" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali
Selena berjalan tergesa-gesa masuk kedalam restoran bintang lima. Dimana dia akan menemani Nathan untuk menemui rekan bisnisnya. Selena pikir Nathan akan pulang terlebih dahulu untuk menjemputnya, dan datang bersama di pertemuan itu. Tetapi Nathan malah berangkat langsung dari perusahaan nya. Membuat Selena telat datang.
" Semoga saja Nathan tidak marah padaku. " Selena cemas akan mendapatkan amarah dari Nathan.
Seorang pelayan yang mengatakan dirinya membukakan pintu ruang VIP. " Terimakasih.. " ucapnya pada pelayanan.
" Maaf aku telat. " Selena mendapati Nathan sudah berada di sana. Namun hanya seorang diri. " Apa rekan mu belum datang? " tanya Selena sembari duduk di samping Nathan.
" Kau itu sangat payah! membuat ku malu saja! " kesal Nathan. Jika di rumah sudah di pastikan Nathan akan meluapkan kekesalannya.
" Maafkan aku. Aku pikir kau akan menjemput ku terlebih dahulu. " ucap Selena.
" Cih! kau pikir kau itu siapa? harus aku jemput! " ketusnya. " Sudah ku bilang, kita bertemu di tempat ini. "
" Maaf aku tidak mendengar kau mengatakan itu. "
" Dasar tuli! wanita tidak berguna! "
" Bisa kah kau menjaga mulutmu itu! kau selalu menghina ku! "
" Kau memang pantas di hina! karena kau wanita paling hina yang pernah aku temui. " terlihat sekali pria itu sangat membenci istrinya.
" Aku tidak memaksamu untuk terus bersama ku! lepaskan lah aku. "
" Enak saja! aku belum puas menyiksa mu! jangan harap aku akan melepaskan mu! " gertak Nathan.
" Kau-- "
" Diamlah! sebentar lagi dia akan datang! dan bersikap baiklah di hadapannya. " tepat Nathan menyelesaikan ucapannya. Pintu itu terbuka lebar.
" Maaf.. apa aku lama? toilet lumayan penuh. " ucapnya.
" Tidak apa tuan, kami tidak masalah. "
" Apa dia istri mu? " tanya pria itu yang melihat seorang wanita duduk. di samping Nathan dengan menundukkan wajahnya.
Selena segera menghapus air matanya yang menggenang, hampir saja menetes di pipinya. Dia harus bisa menguasai diri, mengenyahkan rasa sakit hati yang Nathan torehkan.
" Iya, dia istri ku.. " jawab Nathan. " Perkenalkan.. di Selena.. "
Deg. Jantung Selena serasa berhenti berdetak setelah melihat siapa yang ada di hadapannya. Begitu pun dengan pria itu, matanya menatap lekat istri rekan bisnisnya.
" *Selena.. "
" Arjuna*... "
Nathan mengerutkan keningnya. Baik Selena dan Arjuna sama-sama terdiam. " Apa kalian saling mengenal? " Selena terkesiap.
" Tidak! " jawab Arjuna.
Betapa sakitnya Selena mendengar jawaban Arjuna. Selena menghirup nafas lalu mengeluarkannya perlahan. Jantungnya semakin sesak dan perih. Pria yang sangat ia cintai dengan tega mengatakan tidak mengenal nya.
" Kau memang mengkhianati ku.. Selena! " Arjuna tersenyum ironi.
Pertemuan itu berlangsung dengan baik. Tetapi Selena lebih banyak diam, sama sekali tidak mengikuti apapun yang Arjuna dan Nathan bicarakan. Membuat Nathan begitu geram karena keberadaan Selena tak berguna.
" Kau memang tidak berguna! " ucap Nathan.
" Iya, aku memang tidak berguna. " ucapnya pasrah.
" Tidak ada gunanya aku mengajakmu kesini! kau tidak lebih baik dari Tasya. " ucap Nathan yang membandingkan Selena dengan sekertaris nya. Tasya sekertaris yang bisa di andalkan oleh Nathan baik urusan kerja ataupun di ranjang.
Selena memejamkan matanya, " Ya, aku memang tidak lebih baik dari Tasya! apa kau puas? "
" Bedebah! " umpat Nathan. " Kau pulang lah sendiri! aku tidak sudi mengantar mu pulang! " seru Nathan. Dengan teganya, Nathan meninggalkan Selena sendiri di basement.
" Ya Tuhan.. apa salah ku.. hiks.. hiks.. " Selena terduduk lemas. Menangis meratapi nasibnya yang selalu buruk.
" Selena... " suara seseorang terdengar. Selena mendongakkan kepala nya melihat orang itu.
" Kau Selena kan? "
" Rangga.. "
Rangga mendengus. Akhirnya dia tau kenapa Arjuna pergi dengan keadaan kacau. Ternyata dia bertemu wanita masa lalunya.
" Apa kau baik-baik saja? kau terlihat menyedihkan.. " ucap Rangga.
Selena segera mengusap air matanya, lalu kembali berdiri. " Aku baik-baik saja. "
Rangga memicingkan sebelah alisnya. Tidak percaya dengan pengakuan Selena. Sepertinya telah terjadi sesuatu antara Selena dan Arjuna. " Apa kau butuh bantuan ku? "
Selena mengangguk. " Pesankan aku taxi. Atau antarkan aku sampai ke lobby. "
" Baik. " Rangga. " Dimana rumah mu, akan aku antar kau pulang. Kebetulan aku tidak sibuk. "
" Tidak usah mengantar ku. Aku bisa pulang sendiri. " Selena menolak tawaran Rangga. Dia tidak mau lagi berhubungan dengan orang terdekat Arjuna.
Rangga mengangguk setuju, tidak ingin memaksa Selena. " Kau tidak banyak berubah. Apa selama ini kau hidup bahagia dan tenang? " tanya Rangga.
" Maksud mu? "
" Emm.. lupakan saja. " Rangga hanya ingin tahu apa selama ini Selena hidup dengan baik dan bahagia? sedangkan Arjuna selalu saja merindukan wanita itu. Hidup Arjuna pun terasa hambar. Tidak seperti dulu yang selalu bersemangat menjalani hari-hari. Rangga bisa tahu bagaimana kehidupan Arjuna, karena dia selalu menemani tuan mudanya itu.
Tapi melihat Selena tadi menangis dengan pilu, seperti ada yang tidak beres dengan kehidupan Selena. " Ahh.. lupakan saja! untuk apa aku mengurusi kehidupan nya. "
" Terimakasih Rangga.. "
" Iya, sampai jumpa dan jaga dirimu baik-baik. " setelah mengucapkan itu, Rangga kembali melajukan kendaraannya.
***
Arjuna duduk termenung. Hatinya begitu sakit mendengar kenyataan bahwa Selena telah di miliki pria lain. Bukan dirinya tidak mencari tahu keberadaan ataupun keadaan Selena selama ini. Pria itu menunggu waktu yang tepat untuk menemui kekasihnya, berusaha menjadi pria yang tangguh dan mapan, agar mendapatkan restu dari Surya. Selain itu, Arjuna perlu waktu untuk meyakinkan kedua orang tuanya, bahwa Selena satu-satunya wanita yang terbaik baginya.
Arjuna berharap Selena akan tetap setia menunggunya. Tetapi kenyataan pahit harus ia terima. " Selena.. kenapa kau tidak menunggu ku. "
Untuk sekian kalinya, Arjuna merasa hatinya terkoyak begitu dalam. Perjuangan nya kini sia-sia. Kesuksesan yang ia raih kini tak lagi berarti baginya.
" Arjuna.. "
Pria itu menoleh ke suara lembut yang memanggilnya. " Ada apa dengan mu? aku dari tadi mengetuk pintu, aku pikir kau tidak ada. " ucap gadis cantik yang selalu setia menunggu cinta dari seorang Arjuna.
" Aku ingin mengajak mu makan malam bersama. Apa kau ada waktu nanti malam? "
Arjuna meghela nafasnya begitu dalam. " Apa kau masih menunggu ku Cintya? "
" A-apa maksud mu? " jawabnya terbata.
" Apa kau tidak bosan menunggu ku? melupakan ku? "
Cintya tertunduk. " Maafkan aku Arjuna. Biarkan seperti ini saja, meski kau tidak akan menoleh ke arah ku. Aku bahagia asal bisa berdekatan dengan mu. "
" Apa kau mau menikah dengan ku? "
Cintya melebarkan kedua matanya terkejut dengan permintaan Arjuna. Cintya sama sekali tidak menyangka Arjuna akan melamarnya.
" Kau bersedia menikah dengan pria yang tidak memiliki perasaan pada mu? apa kau sanggup menikah dengan ku tapi hati ku milik wanita lain? " Arjuna berusaha jujur dengan perasaannya.
" Arjuna... " lirih Cintya tak percaya.
" Kalau kau setuju, aku akan menikahi mu secepatnya. "
Dengan perasaan tak menentu, Cintya menganggukkan kepalanya dengan cepat, pertanda setuju.
" Tapi aku ingatkan sekali lagi. Jangan paksakan aku untuk mencintai mu. Tenang saja, aku akan menjadi suami yang baik untuk mu. Dan menanggap mu selayaknya istri sesungguhnya. "
" Kalau kau tidak bisa menerimanya. Kau boleh menolak! " Arjuna.
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak