NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: fitry handayani

Elisa adalah gadis desa yang sangat cantik,namun karna ekonomi yang memaksa sehingga dia menjadi wanita murahan.
tidak ada pilihan,Kerja cantik dapat uang banyak itu kata penghibur di ujung keputusasaannya.

siapa sangka ia bertemu dengan seorang yang sangat kaya.menjadikannya simpanan.
ku pikir dia pria ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitry handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kantor, sedikit bertengkar.

"Pagi Bu Lisa !" sapa semua karyawan yang berpapasan dengan Lisa.

"Pagi Bu !" sapa seorang pria yang tak asing. Jordi .

"Pagi Jordi, emp kamu ada lihat Delta gak ?' tanya Lisa sedikit penasaran karena dari pagi tidak bisa menemui Delta.

"Oh, Delta sepertinya tadi di ajak pak Adnan deh ke ruangan serbaguna." jawab Jordi sedikit cengengesan.

"Oh, kok gak ketemu yah? padahal kan ruangan itu ada di atas!" Elisa tampak sedikit menggaruk kepalanya.

"Di telpon aja ,atau kirim pesan Bu !" tambah Jordi menyarankan.

"Sudah, tapi cuma di read nya aja belum di balas ,emp ya sudah aku lihat ke atas dulu yah !" tambah Lisa menepuk bahu Jordi seraya berlalu meninggalkan pria itu yang tampak tersenyum sumringah menerima perlakuan Elisa.

Sekretaris Muda, batin Jordi menerawang seraya berlari kecil menyusuri Lobi.

Lantai 11, Ruang serbaguna

"Memang di sini kok pak saya simpan nya !" suara wanita terdengar berat berbicara.

"jika benar di sini tentunya ada dong, coba cari lagi !" ketus pria yang terdengar kesal.

Tok...tok....tok....Elisa tampak mengetuk pintu ruangan dimana suara itu terdengar.

"siapa ?" Tanya seorang pria, Adnan.

cklek,

Pintu terbuka lebar. "Bu Elisa , ada perlu apa anda kemari !" tanya Adnan langsung berdiri dari duduknya di atas meja, sementara tatapan Lisa tertuju pada wanita di lantai ,Delta bersama beberapa tumpukan kertas gambar yang berserakan.

"Apa yang kau lakukan Delta ?" tanya Lisa menghampiri segera.

"Ini, aku sedang cari desain-desain bulan lalu, tapi dari tadi di cari gak ketemu.!" jawab delta lesu seraya membuka balik kertas yang berserakan.

"Memangnya untuk apa ?, " Elisa berjongkok memungut kertas yang berserakan itu.

"Apa yang kau lakukan Lisa, biar aku saja, aku ingat meletakkan nya di sini, Desain itu pak Edward menginginkannya." tambah delta mencari lagi setiap kertas.

"Bu Lisa tidak perlu bantu dia, biarkan saja dia yang mencarinya !" sambung Adnan sangat ketus,

"Lantas apa yang kau lakukan, apa kau tidak membantu nya !" gertak Lisa kesal melihat Adnan yang sok berkuasa.

"Haiss, iya Bu, ini juga saya cari!" jawab Adnan berat kemudian melangkah menuju lemari yang banyak tumpukan kertasnya.

"Apa kau yakin meletakkan nya di sini !" tanya Lisa lagi menatap Delta.

"Aku yakin Lisa !" Kening Delta terlihat berkerut dan wajahnya sangat takut.

"Jangan cemas begitu, kita akan menemukan nya segera!" Lisa berusaha menenangkannya.

"Adnan, memangnya ada berapa banyak gambar desain tahun lalu ?" tanya Lisa bangkit menatap Adnan di dekat lemari.

"Sepuluh gambar Hiasan kepala, dan satu desain kalung berlian , semuanya Masing masing berwarna Toska pada setiap berlian tengahnya !" jelas Adnan

"Untuk apa semua itu, bukannya sudah lalu !" tanya Lisa lagi penasaran.

"Sebagai bahan rujukan pada Direktur utama menyangkut deklarasi yang akan di adakan Pak Edward !" jelas Adnan lagi masih fokus pada kertas kertas di atas lemari.

Deklarasi, Apa itu berkaitan dengan pertemuan Dimas waktu itu !" Elisa aku menemukannya , ya ampun ternyata ada di dalam map kuning ini !" Delta tampak senang dengan keringat yang mengalir di wajahnya.

"Kau takut yah ,jika ini tidak di temukan ?" tanya Lisa mengusap keringat Delta.

"Tidak penting, yang penting ini ketemu." tambah delta sangat senang, sementara Elisa menatapnya serius.

"Bawa kemari !" Adnan tampak merebutnya, "Aku akan menyerahkan ini pada Pak Edward, kau bereskan semua ini !" tambah Adnan lagi memerintah.

"Saya permisi dulu Bu !" tambah Adnan menunduk seraya berlalu.

Percuma kau berpura-pura menghormati ku seperti itu, jelas di wajahmu kau sangat menentang ku. "Hey, Melamun !" Delta tampak mengguncang tubuh Elisa.

"Iya, Maaf aku akan bantu membereskan nya, !" Elisa segera memungut kertas kertas itu .

"Beruntungnya aku punya Ibu sekretaris ini !" sindir Delta membuat mereka tertawa di ruangan itu..hahahaha

Ruang Direktur dan sekretaris.

Elisa tampak masuk begitu saja, lalu duduk pada kursi nya, kemudian langsung menghidupkan komputernya, Ia bukan tak menyadari kedua mata terus Memata matainya hanya saja ia tak ingin memperdulikannya.

Di ujung Meja Edward jelas menatapnya tajam, Tangannya tertuju pada telpon kantor di sebelah kiri. "Adnan bawa berkasnya kemari !" Edward menutup telponnya , masih menatap Elisa, namun nampaknya gadis itu tak perduli.

Pencarian.......: perusahaan AsBerlian

Segala jenis dan gambar rancangan, klik dua kali , Oke, Elisa tampak serius menatap layar komputernya, Ternyata hasil rancangan perhiasannya sangat bagus, Elisa sedikit mengumbar senyum manisnya pada layar komputernya.

Tok....tok ..tok ...

"Masuk !" perintah Edward pelan.

"Ini berkasnya Pak !" Adnan masuk segera menyodorkan beberapa berkas.

"Apa yang tadi sudah di berikan pada Direktur utama ?" tanya Edward pada Adnan .

"Sudah, Bu Belinda juga melihatnya, Direktur utama menyetujui pengajuan proposal anda, Lantaran Bu Belinda sendiri ingin turut berpartisipasi di dalamnya !" jelas Adnan serius pada Edward sementara Elisa sedikit tergugah ketika mendengar nama Belinda, namun ia coba mengabaikannya, di karena malas melihat muka pria aneh itu pikirnya sangat kesal pada Edward mengingat perlakuan kasarnya tempo hari .

"Baik lah tidak masalah jika dia ikut, ini malah semakin bagus, berliannya juga berkelas aku akan menggunakannya untuk perhiasanku !" jawab Edward segera menandatangani berkas yang di bawa Adnan.

"Elisa , atur jadwalku bertemu dengan Belinda !" Edward tampak menatap Lisa di ujung meja.

Bukankah dia istrimu, heh kenapa harus di atur segala, tinggal ketemu saja " habis makan siang tuan ada rapat dengan klain, pukul 14.30 ada pertemuan dengan bagian pemasaran , selanjutnya kegiatan meeting dengan staf desain , di teruskan pemberitahuan deklarasi yang akan di adakan , "

"Hari ini jadwal Bapak padat, hemp, Bukannya Bu Belinda itu istri Bapak yah ,ketemunya di rumah saja bagaimana !" perkataan Lisa jelas sangat menyindir, sementara Adnan tampak canggung berada di sana.

"selesai" menyudahi tanda tangan terakhirnya, "Kau boleh pergi !" perintah Edward pada Adnan yang kemudian segera berlalu membawa berkasnya.

"Sudah bicaranya ?" ujar Edward menatap sinis Lisa yang masih sibuk dengan komputer nya.

"Sudah, " singkat Lisa lagi

"Selesai, !" Elisa segera bangkit dari duduknya, "Pak, aku sudah menyelesaikan tugasku, semua persiapan bapak sudah ada di sini !* Elisa menyodorkan beberapa map pada Edward." Nanti bapak juga di temani oleh Adnan, aku sudah mengurus semuanya ,sekarang aku mau pulang duluan bersama Delta, !" jelas Lisa semangat sementara Edward menatapnya.

"Aku akan pergi, selamat Bekerja Pak !", tambah Lisa lagi mengambil ponsel dan tas nya bermaksud keluar ruangan.

Braakkkk.......

Suara pintu yang tadi sedikit terbuka di tutup keras oleh Edward yang saat itu tengah menghadang kepergian Lisa.

"Apa yang Anda lakukan ?" tanya Lisa sedikit terkejut dengan kelakuan Edward.

"Kenapa semakin hari kau semakin lancang !" ketus Edward menahan tubuh Lisa di pintu.

"Aku hanya menyelesaikan Tugasku, apa nya yang lancang !" kesal Lisa memalingkan wajahnya.

"Dimas Erlangga, Putra pertama perusahaan AsBerlian, Adiknya bernama Juwi Erlangga, sementara ayah dan ibunya telah meninggal dalam kecelakaan pesawat, Dulu dia pernah bersekolah di Sekolah Menengah atas di Kota T, Lalu pindah ke kota X bersamamu , Apa hubunganmu begitu erat dengannya ?" Edward tampak menatap Lisa dengan serius sementara Elisa masih memalingkan wajahnya, Meneliti ucapan Edward .

"Jawab Lisa !"teriak Edward mengguncang tubuh Lisa keras.

"Jika benar kenapa ?" teriak Lisa membalas tatapan Edward.

"Heh, Lalu kenapa kau bekerja di klub Murahan itu, jika kau Mengenal pria kaya ? apakah dia mencampakkan mu ?" tanya Edward lagi makin dalam.

Mencampakkan ku, siapa yang mencampakkan ku ? "Jawab !" teriak Edward lagi seraya menggenggam erat bahu Lisa.

Ini sudah keterlaluan , "Ini semua tidak ada urusannya denganmu, Kita sedang di kantor, aku harap Anda lebih bisa propesional dari pada diriku !" jawab Lisa pelan menghela nafas panjangnya,

"Pergi lah !" Edward melepaskan genggamannya lalu berbalik arah.

fhuiiiihhhhh.....

Sabar Lisa, kau harus lebih sabar Menghadapi pria aneh ini, arogan sangat tidak jelas.

cklek

Elisa membuka pintu kemudian keluar dan berlari meninggalkan ruangan itu, tak ada yang ingin ia pikirkan lagi selain menjauhi pria menyebalkan itu, Elisa tampak terburu-buru memasuki lip, dengan perasaannya yang tadi gemetaran mengingat tatapan serta ucapan Edward, rasanya membuat ia sampai bergidik.

"Benar benar tidak bisa berurusan dengan orang kaya, dalam satu menit saja masa lalu seseorang bisa di Kulik nya !", ketus Lisa mengatur nafasnya di dalam lip.

Bersambung....

1
Nabulla 95
neks= next
Nabulla 95
sispeak= six pack
resain= resign
lip= lift
Iis Sumarni
aku suka bgt dengan alur cerita nya
Tika Tika
cerita ini sangat bagus😍
Kusniasri Kus
saya suka lanjut....
Rosita Hendriyani
duh lemah banget si Lisa, abis tangan, kaki kena batu, keiiris jarinya. ayukkk strong dong Thor
Evrilia_Evril
permisi mau tanya setau aq greentea itu teh kan bukan kopi..
Temy Gerrard Ynwa
lift bukan lip, HVS bukan HPS..
Dwi handayani
terlalu sekali ya itu belinds
Yani Sulastri
bagys certa'x
Wiski zoe
udh tamat ya thor?
Novelable uwwu
suka dimas jadinya aq..
Novelable uwwu
klien(client) bukan klain thor..tus lift ya thor bukan lip jd ingat lip sing gtu klo bc lip hee..
Novelable uwwu
pikirannya jorok itu apakah pikirannya nggak hygienis gak suka bebersih gitu maksutnya thor wkwk
Novelable uwwu
c ajah
Novelable uwwu
weww..
Novelable uwwu
mampir thor..kyknya elisa sbnrnya masih virgin ya..dy pny trik sendiri bwt nglindungi dirinya sendiri
Asiah
lanjut
Nisfu Unie Syafanie Pratama
tetetp semangat kak
Maria Binawati
semangat kak semoga badai cepat berlalu dan Tuhan kasih solusi yg terbaik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!