Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri Bayaran
Selma terus berlari tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Ketika ia sampai didepan pintu. Awak media telah menantinya.. Melihat Selma yang berurai airmata,Selma menjadi sasaran empuk para Media. Tetapi Selma tak menghiraukan itu. Selma terus berlari menerobos kerumunan Wartawan yang hendak mewawancarainya.
Sementara itu didalam rumah,keadaan semakin tegang karena Andreas yang berniat mengejar Selma tetapi dihalangi oleh ibunya, Emma..
"ibu mengertilah. Sekarang Selma adalah istriku,biarkan aku mengejarnya" Kata-kata Andreas memelas kepada ibunya .
"bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kamu memilih ibu? Lalu mengapa kau harus memperdulikannya?" jawab Emma yang tidak terima melihat Andreas memelas.
"kau ibuku! aku tidak mungkin melepaskanmu tapi Selma sekarang adalah istriku,aku tidak bisa mengabaikannya. Itulah yang di ajarkan keluarga ini padaku." Andreas bergegas berbalik dan mengejar Selma.. Tetapi belum beberapa langkah ia sudah di hentikan ibunya..
"Jika kau berani melangkah lagi,maka aku akan menganggapmu sudah tiada" Kata-kata berakhir dengan tangisan Emma yang pecah..
"Emma.. kau jangan keterlaluan,diluar media sedang menanti kita. Masalah ini akan segera diberitakan jadi pergilah kau Iyas. Kejar Menantu Muda dan bawa ia kembali sebelum pemberitaan ini muncul" Perintah sang kakek yang di turuti Andreas. Andreas pun berlari lagi dan mengejar Selma,tapi hingga keluar rumah Ia tak menemukan Selma. Ia pun gelisah. Ia menelpon Selma beberapa kali tapi tak mendapatkan jawaban..
Ia pun berniat mengejar Selma menggunakan mobil. Sambil mengendarai mobil ia terus menerus menelpon Selma,tetapi jawabannya pun sama. Tidak tersambung..
Selma yang terus menangis tidak menyadari ia sekarang berada dimana. Dengan melihat sekeliling ia pun bingung hingga akhirnya duduk disebuah kursi di bawah pohon. Ia mencoba menyeka beberapa kali airmatanya. Menahannya agar tidak keluar,tapi itu sia-sia. Airmatanya bak luapan air yang tak dapat ditampung oleh bendungan sebesar apapun. Ia hanya pasrah dan menunduk membenamkan wajahnya dikedua telapak tangannya.
Tamparan yang ia terima dari tangan ibunya Andreas membuat memar disudut bibirnya. Membuatnya mendesis kesakitan saat jari-jarinya menyentuh wajahnya. Tapi itu tak ia hiraukan karena luka sesungguhnya berada di hatinya. Sangat dalam dan berbekas. Membuat perihnya tak akan mudah hilang..
Ia masih membenamkan wajahnya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di hadapannya. Ia mendongakkan kepalanya menoleh kearah mobil tersebut. Sedikit kelegaan dalam hatinya mengetahui itu adalah Andreas..
Andreas menghampirinya,mendekat secara perlahan. Selma pun berdiri seperti memang sedang menunggu kehadiran Andreas. Dengan ragu-ragu Andreas melangkah kehadapan Selma. Lagi-lagi tangisan Selma pecah dihadapan Andreas. Andreas yang melihat itu langsung menarik Selma kedalam pelukannya. Didalam pelukan itu Selma menangis sejadi-jadinya hingga membasahi Jas yang dikenakan Andreas..
"Maafkan aku" Kata-kata itu keluar dari mulut Andreas. Membuat Selma manarik badannya dan berbalik membelakangi Andreas..
"ini bukan salahmu,aku yang terlalu emosional" Selma mencoba menenangkan hatinya dan menyeka air matanya. Kemudian berbalik lagi menghadap ke Andreas..
"kau tidak apa-apa?" tanyanya melihat masih ada sisa darah di sudut bibir Selma,ia mencoba menghapusnya tetapi ditepiskan oleh Selma..
"Aku tidak apa-apa.. Ayo kembali.." Selma berjalan kearah mobil dan segera memasuki mobil. Andreas menarik nafas panjang hingga akhirnya kembali memasuki mobil..
"apa kau yakin kita akan kembali?" tanya Andreas meyakinkan..
"lalu apa kita harus pulang dengan keadaan seperti ini?" Selma balik bertanya membuat Andreas bingung menjawabnya..
"aku tidak ingin menghindari masalah ini, terlebih aku tidak ingin membuat hubungan ibu dan anak renggang hanya karena aku,seorang istri bayaran!" Kata-kata Selma membuat Andreas lemas. Walaupun apa yang dikatakan Selma benar,tetapi tidak pernah Andreas menganggap Selma serendah itu..
"hidupkanlah mobilnya..aku akan baik-baik saja" sambung Selma meyakinkan Andreas..
Mobil pun berlalu dari tempat itu. Menuju kembali kerumah utama.