follow igku @zariya_zaya
Zariya tidak percaya bahwa kekasihnya yang selama ini ia sangka sebagai pria biasa ternyata adalah seorang artis papan atas yang digandrungi banyak wanita. Ia sama sekali tidak menyangka, pria bermasker yang selama ini menjaga dan melindunginya adalah artis idolanya. akankah kisah cinta mereka berjalan mulus? simak terus kisahnya ya..
Citra Amalia, wanita tangguh malaikat penyelamat Zariya, juga merupakan wanita hebat dan kuat saat menghadapi prahara cinta rumah tangganya yang berakhir kandas dan menyakitkan. Namun, perlahan Citra bangkit dari keterpurukan dan kini sukses menjadi desainer terkenal. Citra pun mulai menemukan cinta sesungguhnya yang dulu pernah hilang karena telah salah memilih pasangan. Sayangnya, kisah cintanya dengan Azka, tidak berjalan mulus juga, ada banyak hal yang harus mereka hadapi bersama.
Akankah kisah dua pasang sejoli ini berakhir bahagia? Seperti apa kisah mereka? ikuti terus ya ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
Pak Bas sudah mondar mandir kesana kemari menanti kedatangan Sanha. Pemberitaan di luar semakin membuat heboh jagad hiburan. Semua pegawai Sanha sibuk menerima panggilan begitu juga dengan pak Bas. Belum lagi wartawan yang sedang memenuhi halaman kantor Sanha. Semua itu membuat pak Bas kualahan. Untung para pengawal Sanha sigap sehingga semua wartawan itu masih bisa dikondisikan.
Banyak sekali berita miring tentang Sanha dan kekasihnya yang tidak lain adalah Zariya. Namun, semua pegawai Sanha berusaha keras memblock semua artikel yang diminta Sanha agar wajah Zariya tidak terekspose. Yang lebih membuat pusing kepala pak Bas adalah pembatalan konser Sanha yang otomatis sangat merugikan manajemennya.
Pembatalan sepihak oleh beberapa produk iklan juga langsung membuat kepala pak Bas jadi pusing tujuh keliling. Sedangkan sang artis sendiri malah bersikap tenang seolah tak pernah terjadi apa-apa. Begitu Sanha datang, pak Bas langsung menyerangnya dengan berbagai macam pertanyaan.
“Apa kau sudah gila, ha? Kau pacaran dengan mantan asistenmu sendiri? Ada apa denganmu? Kau sedang kerasukan atau apa? Bagaimana bisa kalian berdua pacaran? Dia hanya gadis biasa? Kau tahu resiko apa yang bakal kau terima jika semua orang tahu siapa kekasihmu? Hah ... kau membuatku ingin cepat mati saja!” ujar pak Bas penuh dengan emosi.
“Paman! Jangan coba-coba menghina Zariya didepanku. Bagiku, dia bukan cuma mantan asistenku! Dia jauh lebih berharga dari hidupku! Paman harus ingat itu?” cetus Sanha sambil melihat layar komputernya.
“Wuaaah, aku merasa kau sedang terkena guna-guna.”
“Tidak ada yang percaya hal semacam itu di zaman sekarang paman. Berhenti berkhayal yang bukan-bukan.”
“Ini sangat aneh Sanha. Kau tidak pernah peduli pada setiap wanita yang mendekatimu, kenapa kini kau malah pacaran dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya. Masih banyak wanita yang jauh lebih baik dan lebih pantas untukmu? Kenapa kau mati-matian memilih gadis itu?”
“Paman! Sudah kubilang, Zariya tidak seperti yang paman kira selama ini, jika Paman tahu siapa dia yang sebenarnya, aku yakin Paman akan pingsan. Sebaiknya Paman jangan bicara lagi, aku ingin sendiri,” ujar Sanha dan kembali fokus pada layar komputernya. Ia memeriksa novel baru Zaya tidak up hari ini. “Kenapa dia tidak up?” gumam Sanha pada dirinya sendiri.
“Kenapa kau tidak pacaran saja dengan Zaya? Bukankah kau pengagum karya-karyanya? Kau malah pacaran dengan Zariya. Mantan asistenmu sendiri. Aku sudah curiga karena sikapmu pada Zariya sangat berbeda dibandingkan dengan asisten-asistenmu sebelumnya, ternyata ini maksudnya. Aku lebih suka kau pacaran dengan Zaya daripada dengan Zariya. Tunggu! Kenapa aku merasa nama mereka hampir mirip, ya? Apa ini kebetulan? Zariya-Zaya, Zariya-Zaya ... ah sudahlah ... bikin pusing saja.”
“Saat ini yang aku cintai adalah Zariya, Paman. Bukan Zaya, aku membaca karyanya karena ceritanya bagus dan tokoh utama prianya, memiliki karakter yang sama sepertiku. Tidak ada alasan yang lain. Sekarang tinggalkan aku, Paman.” Sanha masih sibuk dengan komputernya.
“Bagaimana dengan kontrak-kontrakmu? Mereka semua membatalkannya. Karirmu bisa hancur, Sanha.”
“Kalau begitu aku akan berhenti dan memberi bonus kalian semua sebelum aku benar-benar bangkrut,” ujar Sanha sambil tersenyum. Ia sama sekali tidak takut kalau pamornya meredup.
“Apa?” Pak Bas tidak percaya Sanha bakal bicara seperti itu. “Sanha, kau lupa apa tujuanmu menjadi artis?”
“Aku tahu, Paman. Aku tidak akan pernah lupa. Tapi Zariya, juga sangat berharga untukku lebih dari apapun. Aku harap dia mengingat semuanya sehingga beban yang selama ini aku pikul bisa sedikit berkurang. Paman tahu? Betapa ingin sekali aku memeluknya setelah ia mengingat detail kejadian waktu itu.” Sanha menoleh pada Pamannya. “Aku rasa ... Paman tidak akan pernah bisa mengerti.”
“Apa maksudmu Sanha? Kejadian apa? Apa yang kau sembunyikan dariku?”
Belum sempat Sanha menjelaskan detail apa yang ia rahasiakan selama ini, tiba-tiba salah satu pegawai Sanha berteriak untuk memberitahu sesuatu.
“Pak, cepatlah kemari! Ada berita yang menghebohkan lagi!” teriak pegawai itu.
Sanha dan pak Bas hanya saling pandang. Mereka berdua bergegas ke meja kerja salah satu pegawai yang berteriak tadi. Mereka semua terkejut membaca judul artikel yang menjadi trending topik berita.
‘Penulis tersembunyi Zaya membatalkan acara talkshownya jika artis Sanha tidak jadi konser’
Itulah berita yang tertulis di beranda depan paling atas setiap situs pemberitaan. Dari artikel itu semakin bertambahlah jumlah wartawan yang menunggu konfirmasi langsung dari Sanha mengenai berita hangat itu di halaman kantornya. Bahkan sebagian besar wartawan berspekulasi kalau Sanha ada hubungan spesial dengan penulis tersembunyi Zaya. Sialnya, berita itu muncul disaat Sanha mulai terbuka dengan kekasih rahasianya, Zariya.
“Kau dalam masalah besar Sanha. Mereka pasti sedang asyik menulis cinta segitiga antara Zaya, Sanha, dan Zariya. Aku sudah merasa aneh saat Zaya mau bertemu denganmu dengan begitu mudah tanpa syarat apapun saat kau meminta menejemennya untuk bertemu dengannya. Padahal semua orang tahu, Zaya tidak suka bertemu dengan siapapaun kecuali orang terdekatnya. Satu-satunya produser yang pernah bertemu dengan Zaya saat penggarapan film pertamanya hanyalah KUN. Selain beliau, tidak ada yang tahu seperti apa Zaya sebenarnya.
Sanha hanya menatap layar komputer itu dalam diam. Ia berharap, Zariya tidak berpikir yang bukan-bukan soal pemberitaan yang tiba-tiba jadi heboh ini.
BERSAMBUNG
****
dukung like dan komentarnya ya. ..lope you all