NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Ukhti

Assalamu'Alaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"Nun sukun ketemu huruf Fa, itu di bacanya ikhfa atau samar samar,"

Sania Fauiziah

"Iya, seperti cintaku, padahal cintaku begitu nyata, namun terlihat samar dimatamu,"

Raja Wicaksana

Sebuah kisah tentang pria pemabuk yang jatuh cinta dengan wanita yang pernah dia lecehkan. Mampukah pria itu meluluhkan hati wanita yang membencinya? Sanggupkah pria itu berubah agar lebih pantas menjadi pendamping hidup sang wanita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ukhti 32

"Biar aku yang modalin, kamu siapin aja, apa yang kamu butuhkan,"

Ucapan Raja yang begitu santai sambil menggigit kaki ayam goreng. dan hal itu membuat semua mata yang ada disana menatapnya tak percaya.

"Kalian pikir aku becanda?" ucap Raja lagi. Dia tahu benar, mata yang sedang menatapnya meragukan tawarannya. Apa lagi mata wanita yang duduk di sisi kanannya. Sudah dipastikan kalau dalam pikirannya, Raja hanya becanda.

"Nggak percaya? Sini nomer rekening kamu?" ucap Raja kembali sembari menoleh ke arah Sania.

Abdul dan Lastri, diam diam saling lirik dan melempar senyum. Mereka benar benar tidak percaya dengan sikap putranya. Selain dengan suadaranya, Raja tidak pernah mau membantu wanita semudah ini. Sekalinya membantu, sudah dipastikan itu karena paksaan. Tidak seperti saat ini, Raja terlihat tulus saat berkata ingin membantu Sania.

"Nggak usah, nggak perlu," balas Sania sembari mengambil gelas dan meminum isinya.

"Ya udah nanti aku bilang sama Abah Mudin aja," ucap Raja lagi sembari tangannya kembali mengambil ayam goreng.

Sania seketika melotot sedikit ke arah Raja. Dia ingin sekali memaki pria yang nampak cuek menikmati sayap ayam. Tapi dia tidak mungkin melakukannya karena dihadapan mereka, ada orang tua dan adik Raja.

"Udah, terima aja, nggak apa apa," ujar Abdul.

"Bukan begitu, Om. Aku nggak mau aja punya hutang," balas Sania.

"Kan kamu punya tabungan, aku tinggal nambahin, anggap aja aku nanam modal, kita bagi hasil," ucap Raja lagi. Dia benar benar harus bisa memanfaatkan situasi agar bisa terus dekat dengan Sania dan mencoba meluluhkan hatinya.

"Aku pikir pikir dulu," balas Sania dan Raja menyetujuinya.

Setelah acara makan bersama selesai dan di sambung dengan obrolan ringan. Sania pun akhirnya pamit undur diri.

"Biar aku antar," ucap Raja lagi begitu mereka berada di teras rumah.

"Nggak usah, orang motor aku sudah beres, kan?" tolak Sania.

"Aku pake motor sendiri, biar aku ngikutin kamu dari belakang," ucap Raja sembari melangkah menuju motornya. Sania pun pasrah, dia segera beranjak menuju motornya.

Dan sesuai dengan apa yang di ucapkan, Raja mengikuti Sania dari belakang. Sepanjang perjalanan, senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Meski Sania masih bersikap ketus, namun setidaknya Sania sudah mau berbicara banyak dengannya.

Tak butuh waktu lama, Sania pun sampai di rumahnya. Raja yang mengikutinya hanya berhenti sejenak dihalaman rumah kemudian dia segera memutar arah lalu pamit serta menitip salam buat orang tua Sania.

Begitu Raja pergi dan menghilang, Sania segera melangkah masuk ke dalam rumah dengan mengucap salam.

"Assalamu'alakum, eh ada Afifa," ucap Sania begitu masuk rumah, matanya menangkap keponakannya sedang bersama kakak iparnya bermain di kursi ruang tamu.

"Wa'alaikum salam, dari mana, San?" tanya Yasmin, kakak ipar Sania.

"Abis dari rumah Om abdul," jawab Sania sambil berjongkok dan mencium gemas keponakannya yang baru berusia dua tahun.

"Rumah Om Abdul? Ngapain?" tanya Amar, kakak Sania yang baru saja keluar dari ruang tengah dengan membawa setoples cemilan.

"Ngajar ngaji anaknya," jawab Sania singkat tanpa menoleh. Dia asyik menggoda keponakannya.

"Ngajar ngaji anaknya? Si Raja?" tanya Amar terkejut.

"Iya, sama adiknya," mendengar jawaban adiknya, Amar malah tergelak.

"Raja mau tobat apa gimana? Tumben bener minta diajarin ngaji?" ucap Amar masih dengan tergelak. Amar dan Raja adalah teman satu sekolah saat SMP dan SMA. Meski tidak pernah ada pertengkaran, Amar tahu betul Raja itu bagaimana. Amar sempat marah besar sama Raja saat dia mempermalukan Sania dulu. Namun kemarahan Amar tidak berlarut larut karena dia cukup mengenal Raja dengan baik.

"Nggak tahu tuh, Bang. Nyebelin banget orangnya. Pengin jitak kalau deket mah," sungut Sania. Kekesalannya dia lampiskan kepada keponakannya dengan mengecup pipi gembul Afifa dalam dalam.

"Dari sebel bisa jadi seneng loh, Dek," ledek Yasmin dan Sania hanya memicingkan salah satu matanya tanda tak suka.

"Lagian apa kamu nggak ngerasa kalau Raja tuh suka sama kamu, San?" sambung Amar.

"Tahu ah, Bang. Orang aku nggak mau pacaran," sungut Sania lagi.

"Ya makanya, suruh Raja, melamar dong, langsung nikah, pacarannya setelah nikah, wuih mantap," ledek Amar lagi. Sania semakin kesal dan dia segera saja beranjak meninggalkan Yasmin dan Amar yang terbahak melihat tingkahnya.

Begitu sampai di dalam kamar, Sania langsung duduk di kursi rias. Dengan wajah cemberut, dia melepas hijabnya. Pikirannya menerawang ke satu nama yang selalu membuatnya kesal tiap melihatnya. Dia menatap bayangannya sendiri dari cermin.

"Raja, ighh! kenapa sih? Susah banget ngindarin kamu?"

...@@@@@...

Hy hy reader, gimana ceritanya sampe sini? seru kah? semoga makin uwow ya? hehehe. Makasih yang masih setia sampe detik ini ngikutin perjuangan Raja. Makasih atas dukungannya. Dan terus dukung othor ya biar semakin semangat dalam menyuguhkan karya yang menghibur. Jangan lupa kasih gift, vote, komen like. karena itu semua adalah penyemangat buat sang othor. terus dukung kisah Raja ya? makasih

1
Edwin Keitaro
👍👍
Lee Eun Bi
🤣🤣🤣
trus bang
Lee Eun Bi
Sania : amin amin
Raja : amit amit🤣
Lee Eun Bi
walah thor ngakak terus bacanya🤣🤣
Lee Eun Bi
jangan-jangan temen ngaji TPQ dulu si Raja🤣
Lee Eun Bi
gokil thor pertemuan pertamanya🤣
btw, nemu cerita ini gara-gara ngecek ceritaku yang judulnya sama. iseng baca, eh malah ketagihan.
good job ya thor💪
mira maryati
mampir untuk yang kedua kali nya baca, yang pertama di hp lama, pas Ganti hp lupa judulnya mo baca lagi😄
Hera Kamlay
Kecewa
Hera Kamlay
Buruk
my cimon
ebuset dah 1 bab isiny chat. n mreka doang suek mlh yg bca jg pda nyengir2 kya orng gila bru trmsuk ane😂😂😂😂
Alirosidin
Lumayan
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus banget thor
Panjul Daiki
Luar biasa
Galih Rakhashiwi
suka bacanya
Deska
babang raja babang raja, sok Sokan gengsi🤣🤣🤣🤣
fajar Rokman.
babang raja cakep bener
fajar Rokman.
mampir
Andi Fitri
kyai apaan ga ada akhlak gtu..
Andi Fitri
bagus jgn di kasih hati krn makin ngelunjak si nunik ketahuan matre nya.
Andi Fitri
mengalir aja hubungan mereka hingga nnt sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!