Takdir benar-benar seolah bermain dengan hidup ku, bagaimana tidak? apa yang selama ini ku jaga dengan baik harus kulepas dengan satu alasan.
"Semua perempuan sama saja, sama sama matre. Tidak ada satupun yang tulus mencintai."
_Dave
"Semua laki laki sama saja, sama-sama buaya. Mereka hanya menginginkan kenikmatan, tanpa ingin memiliki ikatan."
_Jasmin Lutfhi Adam.
Bagaimana jadi nya jika ke dua manusia yang tidak percaya akan cinta di pertemukan? Akan kah kedua nya bersatu, atau masih tetap pada pendirian mereka masing masing?
Sambungan dari novel "MENIKAHI PRIA KEJAM".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Eryna membulatkan matanya menatap wajah Rifqi, ia tidak menyangkah jika anak Dave yang selama ini di cari ternyata diasuh oleh Jasmin.
"Hey sayang kau kenapa?" tanya Will saat menghampiri Eryna dn Rifqi yang duduk di taman belakang.
"Rifqi apa kau sudah tahu di mana anak ku?" tanya Dave.
Rifqi dan Eryna serentak kaget mendengar ucapan Dave. Mereka saling tatap, lalu serentak melihat ke arah Dave.
"Dave anak mu .." Ucap Rifqi,
"Dia aman, sekarang dia sedang bersama wanita yang baik." Timpal Eryna.
"Kau serius?" tanya Dave lalu duduk di hadapan Eryna dan Rifqi. "Dimana kau menemukan anak ku, ayo sekarang kita kesana." Pinta nya.
"Kau tahu sayang, dimana anaknya Dave?" Tanya Will kepada sang istri.
"Aku baru saja tahu, Rifqi yang memberi tahuku." Jawab Eryna.
"Ayo sekarang juga kita kesana." Pinta Dave lagi, sambil berdiri bersiap-siap untuk menemui anaknya.
"Besok saja." Jawab Eryna
"Kenapa harus menunggu besok, jika sekarang saja bisa? Aku hanya ingin bertemu dengan anak ku, kalian tahu kan sudah lama sekali aku mencarinya."
"Ya, kami tahu. Tapi duduk lah dulu." Pinta Eryna dan Dave menurutinya, kembali duduk di tempat nya semula.
"Kenapa?" Tanya Dave.
"Aku mohon padamu, jika kau kesana nanti, jangan ambil paksa anak mu."
"Maksudmu?"
"Wanita yang mengadopsi anak mu, dia sangat sayang pada anak mu, dan aku tidak ingin kau memisahkan mereka dengan paksaan. Aku harap kau mengerti maksud ku."
"Ya tentu saja." Jawab Dave singkat.
🍃🍃🍃🍃🍃
Keesokan harinya, entah kenapa perasaan Jasmin jadi tak menentu, tapi ia juga tidak tahu perasaan apa yang saat ini ia rasakan. Baru kali ini ia merasa seperti itu. Ia melihat Ryan yang sedang tertidur pulas, di usap nya rambut Ryan dengan lembut. Lalu mengecup kening Ryan. Setelah itu Jasmin keluar dari kamar dan melihat ada Tyas yang sedang duduk menonton tv. "Kak tyas" seru Jasmin.
"Ya, ada apa Jasmin?"
"Kak, kenapa yah kok perasaan aku ngak enak gitu."
"Kamu sakit? Ayo kita ke dokter, sempat saja kandungan mu kenapa-napa." Tyas panik melihat Jasmin yang kini duduk di samping nya.
"Tidak kak, aku baik-baik saja. Tapi hanya saja kenapa perasaan aku ngak enak, ngak nyaman gitu kak."
"Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Tyas dan Jasmin hanya menggelengkan kepala nya.
"Apa ini bawaan ngidam?" Tanya Jasmin pada Tyas.
"Aku mana tahu Jasmin." Ucap Tyas sambil tersenyum.
"Ahh mungkin hanya pengaruh kehamilan ku saja."
"Jasmin" panggil Tyas.
"Ya kak"
"Kau belum cerita padaku, tentang siapa ayah dari bayi itu."
Jasmin terdiam mendengar pertanyaan Tyas.
"Apa kau sudah tidak percaya padaku lagi? Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai kakak mu lagi? Jadi kau tidak ingin lagi berbagi cerita padaku?"
"Kak Ty .." Ucap Jasmin menatap wajah Tyas yang terlihat bersedih.
"Tidak usah cerita, aku tahu kau sudah tidak percaya lagi padaku."
"Kak Tyas." Jasmin memengang kedua tangan Tyas. "Aku," Jasmin menunduk, ia bingung harus menceritakan dari mana.
"Tidak usah di cerita jika belum siap. Aku mengerti, tadi aku hanya bercanda saja"
Jasmin melihat wajah Tyas, lalu kemudian ia menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun, tanpa ada yang di kurangi atau di tambah kan. Tyas langsung memeluk tubuh Jasmin.
"Sungguh kau wanita yang sangat luar biasa." Tyas menangis mendengar cerita Jasmin. "Aku bangga bisa mengenalmu, kau adalah ibu yang paling luar biasa, sungguh Ryan pasti sangat bangga padamu."
"Tolong kak jangan ceritakan ini pada Ryan. Aku tidak ingin anak ku tahu perbuatan memalukan yang aku lakukan"
"Tidak akan. Tapi aku yakin Ryan sangat-sangat bangga bisa memiliki ibu seperti dirimu. Sunggu kau adalah malaikat yang berwujud manusia."