Ini cerita cinta gadis bisu, awalnya gadis ini bertemu dengan pria tampan dan kaya bernama Ali. Ali menemukan cinta sejatinya yang bernama Hawa. Hawa hanya gadis desa yang sederhana dan mempunyai kekurangan pendengaran dan suara, Hawa tinggal hanya dengan Ibunya. cinta mereka tidak di restui oleh keluarga Ali, dan ingin menjodohkan Ali dengan wanita lain..
Hai teman-teman penasaran kan dengan ceritanya ikutin terus yuk! semoga kalian suka yah 😃😃😃
happy reading!😃😃😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2-32
"Mamah boleh cerita sama aku? masalah Mamah tuh, dulu apa?" tanya Viona.
"Mamah dulu sangat mencintai seorang pria. Tapi, gara-gara gadis bisu itu, Mamah kehilangan cinta Mamah. Emang Mamah dulu salah, udah khianatin cinta Mamah. Tapi, saat itu Mamah sudah minta maaf gak akan mengulangi. Berbagai cara Mamah lakuin, tapi gak berhasil. Gara-gara gadis bisu itu, Mamah sampai lumpuh dan stres. Sampai akhirnya, Mamah pura-pura minta maaf sama keluarga mereka. Dan Mamah di kenalin sama Papah kamu sayang. Papah kamu temannya Bu Hena, Ibu dari cowok yang Mamah suka. Sampai Mamah dioperasi dan pulih lagi berkat Papah kamu!" ucap Verlina.
"Ya ampun, kasihan sekali Mamah. Untung ada Papah penyelamat Mamah." Ucap Viona.
"Mamah mohon, jangan cerita masalah ini sama Papah kamu yah! Mamah gak mau dia tahu, Mamah bilang sama Papah kamu lumpuh sejak kecil." Ucap Verlina.
"Oh, gitu? tenang aja Viona gak akan bilang apapun sama Papah! Viona jadi penasaran dan ingin ke Bogor Mah! kesal Viona." Ucap Viona.
"Gak usah sayang, yang penting kebahgiaan kamu sekarang! Mamah gak mau kebahgiaan kamu direbut orang lain, Mamah gak mau kamu bernasib seperti Mamah! pokoknya kamu harus lebih cerdik dan pintar untuk mendapatkan apa yang kamu mau!" ucap Verlina.
"Makasih Mah, Viona sayang sama Mamah!" ucap Viona memeluk Mamahnya.
****
Di kediaman rumah Ayra. Ayra sampai di rumah dengan wajah yang sangat kesal. Hawa langsung menghampiri Ayra.
"Anak Mamah sudah pulang? kok cemberut kenapa sayang?" tanya Hawa.
"Ayra kesal Mah, tadi di toko buku ada cewek rese." Ucap Ayra.
"Rese kenapa sayang?" tanya Hawa.
"Ayra lagi milih buku, eh direbut sama dia! Ayra kesal." Ucap Ayra.
"Lho, emang stok buku hanya satu? kenapa dia gak sopan rebut buku kamu?" tanya Hawa.
"Stoknya cuma satu Mah, buku udah di tangan aku. Masa direbut? Ayra rebut lagi, akhirnya bertengkar di toko buku. Tadinya, di suruh ganti oleh petugas buku karena rusak. Tapi cowoknya itu gantiin buku yang rusak." Ucap Ayra.
"Dengar sayang, harusnya kamu jangan seperti itu! kamu harus tahan emosi kamu, ikhlaskan saja kalau emang dia mau, toh kamu bakal dapat buku yang lebih bagus. Jangan emosi gitu ya sayang! Mamah mau kamu jadi orang yang sabar, jangan keburu nafsu!" ucap Hawa sambil menasehati.
"Maafin Ayra Mah, tapi Ayra difitnah! Ayra gak terima." Ucap Ayra.
"Ya udah, sabar! sekarang kamu mandi, makan dulu gih! Mamah udah masakin sup iga kesukaan kamu!" ucap Hawa.
"Asik.... makasih ya Mah! Ayra sayang banget sama Mamah." Ucap Ayra.
"Mamah juga sayang." Ucap Hawa.
****
Di rumah Atna, Sadewa senyum-senyum karena terbayang Ayra di toko buku tadi. Sadewa langsung bercerita pada Atna.
"Kenapa lo? senyum-senyum gitu? gimana tadi jalan-jalannya sama Viona." Ucap Atna.
"Hah? biasa aja! kan gue nyari buku tadi bukan jalan-jalan kali!" ucap Sadewa.
"Masa sih? itu lo senyum-senyum. Apa lo udah jadian sama Viona?" tanya Atna.
"Sembarangan! gue gak suka sama Viona. Gue tadi ketemu cewek manis banget di toko buku. Tapi, galak. Gue belum sempat kenalan juga!" ucap Sadewa.
"Hadeh, Dewa-Dewa! yang jelas-jelas aja lah, Viona udah naksir lo sejak SMP lho, kenapa gak dia aja!" ucap Atna.
"Gue gak suka! kalau lo mau ambil aja!" ucap Sadewa.
"Mana mau dia sama gue? lo tahu dia itu Anak orang kaya, serba mewah. Mana bisa gue beliin apa yang dia mau. Kalau lo kan tajir, bisa beliin apa yang dia mau Wa!" ucap Atna.
"Gue gak suka kemewahan Na, gue suka cewek sederhana. Gak suka neko-neko kaya Viona. Gue lihat di diri cewek itu Na!" ucap Sadewa.
"Gimana caranya lo bisa ketemu dia WA, sedangkan lo ketemu cuma sekali. Mustahil bakal ketemu lagi!" ucap Atna.
"Gue yakin, gue dan dia bakal ketemu. Gue bakal cari itu cewek!" ucap Sadewa.
"Gila lo! dasar bucin akut!" ucap Atna.
"Bomat!" ucap Sadewa tersenyum.
****
Keesokan harinya, Ayra memakai seragam sekolah baru. Ayra tidak mau di antar oleh supir atau Ali. Ayra hanya naik motor ke sekolah. Karena Ayra tidak mau dibilang pamer atau apapun itu! kebiasaan sekolah di Bogor, Ayra lakukan Sederhana di kota. Meskipun Ayra hidup mewah, tapi dia tidak sombong dan tidak pernah memamerkan kekayaannya pada orang lain.
"Sayang, sudah siap berangkat? biar Papah antar yah?" tanya Ali.
"Gak usah Pah, Ayra naik motor aja!" ucap Ayra.
"Tapi sayang, nanti kamu kesasar! kamu baru di Jakarta!" ucap Ali.
"Pah, gak mungkin kesasar, sekarang kan ada GPS, kalau gak tahu tinggal buka aja! Ayra gak mau di antar! Ayra gak mau manja!" ucap Ayra.
"Mas, biarkan Ayra mandiri sendiri! percayalah kalau Ayra gak akan kenapa-kenapa." Ucap Hawa.
"Iya-iya, tapi kamu hati-hati yah!" ucap Ali.
"Iya Pah!" ucap Ayra pamit pada Hawa dan Ali.
"Alex! tolong kamu pantau Anak saya dari jarak jauh yah! saya gak mau Anak saya sampai kenapa-kenapa, Jakarta keras!" ucap Ali.
"Siap Bos!" ucap Asisten Ali.
"Makasih!" ucap Ali.
"Mas ini, kok gak percaya sama Anak sih?" tanya Hawa.
"Bukan gitu sayang, aku gak mau Anak kesayangan aku sampai kenapa-kenapa. Kan kamu tahu Jakarta luas dan keras!" ucap Ali.
"Iya-iya! Bapak sama Anak sama-sama keras!" ucap Hawa.
"Namanya juga Anak dan Bapak, pasti ada ikatan batin!" ucap Ali.
"Mamah dan Papah kamu kapan mau ke sini Mas?" tanya Hawa.
"Minggu depan sayang." Ucap Ali.
"Oh, iya Mas!" ucap Hawa.
****
Di sekolah, Bu Rika memperkenalkan Ayra sebagai murid baru. Saat melihat Ayra, Viona dan Sadewa kaget. Sadewa berdetak kencang gak menyangka kalau Sadewa bisa bertemu Ayra dan satu kelas.
"Pagi Anak-anak!" salam Bu Rika.
"Pagi Bu....." salam serentak Anak-anak.
"Ibu mau memperkenalkan Anak baru di kelas ini! silakan Ayra perkenalkan diri!" minta Bu Rika.
Apa? cewek itu? gak mungkin, gak mungkin! ah.... ini pasti mimpi gue. Sebal-sebal.
Cewek itu?
"Atna cewek itu Na!" ucap Sadewa.
"Perkenalkan saya Chayra, saya pindahan dari Bogor. Senang bisa berkenalan dengan kalian!" ucap Ayra.
"Neng geulis pisan ah! Bogorna mana? Aa oge Bogor!" ucap Hendra meledek Ayra.
"Uuuuhhhhh......." sorak Anak-anak.
"Diam semua! Ayra, kamu duduk samping Sadewa yah!" ucap Bu Rika.
"Baik Bu, terima kasih!" ucap Ayra.
"Sini-sini!" Sadewa merapikan bangku untuk Ayra sambil tersenyum.
Hah? cowok kemarin? nasib gue sial ketemu sama dua orang nyebelin ini lagi. Ya tuhan, dosa apa aku ini? males banget satu sekolah sama dua orang ini.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Gadis Bisu, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil nunggu up, mampir di cerita aku lainnya yuk, siapa tau suka cekidot 🥰🥰🥰
DIARY ASMARA
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Ayra kan blm nikah sama Dewa...
bunda tunggu season2'y...
semangat trus💪💪
next up Thor💪💪
semoga ayra jg lekas sadar
next up Thor💪💪