus bergegas meneruskan langkahnya di tengah geliat pagi Beringharjo yang terus menghangat.

***

Beringharjo konon berasal dari kata Bering yang berarti hutan beringin, dan Harjo atau kesejahteraan. Nama ini memiliki arti wilayah yang sebelumnya hutan beringin diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sebagai pusat jual beli kebutuhan sehari-hari yang keberadannya tidak lepas dari eksistensi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Semula Sultan HB I membangun sarana perdagangan melalui pasar tradisional berupa deretan lapak-lapak sederhana yang kemudian berkembang bersamaan dengan semakin ramainya ibu kota Kesultanan Yogyakarta ketika pemerintah Hindia Belanda mulai mengembangkan pemukiman orang Belanda beserta fasilitas publik lainnya di sekitar kawasan pasar tersebut, yang diikuti pula oleh orang-orang Tionghoa.

Sultan HB I menangkap situasi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan pasar yang masih sederhana tapi luas dan ramai itu. Pada tanggal 24 Maret 1925, Sultan HB I memberikan proyek pembangunan los-los pasar kepada Perusahaan Beton Hindia Belanda atau Nederlandsch Indisch Beton Maatschappij.

Pada akhir Agustus 1925, 11 kios telah terselesaikan, dan kemudian yang lainnya menyusul secara bertahap.

Pada akhir Maret 1926, pembangunan pasar bergaya arsitektur Art Deco selesai dan mulai dipergunakan sebulan setelah itu untuk melengkapi pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak tahun 1758.

Sesuai dengan pola tata Kasultanan Yogyakarta yang disebut dengan catur tunggal, Keraton dibangun sebagai pusat pemerintah dilengkapi dengan Alun-alun sebagai ruang publik, Masjid Gede Kauman sebagai tempat ibadah, dan Pasar Beringharjo sebagai pusat transaksi ekonomi. Nama Beringharjo berasal dari kata bering yang berarti beringin dan harjo yang berarti kesejahteraan. Pasar Beringharjo dibangun diatas bekas lahan hutan beringin yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan. Pembangunan Pasar Beringharjo yang modern mulai dilakukan pada 24 Maret 1925 oleh perusahaan beton dari Hindia Belanda.

Interior Pasar Beringharjo merupakan perpaduan antara gaya khas Jawa dan kolonial.

Asri yang walaupun berkali-kali sudah masuk ke Beringharjo, kali ini masih menikmati betul keintiman di dalam bangunan pasar itu.

Tidak seperti bayangan tentang pasar tradisional yang pernah dikunjunginya, selain berbelanja kebutuhan, selalu ada suasana wisata kegembiraan di dalam hati Asri untuk melepaskan segala kepenatan hanya dengan melihat-lihat segala macam dagangan dan aktivitas yang tergelar di Beringharjo.

...***...

Asri menatap punggung tegap laki-laki yang menggandeng kencang tangannya dari depan.

Genggaman erat tangan keras yang mengingatkan wisudanya tahun lalu.

Saat sentuhan tangan Seti merengkuh tangannya. Membagi rasa kebahagiaan kelulusannya di hari wisudanya. Lima tahun sudah dilalui Asri bersama Seti di Jogja.

Tak ada kebahagiaan lain di hari itu ketika kuliahnya akhirnya selesai di tengah badai keuangan keluarganya.

Joko kakaknya akhirnya berpulang tepat satu tahun setelah berulang kali keluar masuk ruang perawatan Rumah Sakit ....

Hal yang sempat membuat Asri terpukul dan berpikir untuk cuti dari kuliahnya ....

Jika tak ada Seti yang lalu memberinya semangat dan menopang seluruh biaya hidupnya selama di Jogja, dan juga Seto teman Joko yang membantu memulihkan keuangan bengkel, bisa jadi Asri belum menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.

***

Selain dari lapak Malioboro, Seti mendapatkan penghasian tambahan yang rutin diberikan kepada Asri dari kedai ikan milik Seto di pantai Drini.

Kedai yang diangankan Joko kakaknya itu akhirnya berdiri hampir bersamaan dengan kuliah Dibyo yang selesai dua tahun lalu.

Yang menyenangkan semuanya, ... Dibyo mau membantu di kedai itu

Semula kedai berdinding kayu sederhana dengan lantai berpasir yang berdiri di tepi jalan dekat ladang bapak Dibyo hanya sesekali disinggahi pembeli.

Hanya Dibyo yang setiap harinya ada di kedai itu.

Seti dan Asri hanya setiap akhir pekan saja datang ke kedai untuk memasok beras atau sayuran kebutuhan kedai.

Tapi karena letaknya yang strategis, dan keberadaan Dibyo yang membantu memasok ikan laut dari pertemanannya dengan nelayan yang singgah pulau Drini perlahan menjadikan kedai ikan Seto menjadi besar.

Selain harganya yang terjangkau dan kesegaran ikan yang disajikan menjadikan kedai ikan Seto semakin dikenal dari mulut ke mulut.

Semakin hari semakin banyak yang berkunjung ke kedai ikan itu, terutama di saat akhir pekan dan hari libur kalender.

***

"Kenapa melamun !" Seti menegur pelan Asri yang dilihatnya tidak memperhatikan genangan air.

Teguran Seti dan suara cipratan air terinjak sepatu kets-nya di genangan air menyadarkan Asri dari lamunannya.

"Ah ... sial, ... hihihi ..." Asri terkikik menyadari sepatunya yang basah sebelah.

Sigap menarik Asri ke arahnya, ... memastikan perempuan terkasihnya menjauhi genangan air tadi.

"Basah ?"

"Sedikit, ... gak apa-apa ... Nanti bisa ganti sendal di kost mu setelah selesai belanja," jawab Asri.

Berbelanja beras, gula merah dan kecap di Beringharjo setiap pagi menjelang akhir pekan menjadi rutinitas baru mereka sambil menunggu jawaban lamaran pekerjaan yang dikirimkan Asri ke beberapa perusahaan.

Dari Beringharjo keduanya berencana singgah dulu ke kost Samirono menengok mbah Jum.

Barulah menjelang sore mereka jalan lagi mengantarkan belanjaan ke kedai ikan pulau Drini yang ditunggui Dibyo.

Si Denok yang bertahun-tahun masih tetap setia dengan tuannya akhirnya terlihat meninggalkan Beringharjo ke arah Samirono setelah setengah jam menunggu Asri dan Seti menyelesaikan urusan belanjaan kedai ikan Seto.

...***...

"Eh cah ayu," suara mbah Jum ramah melihat kedatangan Asri yang berdiri di pintu masuk warungnya.

"Sehat mbah ?" Asri beranjak masuk untuk mencium tangan mbah Jum seperti kebiasaannya.

"Sehat ... kowe sehat juga to nduk ?" Mbah Jum menyambut uluran tangan Asri.

"Seti mana ?" tanya mbah Jum lagi.

"Aku juga sehat mbah, ... Seti lagi ngobrol sama mas Muji, nanti juga nyusul ke sini," jawab Asri menanggapi rentetan pertanyaan orang tua yang sudah dianggapnya sebagai neneknya sendiri.

"Oh... buatkan kopi dulu sana buat Seti."

"Ya mbah." Asri bergegas masuk ke arah dapur, mengambil air panas yang mendidih di atas ceret untuk menyeduh kopi.

Tak lama Seti dan Muji menyusul masuk ke warung, lalu duduk di kursi makan dekat mbah Jum.

"Kopinya satu lagi As ... buat Muji," pinta mbah Jum melihat Seti datang bersama Muji.

"Ya mbah," sahut Asri dari arah dapur.

Tak lama warung mbah Jum ramai dengan tegur sapa akrab setelah Asri mengantarkan dua gelas kopi di meja.

"Kamar mas-mu sudah dibersihkan Set ?" Mbah Jum mengingatkan Seti untuk membersihkan kamar Seto.

"Sudah mbah," jawab Seti.

Setelah diterima kuliah di Purwokerto dan kemudian mulai mendirikan kedai ikan di pulau Drini, akhirnya Seto ikut kost di Samirono menempati bekas kamar Dibyo untuk transit selama bolak balik Purwokerto-Gunung Kidul di awal berdirinya kedai ikan pulau Drini.

Sekarang hanya setiap awal bulan saja Seto menempati kamar itu, sebelum ke Gunung Kidul menengok kedai ikan miliknya.

Seto akhirnya semakin akrab dengan Muji di kost Samirono banyak berpesan kepada Muji untuk selalu mengingatkan Seti tentang kuliahnya.

Tak mau adiknya terbebani apabila diriya menyampaikannya langsung kegundahannya itu.

Lewat Muji-lah Seto banyak menitipkan setiap keinginannya.

Muji yang tahu persis kedekatan kakak beradik itu mengiyakan permintaan Seto.

Sepertinya Seto berharap Seti segera menyelesaikan kuliahnya, sehingga arah hubungan percintaannya dengan Asri semakin jelas.

Pembicaraan Muji dengan Seti tadi juga tak jauh tentang kuliah Seti yang menginjak semester sepuluh.

Sepertinya Seti sedang kesulitan dengan materi skripsinya.

Tidak seperti Joe dan Doni yang tinggal menunggu wisuda, Seti masih disibukkan dengan urusan konsultasi Tugas Akhirnya.

...***...

1
Dhatu Lukita
🌹🌹🫰🫰
Dhatu Lukita
🌹
Dhatu Lukita
gara2 kulino dilarani aku wis ra percoyo karo sing jenenge 'tresno'🤭
Wawan: Ahahaha .... what is the name
total 1 replies
Nawadipta
baru tau🙃
Nawadipta
mitos efektif melindungi pohon 🤣 manusia generasi baru memang gak ada takut-takutnya... 😂
Dhatu Lukita
🌹🫰🫰🫰🫣
Dhatu Lukita
di pikiranku malah tergambar "mengonsumsi kecubung" bukan jamur😄,
koyoe podo halusinasi ne 😄
Wawan: Yups ... bedanya kecubung gak dijual... tinggal petik karena gak perlu diolah 🤭✍️
total 1 replies
Nawadipta
makin kecil porsi makin mewah loh 😂 ta kira karena banyak kucing liar buat di elus. pecinta kucing kecewa 😽
Wawan: Lets go angkringan... miyong rice 🤣🤭
total 1 replies
Nawadipta
mitos populer nih, cukup di bantu tongkat (buta kan) bisa tuh. kalau gak indra arah hilang sama gampang jatoh, bukan di ganggu makhluk halus ya 🤣🤣
Wawan: Setan kok... bener loh 🤭🤣
total 1 replies
Nawadipta
rindu nilai rupiah dulu 🤣
Wawan: Pokoknya wesel sebulan empatpuluh ribu tuh dah kayak sultan 🤭
total 1 replies
Dhatu Lukita
🌹buatmu
Dhatu Lukita
nihh 🌹🫰
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Dhatu Lukita
mawar untukmu biar semangat💪💪💪
Dhatu Lukita
juga mengingatkanku 2010 lalu🤭. haiisshhhh
Wawan: Apa tuh ... 🤭🤭🤭
total 1 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Keren deh💪👍
SANG
Semangat👍💪
SANG
Di rumah👍💪
SANG: Oke bro💪👍
total 2 replies
SANG
Kanjut👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!