NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Perjalanan Cinta Di Campus Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Contest / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:110.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sholeha Nurjanah

🌿PCDCG 🌿

Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.

- Lena & Lyon 🔆

Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.

Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.

Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?

Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?

Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.

☘️ •••••☘️

PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI

☘️•••••☘️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Next kenangan tiga tahun lalu.

"Justru tanpa kejadian itu kamu ngak akan tahu rasanya di cium pangeran speak Korea kayak aku". Balas Elyon tersenyum jahil dan sepertinya mulai tertular virus PD dari Ellena.

"Dasar kepedean!". Kata Ellena sambil memalingkan wajahnya yang terlihat menahan malu. Namun, sayangnya malah di balas kekehan kecil dari Sang empu.

"Jika bukan karena kejadian itu, Lyon ngak akan tahu rasanya mencintai seorang perempuan seperti kamu". Kata Elyon mampu memunculkan tatapan haru dari Ellena.

"Dan karena itu juga, Lyon berani memberikan hati untuk seorang perempuan yang rela terluka demi memperbaiki hidupku yang berantakan". Lanjut Elyon kembali dan tanpa dia sadari Ellena sudah melayangkan elusan lembut di atas pipinya.

"Justru karena kamu aku berhasil di kalahkan oleh perasaanku yang terus memaksa ingin membalas cintamu". Kata Ellena yang teringat oleh masa lalu di mana ia terus mencoba menepis perasaan cinta nya untuk Elyon.

"Kalau sekarang bagaimana? Menerima perasaan ku dengan terpaksa atau sukarela?" Tanya Elyon sambil menatap penuh godaan pada Ellena.

"Emm. Sukarela atau terpaksa yah?". Jawab Ellena sambil senyum jahil bermaksud untuk menggoda Elyon yang mulai mengerutkan wajahnya dengan kesal.

"Hahaha. Sukarela lah! Kalau ngak udah aku tinggalin kamu buat kejar Oppa-oppa korea". Jawab Ellena yang menikmati pemandangan Elyon yang tengah memasang wajah datar nya.

Raut wajah Ellena yang sebelumnya bersinar bahagia mulai menghilang, ketika ia teringat jika perasaan manusia sewaktu-waktu dapat berubah. Perasaan gelisah pun mulai menggerogoti hatinya, gelisah di mana Elyon akan mulai berpaling darinya.

"Jika suatu hari nanti perasaanmu berubah, bilang yah? Jangan bohong! Lebih baik jujur tapi menyakitkan daripada berbohong demi menutupi kenyataan". Kata Ellena dengan kedua bola mata mulai berkaca-kaca.

Di sisi lain Elyon pun menanggapi perkataan Ellena dengan senyum kecil dengan kedua tangan mulai menggenggam kedua tangan mungil Sang kekasih.

"Lena. Sebisa mungkin aku akan berusaha mempertahankan perasaan ini, jika suatu saat perasaan di antara kita mulai ada yang berubah. Mari kita tumbuhkan kembali perasaan ini". Balas Elyon penuh ketulusan.

"Hubungan itu di dasari oleh dua pihak, Lyon. Jadi tidak hanya kamu saja yang akan berjuang di sini, tapi kita berdua". Kata Ellena masih berusaha menahan air mata.

"Aku siap Lyon untuk berjuang bersama kamu dalam hubungan ini". Lanjut Ellena dengan hati yang mantab memilih Elyon sebagai pasangan dalam perjalanan hidup dan kisah cintanya di dunia ini.

"Tentu. Kita akan berjuang bersama". Balas Elyon kemudian menarik tubuh Ellena masuk ke dalam dekapan tubuhnya.

"Perjalanan kita masih panjang dan aku harap perjalanan cinta kita suatu hari nanti akan kita lewati di campus ini". Lanjut Elyon sambil mengelus lembut pucuk rambut Ellena yang terlihat nyaman dalam dekapannya.

Beberapa menit mereka habiskan dalam diam sambil menikmati bulan purnama sebagai saksi kisah cinta sepasang manusia bumi ini.

"Lyon. Apa kamu masih menyimpan kotak P3K yang Lena buat?". Tanya Ellena mulai memecahkan keheningan di antara mereka.

"Hmm, masih. Lyon simpan di ruang MEMORY E♥️E". Jawab Elyon seperlunya dan di balas anggukan paham oleh Ellena yang memang telah mengetahui perihal ruangan tersebut.

"Hmm. Bahkan coklat yang Lena berikan masih ada. Walaupun hanya tinggal bungkusnya, tapi Lyon taruh di bingkai agar dapat pajang". Lanjut Elyon.

Ellena tahu maksud Elyon melakukan hal ini, agar ia selalu tahu dan ingat tentang pesan serta harapan nya yang menginginkan hidup Elyon di penuhi manis seperti coklat yang ia berikan.

"Emm. Btw, Lena tebak ruangan dengan nama MEMORY E♥️E itu artinya Ellena♥️Elyon betul kan?". Tanya Ellena sedang menerka-nerka.

"Hmm, benar. Ruangan itu tempat di mana semua kenangan kita saat pertama kali bertemu sampai tiga tahun kita bersama tertata rapi di sana". Jelas Elyon semakin menjatuhkan hati Ellena ke dalam sikap Elyon yang tak pernah ia prediksi sebelumnya.

"Emm. Jadi penasaran deh! Kalau ada waktu ajak aku ke sana". Kata Ellena menatap Elyon penuh harapan.

"Hmm. Tunggu sampai ruangan itu selesai ku renovasi". Kata Elyon langsung berhasil memunculkan raut wajah bahagia pada Ellena.

"Lyon. Perlu kamu tahu, hadiah tidak di lihat dari harganya, tapi ketulusan dan maksud dari sang pemberi". Kata Ellena mencoba memberi penjelasan kepada Elyon tentang kenapa selama ini dia tak pernah membelikan barang branded padanya.

"Hmm. Tenang Lena aku tahu maksud semua hadiah kamu itu". Balas Elyon tersenyum tulus.

"Aku juga ngak perlu barang mahal". Lanjut Elyon berhasil memunculkan kekehan kecil dari Sang empu.

"Iyah-iyah Si paling kaya". Balas Ellena memutar bola matanya malas.

"Fakta". Sahut Elyon langsung di hadiahi tepukan keras di dadanya.

"Aku harap Tuhan memberi banyak waktu untukku menikmati wajah ini". Batin Elyon sambil menatap penuh perhatian ke arah Ellena yang sedang memasang wajah kesal.

"Lyon. Kamu ingat besok hari apa?". Tanya Ellena berhasil membuyarkan lamunan Elyon.

"Emm. Anniversary?". Jawab Elyon mampu mengembalikan senyum bahagia di wajah Ellena.

"Besok malam aku jemput". Lanjut Elyon dan ini lah salah satu sifat Ellena yang paling ia sukai pada diri nya yaitu di mana Sang kekasih yang sangat peka dalam segala keadaan.

"Oke!!!" Kata Ellena dengan semangat sambil membentuk jari - jari tangan kanan nya membentuk huruf O dengan menggunakan jari telunjuknya dan ibu jari nya dan tentunya ia tak sambar menunggu kejutan dari Elyon.

"Lena. Ayo pulang, udara makin dingin". Ajak Elyon langsung di angguki setuju oleh Ellena.

Mereka pun mengakhiri acara menikmati sinar bulan purnama malam itu dan meninggalkan gedung kampus Galaksi yang menjadi salah satu impian mereka untuk berkuliah di sana suatu saat nanti.

Keesokan harinya.

Malam hari di Kediaman Carion Anggara.

Di kamarnya terlihat Ellena sudah siap dengan dress berwarna ungu dan tak lupa memakai make up tipis di wajahnya yang sebenarnya sudah cantik secara natural.

"Akhirnya udah selesai!". Gumam Ellena dengan pandangan memperhatikan ke arah pantulan kaca yang berukuran sama dengan dirinya.

Setelah Ellena merasa penampilan telah sempurna, ia pun segera mengambil tas selempang nya serta satu paper bag yang berisi hadiah anniversary untuk Elyon.

Perempuan cantik itu pun mulai keluar dari kamarnya berniat pergi ke ruang tamu untuk menunggu Elyon menjemputnya. Akan tetapi perasaan tak enak mulai merasuki hatinya ketika ia menuruni tangga kediamannya.

"Kenapa perasaan ku ngak enak yah?". Batin Ellena mulai merasa cemas.

"Huft. Ya ampun Ellena jangan berfikiran negatif, pasti ngak akan terjadi apa - apa". Gumam Ellena berusaha menenangkan diri.

Ketika Ellena melanjutkan langkah kakinya saat menuruni tangga, terdengar suara deringan telfon berasal dari handphone nya dan mau tak mau ia pun menghentikan langkahnya sejenak bermaksud untuk mengangkat telfon tersebut.

"Ohh, Lyon". Batin Ellena ketika melihat nama kontak yang tertera pada Sang penelfon dan langsung saja ia pun mengangkat nya.

Mode On Telefon.

Ellena : Hallo Lyon nya Lena

Aku udah si-

Orang Yang Tak di Kenal : Maaf nona, saya bukan Tuan Lyon. Saya adalah seorang polisi.

Ellena : Kenapa handphone pacar saya ada di anda? Terus pacar saya di

dimana sekarang?

Orang Yang Tak di Kenal : Mohon tenang Nona. Sebetulnya pemilik handphone ini sudah mengalami kecelakaan dan sedang di

bawa ke rumah sakit.

Ellena : APA!!!KECELAKAAN!!

Ellena yang mendengar itu pun terkaget hingga menjatuhkan handphonenya serta paper bag di tangannya ke atas lantai. Alhasil kaca handphone milik Ellena pun pecah, begitu pula isi dalam paper bag yang berceceran.

"N-ngak! Ngak mungkin!!! Hiks! Hiks". Kata Ellena berusaha menganggap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk saja.

"AKHHH!!!KENAPA INI SEMUA HARUS TERJADI?!!!". Teriak Ellena terdengar frustasi.

"Hiks... Hiks. Gw harus ke rumah sakit". Kata Ellena dengan sesegukan sambil menghapus kasar tetesan air mata yang telah merusak riasan cantiknya itu.

Tanpa menunggu waktu lagi Ellena langsung saja berlari menuruni anak tangga, karena perempuan itu seang memakai sepatu hak tinggi. Alhasil membuatnya terpeleset hingga terjatuh hingga berguling di atas tangga.

"AAA!!!". Teriak Ellena dengan panik ketika ia tak dapat menahan keseimbangan tubuhnya.

BRAK!!!

"L-lyon". Gumam Ellena terlihat tergeletak di lantai dengan bersimbah darah yang berasal dari kepalanya.

"Lyon. Semoga Tuhan memberikan kesempatan untuk kita dapat bertemu kembali". Batin Ellena sebelum kesadaran nya mulai sepenuhnya menghilang.

Sepasang manusia bumi itu tidak tahu jika di hari anniversary ke tiga mereka adalah hari di mana mereka terpaksa di pisahkan oleh takdir Sang Kuasa.

Dari kejauhan terlihat yang tengah berada di dapur Mama Emely tak sengaja mendengar teriakan Ellena tadi hingga membuatnya bergegas pergi menuju ke arah sumber suara

"Sayang kenapa sih suka banget teriak-teriak? Ini rumah lho bukan hutan". Kata Mama Emely sambil membawa segelas susu hangat di tangan nya, tanpa menyadari bahwa Sang putri tercinta telah tergeletak lemah di lantai yang dingin dengan bersimbah kan darah.

PYARR....

Suara gelas yang pecah.

"YA AMPUN! ELLENA!!!". Teriak Mama Emely terkejut ketika melihat putri tercintanya dalam keadaan mengenaskan hingga menjatuhkan susu hangat yang sedang ia bawa dan bergegas Mama Emely menghampiri Ellena serta memangku kepala Ellena yang terus mengeluarkan darah segar.

"Ellena bangun Nak!!! Hiks... Hiks... Hiks. Ellena, putri Mama. Kenapa kamu bisa begini?!". Kata Mama Emely yang masih tak menyangka dengan apa yang terjadi. Kejadian ini begitu cepat hingga tak sanggup ia cerna dengan baik.

"Mah! Ada apa?". Tanya Ellen yang ikut menyusul setelah mendengar Sang mamanya berteriak tadi. Ekspresi Ellen pun sama seperti Mama Emely ketika pertama kali menemukan Ellena dalam keadaan mengenaskan seperti ini.

"ELLENA!!!". Teriak Ellen langsung berlari menghampirinya sang Mama yang tengah memangku kepala Ellena.

"Mah kita langsung bawa Ellena ke rumah sakit!". Kata Ellen tanpa banyak tanya langsung saja menggendong tubuh Ellena yang tak sadarkan diri untuk pergi menuju rumah sakit.

BERSAMBUNG....

1
Sholeha
Aku akan selalu menunggu Author update
Sholeha
Semangat!!!!!
Sholeha
Akhirnya update Jugakk!!!
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Akhirnya update jugakk!!!
Sholeha N.J.
Luar biasa!!!
Sholeha
kacian banget Erren
Sholeha
Faithing thorr!!!
Sholeha
Akhh!!! puas banget bacanya
Sholeha
Cemangat!!!
Sholeha
makasih update nya
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Akhh!!! aku baper
Sholeha
aku akan setia menunggu update mu
Sholeha
Faithing!!!
Sholeha
Semangat!!!
Sholeha
Semangat terusss!!!!
Sholeha
Ku tunggu update nya!!
Sholeha
Semangat
Sholeha
semangat!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!