Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anabel Masuk Rumah Sakit
*Anabel*
Anabel masih sedih dengan penghianatan Aldi dan juga Puput apalagi ia pacaran dengan Aldi bukan cuma 6 tahun tapi udah lebih bahkan udah hampir 7 tahun dan ia juga akan merencanakan nikah ma Aldi setelah Aldi lulus S2. Untuk itu Anabel berusaha sebaik mungkin untuk bisa jadi cewek mandiri agar kelak bisa jadi istri kebanggaan. Anabel juga rela membiayai mereka kuliah dan juga kehidupan pribadi mereka karna Anabel percaya kalau Aldi dan Puput gak mungkin mengecewakan dia apalagi sampai menghianatinya.
Tapi kepercayaan itu telah ternoda dan Anabel akan merebut apa yang seharusnya emang ia rebut. Dan ia menghancurkan kehidupan mereka berdua dan juga kedua orang tua mereka karena keluarga mereka juga hidup dari uang yang di kirimi oleh Anabel bahkan bisnis mereka bisa maju itu juga berkat Anabel. Kurang baik apa coba Anabel sampai ia harus merasakan rasa sakit seperti ini.
Sejak penghinatan itu, Anabel seperti gak punya semangat hidup. Ia tidak mau makan dan juga minum. Ia hanya tidur tiduran di kamar, ia selalu ingat kenangan ia bersama Puput dan juga Aldi. Anabel sangat menyayangi dan mencintai mereka berdua. Tapi mreka tega menyakiti hatinya sampai seperti ini.
Karena 2 hari gak makan membuat tubuh Anabel jadi lemah, terakhir ia makan hanya semangkog bubur buatan Ferdi. Ferdi memang sesekali datang untuk menjenguknya tapi Ferdi gak bisa lama lama karena ia di sibukkan dengan pekerjaan yang begitu padat. Gara gara Anabel gak ke kantor banyak meeting yang di cancel dan di tunda bahkan ada beberapa client yang merasa kecewa bahkan di ruangan Anabel, ada beberapa berkas penting yang gak di biarkan gitu aja. Dan mau gak mau, Ferdi harus turun tangan membantu Anabel, walaupun Ferdi gak secerdas Anabel paling tidak ia harus melakukan sesuatu agar perusahaan Anabel tidak mengalami kerugian besar. Untuk itulah, Ferdi jarang tidur jika malam hari sedangkan di siang hari ia bahkan tidak ada waktu untuk istirahat sejennak. Bahkan Ferdi kadang sampai lupa makan, kalau bukan perutnya terasa perih mungkin ia gak akan makan. Ferdi terus menerus memikirkan Anabel tapi ia juga gak bisa menemui dan menemani Anabel. Sedangkan ia baru tau gimana ribetnya jadi Anabel. Bahkan ingin rasanya Ferdi menyerah, ia sudah gak sanggup walaupun baru beberapa hari menggantikan posisi Anabel bahkan kepalanya rasanya cenat cenut karna terlalu banyak berkas yang ia harus ia baca dan sesekali ia akan datang ke apartemen Anabel untuk menjenguk Anabel sekaligus membawa berkas penting untuk di tanda tangani. Itupun gak bisa lama karena Ferdi harus kembali ke kantor. Ferdi sering bawa makanan dan cemilan untuk Anabel tapi setiap Ferdi ke sana, makanan dan cemilan itu masih utuh. Dan ia melihat wajah Anabel yang layu dan juga mata yang bengkak bahkan tubuh Anabel juga semakin kurus. Ferdi terpaksa menyuruh seseorang untuk menjaga Anabel karena ia gak bisa 24 jam ada di samping Anabel.
Anabel sendiri tidak mempermasalahkan jika Ferdi menyuruh seseorang untuk nengurusnya karna ia memang seperti mayat hidup yang hanya tidur dan tidak melakukan apa apa. Bahkan mama dan papanya beberapa kali nelvon tapi gak di angkat sama sekali karena Anabel tidak punya semangat untuk berbicara dengan kedua orang tuannya.
Bahkan karena masalah itu Anabel sampai pingsan. Orang suruhan Ferdi yang di suruh menjaga Anabel langsung menelvon Ferdi dan mnyuruhnya untuk segera datang. Ferdi yang saat itu sedang memimpin rapat langsung menyuruh seseorang untuk menggantikan posisinya sedangkan Ferdi langsung lari menuju mobilnya dan langsung tancap gas menuju apartemen Anabel. Sepanjang jalan Ferdi hanya bisa berdoa agar Anabel gak kenapa napa. Ferdi terpaksa menggunakan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di apartemen Anabel, ia gak peduli dengan umpatan orang karena ia terlalu cepat mengemudikan mobilnya.
Sesampai di apartemen Anabel, Ferdi langsung masuk ke kamarnya. Ia melihat wajah Anabel yang sangat pucat. Tanpa baca kata, ia langsung dengan sigap membawa Anabel ke dalam mobilnya. Ferdi menyuruh pelayan itu untuk tetap ada di apartemen Anabel sedangkan Ferdi langsung membawa Anabel ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, Anabel langsung di tangani oleh dokter professional. Cukup lama Ferdi menunggu hingga akhirnya dokter mengatakan kalau Anabel harus di rawat inap beberapa hari karena tubuhnya lemah. Perutnya juga kosong karena tidak di isi makanan. Anabel terlalu stres hingga ia gak peduli dengan kesehatannya sendiri.
"Anabel.....Maafkan aku karena aku tidak peduli padamu. Sungguh, aku ingin menemai kamu di sampingmu.Tapi pekerjaan mu yang begitu numpuk membuatku harus segera menyelesaikannya karena aku tidak ingin perusahanmu yang kamu bangun dari nol harus bangkrut hanya karena kamu membiarkan gitu aja. Aku bingung harus pilih yang mana, menjagamu tapi perusahanmu mengalami kerugian besar atau mengantikanmu di kantor tapi kamu tidak ada yang menjaganya. Aku bingung, maafkan aku jika aku egois. Tapi aku janji mulai hari ini, aku akan selalu ada untukmu. Aku akan menelvon papaku untuk membantuku mengurus perusahaanmu Bel....Sekarang kamu bangun ya. Aku gak mau kamu seperti ini. Aku tau kamu sakit hati, aku tau kamu sedih. Kamu sudah banyak berkorban untuk mereka tapi mereka tega membuatmu jadi seperti ini. Tapi kamu gak boleh lemah. Kamu harus kuat. Kamu tidak boleh menangisi seseorang yang gak pantas untuk kamu tangisi. Aldi dan Puput dia sudah tega menghancurkan perasaanmu tapi mereka sekarang sudah menderita Bell. Kemaren orang suruhanmu datang ke kantor. Mereka mencarimu tapi karena aku bilang kamu lagi sakit dan gak bisa datang ke kantor akhirnya mereka pun membicarakan masalah mereka kepadaku. Yah sekarang Aldi dan Puput sudah di DO dari kampus, mereka juga sudah di pecat dari pekerjaannya sebagai dokter di puskesmas, mereka bahkan harus mengemis agar bisa makan. Tapi sekarang mereka sudah ada di Jakarta Bel. Orang suruhanmu juga sudah menghancurkan bisnis keluarga mereka. Tapi papanya Aldi meninggal karena serangan jantung. Sedangkan mamanya Aldi dan juga kedua orang tua Puput sangat shok. Aku gak mau dosamu semakin bertambah untuk itu, aku menyuruh orang untuk membawa mamanya Aldi dan juga kedua orang tua Puput ke tempat yang aman. Yang pasti Aldi dan juga Puput tidak akan menemukan mereka bertiga. Aku sudah memberikan tempat tinggal yang layak untuk mamanya Aldi dan juga kedua orang tua Puput. Aku pastikan mereka bertiga bahagia walaupun bisnis mereka hancur dan harta mereka di sita Bank. Aku harap kamu gak marah, Bel karena aku menolong mamanya Aldi dan juga kedua orang tua Puput. Bagaimana pun mereka itu gak salah. Aldi dan Puputlah yang salah.
Bel ayo bangun, kamu gak boleh terbaring lemah seperti ini. Aku ingin mlihat kamu ceria lagi. Aku ingin kamu bisa menjadi Anabel yang dulu lagi, tegas tapi baik hati. Ayo bel.....bangun.....Aku sayang sama kamu, hatiku sakit melihat kamu sakit seperti ini. Ayo bel, aku janji setelah kamu bangun. Kita akan jalan jalan ke luar negeri. Aku gak akan membiarkan kamu ada di negera ini sampai hatimu sembuh dan tak lagi merasakan sakit. Lagian kamu juga gak pernah liburan kan. Jadi mungkin sudah saatnya untuk kamu cuti panjang agar bisa jalan jalan menikmati hidup. Ayoo bangun.............." ucap Ferdi panjang lebar. Ferdi menangis melihat orang yang ia cintai terbaring lemah seperti ini.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘