Alretta Gabriella Louse seorang gadis remaja berusia 16 tahun.
Afriel Agatha Manthorous seorang CEO muda sukses berusia 26 tahun.
Mereka dipertemukan karena hal sepele yang tidak begitu penting namun setelahnya membuat mereka saling terikat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Haii readers kita lanjut part berikutnya ya semoga kalian sukaa 🤗 oh iya jangan lupa vote, komen dan like nya ya.. 😇
Maaf kalo ada typo-typo nya😌
Love you all 😘
Happy reading ❤️
###
Suara ribut membangunkan alretta dari tidur nya bukan suara pertengkaran melainkan suara afriel yang sedang muntah di kamar mandi.
Alretta langsung menghampiri afriel dan memijit tengkuk afriel.
HOEKKK... HOEKK...
"Sudah mas?" tanya alretta yang melihat afriel lemas dan bersandar di dinding. Afriel hanya mengangguk kan kepala nya.
"Biar aku bikin kan jahe hangat ya mas" ucap alretta lalu memapah afriel ke sofa dan berlalu pergi ke arah dapur.
Saat melihat jam menunjukan pukul 6:15 pagi. Alretta langsung membuat kan afriel jahe panas dan memberikan nya kepada afriel lalu bergegas pergi ke kamar mandi.
"Ini mas jahe nya, aku buru - buru, mas gak papa kan kalo sarapan di kantor hari ini?" tanya alretta sambil berlalu dari hadapan afriel.
"Iya" jawab afriel sembari meminum jahe hangat buatan alretta.
***
Akhir - akhir ini alretta sering sekali menggunakan mobil nya karena ke adaan mendesak juga karena diri nya tidak mungkin berdesak - desakan di dalam bus dengan kondisi nya yang sedang hamil muda.
"Hai al" sapa nana yang kebetulan juga baru sampai sekolah.
"Tumben ko kamu sekarang sering pake mobil sih? Biasa nya juga naik bus" ucap nana entah menyindir atau apa alretta tidak tahu. Ia pun tak menanggapi pertanyaan nana.
"Beuhh shombhong amat tu anak" gerutu nana tak ubah juga mengekor pada alretta.
Alretta yang mendengar gerutuan nana hanya memutar bola mata nya malas. Seperti biasa para siswa selalu menatap kagum lebih tepat nya ke arah nana karena seluruh siswa sudah tau dengan tabiat alretta yang bar bar meskipun cantik tapi itu tak membuat mereka secara terang - terangan mengejar alretta.
Bukan kah sudah di bilang bahwa alretta dan nana sama sama cantik juga pintar hanya saja kelaluan mereka yang berbanding terbalik tapi nana pun tak kalah ganas nya jika ada yang mengganggu kenyamanan mereka berdua.
Suara para buaya pun sudah biasa mereka dapat kan hingga membuat salah satu geng siswi most wanted iri pada mereka meskipun dia juga dapat di kategori kan cantik.
Dia sudah menahan kekesalan nya pada alretta dan nana dia juga sempat senang bahwa ada orang yang dengan terang - terangan selalu memusuhi ke dua nya.
Namun sayang nya orang itu terlalu angkuh dan juga sombong. Ya siapa lagi kalau bukan clara, amel sudah mencoba untuk berteman dan juga ingin bekerja sama dengan clara namun dengan angkuh nya clara menolak tawaran amel.
Sudah lupa kan mereka. Kali ini alretta mengajak nana untuk pergi ke kantin karena ia sangat lapar.
"Na ke kantin yuk" ajak alretta yang menunggu nana karena tadi ia sempat mengabaikan nana.
"Emh baru inget ya cerita nya" sindir nana dengan wajah meledek yang hanya di tanggapi senyum polos alretta atau mungkin pura - pura polos di hadapan nana karena nana tau perangai alretta.
"Males ah ngambek nana" ucap nana pada alretta. Sebenarnya nana tidak marah, ia hanya ingin di bujuk dan di traktir oleh alretta saja jadi dia pura - pura marah.
"Aku traktir deh" ucap alretta memelas.
Dan yes seperti dugaan nana, alretta akan membujuk nya dan mentraktir nya. Asik makan gratis yuhu i am coming. Batin nana yang langsung menampakkan wajah sumringah nya.
"Ayok" ucap nana sembari menarik tangan alretta untuk menuju kantin.
Makan gratis aja baru mau. Batin alretta mencibir nana yang dengan semangat nya menarik tangan nya untuk menuju kantin.
***
Di kantor.
Kini afriel sedang duduk lemas di kursi nya, ia menanti sarapan nya yang sedang di pesan kan oleh lion untuk nya.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu membuat afriel menegak kan tubuh nya, ia tidak mau citra yang ia buat menjadi hancur hanya karena ada seseorang yang melihat nya sedang tidak berdaya.
"Masuk!" ucap afriel tegas.
Lion pun masuk ke dalam ruangan afriel setelah di persilahkan masuk.
"Ini sarapan nya pak" ucap lion memberi kan sarapan pada afriel.
"Taruh saja di sana" ucap afriel sembari menunjuk sofa yang ada di sudut ruangan nya.
"Baik pak" ucap lion lalu pergi dari ruangan afriel setelah menyimpan sarapan bos nya.
"Lion!" panggil afriel yang sedang menatap ke arah lion.
"Saya pak" ucap lion lalu berbalik menghadap pada afriel.
"Apa hari ini ada jadwal meeting?" tanya afriel.
"Ada pak"
"Meeting apa?"
"Tentang pengolahan dan persiapan divisi produksi untuk project bulan ini pak" ucap lion menjelaskan.
"Berikan kepada manager masing - masing aku tidak bisa datang" ucap afriel pada lion. Meskipun dia tidak mengerti tetapi dia hanya menganggukki ucapan afriel dan berlalu pergi setelah di izin kan oleh afriel.
Ketika afriel sedang memakan sarapan nya, tiba - tiba ponsel nya berbunyi, ia merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya.
Terlihat ID call dengan nama orang suruhan nya. "Ada apa?" tanya afriel setelah mengangkat telpon nya.
"Misi selesai pak, tuan anglio memilih harta nya" ucap orang di sebrang telpon.
"Bagus, buang jauh - jauh wanita itu jangan biarkan dia kembali ke sini atau pun kepada keluarga nya. Dan pastikan anglio tidak akan menerima kembali wanita itu!!" ucap afriel tegas.
"Baik pak!" seru orang itu.
"Sampaikan pada anglio jika dia berani menerima kembali wanita itu, maka bersiap lah untuk kehilangan seluruh harta nya" ancam afriel lalu memutus kan telpon sepihak.
.
.
.
.
.
Bagaimana jika besok author up 3 bab untuk mengisi acara malam tahun baruan kalian?
kalau kalian setuju komen ya teman - teman jangan lupa like dan vote nya 😇
-see you next bab 🤗
Stay tune terus ya guys, thankU buat semua nya yang udah setia nungguin aku up.. 🤗❤️
Tinggalkan jejak kalian di komen, like dan vote nya ya... Love you all ❤️