Seorang gadis terpaksa menikah dengan sahabat masa kecilnya karena calon suaminya pergi begitu saja tanpa kabar dihari pernikahannya.
Hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya bukan ditinggalkan calon suaminya saja, ternyata sahabatnya yang sudah sah menjadi suaminya menikah lagi dengan kekasih suaminya dimalam pertama mereka.
Istri kedua suaminya selalu menekankan pada gadis itu bahwa statusnya sebatas di atas kertas.
Apakah gadis itu bisa bertahan dalam menjalankan pernikahannya atau malah memilih untuk berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan Mayra
Sarah yang masih memejamkan matanya karena kelelahan melayani suaminya, tidurnya harus terusik karena ulah suaminya.
"Sayang tolong aku sangat lelah, aku mau tidur..." ucap Sarah tanpa membuka matanya.
Alex tidak mempedulikan keluhan istrinya, karena saat ini gairah langsung bangkit karena melihat kecantikan istrinya semakin bertambah kali lipat saat tidur. Tanpa makeup kecantikan Sarah tidak pernah pudar, Alex sangat bahagia karena Sarah menjadi istrinya.
"Emmm..." Sarah merasa geli saat tangan suaminya menjelajahi kulit mulus kembali.
Karena merasa terganggu Sarah langsung membuka matanya. Alex sangat senang karena berhasil membangun istrinya. Alex yang tidak ingin hilang kesempatan, langsung kembali naik keatas tubuh istrinya.
"Maaf sayang aku benar-benar sangat menginginkannya..." ucap Alex dengan suara parau karena menahan gejolaknya.
"Baiklah... Tapi setelah ini bawa aku jalan-jalan..." Sarah mengajukan syarat pada Alex, karena semalam Alex mengatakan kalau mereka akan berada di dalam kamar satu harian.
Sarah tidak setuju dengan keputusan Alex, jadi inilah kesempatan baginya supaya dia bisa keluar dari dalam kamar.
"Baik, tapi kita harus melakukannya lima ronde..." Alex juga ingin mengambil kesempatan.
"Lima? Sayang apa tidak bisa dikurangi?"
"Tidak, sayang." ucap Alex dengan tersenyum penuh kemenangan, Alex tahu kalau Sarah tidak bisa menolaknya keinginannya.
"Baiklah... Tapi ingat janji mu..."
"Ia, my love..." bisik Alex ditelinga Sarah.
Mendengar kata cinta dari mulut Alex membuat Sarah malu dan bahagia. Dan akhirnya di pagi hari suasana kamar kembali terdengar suara ******* dari bibir suara suami istri itu.
Di kota J, Chelsea yang mendapatkan kabar dari pembantu yang sangat dipercayainya membuat hatinya sangat bahagia. Dia tidak menyangka keputusan untuk memaksa putra menantunya pergi honeymoon tidak salah.
"Sayang kamu akan terus menatap hp mu itu?" ucap Bryan sambil menikmati sarapannya.
"Maaf, sayang. Pa, sepertinya sebentar lagi kita akan mendapatkan seorang cucu..." ucap Chelsea dengan bahagia.
"Cucu?" Bryan mengerutkan keningnya karena mendengar ucapan istrinya.
"Iya. Aku mendapat kabar dari bibi kalau semalam dia mendengar kalau Sarah dan Alex sudah sangat dekat dan Alex putra kita selalu bergelut manja dengan istrinya."
"Hahaha. Akhirnya itu anak menyadari juga kalau dia sebenarnya mencintai Sarah." ucap Bryan sambil mengingat bagaimana reaksi putranya pada saat sahabatnya Jaya mengatakan kalau dia menjodohkan Sarah dengan Andika.
"Benar, pa..." ucap Chelsea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mayra yang mendengar kalau Alex dan Sarah berada di Bali, Mayra memaksa Andika untuk memberitahu tempat penginapan Alex.
"Kamu yakin mereka tinggal di sini?" tanya Mayra yang duduk di bangku belakang mobil Andika.
Andika dan Mariana terpaksa mengikuti apa yang dikatakan Mayra, karena kalau tidak Mayra akan memutuskan untuk pulang langsung ke kota J. Mariana yang takut kalau Mayra akan pulang, padahal pekerjaan mereka belum selesai terpaksa mengikutinya.
"Hemm... Semalam aku melihat mereka masuk kedalam resort itu." ucap Andika.
"May, kamu mau kemana?" tanya Mariana saat melihat Mayra yang ingin keluar.
"Tentu saja aku harus memastikannya..."
"May, ini resort bukan untuk umum. Ini resort pribadi milik seorang pengusaha nomor satu di negara ini... Apa kamu tidak lihat ada penjagaan ketat di sana?" ucap Andika yang tidak ingin membuat Mayra masalah.
"Baiklah. Kita akan menunggu di sini saja...." ucap Mayra yang ketus.
"Menunggu? May, aku sudah lapar. Ini sudah waktunya kita makan siang..." ucap Mariana.
"Aku tidak peduli! Aku harus memastikannya"
Dengan terpaksa Mariana dan Andika mengikuti keinginan Mayra. Setelah menunggu selama dua jam, Mayra melihat sebuah mobil keluar dari dalam resort itu.
Mayra langsung tersenyum saat melihat siapa yang ada dalam mobil itu. Melihat sosok Alex membuat dia sangat senang karena dia merasa ini kesempatan yang diberikan Tuhan padanya untuk memperbaiki hubungannya dengan Alex.
Saat mobil Alex berhenti di salah satu toko, Mayra langsung cepat-cepat keluar dari dalam mobil. Saat dia ingin menghampiri Alex, Mayra langsung mengurungkan niatnya karena melihat Alex memeluk pinggang Sarah. Mayra dapat melihat jelas kalau saat ini Alex sangat bahagia.
"Tangan itu? Kenapa mereka seperti..."
"May, sudah lah hentikan mengejar Alex. Kamu dapat melihat jelas kalau saat ini Alex sudah menerima pernikahan mereka." Mayra langsung menatap tajam kearah Mariana yang mengikutinya keluar dari dalam mobil.
"Kalau kalian ingin pergi silahkan, aku ingin mengikuti mereka" ucap Mayra.
"Tapi May, Sore ini ada pemotretan. Kalau kamu tidak melakukannya kamu akan dituntut perusahaan"
"Aku akan datang tepat waktu! Pergilah, atau tidak kalian tunggu sebentar disini. Aku ingin melihat mereka." ucap Mayra. Mariana memiliki mengalah lagi, dia tidak ingin membuat Mayra tambah kesal.
"Sayang apa maksud mu tadi kalau Alex sudah menerima pernikahannya?" tanya Andika yang tidak sengaja mendengar ucapan Mariana.
"Aku tidak tahu pasti, tapi yang ku tahu dari Mayra kalau Alex terpaksa menikah dengan istrinya." ucap Mariana dengan singkat.
Mariana tidak ingin menjelaskan lebih terperinci pada Andika, entah kenapa perasaannya tidak enak saat Andika bertanya tentang Alex dan Sarah. Mendengar jawaban dari Mariana, Andika langsung diam.
"Sayang aku haus, kita minum didepan sana saja, sekalian menunggu Mayra"
"Hemmm..." Andika langsung menjalankan mobilnya ke arah yang ditunjuk kekasihnya tadi.
Didalam toko, Mayra yang mengikuti Alex dan Sarah dari belakang tampak sangat kesal melihat bagaimana Alex sangat memanjakan Sarah. Baju-baju yang sangat indah, dibelikan Alex untuk Sarah. Mayra yang melihat Sarah keluar dari dalam ruang ganti pakaian, tampak sangat terkejut melihat Sarah tampak sangat berbeda kalau tidak memakai kacamata bulatnya.
"Sayang apa sudah cukup segini saja bajunya?" tanya Alex saat melihat baju yang dipilih Sarah hanya lima potong saja.
"Kenapa? Ini sudah banyak, tahu!" ucap Sarah.
"Ya, sudah. Kalau begitu kita kemana lagi?" tanya Alex sambil mempererat memeluk pinggang istrinya.
Alex tidak suka mata-mata pria yang ada dalam toko melihat wajah cantik istrinya. Alex sengaja tidak mengingatkan Sarah untuk memakai kacamatanya, dia ingin mengubah sedikit istrinya. Dia tidak suka melihat tatapan orang yang melihat istrinya dengan tatapan merendahkan.
"Sayang kacamata ku tadi dimana?" tanya Sarah sambil mencari kacamata bulatnya didalam tasnya.
"Kacamata? Aku tidak tahu sayang..." sebenarnya Alex meminta pada pegawai toko itu untuk membuang kacamata bulatnya Sarah.
"Sebentar, sayang mungkin kacamata ku tertinggal di dalam ruangan ganti" ucap Sarah.
Setelah beberapa menit Sarah datang menghampiri Alex yang sudah menegang belanjaannya dengan wajah ditekuk.
"Kenapa begitu wajahnya?" tanya Alex yang pura-pura tidak tahu.
"Kacamatanya tidak ada..."
"Ya, sudah kalau begitu tidak usah pakai kacamata lagi dong sayang. Lagian mata kamu kan bukan minus..."
"Tapi aku sangat tidak nyaman melihat tatapan pria dengan, ku... Apalagi kamu tahu wajah ini mengingatkan ku padanya..." Alex yang mengerti maksud Sarah langsung menarik Sarah kedalam pelukannya.
"Tapi aku suka melihat wajah mu yang seperti ini...." Sarah langsung mendongakkan kepalanya menatap suaminya.
"Tapi..."
"Kalau kamu tidak nyaman, kita akan ke tempat kacamata dan membeli kacamata untuk mu.." ucap Alex sambil tersenyum. Sarah tampak memikirkan apa yang dikatakan suaminya.
"Tidak perlu..." ucap Sarah tiba-tiba setelah memikirkan perkataan suaminya.
"Kenapa?"
"Karena kamu suka aku tidak memakai kacamata, ya sudah aku mau mengabulkan permintaan suami ku ini..." ucap Sarah sambil mencium pipi Alex.
Alex tampak sangat terkejut karena Sarah mau menciumnya di tempat umum, meskipun hanya sebuah kecupan di pipinya.
**********