NovelToon NovelToon
Murderer & Love

Murderer & Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Cintapertama / Teen Angst / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:55.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mr A.N

Genre : Action, Comedy, Drama, Harem, Romance, Slice of Life, Psychological.


Sinopsis :

Akibat masa kecilnya yang kurang menyenangkan, menyebabkan seorang pemuda bernama Arya, yang duduk di bangku SMA memiliki kebencian dan dendam pada orang-orang yang telah merendahkan sang ibu.

Ayahnya juga bukan seseorang yang bertanggung jawab. Sang ayah hanya bisa menyakiti hati ibunya dan melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, dia menyimpan dendam dan kebenciannya pada mereka yang telah merendahkan dan menyakiti hati ibunya, terutama pada sang ayah.

Karena dendam dan kebenciannya itu, Arya bertekad untuk membunuh setiap orang yang merendahkan ibunya, bahkan tekad untuk membunuh sang ayah telah terukir dalam hatinya.

Dapatkah Arya membunuh mereka semua yang telah merendahkan ibunya?

Bagaimana nasib sang ayah? Mungkinkah sang ayah juga terbunuh?

Saksikan keseluruhan ceritanya di My Life

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr A.N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Merawat Lucy

Setelah kembali dari membeli bubur, Arya langsung menyiapkannya ke dalam sebuah mangkuk dan memberikannya kepada Lucy. Dia juga menyiapkan obat yang dia beli ke sebuah piring kecil.

"Lucy, ini buburmu."

Arya masuk ke dalam kamar Lucy, melihat gadis itu masih terbaring di kasurnya.

"Suapi aku." Kata Lucy manja.

Sebagai seorang gadis yang sedang sakit, dia ingin sepenuhnya memanjakan diri pada pria yang dia cintai.

Arya tersenyum lembut dan duduk di tepi kasur, lalu menyendok bubur di mangkuk dan menyuapi Lucy dengan penuh kasih sayang.

Lucy yang masih berbaring perlahan duduk. Kepalanya masih terasa pusing dan tidak nyaman.

"Ini, ahm~~~."

Lucy membuka mulutnya dan memakan bubur yang Arya suapkan padanya.

Setelah selesai menyuapi Lucy, Arya keluar dari kamar untuk membiarkan Lucy mengganti pakaiannya.

Setelah mengganti pakaiannya, Lucy meminum obat yang Arya belikan. Dia lalu perlahan berbaring dan menutup matanya, tertidur.

Setelah beberapa jam tertidur, Lucy membuka matanya dengan berat. Kepalanya masih agak pusing, namun pilek yang dia alami sudah mereda.

Menguap, Lucy menyadari jika tubuhnya sedang dipeluk. Dia terkejut dan segera menoleh ke samping, mengetahui jika Arya memeluknya dengan erat, menatapnya dengan penuh kasih.

"Kamu sudah bangun, Lucy? Kemari, biar aku periksa demammu."

Arya tersenyum, menundukkan kepalanya dan menyentuh dahi Lucy menggunakan dahinya.

"Um, sepertinya kamu sudah membaik. Istirahat sebentar lagi, minum obatmu sekali lagi dan kamu akan sembuh, oke?"

Arya mengelus kepala Lucy dengan lembut.

Lucy yang masih linglung itu mengedipkan matanya beberapa kali, lalu berkata dengan cemas.

"Arya, kenapa kamu di sini? Bagaimana jika kamu ketularan sakit? Jangan dekat-dekat, aku tidak mau kamu sakit..."

"Tenang saja, Ratuku. Tubuhku kuat dan aku tidak semudah itu untuk jatuh sakit, jadi jangan khawatir."

"Tapi..."

"Ratuku, tak apa. Jika aku jatuh sakit, aku memilikimu yang akan merawatku, kan?

Lucy mengangguk.

"Nah, kalau begitu bukan masalah."

Arya tersenyum lembut, mengelus kepala Lucy dengan gerakan menyayangi.

Lucy menutup matanya, menikmati kepalanya yang dielus. Melihat Arya begitu perhatian dan merawatnya dengan penuh kasih membuatnya sangat bahagia. Dia sangat ingin menciumnya sekarang.

Tapi karena sedang demam, Lucy mengurungkan niatnya.

"Lucy, apakah ada yang ingin kamu makan untuk siang ini? Jika ada, akan kubelikan. Sebentar lagi masuk jam makan siang."

Lucy berpikir sejenak, lalu berkata.

"Um... Ada restoran keluarga yang baru buka di pusat kota. Bisakah kamu membelikanku sesuatu di sana?"

"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan keluar dulu."

"Terima kasih, Arya."

Arya mengangguk, mengecup dahi Lucy sebelum beranjak pergi untuk membelikan apa yang Lucy minta.

Setelah kurang lebih setengah jam, Arya kembali. Dia membawa beberapa jenis makanan dan menyiapkan semuanya di piring ataupun mangkuk. Dia juga membeli sup.

Memberikannya pada Lucy, gadis itu minta disuapi lagi. Arya tentu tidak menolak. Dia menyuapi Lucy dengan penuh kasih sayang.

Setelah selesai menyuapi Lucy, Arya memberikan gadis itu vitamin dan minuman isotonik.

Lucy menerimanya dan keduanya mengobrol sedikit.

Setelah beberapa saat, suara ketukan pintu terdengar. Arya mengerutkan dahinya, berpikir tentang siapa yang datang bertamu. Dia kemudian pergi untuk membuka pintu.

"Arya, tunggu."

Ketika Arya hendak pergi, Lucy meraih ujung lengan bajunya, menghentikannya.

"Ada apa, Lucy?"

"Itu... Kamu malam ini menginap di sini, kan? Malam ini, bisakah kamu menemaniku tidur?"

Lucy berkata, menatap Arya dengan matanya yang indah. Matanya terlihat lembab, seakan jika Arya menolak dia bisa menangis kapan saja. Wajahnya juga memerah. Bukan hanya karena dia demam, tapi karena dia mengatakan hal yang memalukan.

Lucy merasa seperti bayi yang tidak bisa tidur jika tidak ditemani.

Arya tertegun sejenak, lalu tersenyum lembut.

"Tentu, aku akan menemanimu tidur nanti malam. Juga, kita sering tidur bersama akhir-akhir ini, kan?"

Akhir-akhir ini Arya dan Lucy terkadang tidur bersama, karena Lucy ketakutan sebab Arya pernah membunuh seseorang di depan mata gadis itu.

Oleh karena itu, Lucy mengalami trauma dan tidak bisa tidur nyenyak jika tidak menerima pelukan dari Arya.

Tapi, sekitar dua atau tiga hari lalu, trauma Lucy sudah mulai menghilang, jadi keduanya tidak tidur bersama lagi meski Arya menginap.

Tapi malam ini, hanya untuk malam ini, Lucy ingin Arya menemaninya tidur, dia ingin dipeluk dan dicium sebelum tidur.

Lucy mengangguk pada Arya, lalu pemuda itu keluar untuk membukakan pintu.

Setelah membuka pintu, Arya agak terkejut karena yang datang adalah David. Dia datang dengan sekantong plastik berisi makanan dan obat serta buah-buahan.

"Kak, kenapa kamu disini?"

"Ah, aku izin pulang lebih awal karena Lucy sedang sakit. Bagaimana keadaannya sekarang?"

"Dia sudah lebih baik dan sepertinya sudah tidur lagi."

"Lagi? Maksudmu dia sudah bangun tadi?"

"Ya, dia bangun sebentar dan makan sebentar."

"Baguslah kalau begitu."

David mengangguk, mengerti.

*****

"Kak, ayo bermain game."

Arya duduk bersila di depan TV sambil memegang controler game di tangannya.

David yang mendengar ini menghela nafas.

"Arya, Lucy sedang sakit dan tidak ada yang membereskan rumah. Jadi, daripada kita menghabiskan waktu bermain game, lebih baik kita membersihkan rumah."

David berkata dengan serius tapi Arya tidak menanggapinya, buang muka dan memainkan game seorang diri.

Wajah David berkedut tapi dia membiarkan Arya bermain game karena pemuda tersebut sudah merawat Lucy selama dia tidak ada di rumah.

Setelah tiga puluh menit berlalu, Arya tetap sibuk dengan gamenya sementara David baru saja selesai mencuci pakaian.

Dia menghampiri Arya dan melihat pemuda itu masih bermain game, membuatnya agak kesal. Dia pikir dengan dirinya membereskan rumah untuk beberapa saat, Arya akan merasa tidak enak hati padanya dan ikut membantu.

Tapi sebagai hasilnya, dia malah membersihkan rumah seorang diri.

David kemudian duduk di sebelah Arya dan mengambil controler lainnya dan ikut bermain.

Arya meliriknya dan tersenyum meledek, membuat David berkedut kesal.

Kemudian, David yang awalnya berniat membereskan rumah berakhir bermain game dengan Arya hingga sore hari.

*****

Sekitar jam lima sore, Lucy terbangun dari tidurnya. Dia duduk dan merasa tubuhnya sudah lebih baik, bahkan mungkin sudah sepenuhnya sembuh dari demamnya.

Lucy lalu meletakkan telapak tangannya ke dahinya dan hasilnya, demamnya benar-benar sudah hilang.

Gadis cantik itu lalu beranjak pergi dari kamarnya.

Dia pergi ke dapur, hanya untuk membuat ekspresi suram. Dia melihat jika dapur agak berantakan, dimana peralatan makan yang dia pakai tadi belum dicuci. Dia kemudian menuju ke belakang, melihat jika di mesin cuci masih ada pakaian yang belum dijemur.

Ini membuat Lucy berkedut tanpa henti.

Pergi ke ruang tamu, Lucy menghela napas lega karena di sana masih bersih dan rapi. Dia kemudian ke ruang TV, karena mendengar suara Arya dan David.

Melihat ke dalam, Lucy berkedut tanpa henti. Dia melihat kedua pemuda itu asik bermain game sambil memakan keripik kentang, yang mana kemasan keripik itu sudah kosong dan dibiarkan begitu saja. Karpet ambal tempat mereka duduk bahkan penuh dengan remah dari keripik kentang yang keduanya makan.

Dengan tangan terkepalnya, Lucy mendekati keduanya dan menjitak kepala David.

"Akh! Apa yang...?"

David kesakitan, menoleh ke belakang sambil memegang kepalanya, segera berkeringat dingin ketika mengetahui siapa yang menjitak kepalanya.

"Lucy...?"

"Ya, Kakak? Apakah ada masalah?"

Lucy bertanya, tersenyum namun tidak dengan matanya.

Arya, yang duduk di sebelah David terdiam, merinding melihat senyuman Lucy. Hanya melihat tatapannya saja dia tahu jika gadis ini sedang marah pada keduanya.

"Kenapa rumah dibiarkan berantakan? Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?"

Lucy bertanya dengan dingin.

"Arya!"

"Kakak!"

Baik Arya ataupun David saling menunjuk, jelas tidak mau disuruh bertanggung jawab atas apa yang terjadi tentang rumah berantakan.

Lucy melirik Arya sejenak, lalu mengalihkan pandangannya ke David.

"Kakak, tolong bereskan rumah, ya? Kamu sudah bermain game seharian, kan?"

"Tunggu, kenapa hanya aku?! Bagaimana dengan Arya?!" David berkedut, merasa tidak adil.

"Arya sudah merawatku saat aku sakit, jadi setidaknya dia harus berbagi beban denganmu, Kak. Arya merawatku, sementara kamu membereskan rumah. Itu cukup adil."

Lucy acuh tak acuh pada David, namun dia menatap Arya dengan senyuman manis seperti biasanya, membuat pemuda itu menghela napas lega.

Lucy benar-benar menakutkan jika sudah marah, jadi Arya bersyukur dia tidak terkena ocehannya.

"Ini tidak adil! Lucy, aku kakakmu, aku juga bekerja siang dan malam, jadi seharusnya aku lebih diprioritaskan, benar?"

"Tapi Arya merawatku."

Lucy membantah semua keluhan David hanya dengan tiga kata, membuat David merasa sakit hati. Dia bahkan hampir muntah darah karena ucapan Lucy. Sepertinya Arya lebih penting daripada dirinya.

"Lucy, kamu benar-benar kejam! Hatiku sakit di sini! Kau! Kemari, kau mencuri adikku!"

David meremas dadanya, merasa sakit. Dia kemudian menatap tajam Arya, menyeretnya keluar dan memaksanya untuk membantunya membereskan rumah.

1
Raudhatul Jannah Lubis
keren Thor👍
Dehan
arya awalnya sebel ya sama nia tapi lama2 care jg
Dehan
oh jd gitu toh ceritanya.. dan arya udh gak sabar tuh mau gebukin ayahnya nia yg jd ayah yg pengecut dan gak bertanggung jawab..
Dehan
gak terganggu dong wkwkwk
Dehan
terganggu karena nia ya 😅
Dehan
loh loh loh apa2an sih nia ini 😡
Dehan
yuk.. mampir lagi ya ke penjahit cantik
Dehan
kok semua yg cantik2 dipacari arya
Dehan
wow..
Dehan
setelah mengetahui salahnya,, masih mending sih arya ya, kalo suamiku sih mau minta maaf tanpa tahu salahnya dimana, itu yg kadang bikin aku gedeg.. minim banget kepekaannya..
lah kok curhat aku 😂😂
Dehan
Arya kejam banget ya ampun.. ngeri nih anak
Arthur Anderson
Udh ditakut takutin, jd obat nyamuk pula wkkwk
Arthur Anderson
Thor, kyknya lo perlu revisi beberapa chp lg dan periksa typo dan slh penggunaan kata deh. Soalnya di chp sblmnya lo nulis "tenaga" mlh jd "tenang" skrg lo nulis "beberapa" mlh jd "berbeda". Cb dicek lg thor, msh byk kesalahan di beberapa chp✌
Mr. A.N: Baik kak, akan sy cek lg chp2 awalnya. Trims atas infonya kak😁🙏
total 1 replies
Arthur Anderson
Dua puncak kembar? Apaan tuh? 😳
Mr. A.N: Itu... Anu itu kak😅
total 1 replies
Arthur Anderson
YESSSSSS, GASKAN!!!
Arthur Anderson
Yok bisa yok ke hubungan yg lbh dri sekedar akrab aj🔥
Mr. A.N: Waduh... Agak sulit itu kyknya kak😅🤣
total 1 replies
Arthur Anderson
Aku mwu disuapi tante2😳
Mr. A.N: Sy jg mau🫢
total 1 replies
Arthur Anderson
Itu namanya bkn monster tante, tp plot armor. MC sllu dilindungi sm authornya 💀
Arthur Anderson
Gw merasa deja vu, kpn yuki pernah blg kek gini ya? Oh, waktu niko masuk rumah sakit pertama kli itu😂
Arthur Anderson
Walau retak jg cpt sembuh. Plot armor MC kuat bos😏
Mr. A.N: Exactly 😎
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!