"Siapa kamu?" ucap Airin, melihat bayangan laki laki yang berjalan kearahnya.
Kepala Airin terasa sangat berat saat itu membuat nya tidak sadar kan diri, malam yang panjang itu pun ia lalui dengan seorang CEO yang cukup terkenal dikalangan bisnis.
Disinilah Airin memulai kehidupannya.
Bagaimana kisah selengkap nya,,, ikutin terus yaaa:):):):)
.
.
.
Instagram @linaa.pndk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulina Nur Latifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 30 - Tamparan Keras
Tiba tiba pintu terbuka dan muncul lah Hyper.
"Permisi tuan nona" ucap Hyper.
"Ada apa Hyper?" ucap Alfa.
"Ada yang ingin saya tunjukkan pada kalian" ucap Hyper kepada Alfa dan Airin.
"Baiklah, Boy kami keluar sebentar. Kalian tunggu disini okey" ucap Alfa mengusap pucuk kepala Brayen dan Bryan.
Hyper langsung saja keluar dengan membawa laptopnya di ikuti Airin dan Alfa. Di depan Hyper mulai memasangkan Hard disk miliknya dan memperlihatkan apa yang ia dapat dari keahlian nya.
Yahh Hyper berhasil meretas Cctv yang ada di perusahaan Rey tanpa ada kesulitan. Ketika Alfa dan Airin mulai melihat rekaman cctv yang memperlihatkan apa yang dialami anak anak nya kemaren membuat Airin mengepalkan kedua tangannya.
"Reyy" ucap lirih Airin penuh emosi.
"Dan ada satu lagi nona" ucap Hyper memperlihatkan rekaman cctv beserta suaranya kepada Airin.
*Suara dalam rekaman cctv.
"Rey kamu harus bisa meraih Airin kembali kepadamu, dia satu satunya aset terpenting agar perusahaan kita bisa semakin maju" ucap mamah Rey.
"Kenapa harus Airin mah? Aku sudah tidak ingin bersamanya lagi! bahkan aku tidak ingin menanggung anaknya yang bukan darah dagingku!" ucap Rey.
"Cukup kau miliki Airin untuk sementara, dan kita ambil alih kekayaan mereka. Dan setelah terserah kamu" ucap picik mamah Rey*.
"Cukup!!" bentak Airin emosi melihat kenyataan ini, ia memang sudah termakan oleh omongan palsu Rey.
Airin langsung berlari keluar dari rumah sakit, Alfa langsung saja ikut menyusul Airin. Karena ia tau saat ini hati Airin sangat lah hancur melihat perlakuan seseorang kepada anak nya bahkan penghianatan yang ia rasakan kembali.
"Kenapa kamu mengikuti ku!!" ucap Airin berjalan menuju mobil nya.
"Aku akan ikut denganmu!!" ucap Alfa.
"Pergilah" ucap Airin.
"Aku akan tetap ikut denganmu" ucap Alfa ikut memasuki mobil Airin.
Airin mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Rey dengan penuh emosi. Ia berjalan langsung masuk menuju ruangan Rey, karena ia pernah kesini dan memudahkannya untuk langsung ke ruangan Rey.
Walaupun banyak karyawan yang menghalangi Airin, tapi langsung berlari dan menuju ruangan Rey. Sedangkan Alfa ia menutup wajahnya dengan masker dan memakai kacamata hitam nya ketika akan masuk.
"Brukkkk" Airin mendobrak pintu dengan sangat keras. Dan muncul lah Rey dan Tiara.
"Airin ka kamu disini? Airin aku bisa jelasin ini semua!" ucap Rey.
'Plakkkk' satu tamparan mendarat di pipi kanan Rey.
"Itu untuk seorang penghianat seperti mu!!" ucap Airin penuh penekanan.
"Sayang kamu tidak papa?" ucap Tiara langsung mendekati Rey.
'Plakkkkk' satu tamparan lagi di pipi kiri Rey.
"Dan itu untuk perlakuan mu kepada anak anak!!!" ucap Airin dengan nada tinggi nya.
"Airin aku bisa jelasin, aku tidak sengaja. Itu semua tidak kesengajaan" ucap Rey masih merasa tidak tahu malu.
"Tutup mulut kotor mu itu, jangan kau pikir aku tidak tau tujuan utama ibumu dan kauu!!!" ucap Airin.
"Berani berani ya Lo seenaknya di perusahaan Rey!!" ucap Tiara mendorong tubuh Airin.
"Oh Lo wanita itu" ucap Airin ia ingat wanita ini yang mendorong tubuh Bryan dan Brayen bahkan melukai mental Frisil.
'Plakkkkkk' tamparan keras mendarat di pipi Tiara.
"Auwww" rintih kesakitan Tiara, karena tamparan keras dari Airin.
"Airin apa yang kau lakukan" bentak Rey.
"Dasar ******!!! Siapa Lo berani berani nya nyentuh anak gue" bentak Airin.
"Bahkan tangan kotor kalian berdua tidak pantas menyentuh anakku" ucap Airin penuh penekanan.
"Berani nya Lo nampar gue!!" bentak Tiara akan menampar Airin, namun dengan cepat langsung di tahan oleh tangan Alfa.
"Siapa loo? lepasin tangan gue!!" ucap Tiara melepaskan tangan nya dari genggaman erat Alfa.
"Sudah puas kan!! ayo kita pergi" bisik Alfa merangkul lembut tubuh Airin yang masih sangat emosi dan ingin membalaskan perlakuan yang mereka lakukan kepada anaknya.
"Kalian berdua!!! Aku tidak akan membiarkan hidup kalian tenang!!" ucap Airin penuh dengan penekanan.
.
.
.
.
.
.
.
#Haiii semuanya
Jangan lupa Like, Coment, Follow yaa
Instagram @linaa.pndk