Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenangan Masa Kecil
Arion...my love...my savior..
Kau yang merajai hatiku
Kau yang menjagaku dengan segenap jiwamu
Kau yang kembali mengenalkan ku pada cinta
Aku menunggumu datang menjemputku
l love you now and forever....
...🌼🌼🌼...
Waktu bergulir dengan cepatnya, sore telah menjelang. Magic Cakes bersiap untuk menutup toko. Jonathan dan Manuela telah menyiapkan kantong-kantong kue yang siap dibagikan seperti biasanya.
Aku pun telah bersiap untuk menanti kedatangan Ainsley. Cincin pemberian Arion ku sematkan di jari manis, tampak berkilau indah ketika diterpa cahaya.
" Kau akan pergi bersamanya Elijah ?" tanya Jonathan
" Ya...aku rasa tidak ada salahnya bukan ?" jawabku pelan
Manuela mendekatiku, dia mengusap lembut punggungku
" Pergilah Elijah...aku akan membantumu bicara dengan Kenneth jika dia datang menjemputmu."
" Tidak perlu Manuela...aku rasa malam ini dia tidak akan datang."
" Dia tahu kau pergi dengan Ainsley ?"
" Entahlah...tapi aku yakin dia mengetahui itu...tenanglah kami baik-baik saja, Manuela."
" Baiklah...jika begitu...bersenang senanglah bersama Ainsley." ucap Manuela
" Waah...kau membuat perasaan ku buruk, Manuela...aku seperti sedang bermain hati di belakang Kenneth." kataku dengan sedikit senyum yang aku paksakan.
Aku lelah terus menerus berlatih rasanya ingin sekali berhenti dan menyerah. Aku butuh dukungan dari orang-orang terdekatku. Keluargaku memberikan semangat luar biasa tapi aku juga membutuhkan Arion...my guardian angel..
Tapi kini ia menjauh tanpa memberi ku alasan jelas. Di saat aku merasakan kembali cinta itu datang, Arion menjauh. Rasanya seperti dihempaskan dari gedung tinggi ke bawah dengan kecepatan penuh.
Its hurt....
Pintu Magic Cakes terbuka, Ainsley datang. Kami saling bertatapan, dan Ainsley mendekatiku.
" Kau sudah siap rupanya ?" sapanya
" Hhmm...kita berangkat sekarang?"
" Tentu saja...maaf kami pergi dulu...aku pinjam nona cantik ini bersamaku sebentar...dan tolong jangan tunggu kami kembali..okey?" kata Ainsley
Aku tertawa kecil mendengarnya,
" Ciiih...memang kita akan pergi jauh sampai tidak kembali...kau lucu sekali Ainsley." sahutku kesal
Dia mendekatkan tubuhnya padaku dan berbisik,
" Aku memang akan membawamu pergi jauh sayang." katanya sambil tersenyum
" Apa...kemana ?" tanya ku heran
" You Will see...shall we go now sweathearth?"
Ainsley meraih tanganku dan membuatku mengikutinya. Aku memberi isyarat pada Jonathan dan Manuela untuk berpamitan. Mereka membalas isyarat ku dengan lambaian tangan.
Langkah kaki Ainsley berhenti tak jauh dari Magic Cakes. Tangannya membuka pintu dimensi waktu dan kami pun memasukinya. Entah kemana dia akan membawaku pergi, aku hanya berusaha untuk percaya padanya.
Dia salah satu aliansi ku jadi aku harus mempercayainya, tidak mungkin dia akan melukaiku.
Selama dalam dimensi waktu Ainsley tak banyak bicara, ia hanya sesekali menatap padaku dan tersenyum. Seperti bukan Ainsley yang biasanya menggodaku setiap kali ada kesempatan.
Kami keluar dari dimensi waktu di sebuah gedung yang aku kenali. Mataku membulat sempurna tidak percaya.
" Ainsley....ini..."
Aku benar-benar cukup terkejut, aku tidak menduga Ainsley akan membawaku kemari,
" Kuingat tempat ini ?" tanya nya padaku
" Tentu saja...ini tempatku dibesarkan... Ainsley, bagaimana bisa kau ?"
Belum sempat aku menyelesaikan pertanyaan ku, seorang anak kecil dengan rambut diikat berlari melewati ku dia tertawa dan sedang bermain kejar-kejaran dengan seorang anak laki-laki lain.
" Itu...."
Mataku terasa panas dan tak lama airmata ku sudah tidak bisa tertahankan lagi. Aku memperhatikan anak perempuan itu, dia begitu gembira dan bahagia bermain bersama seorang bocah lelaki.
Anak perempuan itu terjatuh, kaki nya terluka dan ia terduduk di atas tanah. Anak lelaki itu segera memeluknya dan menghapus air.mata nya.
" Ssstt...jangan menangis...aku ada disini." kata anak lelaki itu
Ia membantu membersihkan luka di lutut anak perempuan itu dan membasuhnya dengan air bersih. Tangisan bocah perempuan itu berhenti dan ia memegang erat baju si anak lelaki yang sedang mengobatinya.
" Tenanglah...ini hanya luka kecil...jangan menangis lagi yaa..."
Anak lelaki itu mengusap pipi si bocah perempuan dan mencium kepalanya. Mereka saling menatap, tersenyum dan kemudian berpelukan
...----------------...
" Ainsley...ini... ingatanku ?" kataku sambil terisak
" Anak itu...aku dan teman kecilku...entah dimana dia sekarang....bagaimana kau bisa mengetahuinya, Ainsley ?" tanyaku penasaran
" Benar...ini ingatanmu...dan bagaimana aku tahu ?"
" Karena anak itu adalah aku.."
" A-apa....tidak mungkin...kau...?"
Ini kejutan untukku, aku dan anak lelaki dalam ingatanku itu dulu sangat dekat hingga akhirnya kami berpisah karena aku di adopsi oleh Mom and Dad.
" Selama ini aku telah bersama mu Elijah...ayahku menempatkan ku disisi mu untuk menjagamu." jawab Ainsley
" Kau..."
" Ya...aku telah bersamamu sejak kecil...ayahku adalah salah satu pelindungmu, anak kecil yang telah diramalkan menjadi pemimpin klan penyihir masa depan."
" Keluargaku menjagamu sampai akhirnya kau diadopsi...kami selalu berada di dekatmu dengan cara kami."
" Seperti Arion.." gumamku
Ainsley menatap tajam padaku, ia seperti tidak menyukai perkataan ku,
" Huh...si dewa aneh itu selalu disisi mu...dan aku benci dia." sahutnya
" Kenapa kau membencinya Ainsley ?"
" Karena dia selalu membuatku jadi yang kedua." jawabnya datar
Whaaaat...you muat be kidding me..
Sepertinya dia terkena second lead syndrom.
" Konyol.." gumamku
"I hear that...tugas menjagamu telah diserahkan padaku sejak kecil lalu dia merebut mu dariku...tentu saja aku kesal...dia tidak tahu berapa lama aku harus menunggumu dalam diam dan menjaga mu dari jauh."
" Aku bahkan mencari cara untuk mematahkan kutukan Casandra...kau tahu betapa sulitnya hal itu ?"
Aku hanya terdiam dan membiarkannya bicara, mungkin dengan begitu dia bisa mengurangi kemarahannya pada Arion, my savior...
" Kau tahu cara mematahkan kutukan itu ?" tanyaku serius
Ainsley hanya menatapku dingin lalu ia mengalihkan pandangannya ke depan. Ia kembali membuka dimensi waktu dan membawaku ke dalamnya.
" Kita kembali."
Kami menembus waktu untuk menuju ke suatu tempat, entah kemana lagi dia akan membawaku. Kami pun tiba di suatu tempat di ketinggian yang cukup membuat tubuhku menggigil kedinginan.
Hamparan pemandangan malam di kota Renndolsetra terbentang di depanku. Rembulan bersinar sempurna menerangi tempat kami berdiri. Indah sekali Renndolsetra dari atas sini.
" Untuk apa kita kemari Ainsley ?"
Ainsley meraih tanganku, ia melihat cincin pemberian Arion dan mengusapnya.
" Arion meninggalkan energi untuk menjagamu rupanya." katanya ketika melihat kilatan cahaya yang dipantulkan dari permata di cincin itu.
Ia kembali menatap wajahku,
" Mikhaela...my love...mau kah kau menikah denganku..."
Whaaat the hell.... he's crazy, asking me to marry him?
" Ainsley...kau sama gilanya dengan Dominic...baiklah kita selesai...aku ingin pulang."
Aku melepaskan paksa tangan Ainsley, dan berjalan menjauhi dirinya.
" Hanya ini jalan satu-satunya untuk bebas dari kutukan Apollo...Mikhaela."
" Dengan menikahi mu ?? Kau definitely crazy." jawabku
" Hanya keinginan sejati untuk mencintaimu yang bisa mematahkan kutukan... Mikhaela !"
" Aku telah bersamamu sejak kecil...dan ini adalah keinginan sejati ku."
Ya Tuhan...aku sungguh tidak percaya ...bisakah aku menemukan orang waras sekali saja dalam hidupku.
Sungguh rasanya ingin menyihir Sang penyihir Salem ini menjadi katak.
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?