NovelToon NovelToon
Mr. Playboy

Mr. Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Badboy / Anak Genius / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

"Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana akan berlabuh"

Begitu juga dengan Darren yang rela menjadi seorang playboy agar bisa menemukan wanita yang tidak sengaja ia nodai. Setelah 6 tahun lamanya Darren baru bisa bertemu dengan Celine wanita yang selama ini dia cari. Darren tidak menyangka kalau dirinya memiliki dua anak kembar laki-laki yang genius hasil perbuatannya dulu.

Akankah mereka bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal Bersama

"Mari saya bantu," kata Bagas yang mengambil koper di bagasi mobil.

"Terima kasih pak Bagas," kata Celine.

"Ayo masuk," ajak Darren sambil menggangdeng tangan Celine.

Celine hanya bisa mengikuti langkah Darren masuk.

Bug

Tiba-tiba Julian menangis.

"Kenapa bisa sampai jatuh sayang?" tanya Celine kepada Julian yang terjatuh.

Celine merasa khawatir saat anaknya itu kurang berhati-hati ketika menaiki anak tangga. Julian kurang pas saat menapakkan kakinya ke anak tangga berikutnya ketika menaiki tangga. Lututnya terbentur sehingga mengeluarkan darah. Celine segera menghampiri Julian.

Darren yang melihat Julian terduduk sambil menangis kesakitan langsung menggendongnya. Kini Datren mendudukkan anak kecil itu di sofa.

"Jaden bisa tolong ambilkan kotak obat di belakang?" pinta Darren kepada anak bungsunya.

"Baik dad," kata Jaden.

"Hanya luka kecil tahan sedikit jagoan," kata Darren sambil mengedipkan matanya.

"Mommy bantu obati lukanya ya," kata Celine sambil membuka kotak obat yang diberikan oleh Jaden.

"Aww sakit mom," rengek Julian.

"Lain kali jangan lari kalau mau naik tangga ya sayang," kata Celine menasehati sambil mengoleskan obat merah ke lutut Julian yang berdarah.

Setelah lukanya di obati, Darren mengantar Julian ke kamarnya. Jaden mengikuti dari belakang.

"Istirahatlah sayang, Jaden temani kakakmu," pinta Darren.

"Siap dad," kata Jaden.

Setelah itu Darren menutup pintu kamar anak-anaknya. Darren pun tersenyum licik. Kemudian dia menghampiri Celine.

"Aku antar kau ke kamarmu," kata Darren yang tanpa Celine duga menggendongnya sampai ke kamar.

"Lepaskan Darren aku bisa jalan sendiri malu," gumam Celine lirih tapi dengan penuh penegasan.

"Malu sama siapa? anak-anak kan sudah di kamarnya," kata Darren.

"Tuan kira saya ini patung," batin Bagas.

Darren tetap menggendong Celine menuju ke kamarnya. Celine melingkarkan kedua tangannya ke leher Darren lalu membenamkan kepalanya di dad bidang laki-laki tampan itu.

Sungguh Darren memang laki-laki yang penuh kejutan. Sampai-sampai setiap tindakannya kepada Celine membuat jantung wanita cantik itu selalu berdetak tidak beraturan. Beruntung Celine tidak ada penyakit bawaan jadi kali ini dia tidak perlu memeriksakan kesehatan jantungnya ke dokter.

Sesampainya di depan kamar Celine Darren menyuruh Celine membukakan pintu kamar denan tangannya. Tangan Darren tak kuasa membuka karena posisi menggendong wanitanya itu.

"Bisa kau bukakan pintunya?" titah Darren.

"Aku turun di sini saja." kata Celine dengan gugup.

"Baiklah," kata Darren sambil mengecup pipi kanan Celine dengan tiba-tiba setelah menurunkan tubuh wanitanya itu. Darren pun melenggang pergi.

Celine seketika terpaku. Entah berapa kali dia dibuat kikuk oleh Darren. Dirinya terlihat memegangi dadanya sambil menggelengkan kepala.

"Issh Darren," kata Celine sambil menghentakkan kakinya ke lantai.

Darren tersenyum puas karena berhasil membuat Celine menjadi salah tingkah. Dia berharap agar wanita yang dicintainya itu bisa menerima dirinya seutuhnya. Karena saat ini hati Celine masih diliputi rasa bimbang. Darren bisa memahami luka di hati Celine yang telah ditorehkan olehnya tidak akan dengan mudah disembuhkan. Kenangan buruk di antara mereka 6 tahun lalu tidak akan bisa dihilangkan.

"Aku akan berjuang demi mendapatkan hatimu Celine," gumam Darren.

...***...

Sementara itu jadwal sidang Anabel sudah ditentukan. Anabel kini mendekam di dalam penjara setelah ditangkap beberapa hari yang lalu.

Anabel telah menyewa seorang pengacara yang bisa membantunya di persidangan nanti.

"Awas kamu Celine aku akan membalas perbuatanmu ini setelah aku dibebaskan" ucap Anabel tanpa ada penyesalan di dalam hatinya.

...***...

Malam ini Celine dibantu oleh asisten rumah tangga Darren membuat makan malam spesial. Darren yang sedang berada di ruang kerjanya mencium wangi masakan Celine buru-buru menuruni tangga.

Celine masih memakai celemek masak saat itu. Rambutnya disanggul ke atas membuat Darren menatap tajam ke arah Celine. Darren melihat wanita yang dicintainya itu seolah sudah menjadi istrinya.

Senyum mengembang di wajah Darren. Dia pun segera menghampiri Celine.

"Apa kau tidak capek?" tanya Darren dengan lembut.

"Tidak aku suka melakukan ini, lagi pula Jaden dan Julian lebih menyukai masakanku," kata Celine.

"Ck Jaden dan Julian, apa kau tidak tanya pendapatku?" tanya Darren sambil mencebik.

Celine tidak mengerti maksud Darren kemudian dia pun berfikir sejenak.

"Maaf aku tidak menanyakan akan makan apa kau malam ini," kata Celine.

"Tidak apa, apakah masakanmu sudah matang? Boleh aku mencicipi sedikit," tanya Darren.

Celine mengambilkan sendok untuk mengambil sedikit masakannya. Kemudian dia meniupnya karena masih dalam keadaan panas. Celine pun menyuapkan makanan le mulut Darren.

"Bagaimana?" tanya Celine.

"Emm enak," tanpa Celine sadari tindakannya itu membuat Darren bahagia. Darren tidak menyangka akan mendapatkan suapan pertama dari tangan Celine.

"Aku antar makanan dulu ya ke atas," kata Celine sambil melepas celemek yang menempel di badannya itu. Kemudian dia melepas ikatan rambutnya. Celine mengibaskan rambut hitam panjangnya itu di hadapan Darren.

Darren sampai menganga mulutnya karena kagum dengan kecantikan Celine.

"Tidak salah aku pilih calon istri." gumam Darren. Matanya masih saja menatap Celine yang berjalan menjauhi dirinya.

Tok tok tok

"Sayang mommy bawakan makanan untuk kalian," teriak Celine.

Ceklek

Mendengar mommynya berteriak Jaden pu. membukakan pintu untuk ibunya.

"Wow harum sekali mom baunya," kata Jaden yang mencium bau masakan yang dibawakan oleh Celine.

"Boleh mommy masuk?" tanya Celine.

"Julian apakah lukamu sudah membaik?" tambah Celine.

"Sudah mom," jawab Julian yang meletakkan hpnya setelah puas bermain game di dalam kamar.

"Ayo nak makan dulu, mau mommy suapin?" kata Celine sambil meletakkan makanan di meja kecil yang ada di samping tempat tidur anak kembarnya itu.

"Tidak mom Julian sudah besar," kata Julian.

"Mom kalau aku sakit apakah aku akan diperlakukan sama seperti Julian?" tanya Jaden yang merasa cemburu karena dia mekuhat hanya kakaknya itu yang diperhatikan oleh sang ibu.

"Tentu sayang kalian kan anak-anak kesayangan mommy," kata Celine sambil memeluk tubuh putranya.

"Kalau begitu aku mau disuapin mom," rengek Jaden.

"Jaden kan tidak sedang sakit,"

"Tapi Jaden maunya disuapin sama mommy," rengek Jaden.

"Baiklah," tangan Celine mengambil makanan untuk disuapkan ke mulut anak bungsunya itu.

"Aku makan sendiri saja mom," kata Julian.

Kemudian Celine mengambilkan meja kecil untuk meletakkan makanan Julian. Julian memang selalu bersikap lebih dewasa dibandingkan dengan saudara kembarnya Jaden. Walau diumurnya yang masih sangat muda, Julian telah membuktikan bahwa dirinya lebih bertanggung jawab sebagai seorang kakak meskipun mereka hanya berbeda 5 menit.

Lama Darren menunggu Celine di ruang makan. Akan tetapi wanita yang kini tinggal di rumahnya itu belum juga turun dari kamar anak-anak. Lalu Darren berinisiatif menyusul Celine. Tidak disangka Darren lagi-lagi merasa terpikat dengan sikap Celine yang sangat perhatian dengan anak kembarnya itu. Nampak sekali sifat keibuannya. Darren uring memasuki kamar Jaden dan Julian. Dia hanya melihat dari balik pintu yang sedikit terbuka.

1
Dyta Kusnani
critanya terlalu on the point ,, masa Darren baru ktmu Celine udh mau cium aja kan ga knl
Gintania nia
Luar biasa
Sativa Kyu
👍
Lusy Yana
masa ga punya jet pribadi???
Dahlia Anwar
egois Mash untung Daren mau tanggung jawab Mash nunggu
Putri Nunggal
owh ternyata ayahnya Celine masih ada
Hilya Nafilah
di awal udah menarik lanjut baca sampai akhir
Ik sin lim
GK ada akte lahir ok bisa beli tiket
Rose Winn
hartanya untuk apa coba..ahli warisnya dah meninggal...carilah cucumuu...
Nirwana Asri: jangan lupa vote nya ya kaka
total 1 replies
Rose Winn
klo tetnyata diaz bpknya darren gmn ruhhh
Rose Winn
bpknya kahhh???
Nirwana Asri
jangan lupa pencet kotak hadiahnya ya kak
Rose Winn
🤣🤣🤣😂😂😂
Rose Winn
kamu yv salah malah bawa mak lampirrr
Rose Winn
kayaknya paca2nya darren di kaasih apartemen di situ semuaa nich..gila diaa
ArlettaByanca
Untuk berumah tangga harus sama2 cinta biar ga mudah tergoda pelakor pebinor😂😂😂
Renireni Reni
tamatt ya??
Renireni Reni: siap kakk💖💖💖💖
total 2 replies
Renireni Reni
wahh....dpt janda anak 1 devon
Renireni Reni
lahh....kena perutnya....
Renireni Reni
masak gk ada bukti2 nikahannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!