NovelToon NovelToon
Naughty Sugar

Naughty Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: AzieraHill

COVER FROM PINTEREST

Max Winston menikahi Elena Gilbert bukan semata-mata untuk mempertahankan mansion tua nan mewah milik keluarga Gilbert. Tanpa Elena ketahui, Max telah jatuh cinta padanya sejak lama dan terus memperhatikannya selama 7 tahun. Mansion tua keluarga Gilbert memang salah satu alasan, tapi alasan terbesarnya hanya Max yang mengetahuinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[30] Malam Romantis

ELENA POV

Aku membaca pesan dari Kak Irene. Dia memberikan sebuah foto bayi kecil yang masih sangat merah membuatku meneteskan air mataku. Keponakanku. Akhirnya aku punya keponakan, tapi sayang aku tidak bisa di sisinya saat dia melahirkan. Seandainya hari ini aku boleh keluar, aku pasti sudah meluncur ke rumah sakit, tapi Jon bilang aku tidak boleh ke mana pun karena beberapa hari yang lalu ada orang yang mencurigakan merusak CCTV gerbang utama. Setelah itu, Max terlihat semakin posesif. Dia terus menghubungi setiap saat dan bertanya apakah aku baik-baik saja. Bahkan kami sampai menunda kencan pertama kami untuk pergi ke mall dan hanya bisa shooting sederhana di rumah.

“El, kemarilah,” suara Max di kamar mandi. Lalu tak lama kepalanya menyembul keluar. “El, bantu aku sebentar,” katanya dan aku pun segera menghampirinya. Masuk ke dalam kamar mandi dan Max mengunci pintu dari dalam begitu aku masuk.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“Hahaha kenapa sih sampai harus memberikan ekspresi terkejut seperti itu,” tanya Max yang hanya dibalut handuk dari pinggang hingga lututnya.

“Kau membuatku takut,” kataku menatapnya dengan tatapan tidak suka karena hari ini adalah hari pertama aku halangan. Jadi mana mungkin aku melayaninya.

“Sepertinya kau memikirkan sesuatu yang tidak-tidak, Sugar,” ucapnya dengan bertolak pinggang dan tersenyum remeh padaku.

Aku pun dibuat salah tingkah karenanya, tapi apa yang aku pikirkan biasanya menang benar. Max selalu melakukan hal yang tidak mudah ku tebak sejak awal aku mengenalnya.

“Ah sudahlah! Kau butuh bantuan apa?” tanyaku dan Max menarikku ke depan kaca besar di ruang kamar mandi kami. Lalu dia mengangkat tubuhku membuatku sedikit memekik kaget karena kini aku duduk di pinggir wastafel dan tepat membelakangi kaca.

“Bantu aku mencukurnya,” ucap Max memberikanku sebuah cukuran kumis serta foam untuk mempermudahku.

Aku pun mengulum senyumku. Sempat aku berpikir hal yang tidak-tidak, tapi ternyata Max ingin aku mencukur kumis serta jenggotnya yang sudah mulai kembali tumbuh. Aku pun mulai mengeluarkan foam dengan tulisan lemon lime ke tanganku. Lalu perlahan dengan cukup kaku, aku olesi di bagian-bagian yang ditumbuhi bulu halus itu dan tangan Max melingkar di pinggangku.

“Pelan-pelan ya!” ingatnya dan aku hanya bisa menggigit bibirku sendiri. Takut melukainya karena ini pertama kalinya, tapi aku rasa, aku akan menyukai kegiatan ini. Aku akan pastikan suamiku selalu bersih di depan kamera.

Sentuhan pertama aku lihat Max baik-baik saja tidak protes apapun. Aku pun mulai memecahkan suasana dengan mata yang masih fokus pada wajahnya.

“Max, Kak Irene melahirkan anak pertamanya tadi siang.”

“Mmm oh ya? Selamat kau sudah menjadi Aunty,” kata Max membuatku ingat pada Tiger. Lama kami tidka bertemu setelah makan malam menyeramkan itu.

“Aku ingin menemuinya…tapi aku tahu di luar sana masih sangat bahaya untukku,” ucapku langsung begitu tahu Max hampir saja menyela kalimatku.

“Maaf, Sugar. Aku tahu kau sangat bosan di dalam sini, tapi ini untuk kebaikanmu,” ucap Max dan aku hanya bisa mengangguk pelan mencoba mengerti apa yang sedang dia hadapi saat ini.

“Jadi siapa namanya?” tanya Max.

“Louis, Louis Brown,” jawabku. “Mengikuti nama keluarga ayahnya.” Dan aku lihat Max mengangguk pelan membuatku berteriak karena dia bergerak dan kini aku melukai kulitnya.

Max pun menjauh dariku menuju wastafel. Mencuci wajahnya dan ada sedikit darah yang terus keluar di bagian dagunya. “Oh Max bagaimana ini?” kataku seraya turun dari dudukku dan menarik tisu lalu memberikannya pada Max. “Apakah sangat sakit?” tanyaku.

“Tidak apa-apa, Sugar,” ucapnya lalu kembali berkaca dan aku lihat darahnya sudah berhenti.

“Sepertinya tidak masalah. Lukanya tidak begitu terlihat,” katanya masih terus memeriksa wajahnya di depan kaca, tapi aku sedikit merasa bersalah.

“Max maaf,” ucapku, tapi Max tersenyum seraya mengacak rambutku. Lalu dia kembali menggunakan foam dan mencukurnya sendiri.

“Ini tidak masalah untukku. Hanya luka sedikit tidak membuatku menangis,” ucapnya terus menuntaskan kegiatannya hingga selesai. Sementara aku mendadak menatap kagum pahatan tubuhnya yang sangat indah. Bagaimana pun juga, aku adalah wanita normal. Melihat roti sobek milik suamiku, sungguh membuatku hanya bisa menahan saliva.

“Kau menyukainya, heuh?” suara Max membuatku menggelengkan kepalaku.

Ah sial! Kenapa Max mengetahui isi otakku? Namun kemudian aku baru menyadari sesuatu di pinggang Max. Warnanya kecokelatan dan seperti ada bekas jahitan. Selama ini aku tidak begitu memperhatikannya karena bekasnya terlihat seperti sudah memudar, tapi jika diihat dengan baik-baik, itu sepertinya luka besar.

“Max, ini apa?” tanyaku padanya.

“Oh ini, bekas Jon menusukku, hahaha. Waktu itu dia tak sengaja melukaiku untuk meyakinkan Ronald bahwa dia tidak main-main. Ternyata lukanya cukup panjang, tapi beruntung aku cepat dilarikan ke rumah sakit dan mereka menjahitnya dengan baik. Aku juga sudah berobat ke beberapa tempat untuk menghilangkan lukanya dan sepertinya sudah terlihat hampir menghilang,” ucap Max dengan tenang, tapi aku tahu hal itu membuat lukanya yang sudah mengering kembali basah. Bukan luka sesungguhnya yang ada di atas kulit tapi luka yang ada di dalam dirinya; hatinya.

Aku pun memeluknya dari samping lalu mencium bahunya seraya menatapnya dari pantulan kaca kamar mandi. “Aku sangat mencintaimu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu ada bersamamu.”

Max pun tersenyum lalu mengacak rambutku dengan lembut. “Kau tahu? aku sangat senang bisa mendengar itu dari bibirmu langsung. Bagaimana dengan perutmu? Tina bilang kau minta dibuatkan jamu untuk sembelit?”

Aku mengangguk dan mencium harumnya aroma Max setelah mandi. “Sudah lebih baik karena kau ada di sini,” kataku ditanggapi tawa Max.

“Kau semakin pintar menggombal, Sugar,” ledek Max lalu dia bergerak mencuci wajahnya bersih hingga aku bisa kembali melihat suamiku yang tampan.

“Bagaimana?” tanyanya.

“Kau serigala yang tampan,” jawabku membuat Max langsung memukul bokongku.

“Kalau saja kau tidak halangan. Mungkin serigala ini sudah menerkammu,” katanya menggigit pipiku dengan sangat gemas. Menyebalkan!

Setelahnya kami pun keluar dari kamar mandi bersama. Aku ambilkan baju Max lalu memberikannya sweater buatanku yang baru bisa aku selesaikan. Padahal aku kira, aku bisa menyelesaikannya lebih cepat, tapi ternyata aku malah banyak bermain dengan Ryan dan kembali memulai belajar desain dari buku-buku yang Arnold pinjamkan.

“Akhirnya kau menyelesaikannya,” kata Max ketika aku bantu memakaikannya. Sweater yang aku buat terlihat sangat pas di tubuhnya dan Max berkaca di depan cermin rias seraya memutar tubuhnya.

“Kau suka?” tanyaku.

Max mengangguk masih memutar tubuhnya ke sana ke mari. Lalu menghadap padaku dan tiba-tiba menarik tanganku menuju balkon. Aku terkejut waktu melihat di luar kamar kami sudah ada meja serta hidangan makan malam dengan botol champange berwarna hijau.

“Jadi tadi kau sengaja menarikku ke kamar mandi?” tanyaku dan Max terkekeh. Lalu menarik sebuah bangku agar aku duduk di sana.

“Sedikit hal romantis tidak akan membuatmu ingin muntah kan?” tanyanya malah membuatku ingin tertawa. “Karena malam ini sangat dingin, aku ingin sedikit menghangatkannya dengan alkohol bersamamu.”

Aku mengangguk setuju. Daripada suamiku mabuk-mabukan di luar sana. Lebih baik dia di sini bersamaku. Max pun megambil posisi duduknya lalu menuangkan champange itu ke gelasku dan gelasnya.

“Cheers!”

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
sukaa 😍
Uli arta
crita2 mu sangat bagus thor,mkanya ak bri like,hadiah,vote.trus berkarya thor
Cahaya Warna
lugas
evita19
aku suka ceritanya gak ribet, singkat padat dan jelas konfliknya juga gak muluk muluk, best untuk author semangat terus dalam berkarya untuk author
Rinna Aprilliana
ceritanya bagus
🌻Richantix🌻
yo to q baper meneh
🌻Richantix🌻
padahal seng di kbari elena nyapo q seng moco malah q seng baper🤦
🌻Richantix🌻
siap"el hukuman menantimu
🌻Richantix🌻
jo asal nyosor to max le dandan kuwi lho suwi
🌻Richantix🌻
mulakno jo oyeng kesel to
Winda Nurmayani
bagus..simpel
Winda Nurmayani
aku jg kl ndk suami dan ndk peluk..paginya ngambek
Winda Nurmayani
ceritanya bagus
Ati3 Nuri
berasa setting d luar negeri y ini
jap nam
thanks Thor..padat, singkat & jelas.
Nofriyanti Vivi
suka dg visualnya,😘
Noorhied
makin seru, menarik... apalagi untukku penggemar novel barat, 👍👍👍
Li
hati2 lah max,karna musuh terberatmu adalah teman dekatmu
zovay
yah ini aneh, bisa-bisanya aku baru ketemu novel sebagus ini sekarang 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!