Aku masuk ke dalam novel, dari pesan misterius yang aku baca, di tengah-tengah aku menangis karena karakter yang aku sukai mati dengan mengenaskan, aku terus menggumam dalam isakan tangis ku.
Dan begitu saja! Saat aku membuka mata, aku sudah berada di dalam tubuh orang lain yang berusia lebih muda dariku, dan aku menyadari. Jika aku masuk dalam novel yang aku baca.
Aku-pun memutuskan untuk menyelamatkan karakter yang aku sukai, aku akan menghindarkan dia dari kematiannya! Tapi lambat laun, ada perasaan khusus yang merayap di dadaku, aku menyadari akan hal itu, aku coba untu memendamnya, namun apakah aku sanggup? Sanggupkah aku terus mengekang perasaan menyesakkan ini?
Ikuti cerita Ara, yang berpindah dunia, dan masuk ke tubuh seorang anak perempuan bernama Suren. Cerita ini nggak bagus amat kok, banyak penulisan kata yang salah.
Salam cinta Arthor: Nany~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Udah cukup cuci mata
...~Udah cukup cuci mata~...
Sama seperti hari biasa, Ara hanya sibuk dalam pekerjaan pelayannya.
Nampak dia kini tengah merentangkan tangannya, dia baru saja selesai mencuci setumpuk gunung baju, seumur-umur ini pertama kalinya bagi Ara melihat atau bahkan mencuci setumpuk penuh pakaian.
Dia memegang punggungnya, rasanya sangat lelah, dan kaku, dilemaskan semua otot-otot tubuhnya, terdengar suara kretek...
"Pekerjaan bagus, Suren." Ucap seorang gadis pelayan yang ikut membantunya, mencuci setumpuk pakaian kotor itu.
Ara tersenyum kecut, sambil merasa lega, karena semua cucian sudah selesai, hampir semua pekerjaannya telah dia selesaikan.
"Melelahkan sekali ya!!! Ahh Anie mari minum teh hangat bersama." Ajak Ara, jangan kira Ara nggak punya teman lain, selain Athalla, Yurisein, maupun Air Alex ya?
Arthor aja yang kelupaan gambarin, bagian ini, hehehe.
Anie, mengelus puncak kepala Ara, Ara kini tengah memeluknya, meski dia dan gadis itu tak terpaut usia cukup jauh, tapi berada di dekapannya, sama seperti dalam dekapan ibu.
"Hahaha, Suren.. kau seperti anak kecil terus si?" Ujar nya.
Kepala Ara terdongak. "Aku memang masih 12 tahun, Anie? Apa itu bukan kecil?" Cetus Ara.
Dia menepuk jidat, lupa sendiri jika Ara itu sebenarnya memang masih 12 tahun, ya setidaknya di tubuh itu, yang seharusnya dia sudah 20 tahun sebenarnya.
Tidak heran jika tak ada yang percaya jika usia Ara itu, di sini! 12 tahun, dengan tubuh yang panjang begitu, mungkin setinggi 159 cm, bagaimana bisa seorang anak usia 12 tahun bisa setinggi itu? Belum lagi dengan sikap Ara, meski kadang kekanak-kanakan juga.
"Ya, sudah... Maaf aku yang terlupa, oh iya Suren? Bagaimana hubungan mu dengan pangeran Athalla?" Tanya Anie.
Wajah Ara bersemu merah, Anie tertawa kecil melihatnya, namun kemudian tergantikan rasa cemas di wajahnya.
"Suren.. aku tahu kau dekat dengan para pangeran, tapi sebisa mungkin kau tidak boleh memiliki perasaan pada satupun dari mereka!" Gadis itu memengang pundak Ara.
Ada raut wajah sedih di wajah Ara, tapi dia tahu diri juga kok, meski perasaannya tengah meletup-letup dalam dadanya. Sebisa mungkin dia akan menahan perasaannya! Bukan hanya tentang perbedaan status di dunia ini, tapi juga mereka dari dunia yang berbeda.
"Kau harus ingat!!! Diamana kita berada, Suren." Sambungnya, Ara hanya mengangguk, dia kemudian tersenyum.
"Tidak perlu memberitahu ku juga, aku sudah paham kok, Anie. Aku tidak akan punya rasa begitu." Balas Ara, Anie manggut-manggut.
"Arhkkkk... Tampan sekali!!!!!"
Terdengar suara jeritan perempuan, Ara dan Anie melihat ke arah suara, terlihat di sana para pelayan perempuan yang masih muda tengah berkerumun, Ara dan Anie kemudian mencari tahu, apa yang membuat mereka menjerit histeris, bak orang gila.
Di dapatinya di mata mereka, sebuah sosok pria yang masih muda, dia berjarak cukup jauh dari sana, namun dari sini masih bisa tampak jelas.
Ara dan Anie mengeleng-gelengkan kepala mereka, ya cewek kalo lihat cowok bening aja langsung berasa kek terbang.
"Hahhh.. mereka selalu heboh ya, Anie?" Lontar Ara, Anie menganggukkan.
"Ya, tapi... Bukankah tuan Evan.. itu memang sangat tampan!!!!" Ucapnya, Ara langsung geleng-geleng kepala.
Melihat ekspresi Ara, yang bek aja, Anie sontak mengundang tanya gadis itu, tidaklah heran, coba aj kamu, yang bek aja lihat cowok bening, hm.. pasti aneh.
"Kenapa? Apa menurutmu tuan Evan itu nggak tampan?" Tanya Anie.
Ara menggeleng, dia melirik gadis yang sudah dianggap saudarinya itu. "Tidak! Bukan itu, hanya aku udah biasa aja lihat cogan." Jawab Ara.
Semua cowok ganteng yang selama ini dia lihat pun muncul dalam kepala-nya, bersinar, begitulah, selama di dunia ini dia sudah merasa terlalu banyak melihat cogan, entah itu 2 pangeran kecil, sang raja, Sir Alex, para kesatria juga tak kalah, ia juga mengakui jika si paman licik itu juga ganteng, kalo nambah satu lagi, dia udah biasa, orang hampir tiap hari lihat Athalla dan Yurisein, lagi ada Sir Alex juga.
Jadi apa yang kurang dari mereka coba? Udahlah mereka aja udah cukup buat cuci mata.
Ara mengangguk-angguk, dia sanagt setuju dengan suara hatinya.
Anie membuang nafas pelan dari mulutnya, dia juga tahu hubungan Ara dan ke-2.
Dua gadis itu tak sadar jika sebuah sepasang mata tengah tertuju pada mereka, lebih tepatnya pada Ara.
Bersambung...
Sejauh ini untuk 6 chapter pertama lumayan menarik untuk di ikuti, aku penasaran juga pengebang karekter mereka.
Jangan lupa mampir di karyaku ya kakak..
My Little Prince dan VCPD 🥰🥰
semangat 💪 ditunggu up selanjutnya 🤗