NovelToon NovelToon
Perawan Untuk Duda

Perawan Untuk Duda

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:595.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.

"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"

Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.

jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.

see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Step 30:Mas kenapa?

Atlas menghentikan mobil tepat di parkiran mobil di samping rumahnya. Ranti yang sempat tertidur kemudian bangun saat melihat Atlas yang hendak membuka pintu dengan pelan. Aska juga tertidur dipangkuan Ranti sembari memeluk gadis itu dengan erat.

"Kamu diam saja biar mas yang menggendong Aska," ucap Atlas dengan pelan berjalan kearah pintu Ranti.

Gadis itu benar-benar seringkali mendapatkan Dejavu karena sikap Atlas yang benar-benar kian melembut kepada nya. Bahkan kali ini laki-laki itu mengatakan sebutan mas dengan bibirnya sendiri.

Atlas membuka pintu dengan pelan lalu hendak menggendong Aska dari pangkuan Ranti. Gadis itu tidak sengaja melihat sebuah luka di punggung telapak tangan milik Atlas, memang tidak parah tapi ada sedikit luka yang terbuka disana.

"Bisa tutupkan pintu nya hmm?" Tanya Atlas setelah Ranti keluar dari mobil. Karena menggendong Aska Atlas tidak bisa menutup nya.

"I,,iya mas!"

Ranti mengikuti langkah Atlas memasuki rumah bak seorang anak kecil yang mengikuti ibunya. Benar-benar terlihat sangat lucu dan mereka benar-benar terlihat seperti keluarga sungguhan.

"Loh, Aska kenapa?" Kaget mamah saat melihat Aska yang tertidur di dalam gendongan Atlas.

"Hahaha kecapean kayaknya mah, seharian gak bisa diem hehehe."

Mamah tersenyum senang karena melihat itu, ia benar-benar sangat senang dan tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata saat melihat anak,menantu dan cucunya menghabiskan waktu bersama seharian.

"Bawa ke kamar mamah aja yah, mamah kesepian tau gara-gara kalian ngambil Aska buat tidur diatas."

Atlas dengan cepat menurut dan berjalan menuju kamar mamahnya untuk mebaringkan Aska yang sama sekali tidak terganggu dan masih lelap dalam tidurnya.

"Ini mah dibeliin sama mas Atlas,"ucap Ranti memberikan beberapa totebag kepada mamah dan beberapa totebag lagi masih digenggam oleh nya.

"Wahh mamah kebagian juga? Kok banyak gini?"

Ranti menghela nafas lebih berat lagi karena mendapat pertanyaan itu dari mamah. Dibandingkan totebag yang ada di tangan nya milik mamah bahkan belum sebanding.

"Aku tidak tahu mah, terlalu membuang uang kalau belanja sebanyak ini. Aku sudah memperingati mas Atlas tapi mas Atlas tidak mau dengar," ucap Ranti lesu.

"Sudahlah tidak apa sayang, itu tandanya suamimu sangat menyayangi mu dan tidak segan mengeluarkan banyak uang untuk keperluan mu."

"Hahahah menyayangi mimpi ku!"batin Ranti.

Atlas sendiri sudah naik lebih dulu keatas untuk mandi lebih dahulu. Ranti juga sudah pamit kepada mamah untuk naik keatas.

"Mandilah, air hangat sudah ada disana. Jangan mandi air dingin takut masuk angin,"ucap Atlas tiba-tiba saat Ranti sudah masuk ke kamar.

Laki-laki itu sudah lengkap dengan celana santai juga baju kaos nya. Memang Ranti dan mamah berbincang agak lama dibawah tadi.

"I,,iya mas,"ucap Ranti dengan ragu.

Gadis itu benar-benar hanya bisa diam dan gugup entah kenapa. Sikap Atlas benar-benar mematahkan segala syaraf nya hingga kebingungan sendiri dalam melakukan apapun.

Ranti masuk ke dalam kamar mandi dan hendak membuka baju namun ia ingat belum membawa baju ganti. Ia kemudian keluar mengambil baju ganti dan kembali masuk. Saat ia hendak membuka baju kembali ia ingat belum membawa handuk dan ia keluar untuk mengambil handuk lagi. Beberapa kali ia seperti orang linglung karena tidak bisa berpikir jernih.

Atlas yang sudah duduk di tepi ranjang ikut bingung melihat Ranti yang kelimpungan sendiri.

"Kenapa dia begitu lucu?" Senyum Atlas pelan namun dengan cepat ia kembali memasang wajah datar.

Ranti sendiri merutuki kebodohan nya karena melupakan segala hal. Belum lagi ia bisa melihat kalau Atlas memperhatikan nya sejak tadi.

"Pasti mas Atlas melihat ku seperti orang bodoh tadi,"gumam Ranti menarik rambut nya frustasi.

Atlas sendiri masih saja tersenyum sendiri karena mengingat Ranti yang sedang kebingungan saja terlihat sangat imut dan lucu.

"Wahh bagaimana bisa aku baru menyadari hal itu?" Gumam Atlas pelan.

Ranti keluar dari kamar mandi dengan wajah yang ia coba untuk terlihat biasa saja walaupun sebenarnya ia sangat menanggung malu. Namun saat ia hendak mengambil tempat tidur nya dilantai ia melihat tangan Atlas masih sama dan belum juga diobati oleh laki-laki itu.

"CK,, kenapa mas membiarkan luka seperti ini begitu saja? Kalau dibiarkan bisa infeksi tau!"

Atlas yang memainkan ponselnya kaget karena tiba-tiba saja Ranti datang kearahnya dengan membawa kotak P3K dan duduk di tepi ranjang tepat disampingnya.

"Kenapa mas tidak mengobati luka mas?" Tanya Ranti lagi.

Atlas masih mematung kaget karena gadis itu kini berada tepat didepan nya. Jarak mereka dekat dan ia benar-benar gugup tanpa alasan.

Begitu juga sebaliknya dengan Ranti yang sebenarnya gugup apalagi mendapatkan tatapan seperti itu dari Atlas, ia benar-benar merutuki kebodohan nya karena datang kesana untuk mengobati Atlas. Harusnya ia biarkan saja.

"Ke,, kenapa mas menatap ku seperti itu? Bikin takut aja ah."

Atlas buru-buru memalingkan wajahnya dan ikut gugup karena tertangkap basah oleh Ranti memandang nya sangat lekat.

"Ya,,yasudah obati lukaku,"ucap Atlas dengan nada sedikit bergetar karena gugup.

Ranti hanya diam saja dan mulai mengobati luka ditangan Atlas, ia sebenarnya bingung dimana Atlas mendapatkan luka itu sampai tidak sadar dan membiarkan nya.

"Apa saat mandi tadi mas tidak merasa perih? Kenapa dibiarkan saja?"

"Tid,,ehh perih sih cuma kan gak harus diobati juga. Laki-laki biasa dengan luka seperti ini,"ucap Atlas berbicara tidak jelas.

"Dimana mas mendapatkan luka ini? Perasaan tadi ini belum ada saat kita di kantor."

Atlas tersenyum mendapatkan pernyataan itu dari Ranti. Berarti gadis itu masih sangat memperhatikan nya. Jujur saja itu membuat Atlas merasa sangat senang.

"Kenapa mas malah tersenyum begitu?"

Atlas langsung memasang wajah datar namun ia tidak bisa berhenti untuk tersenyum karena merasa senang.

"Ha? Ditanya malah senyum lagi. Mas sakit?"

Ranti memeriksa keadaan Atlas dengan meletakkan telapak tangan nya di dahi laki-laki itu hingga Atlas terkejut dan merasa ada sesuatu yang mendesak dalam dirinya.

Gadis itu berjarak sangat dekat dengan nya dan jantung nya berdetak sangat kencang. Ia benar-benar diliputi rasa tak karuan malam itu.

"Mas tidak sakit kok, akhh mas kelelahan yah? Yasudah mas istirahat saja keburu makin stress."

Ranti mengepak kotak P3K itu untuk ia kembalikan ke tempat nya kemudian saat ia hendak beranjak pergi Atlas memegang tangan nya dengan lembut hingga ia terpaku di tempatnya mematung dengan keadaan yang sangat kaget bukan main.

"Jangan pergi!"

Deg

...🤎 Bersambung 🤎...

Aaaa jangan pergi..... Hayoo mau apa yah si Atlas? Padahal kan Ranti hanya ingin mengembalikan kotak P3K.

Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

See you guys 🧀

1
Hesti Maka
hai kak maaff baru mampir soalx aku scroll dan novel in sangat bagus..semangat yaaa😍
Dedeh Rokayah
bagus
lian
hadir
Saya Manda
lanjut author semoga makin seru
Saya Manda
siap 2ranti bakal bangun siang loh besok
Saya Manda
biar kan ran atlas merajuk apa dia thn enggak minta jatah aduuh bisa 2
Saya Manda
bener ran atlas memang harus kasih tau dong liat2tempat kali
Saya Manda
aku suka banget gayanya Ranti itu besti laki mna yg ga hmm
Saya Manda
abi si mau nya ranti sekalian cerai kl
Saya Manda
semangat author ya lanjut?
Saya Manda
iiih siranti cepat bang ngsi nya enak kan atlas tu
Saya Manda
kalau saya atlas di kasi jaga jarak dulu biar ngerasain gimana dia dulu nya ke kamu biar bucim?
Saya Manda
laki ma, gitu coba kalau perempuan cuman bisa nangis?
Saya Manda
ayo thuor liatin gaya manja nya ranti secara Ranti kan anak yang baru lulus SMA dan atlas kan duda !!!
Saya Manda
aduhduuuuuu author sampai mau manggrib aku masih seteiii baca Nya lanjut nanti ya besty??
Saya Manda
syukuri loh atlas waktu itu aku sampai manggis loh dgn kelakuan mu tidur aja gak mau seranjang ya kan besty!!!
Saya Manda
Ranti yg baik' terus dulu cuekin atlas biar dia bucim seeeeee bucin3 nya!!!!!
Saya Manda
aku rasa author Nya ramah abis nya byk he hehehe semangat ya ku doakan semoga cepat selesai wisuda nya
Saya Manda
tu....kan baru terasah membutuhkan nya ya besty!!!!!!
Saya Manda
baru kan terasah udah nyakitin hati orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!