Suara musik berdentum dengan keras mengiringi orang-orang yang sedang asik berjoget di lantai sebuah bar.
sementara itu dari kejuhan tampak seorang perempuan yang sedang berdesakan di antara mereka,matanya tidak lepas dari sesosok pria yang tengah merangkul seorang wanita muda yang tak lain adalah sahabat dekatnya sendiri.
Tak lama kemudian dia melihat orang yang di ikutinya itu masuk kesalah satu room VIP yang tertutup,karena sangat penasaran wanita itu pun memberanikan diri untuk mengintip di sana,dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang terjadi didalam room itu.
Dengan perasaan hancur dan terpukul diapun berlari keluar menabrak orang-orang yang ada di depannya.mata wanita itu sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas karena sudah berembun menahan tangis dan sakit hati yang teramat sangat.
Dia menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang selalu menimpanya,hatinya sudah hancur berkeping-keping.
Apakah pernikahan kali ini akan gagal lagi,??
Apakah memang tidak ada orang yang mencintainya dengan tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan Candra
..." Rachel.... kamu mau tinggal dirumah saya ?? tanya Candra suatu hari saat mereka sedang menemani Raffa bermain....
..." maksudnya pak ??...
..." kamu ikut saya, tinggal di tempat saya, menjaga Raffa di sana, karena sulit jika saya harus bolak balik dari sini ke kantor !! di sana kamu tetap bisa mengelola bisnis online kamu, saya juga akan siapkan orang untuk membantu kamu karena sepertinya orderan kamu sudah mulai banyak....
..." akan saya coba pikirkan dulu pak !!...
..." saya sangat berharap kamu setuju !! karena Raffa masih membutuhkan kamu......
...* termasuk aku, ucap Candra pelan nyaris tak terdengar....
usaha bisnis online yang di jalankan Rachel berjalan di luar perkiraan, belum lama dia merintis usaha namun sudah memiliki banyak pelanggan bahkan dari kalangan atas, semua itu tidak lepas dari promosi mulut ke mulut yang juga di lakukan oleh Bu Joana dan keluarganya.
sampai Rachel bisa mengumpulkan uang untuk menyewa satu kios kecil untuk lebih memperkenalkan merek dagangannya. itulah satu hal yang membuatnya ragu untuk mengiyakan tawaran pak Candra untuk pindah kerumahnya dan menjaga Raffa.
..." Mbak Rachel sudah tau, kalo paman dan Raffa mau pulang kerumahnya ?? tanya Desti...
..." iya.......
..." terus gimana ?? apa mbak mau ikut mereka ??...
..." sepertinya sedikit susah Des......
...mbak sudah menyewa ruko kecil untuk mengembangkan bisnis cake, dan itu sudah jadi cita-cita mbak dari dulu....
...mbak masih mau menjaga Raffa, tapi kalau tinggal di rumah pak Candra...... Rachel pun menghembuskan napas berat karena belum bisa menemukan solusi....
Rachel memutuskan untuk memberitahu keluarga besar pak Bagus mengenai keinginannya. mereka pun menyambut baik hal itu, kecuali satu orang pak Candra dia hanya diam dan mendengar obrolan Rachel dan keluarga kakaknya.
Candra ikut senang karena usaha rumahan yang dikelola Rachel semakin maju, tapi di sisi lain dia juga khawatir jika nantinya akan semakin susah untuk bertemu dengan Rachel.
Candra pun memutuskan untuk menghubungi bawahannya, dia meminta bawahannya itu untuk mencari tahu perihal ruko yang akan di jadikan tempat Rachel memulai usaha cakenya. Candra sudah menemukan cara agar dia dan Rachel sama-sama di untungkan.
malam itu Rachel memutuskan untuk pulang dan tidur dirumah orang tuanya, karena dia besok akan mensurvei lokasi rukonya bersama Raka.
Raka yang baru pertama kali datang ke rumah keluarga pak Bagus terlihat takjub dengan kemegahan dari rumah itu, ditambah lagi saat melihat wanita muda yang berdiri di sebelah kakaknya.
setelah memastikan bahwa gadis itu adalah wanita yang ia kenal, Raka pun melempar senyum seadanya tanpa mengucapkan sepatah kata.
Raka melaju kan kendaraan roda duanya dengan keheningan, hingga membuat Rachel merasa aneh dengan perubahan sikap adiknya yang tak biasa.
..." kamu kenapa ?? tanya Rachel yang pada saat mereka sudah sampai di rumah...
..." ga apa-apa mbak ! kayaknya gara-gara kena angin malam aku jadi ngantuk ! aku tidur duluan ya mbak !! jangan lupa besok bangunin ! seru Raka sambil masuk ke dalam rumahnya....
..." kenapa adikmu ?? tanya ayah Rachel...
..." ga tau pak !! dari tadi di jalan juga diem aja ?? lagu sakit gigi kali, jawab Rachel asal....
..." besok kamu jadi survey toko ??...
..." jadi Bu ?? apa ibu mau ikut ??...
..." mau di bonceng dimana ?? duduk di depan ?? seloroh ibunya...
..." kalo ibu mau biar besok Rachel panggil ojek online.....
..." ga usah, kamu pergi sama Raka aja, nanti bapakmu kesepian di tinggal sendiri......
..." betttul..... jawab ayahnya....
..." iya deh iya ! Upin dan Ipin emang ga bisa pisah lama, ucap Rachel sambil mengambil handuk dan membawanya ke kamar mandi, dia ingin membersihkan mukanya dari debu jalanan....
selesai membersihkan wajahnya, Rachel pun berbaring di kasur, ia seperti belum percaya bahwa keinginan selama ini untuk dapat membuka toko cake akan segera terwujud, di saat matanya yang hampir terlelap, Rachel menyematkan doa semoga besok dan seterusnya semua yang ia kerjakan akan menjadi berkah untuknya serta orang-orang yang ada disekitarnya.
***********
siang itu Rachel dan Raka mendatangi ruko yang akan di sewanya, mereka juga di temani oleh orang yang menjadi perantara antara Rachel dan si pemilik.
betapa terkejutnya Rachel dan Raka begitu melihat ruko yang akan di kelola, ruko itu berada di wilayah strategis dan terletak tidak jauh dari gedung perkantoran, sungguh di luar ekspektasi nya, di tambah lagi dengan perabotan yang masih lengkap.
kata orang yang ikut bersama mereka, dulu si empunya ruko juga mengelola toko kue, namun karena satu dan dua hal, si pemilik harus menutup usahanya dan akan membiarkan penyewa baru untuk menggunakan perabotannya yang memang sengaja ia tinggal.
bagaikan mendapatkan durian runtuh, Rachel bertambah semangat saat mendengarnya, awalnya Rachel sempat berfikir untuk mencicil isi rukonya, namun setelah mendapat penjelasan tadi dia sangat senang karena dapat menghemat biaya dekorasi rukonya.
apalagi saat Rachel perhatikan di dalam ruko tersebut ada ruangan kecil yang bisa di gunakan sebagai kamar.
hingga tanpa pikir panjang Rachel langsung menanda tangani surat sewa gedung dan langsung membayar untuk beberapa bulan ke depan.
mendapat laporan bahwa Rachel langsung menandatangi perjanjian sewa, membuat Candra merasa senang, dia memang sengaja mengatur itu semua secara diam-diam, dia tidak ingin Rachel tau ada campur tangannya dalam urusan ruko tersebut.
Candra yang saat itu tengah memimpin rapat, tiba-tiba tersenyum saat membaca pesan dari orang suruhannya, hingga membuat beberapa karyawan terkesima dan sedikit heran karena tidak biasanya bos mereka memegang handphone saat rapat bahkan suara handphone menjadi haram hukumnya jika sudah masuk ke ruang ini.
belum lagi hilang rasa heran mereka, kini Candra malah meninggalkan rapat untuk mengangkat panggilan telepon, mereka yang duduk disana merasa was-was dan menerka ada berita atau masalah apa yang membuat bos mereka pergi meninggalkan ruang rapat begitu saja.
sementara di dalam ruang kerjanya, Candra menerima panggilan telepon dengan wajah yang ceria, dia berbicara dengan sangat ramah dan lembut, membuat sang asisten yang tadi mengikuti sadar akan situasi sebenarnya, dia pun kembali ke ruang rapat untuk menenangkan rekan kerjanya dan menjelaskan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi.
..." bapak mau kemana ?? tanya si asisten pada Candra yang sudah rapi dengan jasnya....
..." saya ada acara makan malam, jadi jadwal ulang semua kegiatan saya hari ini, dan dua hari ke depan, ucapnya sambil meninggalkan ruang kerja....
..." wah apa matahari sudah terbit dari Utara ?? kenapa pak Candra bisa tiba-tiba berubah begitu ?? ujar sang asisten yang heran dengan sikap bosnya....
tentu saja asistennya itu heran karena setelah istri bosnya itu wafat, Candra seperti menjadi orang lain, dia selalu sibuk bekerja bahkan hingga tidak tidur, seakan dia sengaja menyibukkan diri untuk membiarkan nya lupa dengan kehilangan yang telah dia alami.