TAHAP REVISI!!!
Viola Larasati Adiwijaya seorang gadis dari keluarga ningrat , tapi entah kenapa dia justru malah memyembunyikan identitas aslinya
memilih menjadi gadis biasa dan mengurusi cafe serta kedai bersama kedua sahabatnya Mona dan juga Cindy
Rayhan Dirgantara terkenal dengan sikap dingin serta cuek , tapi mempunyai masalalu yang cukup kelam hingga membuatnya menjadi lelaki berhati dingin
Akan kah sikap Rayhan berubah ketika keluarga menjodohkan dengan seorang gadis yang baru pertama kali ia temui?
Bagaimana kisah selanjutnya , Mari kita simak di novel ku ini . Pikiran halu ku sepanjang hari akan aku tuangkan di dalam novel ini , apabila ada perkataan yang kurang baik dan tidak nyambung mohon di maaf karna author ini adalah penulis gadungan , hanya untuk mengisi waktu senggang dari pada ngelamun terus ngehayal lebih baik nulis biar gak setreess
Salam sayang dari author Cantik seperti aku ❤ jangan lupa like serta Komen tapi yang positive aja yah , terus kalo berkenan klik Vote 😘
Trimakasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Para tamu undangan, serta kerabat mulai beranjak dari pesta yang di gelar oleh Adiwijaya maupun Dirgantara
Hanya menyisakan sepasang pengantin yang enggan turun dari pelaminan, bukan tanpa alasan mereka enggan turun. Tapi ide jahil dari duo ibu itu sudah bisa mereka tebak
Dan benar saja bukan? Mereka sudah menyiapkan kamar dengan nuansa romantis, bunga yang bertebaran di atas kasur serta sebuah handuk yang di sulap menjadi sepasang angsa berbentuk LOVE
Oh sungguh ini membuat Violla tersenyum geli, dan Rayhan jangan di tanya pria itu seperti tidak punya ekspresi hanya wajah datar yang dia lihat kan
"Udah sana masuk" Ucap Laras maupun Siska mendorong tubuh Rayhan dan Violla
Sedangkan para sahabat justru malah menyeru kan kata semangat, membuat Violla meradang dan ingin melemparkan heels yang ia kenakan
"Mah apa gak bisa pulang aja sih ngapain mesti tidur di sini coba" Ucap Violla masih berdiri di tengah pintu, sedangkan Rayhan dia hanya berdiri di belakang Violla melipat kedua tangannya tanpa ada beban
"Udah kalian tidur aja disini, ini kan Hotel punya papah jadi gratis. Udah sana" Pinta Laras kembali mendorong Violla
Tapi Violla masih tetap pada pendiriannya ingin pulang
"Mah please pulang aja yah" Pintanya lagi merengek
"Udah sih Vio gak capek apa, kita mau balik nih buru sono masuk" Pinta Mona sembari menguap
"Apa sih lho, kalo mau pulang ya udah sana" Usir Violla dengan wajah kesal
"Mah yah mah pulang"
Laras menghela nafasnya, ternyata anak nya ini masih olokan "Kamu kan udah punya suami, ya tidur dulu disini besok pulang" Ucapnya
"Tapi aku takut di apa-apain mah" Ucap Violla tanpa sadar
Laras tampak terkejut sama halnya dengan Siska, lalu kedua sahabat laknatnya mereka sudah tertawa dengan keras
"Kenapa ketawa sih gue kan ngomong apa adanya" Ucap Violla lagi
Sedangkan Rayhan dia malah geleng kepala, tidak menyangka istri nya ini begitu polos atau malah bodoh. Rayhan bingung sendiri
"Memang nya saya mau apain kamu Violla" Tanya Rayhan menatap Violla
"Ya.. Enggak tahu, kamu kan mesum" Ucap Violla menjawab asal "Mah please" Rengek nya lagi
"Kamu masuk sana, kasian menantu mamah tuh kaya udah gak tahan" Goda Laras "Mamah capek yah, mau pulang terus bobo" Sambungnya kemudian mendorong Violla dengan kuat
"MAMAH" teriak Violla menggelegar
"Kamu bisa diam tidak ini sudah malam" Ucap Rayhan melepas stelan jasnya
Violla memandang sinis pada Rayhan kemudian memilih masuk ke dalam kamar mandi, tapi tidak lama keluar
"Kenapa keluar lagi" Heran Rayhan
" Bukan urusan kamu" Jawab Violla ketus, kemudian berjalan ke arah koper yang sudah di siapkan oleh sang mama
Violla membuka koper tersebut dengan rasa kesal, kesal pada sang mama yang malah menjebaknya untuk tetap tinggal di Hotel. Kesal pada Rayhan yang terlalu dingin tapi Violla bersyukur karena lelaki itu tidak mesum, tidak seperti yang dia bilang barusan
Mata Violla membulat sempurna setelah dia membuka koper, baju tidur yang ia masuk kan kedalam koper tidak ada satu pun. Bahkan dress dan kawan-kawannya pun tidak ada, yang ada hanya baju jaring-jaring yang tidak pantas untuk di pakai
Violla mengangkat baju tersebut, melihat nya secara seksama. Baju yang kekurangan bahan dan terlihat aneh sudah di siapkan khusus oleh sang mama. Violla memejamkan matanya kemudian berdiri dengan nafas yang memburu berjalan ke arah pintu dengan langkah yang lebar namun sial nya pintu telah di kunci dari luar
Rayhan yang melihat tingkah Violla hanya bisa mengikuti setiap geraknya, meski bibir nya sudah begitu gatal ingin sekali bertanya dan kepalanya pun sedikit pusing melihat sang istri yang selalu mondar-mandir
"Gue pakai baju apa sekarang" Gumam Violla mencoba berfikir
Di dalam kamar mandi hanya ada sehelai handuk itu pun sangat kecil, dan baju pengantin yang Violla kenakan sudah cukup membuatnya sesak bahkan sangat gerah
"Kenapa kamu tidak mandi" Tanya Rayhan pada akhirnya
"Bukan urusan kamu, kalo mau mandi ya sana duluan"
Rayhan tidak lagi menyahut, dia memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi. Mungkin berendam sebentar akan membuat dia merasa tenang
Sedangkan Violla dia terus berfikir, bagaimana caranya keluar atau bagaimana caranya ia tidak harus memakai baju sialan itu
Ide cerdas yang tiba-tiba terlintas langsung membuat Violla berjingkrak senang, dengan cepat dan hati-hati Violla berjalan ke arah koper milik Rayhan kemudian membukanya dan benar saja pria itu tidak hanya membawa satu pakaian rumah tapi lebih dan Violla bisa mengambil salah satunya
Rayhan yang sudah selesai dengan ritual mandinya keluar dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya. Violla yang baru pertama kali melihat langsung memalingkan wajahnya, merasa malu dengan apa yang ia lihat sedangkan Rayhan hanya cuek saja seperti biasa
Violla yang melihat Rayhan akan membuka koper dengan segera masuk ke dalam kamar mandi, menutup nya dengan keras kemudian menguncinya
Rayhan yang melihat hanya geleng kepala, kemudian kembali membuka koper
"Kenapa hanya ada dua" Gumam Rayhan karena tidak menemukan kaos yang satu nya lagi
Sedangkan Violla gadis itu dengan kurang ajarnya malah tertawa, tertawa karena membayangkan wajah bingung dari suaminya
Wah Dima gak sabaran ya..😂😜