Pembalasan atas cinta Citra Novichandra Dinata yang merupakan aktris dan model.seorang putri dari pengusaha kaya tapi memilih meninggalkan keluarganya demi menikah dengan kekasih yang ditentang keluarga,
Di hari sebelum pernikahaannya ia di selingkuhi oleh kekasihnya yang merupakan CEO di agensinya dengan rival sesama model di agensinya
Namun datanglah seorang pemuda tampan yang akan membantu dan mendukung ia membalas dendam.
Siapakan pemuda tampan itu?
Bagaimana cara citra membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viona 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Mandilah, aku akan menunggumu di luar" ucap Aldrich, ia keluar dari bathtub dan berjalan ke arah shower untuk membersihkan busa di badannya, setelah selesai ia berjalan keluar kamar mandi.
Aku yang masih termenung karena perbuatan Aldrich tadi, tiba-tiba ingatanku saat aku mabuk di rumah mami kembali dan membuatku malu.
Aku masih berdiam di dalam bathtub yang mulai mengingat kembali perbuatan ku saat mabuk di hadapan Aldrich.
"Oh my, apa yang telahku perbuat?.
kenapa aku bertingkah seperti anak kecil begitu di hadapan Aldrich." ucapku yang malu sendiri .
"Jadi tanda kemerahan di leherku itu bukan di gigit nyamuk, tapi karena bekas dari Aldrich oh my." ucapku lagi yang berteriak dalam hati karenanya.
Aku segera membersihkan diriku dan keluar dari kamar mandi, karena tidak ingin lama-lama di dalam sana.
Saat aku berjalan keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono, kulihat Aldrich telah duduk santai di sofa kamar dengan segelas wine di tangannya dan juga beberapa potongan buah di atas meja.
"Apa kamu telah selesai mandi istriku?" tanya Aldrich sambil melihat ke arahku.
"I-iya suamiku,aku baru selesai."ucapku hendak berjalan ke ruangan pakaian.
Namun langkahku berhenti karena Aldrich telah berdiri di depanku dan menuntun ku untuk duduk di sofa yang di dudukinya tadi.
" Duduklah di sini sebentar." ucapnya dengan berjalan mengambil handuk dari kamar mandi.
.
.
"Untuk apa handuk itu suamiku?" tanyaku saat dia kembali membawa handuk di tangan nya.
"Ya untuk mengeringkan rambut mu." ucapnya yang telah mengeringkan rambutku dengan tangan nya secara perlahan.
Aku suka dengan kegiatan ini, ini merupakan hal romantis saat suamiku mengeringkan rambutku.
aku tidak bertanya kepada Aldrich kenapa tidak mengunakan hair dryer saja, itu karena pastinya Aldrich tidak bisa menggunakannya.
"Hmmm, suamiku?" tanyaku padanya.
"Ada apa istriku?" balas Aldrich yang masih mengeringkan rambutku sesekali menciumnya.
"Kenapa kamu berbohong saat aku mabuk di rumah mami? " tanyaku.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kita hampir me-melakukannya?" tanya ku sedikit ragu.
Aldrich menghentikan kegiatannya dan membuat tubuhku melihat ke arahnya yang tadi membelakanginya.
"Apa kamu ingat kejadian itu?" tanya Aldrich yang ku balas dengan anggukan kepala.
"Aku berbohong karena tidak ingin istriku berfikiran jika aku melakukannya atau mengambil kesempatan saat istriku ini tidak sadarkan diri. aku ingin kamu mengingat setiap incinya." ucapnya padaku.
'Blush' pipiku merona karena ucapanya.
"Jadi apa sekarang aku boleh melakukannya?" tanyanya padaku.
Deg hatiku lansung berdebar-debar hanya mendengar ucapannya, aku hanya diam dan melihat matanya saja.
"Jika kamu belum siap, aku tidak akan memaksanya istriku." ucap Aldrich denga tersenyum.
"Aku mau melakukan nya. " ucapku yakin karena tidak ada yang harus aku pertimbangkan lagi, aku juga sekarang merasa suka dan sayang pada Aldrich.
"Apa kamu yakin istriku?" tanyanya lagi untuk menyakinkan ku.
Aku melihat matanya yang bertemu dengan mataku,dan akupun mengecup bibirnya tanda aku yakin.
Melihat aku yang memulai mengecup bibirnya Aldrich. ia pun membalas kecupanku, dia mel***t bibirku dengan lembut dan memperdalam ciumannya.
Saat aku kehabisan nafas karena belum terbiasa Aldrich melepaskan ciumannya.
dan mengendong ke atas kasur dengan ala bridal style.
"Aku mencintaimu" ucap Aldrich pelan ke telinga ku saat telah meletakkan ku di atas kasur.
Dia mengecup telinga ku dan beralih ke bibirku,aku membalas pagutan bibir Aldrich dengan mataku yang terpejam,tangankupun bergerak merangkul lehernya saat nafas kami semakin dalam menyatu.menikmati dan membalas kecupan demi kecupan yang ia lakukan di bibirku. kurasakan ... jari-jemari Aldrich bergerak untuk melepaskan ikatan dari handuk kimono.
Dengan perlahan Aldrich menurunkan handuk itu dari bahuku yang memperlihatkan payudara ku, tubuhku sedikit mengejang saat Aldrich dengan perlahan mengusap payudara dengan tangannya dan meremasnya sesekali.
Tanganku bergerak mengusap rambutnya saat bibir Aldrich mengecup leherku, yang semakin turun dan turun bermain di daerah payudara ku.
Aldrich juga membuka semua pakaiannya, sehingga tidak ada satu benangpun di badanya yang waw itu.
Aku sempat melihat semua otot-otot perutnya sebelum mengalihkan penglihataku ke arah lain karena malu.
"Lihatlah aku istriku." ucap Aldrich yang dengan perlahan meraih wajahku dengan tangan nya yang membuatku melihat ke arahnya.
Akupu melihat Aldrich dari atas ke bawah, betapa stoknya aku ketika melihat bagian bawah itu, " A-apa kamu akan memasukkannya suamiku?" tanyaku padanya. yang sedikit ketakutan melihat hal yang besar di bagian bawahnya.
"Iya istriku, memang kenapa?" tanyanya yang sedikit tersenyum di bibirnya.
"A-apa yang kau makan suamiku, hingga bisa sebesar ...." ucapku terhenti karena dia telah mel***t bibirku kembali.
"Kamu tidak bisa memintaku untuk berhenti sekarang istriku dan juga ini tidak akan sakit." kata Aldrich.
Aku hanya mempercayai perkataannya dan menikmati sentuhan-sentuhan darinya hingga aku mencapai klimaks, dan saat itulah Aldrich melakukan penyatuannya dengan perlahan-lahan ke arah kewanitaan ku.
Awalnya ia merasa kesulitan karena sempit. " Apa ini yang pertama istriku?" tanyanya kepadku.
Aku mengangguk membalas ucapnya. "Ini hanya sakit sedikit saja istriku." ucapnya kembali yang membuatku terkejut dengan perkataanya, betapa bodohnya aku percaya saat Aldrich bilang tidak akan sakit tadi.
mau melarikan diripun aku tidak berdaya karena tidak memiliki kekuatan untuk menjauh dari Aldrich.
Saat Aldrich berhasil melakukan penyatuannya aku sedikit berteriak karena merasa sakit "Ini sakit suamiku." ucapku.
Cairan merah kentalpun keluar membasahi seprai kasur itu "Rasa sakitnya hanya akan terasa sebentar saja istriku." ucap Aldrich dan mengecup keningku. saat Aldrich memundur-majukannya itu membuatku merasa sakit hingga aku menggigit bahunya kuat. Aldrich malah mengecup keningku kembali saat aku menggigit bahunya dengan kuat itu.
Saat rasa sakitku di gantikan dengan rasa kenikmatan yang tidak bisa di ucapkan "Ah suamiku." desahku yang kemudian kutahan dengan menggigit bibir ku
"Lepaskan saja istriku, aku ingin mendengar desahanmu." ucap Aldrich
Mendengar kata Aldrich aku mendesah dengan keras yang membuat gairah Aldrich memuncak,dan gerakannya semakin cepat namun tetap lembut.
Hampir 2 jam kegiatan itu selesai hingga kami Bermandikan keringat, aku yang capek karena kegiatan itu akhirnya tertidur kembali dalam pelukannya Aldrich yang selalu terus-menerus mencium keningku..
"Terima kasih istriku." ucapnya dengan lembut di telingaku.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
Jangan lupa like, comen dan vote ya teman-teman☺️
karena like teman-teman semangat untuk author😁
salam sayang dari author 😍
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏