Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Karena sebuah kejadian yang tidak disengaja, Reyhan harus menikahi Tia, mahasiswanya sendiri. Meskipun tidak ada rasa cinta di antara mereka, tapi mereka berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Bagi mereka pernikahan bukanlah main-main, dan mereka ingin menikah hanya satu kali dalam hidup mereka.
Di hari ke-tiga usai pernikahan mereka, kekasih Tia yang kuliah di luar negeri, datang. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Yuk simak ceritanya. 😍
NB : Novel ini berhubungan dengan novel yang berjudul "Kisah Cinta Arka".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Sejak pulang dari pesta pernikahan Arka dan Jasmine, Tia jadi pendiam dan sering melamun. Reyhan yang melihatnya pun bertanya - tanya ada apa dengan istrinya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Reyhan sambil membelai rambut Tia.
"Tidak apa - apa Mas, aku hanya lelah," jawab Tia bohong.
"Istirahatlah, aku akan membuatkan susu untukmu," ujar Reyhan.
"Makasih Mas," balas Tia sambil tersenyum. Tia pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menarik selimut hingga ke dadanya.
Setelah keluar dari dalam kamar, Reyhan berjalan menuju dapur. Dia membuat susu sambil mengingat - ingat kejadian tadi siang. Saat Arka bernyanyi tiba - tiba Tia menangis dan saat menyanyi pandangan Arka tertuju pada Tia. Setelah pulang dari acara Tia menjadi murung.
"Sepertinya mereka berdua ada sesuatu, tapi Tia tidak mengatakan apa - apa. Aku tidak mungkin bertanya padanya," gumam Reyhan. Setelah membuat susu, Reyhan kembali ke dalam kamar lalu memberikan susu pada Tia dan berbaring di sampingnya.
"Sayang, kalau ada apa - apa ceritalah padaku. Aku akan mendengarkannya. Anggaplah aku sahabatmu," ujar Reyhan sambil menatap langit - langit kamar.
"Iya Mas, aku mau tidur dulu. Selamat malam," balas Tia lalu memejamkan matanya setelah menaruh gelas di nakas.
***
Setelah makan malam, Arka dan Jasmine kembali ke kamar mereka. Jasmine masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi, mencuci muka, berganti piama tidur, dan melepas bra-nya seperti biasa, karena itu baik untuk kesehatan. Ketika keluar dari dalam kamar mandi, Jasmine melihat Arka sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Kak Arka tidur di sini juga?" tanya Jasmine sambil duduk di tepi tempat tidur.
"Tentu saja. Mau di mana lagi?" jawab Arka cuek.
"Kenapa enggak tidur di sofa aja?" tanya Jasmine.
"Enggak mau, nanti badanku sakit semua. Kalau kamu mau tidur di sofa, tidur saja di sana!" balas Arka.
"Aku juga enggak mau lah, harusnya Kak Arka yang mengalah, kan Kak Arka cowok," ujar Jasmine.
"Berisik! Kita tidur di sini saja berdua. Aku tidak akan menyentuhmu," balas Arka lalu memejamkan matanya.
Jasmine pun berbaring di samping Arka dan menaruh guling di antara mereka lalu menarik selimut hingga menutupi tubuhnya.
"Kenapa kamu tadi menangis?" tanya Arka tiba - tiba tanpa memandang ke arah Jasmine.
"Mmmm haruskah aku mengatakannya padamu?" tanya Jasmine balik.
"Terserah!" balas Arka. Dia pun memiringkan tubuhnya membelakangi Jasmine.
Jasmine pun cemberut mengerucutkan bibirnya, "Oh Tuhan ... apa salahku? Kenapa ditakdirkan punya suami kayak gini?" gumam Jasmine pelan.
"Aku mendengarnya, apa maksud dari kata - katamu 'punya suami kayak gini'?" tanya Arka tetap membelakangi Jasmine.
"Kamu galak, cuek, jutek, dingin, dan tak berperasaan!" balas Jasmine.
"Lalu ... apakamu mau yang seperti ini?" balas Arka sambil membalik tubuhnya mendekati Jasmine dan me nindihnya. Sekarang wajah mereka berhadapan dan sangat dekat. Mata Jasmine membelalak dan napasnya tertahan karena sekarang wajah Arka ada di depannya dengan jarak 3cm. Arka pun merasakan benda kenyal di dadanya. Dia merasakan kalau Jasmine tidak memakai bra karena merasakan sesuatu yang menonjol.
"Tidak! bu-bukan itu ma-maksudku, aku … aku hanya mengatakan yang sejujurnya," jawab Jasmine terbata - bata karena gugup.
"Kalau kamu memang menginginkannya, lepaskan saja pakaianmu. Aku akan melayanimu," ujar Arka meledek.
"Tidak!!! Turun kamu dari tubuhku!" balas Jasmine sambil mendorong tubuh Arka ke samping. Dia sangat gemetar dan takut diapa - apain Arka.
Arka pun berbaring di samping Jasmine kembali ke posisinya semula.
Sial! Kenapa bisa ‘bangun’ begini? Padahal niatku hanya menggoda dia. Kenapa dia begitu berani tidak memakai bra saat tidur denganku. Batin Arka.