NovelToon NovelToon
PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:704.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bunda Abizzan

Qonita Yasmin Siregar, janda dengan 2 anak laki-laki, bercerai karna diselingkuhi suaminya.

Sulaiman, duda keren dan mapan dipaksa berkenalan dengan Qonita, lantaran anak semata wayangnya yg bernama Ichy serta mamanya menyukai Qonita.

Pertemuan pertama yang sangat tidak menggoda bahkan penuh perdebatan malah menjadi alasan kedekatan mereka hingga akhirnya mereka menikah, dan membina rumah tangga yang sangat bahagia.

Namun siapa sangka secara tidak sengaja, Qonita mendapati suaminya bersama perempuan lain.

Apa yang akan dilakukan Qonita setelah mengetahui bahwa ternyata dialah yang menjadi madu karena ternyata sulaiman sudah lebih dulu menikah dengan perempuan itu?

Bagaimana akhir kelanjutan rumah tangga Qonita dan Sulaiman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Abizzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Pernikahan Suamiku

Binjai, Sumatera Utara

Mayang POV

Hari ini, Aku harus merasakan hal yang sama. Menerima dengan ikhlas bahwa orang yang aku cintai harus menikahi perempuan lain.

Jika kalian bertanya kenapa Aku harus merelakan suamiku menikah lagi? Jawabannya adalah karna itu keputusan yang Aku buat sendiri. Keputusan 7 tahun yang lalu.

Tujuh tahun yang lalu, Aku dicampakkan oleh keluargaku, hanya karena Aku mencintai anak dari musuh papaku.

Saat Aku memilih kabur dari rumah, ternyata namaku sudah dikeluarkan dari Kartu Keluarga. Miris, begitulah kehidupan yang aku jalani.

Tujuh tahun lamanya Aku bersembunyi. Menjadi istri siri yang tidak punya keluarga sama sekali.

Beberapa hari setelah kaburnya diriku, seluruh keluargaku pindah entah kemana. Tak ada sekalipun aku mendengar kabar mereka.

Yang aku punya hanya suami, anak tunggalku, dan 3 ART. Bahagiakah Aku? Ya, karena itu adalah pilihanku.

Suamiku? Apakah dia baik padaku? Ya, dia sangat sayang padaku dan anak kami. Walau sebulan hanya 4 kali dia mengunjungi kami.

Walau selama dia tak bersama kami, tak pernah dia menghubungi kami.

Bukan karna dia lupa pada kami, bukan. Tapi karena seperti itulah kesepakatan yang telah kami buat, demi menjaga agar rahasia kami tak terbongkar. Pernahkan kalian mendengar, bahwa dinding saja bisa menjadi saksi.

Flash back on

Aku sedang menunggu pacarku, lebih tepatnya mantan pacarku. Kami baru putus 5 hari yang lalu. Keputusan yang kami ambil karena tak ada yang merestui hubungan kami.

Aku kalah. Aku gak sanggup bila jauh darinya. Dua hari berpisah dengan laki-laki yang sangat Aku cintai, Aku jadi gila, gila karna kehilangan dirinya. Aku memutuskan kabur.

Namun sayang, Aku tak bisa menghubunginya. Aku memutuskan menginap di hotel sambil menunggu no. HPnya aktif kembali.

Hari ke 3 kabur, baru Aku bisa menghubunginya.

"Im," ucapku saat melihat dia datang. Im adalah panggilan sayangku untuknya. Aku berlari dan langsung memeluknya.

"Yang," ucapnya datar. Aku senang dia masih memanggilku dengan yang. Aku yang menyuruhnya memanggilku begitu.

Dia mengajakku untuk duduk ditaman. Aku memang mengajaknya bertemu di taman ini, agar kami lebih leluasa.

"Ada apa?" tanyanya meminta penjelasan kenapa aku meminta bertemu dengannya.

"Aku gak bisa jauh dari Kamu, Im. Aku sayang Kamu. Aku gak bisa hidup tanpa Kamu." Air mataku mengalir deras. Aku melihatnya menghela nafas berat.

"Kamu harus bisa, Yang. Kita udah sepakat, bukan?"

"Gak, Im. Aku gak bisa. Aku cinta banget sama Kamu. Aku mau nikah sama Kamu," ucapku dengan tersenggal-senggal karena sambil menangis.

"Kita gak bisa nikah, Yang. Kedua keluarga kita gada yang setuju. Kamu tau jelas ini gak akan terjadi."

"Kawin lari, ayo kita kawin lari."

Dia terkejut. Lalu mengumpat dengan sangat keras. "S1al!" Dia meremas rambutnya kasar.

"Kenapa, Im? Kamu masih cintakan sama Aku?"

"Maaf, Yang. Aku gak bisa. Aku udah menerima permintaan papa. Aku dijodohkan dengan Jihan. Dua minggu lagi pertunangan kami."

Air mataku tak berhenti mengalir. Bagaimana Aku bisa menerima semua ini.

"Im," desakku menggeleng.

"Yang, maaf. Kita gak bisa sama-sama."

"Gimana dengan Aku, Im?" Air mataku tak berhenti mengalir.

"Pulanglah, Yang. Lanjutkan hidup Kamu, sesuai kesepakatan kita!"

"Aku kabur dari rumah, Im. Udah 3 hari. Aku terus hubungi Kamu, tapi gak bisa."

"S1al. Arrrrggghh... Yang, kenapa Kamu berbuat nekat?"

"Aku cinta Kamu, Im." Tersedu aku mengucapkannya. Tidak sedetik pun airmataku berhenti mengalir. Sakit, hatiku rasanya bagai ditikam belati.

"Yang, maaf. Aku udah janji sama papa. Aku gak bisa ingkari, Yang. Maaf... Aku antar Kamu pulang, ya," ucapnya lirih.

Ditolak oleh orang yang aku cintai, entah seperti apa rasanya. Jiwaku mati. Aku mengikutinya ke dalam mobil.

Ya, dia akan mengantarku pulang ke rumah orang tuaku. Sesampainya di gerbang rumah orang tuaku, satpam menghampiri mobil.

"Maaf, mau berjumpa siapa, Pak?" tanya Satpam pada Iman.

"Pak No," ucapku berusaha menampakkan diri dari dalam mobil.

Pak Yono terkejut. "Mba Mayang?"

"Buka pintunya, Pak. Kami mau masuk."

"Maaf, Mba. Tapi dirumah tidak ada orang. Dan, em, ma-af Mba, Mba Mayang dilarang masuk," ucap Pak Yono segan.

Akhirnya Iman keluar dari mobil, aku mengikutinya.

"Apa maksudnya, Pak?" tanya Iman pada Pak Yono.

"Seluruh keluaga Mba Mayang udah pindah, Mas. Dan pesan Bapak jika Mba Mayang pulang, suruh bilang bahwa Mba Mayang sudah tidak menjadi bagian keluarga Erlangga lagi. Maaf, nama Mba Mayang sudah dicoret dari KK."

Iman langsung menendang mobil. Ia menyuruhku masuk.

Tak jauh dari rumah, Iman menghentikan mobil. Ia meminta penjelasan padaku kenapa keluargaku sampai berbuat demikian.

Akhirnya aku menjelaskan padanya bahwa sebelum kabur, aku meletakkan surat dikamarku. Surat yang berisi bahwa Aku memilih kawin lari bersamanya.

Iman marah. Wajahnya memerah, entah menahan amarah atau kekecewaan.

Akhirnya Aku beranikan diri berbicara padanya. Aku katakan bahwa Aku tak melarangnya memenuhi janjinya pada papanya, asalkan dia mau menikahiku, walaupun hanya nikah siri.

Aku berjanji tak akan mengganggu keluarganya. Tak akan pernah menghubunginya, apalagi menampakkan diriku di hadapan keluarganya. Hanya menunggu jika dia datang. Entah kapan pun itu.

Flashback Off.

❤️❤️❤️

"Mami mikirin apa? Dari tadi kog melamun aja?" tanya Yuna pada maminya.

Mayang tersenyum pada Yuna, anak semata wayangnya. "Gapapa, Sayang. Mami gak mikirin apa-apa, kog."

"Mami rindu sama papi, ya?"

Mayang hanya tersenyum, mengabaikan pertanyaan anaknya itu.

"Kenapa seh Mi, papi kog gak bisa dihubungi? Kawan-kawan Yuna bilang, kalo papinya kerja keluar kota, mereka masih bisa video call sama papinya. Kenapa kita gak bisa, Mi?"

Mayang terdiam sesaat mendengar pertanyaan putrinya itu. Pertanyaan ini sudah beberapa kali dilontarkan Yuna padanya.

Sebenarnya Yuna sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Tetapi kadang, ketika teman-temannya membicarakan orang tua mereka, ia menjadi bertanya-tanya, kenapa papinya berbeda.

"Sayang, kan Mami udah sering bilang. Papi itu kerjanya gak sama kayak papinya teman Yuna. Di tempat kerja papi gada sinyal, Sayang." Mayang mengelus rambut Yuna.

"Kita harusnya bersyukur, Sayang. Karena papi beberapa minggu sekali bisa pulang. Teman mami, suaminya malah setahun sekali baru bisa pulang, Sayang."

"Lama banget ya, Mi?" tanya Yuna yang tak mengerti tentang minggu dan tahun.

"Iya, Sayang. Lama banget, kayak bang Toyib," ucap Mayang mencandai anaknya.

Yuna terkekeh mendengarnya.

"Mi, kapan Yuna punya adek?"

"Doain aja ya, Sayang. Biar Mami bisa cepat hamil,” ucap Mayang sendu.

"Iya, Mi."

Tak hanya Yuna yang berharap dia bisa memiliki adek. Mayang pun demikian. Mayang pernah hamil lagi ketika Yuna berusia 2,5 tahun. Sayang, ia mengalami flek, dan beberapa hari berikutnya mengalami pendarahan sehingga harus dikuret.

Riwayat keguguran yang pernah dialaminya, ditambah frekuensi pertemuannya dengan Iman yang sangat jarang, menjadi alasan hingga kini dia belum bisa menambah anak lagi.

1
Asih Ngadisih
pintarnya bunda Qonita 🥰
Rohaini Ani
lanjut masa depan
Susilawaty Pdg
aduh Mayang aku kasihan sama kamu,tapi kamu g sayang dirimu
Susilawaty Pdg
kasihan Mayang kamu berhak bahagia punya suami sah yg mencinta,bukan dari sisa cinta
Yunia Spm
othor mau macem² ini 😀
Bunda Abizzan: 🤣 nggak kak 😂
total 1 replies
Yunia Spm
manusiawi .....

tapi .. kalo Qonita masih bisa menyikapinya lebih dewasa...
dan kalo semuanya atas ijin ALLAH
Bunda Abizzan: Benar Kak 😊
Qonita lbh ke ikhlas aja menjalaninya, namun bukan berarti dia nggak tegas...
total 1 replies
leni
karya nya sangat bagus
leni: sama2..😊
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Biasa
Merianna Nainggolan
Kecewa
miss. MH: ikut promo ya kakak2
mampir ya ke novelku "BUCIN DARI KECIL" dan "AKU (BUKAN) WANITA MANDUL) jangan lupa follow dan like ya ka
mohon dukungannya
total 1 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Merianna Nainggolan
Biasa
Andara
cerita nya berbeda dari yg lain, suka dialog yg gokil 😘
Bunda Abizzan
🥰
Merianna Nainggolan
Kecewa
Bunda Abizzan: Trima Kasih Kak sudah singgah di novel saya, maaf jika tidak sesuai dgn keinginan Kakak..

Tp dgn kakak memberikan bintang rendah apalagi 1, itu mempengaruhi banget lho kak ke popularitas...

Smg kedepannya bs membantu penulis dengan masukan/saran yg membangun ya Kak 🙏

Trima kasih 😘
total 1 replies
Ha Ra
luar biasa
Ha Ra
tetap semangat kak
Rooo
Semangat, ceritanya cukup menarik
Rooo
Semangat kak 😘
Genta Babaw
Ceritanya unik dan simple..
Genta Babaw
Saya mampir kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!