Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Anel berjalan menyusuri gelapnya malam. Angin berhembus cukup kencang di malam itu, membuat tubuh Anel menggigil menahan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Air mata yang sudah sejak tadi jatuh seakan tidak mau berhenti, dadanya semakin terasa sesak. Anel terus berjalan tanpa tau arah. Hingga Anel tersadar saat ada mobil yang berhenti di depannya. Terlihat sosok yang Anel sangat kenal turun dari mobil itu.
"Anel, kenpa kamu berjalan sendiri malam malam begini?" tanya Vani
Anel tidak menjawab pertanyaan Vani, ia langsung memeluk tubuh wanita yang sekarang tengah berdiri di depannya.
"Nel kamu kenpa? apa yang terjadi sama kamu?" tanya Vani penasaran
Anel melepas pelukannya, ia hanya menggelengkan kepalanya dan terus menangis. Vani sampai bingung harus bagaimana. Vani pun akhirnya mengajak Anel ke rumahnya.
*****
Kediaman Sanjaya
"Maaf mel, aku kelepasan". ucap Nathan
"Tidak apa apa, aku terlalu merindukan mu Nat, aku juga tau kamu sangat merindukan ku". ucap Amel
"Hmmmmm Mel, ini sudah malam, aku akan mengantar mu pulang". ucap Nathan cepat
Nathan mengantar Amel pulang ke Apartemen miliknya, karna Amel sudah tidak tinggal di rumahnya.
Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah Nathan menuju apartemen Amel. Di dalam perjalanan Amel terus berbicara, sementara Nathan hanya diam mendengarkan.
Hari ini Amel sangat bahagia, senyum selalu menghiasi wajah cantik Amel. Dia akan ke rumah Anel besok untuk memberi kejutan ke pada sahabatnya itu.
Berbeda dengan Nathan, dalam perjalanan Nathan terus memikirkan kejadian barusan. Dia sedikit merasa bersalah atas apa yang terjadi, seharusnya ia jujur kepada Amel. Tapi hatinya tidak tega terhadap gadis yang pernah ia cintai, bahkan masih hingga sekarang.
Akhirnya mobil yang di kendarai Nathan, tiba di sebuah Apartemen mewah. Amel turun dari mobil Nathan.
"Sayang apa kamu tidak mampir terlebih dulu?" tanya Amel saat baru turun dari mobil Nathan.
"Mel, ini sudah malam, aku harus segera pulang". ucap Nathan cepat.
" Ok,baik lah, hati hati di jalan". ucap Amel
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, selang 1 Jam Nathan pun tiba di rumahnya,ia memasukan mobilnya ke dalam garase. Tanpa sengaja Nathan melihat mobil yang di pakai mang Ujang untuk mengantar Anel tadi pagi sudah terparkir rapi di dalam garase.
"Apa Anel sudah pulang".Bating Nathan
Nathan bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar utama. Tapi sayangnya Nathan tidak melihat Anel di dalan kamar itu, ia memeriksa ke dalam kamar mandi, Anel juga tidak ada juga di sana. Nathan berlari ke bawah untuk mencari mang ujang, biasanya mang ujang akan pulang setelah jam makan malam.
"Bik Imah, apa bibik melihat mang ujang?" tanya Nathan saat melihat Art nya di dalam dapur.
"Aduhh aden, Bikin kaget saja. Mang ujang ada di belakang den, sedang ngopi". jawab bik imah cepat.
Nathan langsung berlari ke taman belakang dan langsung menghampiri mang ujang yang tengah asyik menyeruput kopinya.
"Mang ujang". Panggil Nathan cepat
Mang ujang menoleh ke arah suara yang memanggil nama nya.
"Ehhhh Den Nathan, ada apa ya Den?" tanya mang ujang saat melihat Nathan sudah ada di hadapan nya.
"Mang, apa istri saya sudah pulang?" tanya Nathan cepat
"Non Anel sudah pulang sejak sore tadi Den". jawab mang Ujang cepat
"Sore tadi mang, tapi kenapa saya tidak melihatnya".ucap Nathan bingung.
"Ia Den, mang ujang sendiri yang mengantar Non Anel pulang". ucap mang Ujng lagi.
"Baiklah mang".
Nathan pun kembali ke dalam kamar nya ,ia masih memikirkan kejadian sore tadi.
"*Astaga, a*pa Anel melihat kejadian tadi sore, tapi kemana perginya dia". gumam Nathan
Nathan mengacak rambutnya frustasi, ia mencoba menghubungi handpone milik Anel, tapi tidak kunjung di angkat. Akhirnya Nathan menghubungi Aldo untuk mencari keberadaan Anel.
"Haloooo pak". Suara Aldo di sebrang telpon
"Do, tolong kamu cari keberadaan Anel sekarang juga". ucap Nathan cepat.
"Baik pak". ucap Aldo lagi
Nathan langsung mematikan telponnya,ia pun menunggu informasi dari Aldo.
Aldo yang mendapat perintah dari Nathan hanya bisa pasrah tanpa bisa melawan.
"Hari aku sangat sial, kalau bukan bos, sudah aku pecat dia. Bos-bos, kenapa kau melibatkan ku dalam urusan percintaan mu, apa dia tidak sadar sedang menyiksa jiwa yang jomblo ini". Gerutu Aldo sambil membuka aplikasi di smartfone nya.
Aldo mencoba melacak keberadaan Istri bosnya itu lewat Gps, untung saja handpone Anel masih aktif,jadi lebih mudah untuk Aldo mengetahui keberadaan Anel. Setelah mendapat kejelasan tentang keberadaan Anel. Aldo langsung mengirin pesan singkat kepada Nathan.
*****
Suara pesan handpone milik Nathan, ia langsung melihap pesan masuk yang di kirim oleh Aldo.Nathan sempat berfikir kenapa Anel ada di rumah Vani, tapi Nathan tidak mempermasalahkan itu.
Nathan bergegas pergi ke rumah Vani untuk menjemput Istrinya itu.
*******
Rumah Vani
Anel baru saja tertidur setelah menceritakan semua masalahnya kepada Vani, mungkin bagi Anel hanya Vani yang bisa ia ajak untuk berbagi, walau memang belum lama Anel mngenal Vani, tapi Anel sangat nyaman saat mengutarakan keluh kesahnya kepada dokter cantik itu.
Vani menatap wajah polos Anel yang tengah tertidur pulas, begitu banyak beban yang gadis itu pikul sendiri, Vani tidak menyangka Nathan akan begitu kejam memperlakukan Anel. Vani melangkah kan kaki nya keluar dari kamar tamu. Vani berjalan ke arah dapur untuk membuat susu, tiba tiba ada suara ketukan pintu.
Vani pun membelokan langkah nya menuju ke arah pintu, ia membuka pintu itu dengan lebar, dan terlihat sosok pria yang baru saja menjadi topik pembicaraan Vani dan Anel.
"Aku inging menjemput istri ku Van". ucap Nathan cepat.
"Lebih baik kau masuk dulu Nat, ada yang mau aku bicarakan". ucap Vani
Nathan pun mengikuti langkah Vani masuk ke dalam rumah itu. Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu. Awalnya tidak ada yang bicara, sampai Vani menanyakan hal yang membuat Nathan terkejut.
"Kenapa kamu masih berhubungan dengan wanita itu Nat?" tanya Vani cepat.
"Itu bukan urusan mu Van". ucap Nathan tidak suka.
Vani menghela nafasnya berat." Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar Nat, mungkin kau benar ini bukan urusan ku, tapi melihat Anel aku seperti melihat diri ku di dalam diri Anel. Kau tau apa yang aku alami dulu Nat". ucap Vani dengan wajah sendu
Vani sangat tau bagaimana prasaan Anel. Karna ia juga pernah merasakan itu. Nathan hanya bisa menghela nafas panjang, ia tau bahwa yang ia lakukan salah, tapi ini masih membuat Nathan bingung.
"Van tolong mengerti posisi ku, biarkan aku bertemu Anel". ucap Nathan penuh harap
"Kembalilah besok, aku tidak akan melarang mu, tapi biarkan Anel sedikit tenang, setelah apa yang ia lihat hari ini, aku yakin kau akan menyesal Nat.Fikirkan dan tentukan pilihan mu, jangan sampai kau menyakiti mereka, walau ini sudah sangat terlambat. Tapi setidaknya kau tidak menyakiti mereka lebih lama". ucap Vani memberi nasehat
"Tapi Van_
"Jangan mendebatku Nat. Kau sudah menjadi suami, dan apa kau tidak memikirkan jika nanti kau menjadi seorang ayah. Apa kau tidak pernah memikirkan perbuatanmu dulu akan membuahkan hasil. Fikirkan Anel, apa yang sedang dia rasakan. Dan jangan sampai kau menyesali perbuatanmu setelah semuanya terlambat."
Ucapan Vani seperti isyarat untuk Nathan. Tapi sayangnya Nathan terlalu bodoh untuk sekedar memahami ucapan temannya itu. Nathan hanya meresapi semua perkataan Vani, ia pun akhirnya memilih untuk pulang dan kembali besok. Nathan masih bingung harus memilih siapa.
Di sisi lain ada Amel yang pernah menyakitinya, tapi setelah mendengar penjelasan dari Amel,Nathan kembali berharap. Tapi Nathan tidak ingin melepaskan Anel yang sudah menyelamatkan kehormatan nya.
Nathan tiba di rumahnya pukul 01.30 dini hari, ia merebahkan tubuhnya yang sangat leleh di atas ranjang, tanpa terasa Nathan terlelap karna memang Nathan sangat lelah.
*******
Pagi ini Nathan bagung lebih pagi, ia menghubungi Aldo untuk mengantarkannya ke rumah Vani. Tak berapa lama Aldo tiba di rumah kediaman Sanjaya.Aldo menyapa bik Imah yang baru datang dari pasar.
"Pagi bik imah". sapa Aldo ramah
"Pagi juga den Aldo, tumban pagi pagi sudah nangkring di depan rumah Den, apa panggilan alamnya begitu kuat Den". Goda bik imah
"Ahhhhh Bik Imah tau saja". ucap Aldo cengengesan.
Nathan keluar mnghampiri Aldo yang tengah asyik berbincang dengan Bik Imah.
"Apa jiwa jomblo mu memberontak Aldo, sampai sepagi ini kau menggoda bik imah". ucap Nathan saat sampai di depan keduanya.
"Den Nathan bisa saja, mana mau Den Aldo sama bibik Den". ucap bik imah malu.
"Apa bapak sudah siap, kita berangkat sekarang pak". ucap Aldo mengalihkan pembicaraan.
Nathan tidak mengindahkan perkataan Aldo dan langsung masuk ke dalam mobil, Aldo pun ikut masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobil itu ke arah rumah Vani. Selang beberapa menit mereka pun akhirnya sampai di rumah tujuan nya.
Nathan turun dari mobil di ikuti Aldo dari belakng,Aldo langsung memencet bel rumah Vani.
Tak butuh waktu lama, pintu di buka sang pemilik,Vani menatap dua pria yang berdiri di depan pintu rumahnya. Iya mengajak Nathan dan Aldo untuk masuk dan menyuruh meraka duduk di ruang tamu.
" Nat, Anel masih belum mau menemui mu". ucap Vani cepat.
"Beri aku waktu untuk berbicara dengan nya". ucap Nathan memohon.
"Aku akan coba lagi, kalian tunggu lah di sini". ucap Vani seraya pergi ke kamar Anal.
Anel yang tengah duduk melamun di depan meja rias tidak sadar dengan kedatangan Vani.
" Nel." panggil Vani saat mlihat Anel tengah duduk melamun di depan cermin.
" Iya, ada apa?" tanya Anel
" Aku kira kamu belum bangun". mendekat ke tampat Anel duduk.
" Aku sudah bangun sejak tadi kok Van, hari ini aku akan bekerja". ucap Anel cepat.
"Apa kondisi mu sudah baik, kau harus banyak istirahat Nel, ingat dngan bayi yang tengah tumbuh di rahim mu sekarang". ucap Vani mengingatkan.
"Aku sudah sangat baik Van, tidak usah terlalu khawatir". ucap Anel meyakinkan
"Baiklah kalau begitu. Tapi Nel, di depan ada Nathan". ucap Vani sedikit ragu.
Deg....!
Jantung Anel kembali berdetak cepat, kejadian kemarin kembali melintas di fikiran nya.Vani yang melihat perubahan raut wajah Anel pun mencoba menenangkan Anel.
"Kuatkan hati mu, demi anak yang kau kandung.Hadapi ini Nel, apa pun yang akan terjadi semua sudah kehendak tuhan". ucap Vani
Anel terlihat berfikir, dia masih ragu untuk bertemu dengan Nathan."Aku belum ingin menemuinya Van, aku ingin melepaskannya pada sahabatku." ucap Anel cepat
"Aku mengerti, tapi setidaknya bicaralah sebentar padanya. Selesaikan masalahmu dengannya. Setelah kau bicara, baru kau bisa mengambil keputusan. Saat ini fikirkan anak yang kau kandung juga."
Anel masih tidak yakin, dia perlu sendiri untuk menenangkan dirinya. Tapi apa yanh di katakan Vani juga benar, bagaimanapun saat ini Nathan masih suaminya.
"Apa yang harus aku lakukan tuhan." batin Anel
.
.
[Bersambung]
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?