true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ini dariku
Akira pun mencari kotak yang di maksud, dia pun menemukannya, Akira langsung membawanya pada Vian.
Akira memberikan kotak itu pada Vian, "terima kasih," kata Vian.
Akira kini duduk bersama Bu Ageng sambil bermain dengan Aira, Vian pun memberikan kotak itu pada Anis.
"ini hadiah untukmu, dan terima kasih atas selama ini, dan aku minta maaf pada kalian tentang masalah bayi kalian, seandainya dulu aku tak menutup mata, mungkin semua ini tak akan terjadi," kata Vian terliht sedih.
"sudah bang, kami sudah memaafkan Abang, lagi pula itu bukan salah mu bang, dan kami sudah ikhlas," kata Fanditersenyum.
"tapi ini hadiah untuk apa?" tanya Anis binggung.
"itu hadiah untukmu dari abang mu, jadi terima ya, atau aku akan marah," kata Vian.
"terima kasih bang," jawab Anis.
saat Anis membuka kotak itu dia tak menyangka jika Vian membelikan satu set perhiasan.
"bang ini berlebihan," kata Anis.
"tidak, dulu aku tak bisa memberikan hadiah saat kalian menikah, dan sekarang ini hadiah dariku dan Akira," kata Vian.
"terima kasih bang, ini sangat bagus," kata Anis.
"Fandi pakaikan pada Anis," perintah Bu Ageng.
Fandi pun memakaikan perhiasan itu pada Anis, Vian tersenyum bisa memberikan hadiah pada saudaranya itu.
sekarang hanya tinggal menunggu Vera dan Ela, dan untuk wanita yang dia cintai akan lebih spesial.
"baiklah nak, sekarang kamu ke kamar dan bereskan baju mu, dan nanti biar Vian yang mengantar Fandi ke Bandara," kata Bu Ageng.
"iya Bu," jawab Anis.
Vian melihat Akira yang seakan biasa saja, saat dia memberi hadiah pada Anis meski hadiah itu cukup mahal.
"kamu gak marah dek, aku memberikan hadiah pada adik ipar ku," tanya Vian.
"tidak mas, lagi pula itu kan uang mas Vian, dan mbak Anis adalah adik mas, jadi kenapa harus marah," kata Akira dengan senyuman.
"lihatlah menantu ibu ini, terima ksih ya nak, dan Vian ingat jangan melukainya jika tak ingin ibu meninggalkan mu," kata Bu Ageng.
"kenapa harus melukai wanita yang begitu baik, bener gak Aira," kata Vian.
"iya ayah," jawab Aira.
Vian pun mengantar Fandi bersama Kadir, sedang Aira sedang ngambek karena tak di ijinkan ikut oleh Akira.
sebelum itu Vian pergi, dia memberikan kartu debit miliknya pada Akira, karena bu Ageng mengatakan jika kebutuhan rumah ada yang habis.
"aduh gadis cantik gak boleh ngambek dong, nanti jelek loh, tadi katanya ada yang mau beli mie ayam, siapa ya," kata Anis.
"Aila ibu kecil," kata Aira.
"ya... padahal bunda mau belanja ke bravo, berarti Aira gak ikut bunda ya," kata Akira menggoda putrinya itu.
"emm... ibu Kecil Aila ikut bunda ya, ke blavo, mau main ya ya," kata Aira antusias.
sedang Akira dan Anis malah tertawa melihat tingkah gadis kecil itu, pasalnya Aira begitu mudah di bujuk.
"mbak tadi bang Vian kasih kartu yang BRI atau BCA?" tanya Anis penasaran.
"BCA mbak, kenapa memangnya?" jawab Akira tak mengerti.
"demi apa, ya Tuhan mbak di kasih yang BCA, wah berarti bang Vian begitu menyayangimu mbak, karena itu wah keren!" teriak Anis senang.
"memang kenapa sih mbak, kenapa mbak Anis sesenang itu," kata Akira yang masih membereskan mainan Aira.
"mbak Akira tau, kartu debit BCA itu adalah uang pribadi bang Vian, dan kalau gak salah mbak Vera pernah bilang jika uang di dalamnya begitu besar, di banding kartu yang lain," kata Anis menjelaskan.
"ya kita kan cuma belanja bulanan dan tak mungkin menghabiskannya, dan lagi aku tak suka belanja yang tak terlalu penting," kata Akira yang kemudian menyimpan mainan Aira.
Anis tak menyangka jika Akira bahkan mau menghabiskan uang Vian, padahal Vian sudah membebaskan.
sore hari Anis dan Akira serta Aira berangkat menuju ke bravo swalayan di daerah Denanyar Jombang.
saat sampai Aira sudah menarik tangan Akira dan minta main di play zone, "Aira sekarang main dulu tapi nanti tak boleh main lagi ya, setuju," kata Akira memberi pengertian pada Aira.
"iya bunda, Aila main sekalang, nanti Aila bantu belanjanya ya," kata Aira.
Akira dan Anis pun mengawasi Aira yang bermain, Akira mengisi kartu bermain itu sebanyak 50 ribu.
Aira sudah berkali-kali pindah permainan, tapi saatdi tempat capit boneka Aira begitu tertarik, Akira pun menghampiri putrinya itu.
"Aira mau beli boneka?" tanya Akira.
"iya bunda, tapi Aila ingin ayah yang belikan," jawab Aira sedih.
Anis tau bagaimana perasaan Aira yang dulu kurang kasih sayang dari Vian, "ya sudah semoga nanti ayah ingat Aira ya, sekarang kita belanja dulu oke," kata Akira mengendong Aira.
"Aira duduk di troli saja oke, kasihan bunda kalau harus gendong kamu," kata Anis.
karena tubuhnya yang kecil, Aira pun mau saja karena sudah terbiasa, mereka pun mulai ke bagian minyak goreng.
setelah itu ke area deterjen dan yang lainnya, saat lewat bagian mie instan, Aira menunjuk dan memberi tahu Anis.
"kamu mau mie instan, tapi ayah mu tak menyukai mie instan di rumah Aira," kata Anis.
"tapi Aila mau, satu saja," kata Aira memohon.
"oke satu saja ya," kata Anis luluh.
setelah semua belanjaan sudah di troli, kini Anis mengajak Aira dan kira ke area baju dan make up.
Anis membeli beberapa skincare miliknya yang juga sudah habis, "mbak Akira tak membeli skincare?" tanya Anis.
"gak mbak, di rumah masih banyak," jawab Akira.
"owh.. mbak harus merawat diri mulai sekarang, apalagi bang Vian itu ganteng dan tempat uang, takutnya banyak gadis yang ingin jadi pelakor mbak," kata Anis.
"insyaallah mbak, aku akan mencoba yang terbaik ya," kata Akira.
mereka pun mengantri di kasir untuk membayar belanjaan, saat membayar Akira pun sudah di beri tahu oleh Vian pin kartu ATM yang di bawanya itu.
"wah mbak Akira bisa mengunakan kartu ATM," kagum Anis Karena tak mengira jika Akira tak senorak yang dia pikirkan.
"tadi mas Vian yang ngajarin mbak, dan aku belajar dari video yang di perlihatkan oleh mas Vian," jawab Akira.
Anis makin yakin jika Vian sudah mulai membuka hatinya untuk Akira, bahkan sekarang Vian begitu memanjakan istrinya itu.
mereka pun akan pulang dengan belanjaan dua kresek besar, Aira duduk di belakang bersama Akira.
sedang Anis yang mengemudikan motornya, "oke Aira, kira mau kemana lagi? atau kita pulang saja?" tanya Anis.
"Aila mau pulang saja ibu kecil," jawab Aira memeluk tubuh Anis.
sedang Akira memutuskan mengirim pesan pada Vian tentang Aira yang menginginkan boneka.
Akira juga menyimpan struk belanja, dan nanti akan di berikan pada Vian sebagai bukti.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.