NovelToon NovelToon
Suami Gaib

Suami Gaib

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Supernatural / Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Romansa Fantasi-Non-Human / Tamat
Popularitas:54.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pentin

Kecelakaan mobil itu yang membuatku menikah dengan lelaki yang tak kusadari ternyata hanya sebuah roh.
Suami gaib yang sebenarnya tak ada lagi di dunia ini.
Dia terus mengikutiku meski aku sudah menikah lagi.
Dia memaksaku kembali ke dunianya.
Akankah aku bisa bahagia dengan suamiku yang sekarang .??
Akankah suami gaibku melepaskanku.

Jangan lupa baca, like dan koment ya..
🙏🙏
Butuh banyak masukan, baru pertama kali menulis novel.
Mohon dukungannya....💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku bersujud atas nikmatmu ya Allah..

Setelah Ummar membahas tentang adik bayi, serta mengutarakan bahwa ia ingin punya dedek, kami semakin yakin untuk menambah momongan.

Rasanya baru kemarin kami menemui dokter Widya untuk menjalani program bayi tabung.

Rasanya baru kemarin Ummar lahir.

Dan kami rasa baru kemarin kami mendengar tangisan pertamanya.

Tak terasa dia sudah berusia 5 tahun sekarang.

Kami merasa Ummar sudah siap memiliki adik.

Kami berencana menemui dokter Widya esok hari.

Untuk berkonsultasi dalam program hamilku kali ini.

Jika memungkinkan, secepatnya kami ingin segera mengikuti program bayi tabung lagi.

Aku sudah tak meragukan kemampuan dokter Widya.

Terbukti dari caranya dan kesetiaannya mendampingiku 5 tahun lalu, dari awal sampai akhir, dan akhirnya aku bisa memiliki Ummar.

Dan tak dapat dipungkiri juga, semua itu bisa terjadi karna izin Allah.

Pagi itu kami telah sampai di rumah sakit.

Tidak seperti waktu dulu, kami bolak balik ke rumah sakit hanya berdua, sekarang kami bertiga..., aku, Tegar dan Ummar.

"Ibu Mia..!!", suster memanggilku untuk masuk ke ruang periksa dokter Widya.

"Saya sus..", ucapku, sambil menggandeng Ummar masuk ke ruang periksa diikuti oleh Tegar.

"Assalammualaikum dokter", ucapku.

"Walaikumsalam, eh ada Mia, nak Tegar....", sahut dokter Widya memandangi Ummar yang sedari tadi menggandeng tanganku.

Dia berdiri dari kursinya, mendekati Ummar yang tersenyum padanya.

"Ini Ummar Mia, masyaallah sudah besar ya nak", ucap dokter Widya mencubit kedua pipi Ummar.

"Iya dokter", ucap Ummar.

Dokter berdiri dan bersalaman dengan kami, mempersilahkan kami duduk.

"Gimana kabar kalian sehat.., kabar mama sama papa Mia gimana..., sehat juga..??", tanya dokter Widya.

"Alhamdulillah dokter kami semua sehat, mama sama papa juga sehat, dokter sendiri apa kabar..??", ucapku.

"Alhamdulillah kalau begitu, saya juga sehat, sudah lama aku tak bertemu mama mu Mia, ingin sekali rasanya mampir dan ngobrol, yaaaa.., tapi gimana tugas rumah sakit gak bisa ditinggal", ucap dokter Widya.

"Mama juga titip salam buat dokter", ucap Tegar.

"Walaikumsalam, bilang sama mama, kalau ada waktu saya akan mampir", ucap dokter Widya.

"Iya dok, akan kami sampaikan", ucapku.

"Oh ya, ngomong ngomong apa yang bisa saya bantu", ucap dokter Widya.

"Ummar mau punya adek dok", ucap Ummar.

Kami semua tertawa dibuatnya.

"Oh ya.....emang Ummar udah bisa gendong dedek bayi..??", ucap dokter Widya.

"Udah dong dok, Ummar kan kuat", ucap Ummar semakin membuat kami gemas dibuatnya.

"Ya udah, semoga keinginan Ummar terkabul ya anak pinter, jangan lupa berdoa ya nak", ucap dokter Widya.

Ummar mengangguk dengan senyum lebarnya.

"Iya dok, kita kesini mau konsultasi lagi dengan dokter, kalau memungkinkan kami mau program bayi tabung lagi", ucapku mengutarakan niat kami datang menemuinya.

"Ya udah, saya periksa dulu ya Mia, ayo...", ucap dokter Widya mengajakku ketempat pemeriksaan.

"Saat dokter memeriksa perutku, raut wajahnya seperti saat aku memeriksakan diriku saat ingin program hamil Ummar, rasa khawatir pun muncul dibenakku.

Memang ini yang kedua kalinya bagi kami, tapi rasanya tetap saja membuat kami takut.

Dokter Widya pun melakukan Usg di perutku, ia tak berbicara apapun, ya Allah apakah miom dalam rahimku kembali tumbuh...batinku.

Apakah aku harus menjalani operasi lagi..??.

Aku memandang ke arah Tegar.

Tegar memberi isyarat padaku untuk tenang, dan menunggu dokter Widya selesai memeriksaku.

Setelah selesai pemeriksaan, dokter Widya menyuruhku untuk duduk kembali di samping Tegar.

"Begini Mia, saya belum bisa memastikan, untuk lebih jelasnya alangkah lebih baiknya jika Mia tes urine dulu oke", ucap dokter Widya.

"Memangnya ada apa dok, apa ada yang salah lagi dengan rahimku ini..??", ucapku semakin gelisah.

'Mia tenang dulu ya, semua akan baik baik saja, suster nanti akan mengurus semuanya", ucap dokter Widya.

Akupun mengikuti suster suruhan dokter Widya.

"Untuk nak Tegar sama Ummar bisa menunggu di luar dulu ya sambil nunggu hasil tesnya keluar, biar dokter memeriksa pasien yang lain dulu sambil menunggu hasil tes keluar, ucap dokter Widya.

"Baik dok", ucap Tegar membawa Ummar keluar ruangan menungguku keluar dari ruangan tes.

Kami menunggu 1 jam di ruang tunggu, akhirnya hasil tes keluar.

"Ibu Mia, dokter memanggil bu Mia", ucap suster.

Aku menganguk dan masuk bersama Tegar yang menggandeng Ummar.

"Duduk Mia, nak Tegar", ucap dokter Widya sambil membuka surat hasil tes urine ku.

"Bagaimana dok..??, apakah saya baik baik saja", ucapku tak sabar mengetahui hasil tes itu.

Dokter Widya menghela nafas.

"Mulai dari sekarang, kamu harus lebih banyak istirahat Mia, jaga pola makanmu. Hindari stress", ucap dokter Widya.

Aku dan Tegar masih bingung dengan ucapan dokter Widya.

"Aku akan memberimu resep, kamu bisa menebusnya di apotik", ucap dokter Widya.

"Apakah miom ku tumbuh lagi dok...??", aku beranikan bertanya kemungkinan yang bisa terjadi padaku saat ini.

"Apakah itu yang ada dipikiranmu Mia..??", tanya dokter Widya.

"Memang aku sedikit takut dok", ucapku.

Dokter Widya meletakkan surat hasil tes ku di meja.

"Saat aku mengecek perutmu, aku merasakan perasaan yang sama denganmu Mia, karena dulu kamu memang memiliki riwayat operasi miom, yang tak jarang bisa tumbuh kembali meskipun telah melakukan prosedur operasi, untuk meyakinkan diriku sendiri aku melakukan usg padamu, dan ternyata aku keliru", ucap dokter Widya yang belum bisa menjelaskan apa yang terjadi padaku.

"Lalu apa maksudnya semua ini dok, dan kenapa saya harus tes urine..??", ucapku.

""Untuk lebih meyakinkan, apakah saya benar atau tidak, kamu saya sarankan untuk tes urine agar semuanya jelas, dan tenyata saya benar..", ucap dokter Widya.

"Apa hasilnya dok", ucap Tegar tak kalah penasarannya denganku.

"Selamat nak Tegar, istrimu Mia positif hamil", ucap dokter Widya sembari tersenyum pada kami.

Aku terdiam terpaku, aku dan Tegar tak percaya kabar bahagia yang kami dengar ini.

"Ini hasil tes urine Mia, hasilnya positif hamil", ucap dokter Widya menyodorkan surat itu pada Tegar.

Aku dan Tegar membaca dengan seksama surat tes itu, air mata bahagia menetes di mata kami.

Tegar gemetar membaca surat itu.

"Sa..sa..saya hamil dok..", ucapku tak percaya.

"Iya Mia selamat ya, ini adalah kuasa Allah, yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin, memang masih usia 2 minggu, harus jaga baik baik ya Mia", ucap dokter Widya.

Aku tak kuasa menahan rasa bahagia ini, ku bersujud atas nikmatmu ya Allah.

Di ruangan itu aku bersujud, mengucapkan terima kasih atas kemurahan Allah padaku dan keluarga kecilku.

Disaat aku harus berjuang demi memiliki Ummar, sekarang Allah malah memberikan satu malaikat kecil lagi di rahimku dengan tangan terbuka.

Allahhuakbar...Terima kasih ya Allah.

Tangis kami pecah, kami berpelukan dan menciumi Ummar.

"Ummar bakal punya adek", ucap Tegar pada Ummar.

"Yeeee asikkk Ummar punya adek", ucap Ummar kegirangan.

Kami mengucapkan terima kasih pada dokter Widya atas arahannya selama ini.

"Semua berkat dokter, terima kasih dokter", ucapku.

"Saya hanya perantara Mia, semua atas izin Allah", ucapnya.

Kami pulang kerumah.

Saat itu kebetulan ada mama dan papa Tegar juga, sedang menunggu kepulangan kami, mereka mengobrol di taman bersama papa dan mama ku.

"Assalammualaikum", ucap Tegar dan aku secara bersamaan.

"Walaikumsalam", ucap mama dan papa.

"Ehhh kalian dari mana aja, mama nungguin lhoo dari tadi, pingin ketemu Ummar cucu oma yang lucu ini", ucap mama mertuaku dengan mendekati Ummar dan menggendongnya.

"Ma...pa .., kami punya kabar gembira buat papa dan mama semuanya, buat keluarga kita", ucap Tegar.

"Apa kabarnya Tegar, kayaknya seneng amat kalian", ucap mamaku.

"Aku hamil ma", ucapku sambil memegang perutku.

Mereka semua terdiam.

"Alhamdulillah", ucap mereka serampak, tampak raut wajah senang terukir di wajah mereka.

"Beneran Mia, ..??, makasih ya sayang, jaga baik baik cucu mama", ucap mama mertuaku.

"Iya ma, insyaallah", ucapku.

Kami pun sangat senang saat itu.

Setelah apa yang kulalui selama ini. kebahagiaan akhirnya datang bertubi tubi di hidupku.

Terima kasih Ya Allah, semua ini hanya terjadi dengan kemurahan hatimu.

_____________________________________

Pesan dari penulis.

Hadapilah masalahmu dengan tenang, semua pasti ada jalan keluarnya.

Allah tak pernah tidur, Allah tak akan memberikan ujian melewati batas kemampuan umatnya.

Semakin kita gelisah, semakin masalah itu sulit untuk dipecahkan.

Pasrahkan pada Allah, jangan lupa ikhtiar.

Jalan keluar itu akan muncul dengan sendirinya tanpa kita sadari.

Semua yang hidup pasti punya masalahnya sendiri sendiri, saya pun sama.

Kita semua juga punya masa lalu, saya pun sama.

Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, takkan berubah meskipun kita sesali.

Lakukan yang terbaik untuk masa depan.

Takdir Allah adalah sebaik baiknya skenario hidup bagi kita umatnya.

###

Jangan lupa like dan tinggalkan komen ya, mohon dukungannya bagi saya yang masih pemula yaa.........

Terima kasih.........

...Wasalammualaikum wr wb....

1
Musliha yunos
👍
pentin: trima kasih💞😊, mampir di karya ku yg lain ya kak😁💞
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
bukan sebuah kali ya tapi seorang..
klo sebuah itu kayaknya untuk benda bukan orang.
Ai waty
mampir lagi kak🥰🙏
Ai waty: pasti🥰, semangat terus
total 2 replies
anggita
👌👌..
Ai waty
Hai kak salam kenal 🙏,sudah ku faforit dan like juga .mampir lah ke karya ku jika berkenan 😊🙏
pentin: siap kak
total 1 replies
Hergozin Cristina
Alhamdulillah akhirnya happy ending, konflik pun bagus tak ada yg namanya drama pelakor ...aku suka Thor .makasih
pentin: Trima kasih kak😊, jangan lupa mampir di ceritaku lainnya ya ☺️, semoga sehat selalu, tinggalkan favorite n vote jika berkenan🙏
total 1 replies
Hergozin Cristina
Alhamdulillah.... akhirnya ...tegar sikapnya ,santun bisa jadi pengayom .setegar hatinya juga
Hergozin Cristina
insya Allah suami yg baik akan menerima apa adanya ...wlp sesuram apa masa lalumu mia
pentin: bener kak, petik hikmahnya, serap amanatnya, semoga suka dengan critaku yang lain ya kak,☺️, jngn lupa favorit n vote
total 1 replies
Hergozin Cristina
Alhamdulillah
Hergozin Cristina
pasti di bawa jaka
Hergozin Cristina
apakah Jaka pelakunya agar Mia tak hamil jdi rahimnya di balik
pentin: emm bisa jadi ya kak🤔
total 1 replies
Hergozin Cristina
Jaka pulang thor
Hergozin Cristina
seandainya Jaka itu nyata, sikap dan sifatnya akankah spt tegar...mungkin dia masih ada hubungannya dengan jak
pentin: Teman masa kecil kak
total 1 replies
Hergozin Cristina
berdamai dg masalalu Mia, yg sudah ya sudah
Hergozin Cristina
horor Thor, walaupun wajah mirip jika si tegar kerasukan, setelah kejadian itu tegarpun akan lupa
Hergozin Cristina
tegar lah.....kan sudah siuman dari koma
Hergozin Cristina
tersesat di alam lain
Peni Setyowati
sujud syukur atas karunia Allah 🤲
Peni Setyowati
tegar mmg is the best👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!