¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.32 Curhat
Jam istirahat Kiran memutuskan bertemu Siska di cafe tempat biasa mereka nongkrong. untuk kali ini dia pergi naik taksi tanpa diantar Andrian.
"Hey beb, lama nunggu ya?" Friska yang terlambat datang tampak merasa bersalah.
"Hmmm" Kiran menatap cemberut.
"Jangan cemberut gitu, cantiknya hilang entar." Goda Friska.
Kiran hanya tersenyum tidak menanggapi perkataan sahabatnya.
"Beb, hidupku rasanya seperti neraka." Ucap Kiran sedih.
"Seperti neraka gimana, apakah suamimu memperlakukanmu tidak baik?" Friska tampak terkejut.
"Entahlah beb, baik atau tidak yang jelas aku tidak suka hidup sama dia." Ucap Kiran kesal.
"Oh gitu." Jawab Friska singkat.
Kiran menatap Friska sambil mengernyitkan keningnya.
"Ya gini beb, kalau dari awal kita tidak menyukai seseorang, selamanya kita tidak akan menyukainya." Friska tersenyum menatap Kiran cemberut.
"Ya kamu tau Fris, aku tidak cinta sama dia. Dia sopir, bisa-bisanya mama jodohin aku sama dia yang hanya sopir." Kiran menatap sayu.
"Ya apa salahnya sih kalau dia sopir, dia baik, ganteng, sholeh. Seharusnya kamu beruntung dapetin dia." Friska berusaha menasehati.
"Kamu gak mengalaminya beb, coba kamu jadi aku." Jawab Kiran kesal.
"Beb, cobalah terima kenyataan. Dia jodoh kamu, ya itu kamu terima." Friska menatap penuh harap.
"Tidak akan pernah aku mencintai cowok matre itu." Kiran tampak kesal.
"Matre, dari mana kamu bisa menyimpulkan dia matre?" Friska tampak tak terima.
"Ya gini ya, coba dari awal kita kenal dia sengaja tu mau ditabrak. Karena tau mobil kita mewah, trus dekati mama. Coba dipikir pakai logika!" Kiran menatap tajam.
"Hmmm, itu semua sudah diatur. Kalau jodoh, ya begitu dipertemukan dengan cara apapun." Friska tersenyum melihat tingkah Kiran.
"Ihhh kamu itu sama saja ya. Teman curhat malah diceramahin." Kiran tampak cemberut.
"Beb, cobalah mencintai dia."
"Gak titik!"Jawab Kiran lantang.
Friska hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"Bagaimana kabar cowok kamu itu?" Kiran mengalihkan pembicaraan.
"Oiya, aku mau nikah beb." Ujar Friska bahagia.
"Menikah, baguslah. Kamu enak nikah sama pilihan dan udah pacaran lama." Kiran tampak sedih.
"Hmm, kamu salah beb. Aku menikah dengan anak teman mama kami dijodohin." Jawab Friska tenang.
"Trus Rion gimana?" Tanya Kiran.
"Aku putus sama dia, buat apa pacaran terus kalau tidak ada kepastian kapan mau halalin." Ucap Friska sedih.
"Ya kamu enak dijodohin sama yang selefel. Aku sama pria miskin." Ujar Kiran sebal.
"Huss gak boleh gitu, mungkin suami kamu miskin. Tapi dia kaya hati, dia bisa membimbingmu menjadi lebih baik. Dan selalu menerima kekuranganmu." Friska menatap lembut Kiran.
"Sudahlah aku tidak butuh itu, aku hanya butuh laki-laki yang aku cintai. Hidupku seperti neraka tinggal serumah sama dia." Kiran mengambil tasnya lalu meninggalkan Kiran.
Friska hanya diam melihat sahabatnya meninggalkannya sendiri.
"Semoga suatu saat kamu sadar Kiran, jika cinta bukan harta semata." Bisik Friska dalam hati.
"Dari mana, kenapa gak bilang kalau pergi? Aku tadi shalat dimasjid." Andrian bertanya ketika Kiran sampai dirumah.
Kiran hanya diam, dan berlalu dari hadapan Andrian.
"Dek, kamu gak boleh seenaknya pergi tanpa izin suami, dosa." Andrian menghampiri Kiran.
"Apa perduliku dengan dosa, aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan." Ucap Kiran lantang.
"Mulai besok, gak usah jadi sopirku." Kiran menatap tajam.
"Gak bisa dek, aku akan selalu ada kemana kamu pergi." Ucap Andrian lembut.
"Eh..gak malu apa kamu jadi sopir, penghasilanku lebih tinggi dari kamu. Seharusnya kamu malu, yang gaji juga aku. Malu dong!" Ucap Kiran sinis.
Degggggg
Jantung Andrian berdetak kencang, ada rasa kesal. Tapi masih bisa mengontrol emosinya.
"Baiklah aku akan mencari kerja, tapi aku hanya ingin berpesan. Jika aku tidak jadi sopir kamu. Berjanjilah untuk tidak kemana-mama tanpa seizin suamimu ini." Ucap Andrian.
"Hmm" Jawab Kiran singkat.
~ Jangan lupa like dan komennya. Vote juga ya, supaya penulis semangat berkarya. Terimaksih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...