kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal
"Ca pegangan yang kuat soalnya aku mau ngebut"Kata Arsel
"Hah! oh iya"kata Caca ragu lalu dia berpegangan pada pinggang Arsel dengan kuat
Kemudian mereka menyusul Arsya dan Cahaya. Tuan joni juga ikut mengejar mereka dengan menggunakan mobilnya dan beberapa anak buahnya yang mengendarai sepeda motor. Aksi kebut-kebutan pun terjadi hingga Arsel mulai melihat Arsya yang ada didepannya
"Sya buruan anak buahnya tuan Joni nyusul kita"teriak Arsel ketika mulai bisa menyembingkan posisi motornya dengan Arsya
Kemudian Arsya berusaha menyalip kendaraan yang ada didepannya, Arsel pun tak mau kalah dia juga itu menyalip dengan menambah kecepatan kendaraannya. hal itu membuat Caca jadi spot jantung karena takut dibawa kebut-kebutan oleh Arsel
"Awas! sel itu didepan ada mobil"kata Caca ketakuatan
"Maaf Ca udah bikin kamu ketakutan kalau kamu takut pejamkan saja mata kamu dan pegangan sama aku yang kuat biar kamu ngga jatuh"teriak Arsel diantara bisingnya suara kendaraan dan suara Angin yang menapar tubuh mereka
Caca lalu memejamkan matanya dan memeluk Arsel dengan kuat. tapi tiba-tiba anak buah tuan Joni menyalip Arsel dan mulai mengejar Arsya. Arsya lalu menambah kecepatannya sampai full saat dikelokan anak buah tuan joni berhasil menyeimbangkan kendaraannya dengan Arsya
Mereka lalu menendang motor Arsya hingga oleng. Arsya tak bisa menahan laju motornya karena kecepatan tinggi dan didepan dia melewati lubang hingga akhirnya motor Arsya oleng dan terjatuh. Arsya dan Cahaya berguling-guling beberapa meter sedangkan motor Arsya terseret kedepan dan menabrak apa pun yang ada didepannya
Arsya dan Cahaya mengalami beberapa luka goresan karena tubuhnya mencium Aspal jalan namun mereka masih bisa berdiri meski kepalanya sedikit pusing. Arsel yang ada dibelakang lalu menghentikan motornya didepan Arsya dan Cahaya
"Arsya, Aya apa kalian tidak apa-apa"kata Arsel cemas sambil membatu Arsya untuk bangun
Sedangkan Caca membantu Cahaya untuk bangun
"Aku ngga apa-apa aku masih kuat ko"jawab Arsya
"Aku juga ngga apa-apa,cuma tanganku lecet doang tapi aku bisa menahannya"jawab Cahaya
Tiba-tiba mereka dikepung oleh anak buah tuan joni yang tadi mengendarai motor. Arsya dan Arsel lalu mengambil kuda-kuda untuk melindungi Caca dan Cahaya bila mana anak buah tuan joni menyerang mereka, Arsya dan Arsel sudah siap menerima serangan.
Anak buah tuan joni mulai menyerang mereka dengan beberapa tinjuan dan tendangan dengan sigap Arsya dan Arsel mengindari serangan mereka lalu jongkok dan menggaet kaki lawannya hingga terjatuh. sedangakan Caca dan Cahaya mundur kebelakang dengan ketakutan sambil berpegangan satu sama lain agar tidak terkena tebasan mereka
Arsel kemudian menghujani mereka dengan tinjuan dan tendangan yang membabi buta hingga beberapa lawan akhirnya tumbang. kemudian anak buah tuan joni bangkit dan mengelilingi Arsya dan Arsel untuk mengepung mereka ditengah-tengah. Arsya dan Arsel yang saling membelakangi terus mengawasi pergerakan anak buah tuan joni dengan mata tajam mereka
"Sel kamu tadi hebat belajar bela diri dari mana?"tanya Arsya dengan posisi yang siap menerima serangan
"Papa yang ngajarin aku bela diri. kamu juga tadi hebat banget sya, belajar bela diri dari mana?"tanya Arsel yang juga sudah siap menerima serangan
"Kalau saja aku dan Arsel tidak terpisahkan mungkin Aku juga akan diajari bela diri oleh papa"batin Arsya sedih
"Aku pernah mendapatkan sabuk hitam dalam karate waktu aku SMP"jawab Arsya
Tiba-tiba satu tinjuan hampir mendarat dipipi Arsya untungnya Arsya yang sigap bisa menghindari tinjuan itu kemudian mereka mulai berkelahi. Tak lama tuan joni yang waktu itu mengejar mereka dengan mobil baru tiba ditempat dan langsung turun mendekati Caca dan Cahaya yang terus memperhatikan perkelahian Arsya dan Arsel melawan anak buah Tuan joni
"Bawa kedua gadis itu kemobil"perintah Tuan Joni pada kedua anak buahnya yang tadi ikut naik mobil
Caca dan Cahaya lalu ditarik paksa oleh kedua anak buah tuan joni yang bertubuh kekar
"Lepasin,, lepasin,, "teriak Cahaya sambil berontak tapi tubuh mungilnya tak bisa menyembingkan kekuatan anak buah tuan Joni, Cahaya terseret mendekati mobil
"Lepasin,, lepasin,, Arsya,, Arsel,,tolong aku dan Cahaya mau dibawa naik kemobil"teriak Caca terus berontak
Arsya dan Arsel lalu melihat kearah Caca dan Cahaya kemudian mereka berlari mendekati Caca dan Cahaya. tapi tuan Joni segera naik ke mobil bersama anak buahnya dan Cahaya yang didorong paksa masuk kemobil lalu melajukan mobilnya secepat mungkin. sedangkan Caca menendang ke*****n anak buah tuan joni hingga caca terlepas dan berlari mendekati Arsya dan Arsel sambil berteriak minta tolong
"Toloooong,, toloooong,, ada penculik,,tolooong!!"Teriakan Caca itu menyita perhatian pengguna jalan yang melewati tempat itu
Beberapa orang menghentikan kendaraannya berniat untuk menolong Caca,lalu anak buah tuan joni mulai melarikan diri untuk menghindari amukan warga yang mulai mengerumuni Caca
"Ada apa de?"tanya seseorang pada Caca
"Teman saya diculik pak, itu mobil penculiknya"jawab Caca khawatir pada Cahaya yang berhasil dibawa kabur oleh tuan Joni
Kemudian beberapa orang berusaha mengejar mobil tuan joni tapi tak terkejar karena mereka terlambat mengejar mobil tuan Joni. Arsya dan Arsel yang berusaha mengejar Cahaya pun tak bisa mengejar juga. mereka merasa kecewa karena mereka gagal menyelamatkan Cahaya
"Sya, sel, gimana Aya?"tanya Caca sambil mendekati Arsya dan Arsel
"Kami gagal mengejarnya Ca"jawab Arsya sedih
"Terus sekarang kita harus gimana?"
"kita temuin kembali pak Aryo dan bertanya pada dia kemana kira-kira tuan Joni membawa Cahaya"jawab Arsya
"Itu ngga mungkin Sya, pak Aryo akan sangat marah pada kita karena sudah menggagalkan pernikahan Cahaya dia tidak mungkin memberi tahu kita,kemana tuan joni membawa Cahaya"kata Caca
"Kalau gitu kita harus minta bantuan papa,papa aku kan polisi ditambah Cahaya kan Anak kandungnya papa juga yang hilang 14 tahun lalu jadi papa bisa menuntut pak Aryo kalau dia tidak mau memberi tahu keberadaan tuan Joni"Saran Arsel
"Oke aku setuju bagaimana dengan kamu Sya?"tanya Caca
"Aku ikut aja"jawab Arsya ragu karena itu artinya Arsya harus menemui papanya bersama Arsel
"Tapi Sya kita keklinik dulu ya, itu luka-luka bekas tadi jatuh dimotor harus diobati dulu pasti rasanya sakit"kata Arsel
"Ngga usah sel aku baik-baik aja lebih baik kita cepetan temuin papa biar kita cepet nolongin Aya"
"Ya udah kalau itu mau kamu, kita ke kantor polisi sekarang karena jam-jam segini papa pasti ada dikantor, kita bertiga kesananya naik taxi aja karena motor kamu kayanya rusak parah Sya, biar aku telepon orang bengkel buat ambil motor kamu dan motor aku"
Arsya menyetujui saran Arsel kemudian mereka bertiga naik taxi untuk pergi kantor polisi.sesampainya dikantor polisi Arsel yang diikuti oleh Caca dan Arsya langsung menuju ruang kerja papanya
Ceklek,,
Pintu pun terbuka, Angga yang sedang berkutat dengan leptopnya langsung melihat kepintu yang terbuka tanpa ada yang mengetuk
"Papa,,!!"Seru Arsel
"Arsel,,!? tumben kamu kesini ada apa?"tanya Angga
Tak lama Caca baru masuk keruangan itu disusul oleh Arsya,mata Angga membelalak kaget tiba-tiba Arsya dan Arsel datang kekantornya secara bersamaan
"Arsya,,, Arsel,,, ka,, lian,, ko,, bisa,, barengan datang kesini?"tanya Angga dengan terbata-bata
"Arsya ini satu kelas disekolahku pa, jadi aku sudah kenal dia cukup lama dan kami juga sudah tahu kalau kami ini bersaudara"jawab Arsel
Membuat Angga jadi tercengang kaget,sedih bercampur haru.Angga lalu beranjak dari duduknya kemudian mendekati kedua anaknya
"Arsya jadi waktu makan malam sama momy kamu itu kamu sudah tahu kalau papa ini papa kandung kamu?"tanya Angga pada Arsya
Arsya lalu mengangguk dengan wajah datarnya kemudian Angga bertanya lagi
"Kalau kamu tahu kenapa kamu ngga bilang sama papa? dan kenapa juga kamu waktu itu panggil papa dengan sebutan om bukannya papa?"
"Karena aku ingin papa sendiri yang mengakui padaku kalau papa itu papa kandung aku,aku ingin papa sendiri yang memintaku untuk memanggil papa. tapi kenapa papa ingin aku memanggil papa dengan sebutan papa?"Arsya malah balik nanya
"Kenapa kamu malah nanya seperti itu? semua papa pasti ingin dipanggil papa sama anaknya sendiri"
"Bukan kah aku ini bukan anak kandung papa"kata Arsya sedih bercampur marah
"Arsya maafin papa, kamu bisa ngomong gitu pasti momy kamu yang bilang ya? papa tahu papa emang salah tapi tolong maafin papa.karena ego papa kamu harus menderita maafin papa Sya. sekarang papa benar-benar yakin kalau kamu ini anak kandung papa, darah daging papa. maafin papa sya papa mohon"ucap Angga sungguh-sungguh dengan tatapan mata yang berkaca-kaca
Arsya lalu menghela nafas dengan berat karena rasa yang bercampur aduk antara sakit hati,kemarahan yang tertahan didada dan rasa sedih atas perlakuan papanya pada Arsya di masa lalu
"Lupakan soal itu aku tidak mau membahasnya lagi yang aku mau sekarang papa tolongin Cahaya"kata Arsya dengan wajah tanpa expresi
"Cahaya siapa dia? dan kenapa papa harus tolongin dia? apa yang terjadi dengan dia?"
"Cahaya adalah Arsyi, saudara kembarku dan Arsel dia juga anak kandung papa. sekarang Arsyi diculik kami mau papa membebaskan Arsyi"
"Apa Arsyi?! ja,, jadi kalian juga sudah ketemu sama Arsyi?"
Arsya dan Arsel lalu mengangguk
"Gimana ceritanya Arsyi bisa diculik?"tanya Angga dengan perasaan yang sudah tak karuan lagi karena dia benar-benar kaget kalau Arsya sudah tahu Angga ini papa kandung Arsya ditambah sekarang ada kabar buruk kalau Arsyi diculik oleh penjahat
**Halo** Para readers dan Author jangan lupa beri dukungan ya pada karyaku ini dengan meninggalkan jejak like, komen, follow and vote juga dukungan kalian semua sangat,, sangat berarti buat Authornya,, 😊😍 terimakasih
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER