Apa yang ada dipikiranmu saat mendengar kata ALIEN?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MGA - Pengawasan
“Jangan mendekat!“ teriak Blue yang melihat petugas bandara akan menangkapnya.
Merasa terancam Blue membuat mereka terpental kesana kemari. Blue semakin tidak menyukai kondisinya.
Tenaganya mulai melemah membuat dirinya lengah saat ada polisi bandara datang dan menembaknya dengan tembakan kejut yang membuat pingsan seketika.
Sementara Naku dan polisi yang baru saja sampai langsung masuk area bandara yang sedang di evakuasi. Profesor Langdon dan Max ditangkap, sementara Blue yang tak sadarkan diri tubuhnya diikat dengan kuat.
“Oh God! Ay__“ pekik Naku melihat Blue terbaring di brankar ambulance.
Naku berusaha melepas ikatan di tubuh pacarnya tapi usahanya dicegah oleh para polisi.
“Kau tidak boleh membukanya!“
“Tapi ikatannya terlalu kuat, itu akan menyakitinya!“
“Mahkluk ini anak di bawa ke rumah sakit jiwa dan badan intelijen khusus yang akan memeriksanya!“
Naku semakin dibuat bingung, jika begini identitas Blue akan terungkap dan Naku tidak mau itu terjadi.
“Saya akan ganti rugi semua kekacauan yang dibuat oleh pacar saya tapi tolong lepaskan dia!“
“Ini semua bukan tentang ganti rugi karena mahkluk ini adalah ancaman yang berbahaya!“
Untuk saat ini, Naku kalah kekuatan dan kekuasaan. Dia tidak bisa berbuat banyak yang bisa dia lakukan adalah menuruti semua aturan sesuai aturan yang berlaku.
*****
Blue mulai membuka matanya tapi dia tidak bisa bergerak karena badannya yang terikat. Dia mulai meronta dan gelisah.
Dengan kemampuannya dia berhasil melepaskan diri dari ikatannya dengan mudah. Blue dikurung di sebuah ruangan isolasi dengan pengawasan ketat.
Badan intelijen khusus yang dipimpin oleh Axel itu mengawasi Blue dari rekaman cctv.
Naku yang juga ikut mengawasi di sana begitu khawatir dengan keadaan Blue yang terus berusaha keluar.
“Ay, aku tahu kau mendengarku sekarang. Please jangan keluarkan kemampuanmu, posisimu dalam bahaya!“ batin Naku.
Dan benar saja pandangan Blue sekarang menatap kamera cctv dengan tatapan sulit diartikan.
“Apa kali ini yang akan dia perbuat?“ ucap Axel dengan mengetuk jari-jarinya di meja.
Blue masih bergeming dan mulai membaca situasi di sana. Dia terus mengerahkan kemampuannya sampai hidungnya mengeluarkan darah.
“Biarkan aku masuk! Hanya aku yang bisa membuat dia tenang!“ pinta Naku yang panik.
Axel tampak menimang-nimang permintaan Naku lalu dia mengangguk dan menyuruh anak buahnya supaya Naku masuk ke dalam. Dia juga ingin tahu bagaimana jika ada Naku di sana.
“Aku memberimu waktu setengah jam!“ ucapnya.
Naku segera mengikuti anak buah Axel dan masuk ke ruangan isolasi dengan pengaman ketat itu.
“Ay__“ panggil Naku dengan setengah berlari saat berhasil masuk.
Tapi Blue memundurkan badannya. “Jangan dekati aku!“
“Tidak apa-apa!“
Naku berusaha membujuk dengan merentangkan kedua tangannya. “Kemarilah, Blue!“
“Jangan tinggalkan aku, okay. Sekarang baca pikiranku!“
“Aku selalu pusing saat membaca pikiranmu!“ ucap Blue kemudian.
“Itu karena pikiranku kacau karenamu!“
Blue akhirnya bergerak maju dan mendekati Naku di sana, dengan cepat Naku langsung memeluk Blue yang ketakutan sekarang.
“Aku menyakitimu dan semua orang, Ayang!“
“Ini bukan salahmu, kita pasti akan keluar dari sini! Aku tidak bisa menggunakan Veronica atau sistemnya bisa dikuasai mereka dan aku juga tidak bisa menghubungi keluarga atau saudaraku! Aku tidak ingin mereka terlibat dan membuat keadaan semakin rumit!“ jelas Naku.
Lalu Naku mencoba menyeka darah yang keluar dari hidung pacarnya perlahan. Setelah itu dia merapikan rambut Blue yang berantakan. Dia melirik kaki Blue yang banyak luka.
“Ayang, kata manusia jahat itu aku akan mati!“ ucap Blue yang membuat badan Naku bergetar.
Setelah berkata seperti itu Blue meraih tengkuk Naku dan mencium bibirnya dengan buas. “Tidak making love, ciuman pun jadi!“